BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
MEETING BERSAMA ABRA


__ADS_3

Disya membawa mereka ke lantai dimana ruangan Alva berada.karena meetingnya dadakan bos Alva mengadakan meeting di ruangannya.


Abra tersenyum.senyum itu tak pernah luntur sedari tadi dia terkagum-kagum dengan suasana kantor putranya terlihat kantor anak muda.


Pintu bertuliskan Presdir pun semakin jelas di mata


'tok..tok..tok..


"masuk.


Disya membuka pintu terlihat Alva sedang duduk di kursi kebesarannya di balik meja setengah lingkaran menghadap ke samping dimana laptopnya berada kacamata menggantung di hidung mancungnya.


"pak"panggil disya.


"ya"jawabnya tanpa mengalihkan perhatian dari laptopnya.


"dari sn sudah datang"ucap disya.


"suruh masuk dan minta saep buat siapkan minum"ucap Alva.


"berkas dari Jack tolong di print"ucap Alva.


"baik pak,silahkan masuk bapak²"disya menyuruh Abra dan yang lain masuk.


Disya membawa Abra ke meja meeting yang tersedia di ruangan tersebut yang hanya bisa di gunakan untuk sepuluh orang.


Alva masih sibuk dengan sambungan tlp.abra melihat suasana ruangan kantor putranya yang nyaman ada banyak botol minuman di lemari dengan berbagai merk.ada banyak piagam dan penghargaan.dan berjejer buku dan berkas dalam lemari.dan sofa besar juga tiga alat fitness dan tv besar.


Terlihat sangat jelas ada foto nilam dengan ukuran cukup besar.yang masih nampak cantik sebelum penyakit itu menyerangnya.dan foto Alva dengan kail menggunakan kemeja putih dan celana warna krem selutut senada dengan kail.


Dan ada juga foto Alva bersama Dominic juga Gabriel dan Albert mereka semua memakai jas berwarna hitam Gabriel duduk di kursi dengan kaki menyilang begitupun Dominic dia duduk dengan memangku kail Albert dan Alva terlihat gagah berdiri di belakang mereka.


"ya Daddy thank you"ucap Alva.


setelah Dominic memberikan pengertian agar Alva menerima anak²nya dan segera menikah dia juga mengucapkan selamat pada Alva.


"degh...sedari tadi Abra merasa sakit tidak ada jejak keluarga nya selain Nilam.


"maaf membuat an....


Alva terkejut melihat ayahnya di kantornya bukankah bisa di wakilkan pikirnya.


"maaf membuat anda semua menunggu"ucap Alva mengulurkan tangannya.


Bowo menyambut tangan Alva.


setelah berjabat tangan.alva mempersilahkan mereka duduk.


sesaat kemudian disya datang membawa berkas di ikuti saep di belakangnya.


Saep meletakkan gelas di depan para tamu.


"saep"panggil Alva.


"Ipul pak bos"ucap Ipul.


"ck.. terserah loe gelas tadi isi es batu lagi dan ambil botol yang di lemari"ucap Alva


"maaf pak bos tapi aku ga mau minum lagi takut mabok lagi"ucap Ipul dia trauma ternyata yang di minum adalah minuman beralkohol.


"siapa yang ngajak loe minum,cepat ambilkan es batu dan bawa kesini"ucap Alva.


"oh kirain pak bos ngajak aku minum"ucap Ipul dia pun keluar kembali ke pantry.


Alva pun membuka berkas dari disya ada asisten Jack di layar laptop nya yang sedang tersambung.


"oke kita mulai maaf saya baru mempelajari ini."ucap Alva.

__ADS_1


sebelum Gilang membuka suaranya.


"jadi ada beberapa yang di rubah,bukankah anda harusnya senang dengan value yang begitu tinggi."ucap Alva.


"kami memutuskan untuk memotongnya.dari keuntungan GEO seratus persen di saluran ke rumah sakit"ucap Bowo.


"maaf pak Bowo,biaya rumah sakit delta medika menjadi tanggung jawab kami,kerja sama tetaplah kerja sama kami tidak mau membuat perusahaan yang bekerja sama baik di GEO atau dimanapun merugi.kami tidak akan memanfaatkan rumah sakit kami menjadi alasan untuk mengurangi hasil dari kerjasama perusahaan,tidak ada sangkut pautnya dengan rumah sakit"ucap Alva tegas.


Bowo mengangguk"begini pak Arya..


"Alvarez "ucap Alva menekankan nama nya Alvarez.


Bowo mengangguk "maaf pak Alvarez value data projects tersebut dari pihak kami meminta Mr Jack untuk memperbaiki karena sn berniat untuk mendonasikan hasil tersebut untuk rumah sakit"ucap bowo.dia mengeluarkan beberapa lembar surat².


Disya menerima surat tersebut dan menyerahkannya ke Alva.


"ceklek....


Ipul datang dengan gelas berisi es batu.dia juga mengambil botol yang berada di meja kerja Alva.


'pakbos ini bisa²nya saat kerja dan meeting dengan tamu pake minum kalo mabuk bagaimana'gumam disya dan Ipul namun mereka tidak bisa berbuat apa.


Ipul menuangkan minuman itu ke gelas.sedangkan Alva masih membaca berkas² dari Bowo.


"dimana Kevin"tanya Alva matanya masih fokus dengan lembaran kertas tersebut.


"saya lihat di ruangan pak Raka pakbos"jawab disya.


"apa anda yakin ini seratus persen,saya tidak mau ada masalah nantinya,dan saya juga tidak mau jika suatu hari mendengar desas desus dan mengatakan kami mencari keuntungan mengatas namakan rumah sakit"ucap alva.


"anda tau pak Bowo rumah sakit itu 100 persen tidak ada dana darimanapun.tidak ada investor,tidak mengajukan bantuan ke siapapun.kami membangunnya dengan dana dari delta,dan membiayai kebutuhan dan gaji para dokter dari GEO,kenapa anda tidak mendonasikan saja"ucap Alva.


"kami yakin itu sudah menjadi keputusan"ucap Bowo Abra hanya diam mendengarkan jawaban putranya.


"baik kami akan membicarakan ini lebih dulu karena saya tidak mau ada masalah di belakangnya"ucap Alva.


Alva tau ayahnya ikut untuk mengetahui dan melihat perusahaannya.meeting tersebut tidak mengharuskan nya ikut.


Alva meminum minuman yang sudah di tuangkan oleh Ipul.


'ceklek...


Kevin masuk dengan laptop di tangannya.


"sorry ada meeting rupanya"ucap Kevin.


"ada apa kev?"tanya Alva.


Kevin meletakkan laptop di layar yang masih tersambung dengan Dominic.


"ya Daddy"sapa Alva.


"Michael,oke...


"maaf pak Bowo saya tunda sepuluh menit,disya berkas dari Jack tolong di siapkan"ucap Alva dia kembali fokus pada laptop Kevin.


"ya itu lebih baik Mike,jika mereka tidak mau putuskan saja,kita tidak butuh mereka,mereka yang membutuhkan kita.dia akan datang aku pastikan"ucap Alva dengan bahasa inggrisnya.


".............


"ya aku tau Daddy,......."Alva mengangguk pembicaraan tersebut tidak luput dari pendengaran abra.dominic begitu detail mengajari Alva.


"ya aku sudah melihat detailnya dan itu di luar perkiraan ku"ucap alva.


"oke Mike kirimkan via email"ucap Alva.


"..........

__ADS_1


"ya Daddy kamu juga jaga kesehatan,saat libur sekolah kami akan mengunjungimu"ucap Alva.


"ya Grandpa tadi pagi menghubungi ku,setiap pagi dan kau tau itu dia selalu mengatakan jangan lupa sarapan pagimu dan jangan lupa minum vitamin"ucap Alva terkekeh.


".......


"ya dia lupa kalo aku bahkan sudah punya anak,jangan memperlakukan ku seperti anak kecil Daddy bahkan aku sudah bisa mencari uang"ucapnya


"........


"jaga kesehatan mu juga Daddy,Miss u too"ucap Alva.


Kevin sedari tadi berdiri di belakang Alva.


"jaga cucuku dan dia untukku kev,jaga kesehatan juga"Kevin mengangguk.


"dengan sepenuh hati dan nyawa kami"jawab Kevin.


"jangan biarkan dia minum terlalu banyak,perhatikan kondisi ginjalnya "pesan dominic.


"itu yang tidak bisa saya cegah"ucap Kevin.


"bahkan saat meeting pun dia akan minum"ucapnya lagi.alva mendelik ke arah Kevin.


"ya aku tau itu,kurangi minum mu boy Daddy tidak mau kamu masuk rumah sakit lagi,jangan menatapnya seperti itu karena itu tugas dia"ucap Dominic.


"kev jangan lupa ingatkan darren untuk segera tanda tangani perusahaan grandpa dia sudah tua boy,kamu tidak kasihan?"ucap Dominic


"aku akan segera tanda tangan"ucap alva


"Albert sudah menanda tangani,grandpa pasti senang dia bisa menghabiskan waktu untuk beristirahat dan bersantai di rumah"ucap Dominic.


"kenapa bukan buat Albert saja Daddy"tanya Alva.


"kalian berdua cucu grandpa anak Daddy siapa lagi kalo bukan kalian berdua,grandpa hanya bersikap adil dengan kalian berdua.albert malah meminta grandpa mengatas namakan saham² nya untukmu,Albert sudah menerima saham dariku,tapi Daddy dan grandpa akan berbuat adil pada kalian berdua"ucap Dominic.


"oke dadd"ucap Alva.


"setelah tanda tangan itu, perusahaan akan beralih tanggung jawabnya padamu"ucapnya lagi.alva mengangguk.


"thanks kev,see u boy Daddy merindukan kalian"ucapnya, Alva membalas ucapan Dominic dan melambaikan tangannya.


Sakit,yang Abra rasakan mendengar putranya memanggil orang lain dengan sebutan Daddy bahkan mereka terlihat sangat dekat.


Kevin membawa laptopnya ke sofa ruangan alva.dia membuka pekerjaan dari perusahaan Dominic


sedangkan Alva melanjutkan meetingnya.


"baiklah saya rasa meeting ini cukup jelas,terima kasih dan selamat siang"ucap Alva setelah menandatangani berkas² itu. Abra begitu bangga mendengar penjelasan Alva.bersama Alva ada bangga ada sedih yang ia rasakan.


Disya menyusun surat² tersebut dan menyerahkan ke Gilang.


"saya dengar anda baru saja merayakan anniversary pak Abra"ucap Alva matanya melihat laporan.


disya sudah keluar untuk menyiapkan makan siang untuk tamunya.abra diam tak menjawab.


"selamat ya, pernikahan kalian sangat bahagia ternyata,oh ya nanti saya kirimkan rangkaian bunga untuk anda dan istri anda ke rumah"ucap Alva dia tersenyum.


"pak Gilang,anda tau sesuatu tentang istri bos anda tapi anda diam saja?"tanya Alva.


"maksud anda?"tanya Gilang gugup.


"hotel xx"jawab Alva.


"ada apa Gilang"tanya Abra.


"saya tidak ada hal dan tidak berani ikut campur urusan rumah tangga orang lain apalagi bos saya"ucap Gilang.

__ADS_1


__ADS_2