
"maksud loe"tanya salsa.
"ck... kita tinggal bersama,ayo kita jalin hubungan"ucap Alva.
"loe nembak gue gitu?"tanya salsa hatinya berdebar mendengar Alva mengatakan 'jalin hubungan'.
"hubungan simbiosis mutualisme, gue ga mau punya pacar sa,gue ga mau punya hubungan dengan cewek yang bakal bikin gue patah hati gue ga mau.."Alva menghentikan ucapannya.
"ga mau apa"tanya salsa menatap Alva,walaupun dia kecewa ternyata yang di maksud adalah hubungan simbiosis mutualisme bukan hubungan pacaran seperti yang diharapkan.
"gue hanya menjaga mental gue tetap sehat"ucap Alva mengalihkan pandangannya ke depan.
"takut patah hati karena pacaran?"salsa terkekeh.
"loe lucu Ar kaya anak smp tau gak?bocil kan gitu patah hati nangis di kamar,ngunci pintu ga mau makan seharian.kita udah dewasa kali patah hati kita punya banyak cara buat mengobatinya,lagian Loe cowok, tampan,kaya kalo loe patah hati,putus cinta bisa cari yang lain, mudah kali buat loe.biasanya yang menjaga mental tetep waras itu perempuan"ucap salsa dia masih tertawa membayangkan laki² putus cinta nangis² di kamar membuat mentalnya down.
"itu bagi yang normal sa,kalo gue ga normal"salsa menghentikan tawanya dia menghapus airmata di sudut matanya Karena tertawa.
"gue depresi"ucap alva jujur.salsa pun mengalihkan pandangan ke alva.
"gue depresi mental gue ga waras"ucap Alva tersenyum miris.
"gue mengalami gangguan kesehatan mental,gue harus mengkonsumsi obat depresan gue sering minum obat penenang karena gue kesulitan tidur juga sering cemas"ucap Alva,salsa masih setia mendengarkan dia juga masih syok mendengar pernyataan Alva tentang kesehatan mentalnya.
"tapi gue milih mabuk sih sampai pingsan"Alva terkekeh.
"itu ga baik untuk kesehatan"ucap salsa.
"sama aja sa,gue minum obat juga ada efek sampingnya"ucap Alva.
"makanya Gue ga mau nikah,terus nanti punya anak,gue takut nanti mereka akan malu kalo suatu saat gangguan mental gue makin parah dan tiba² gue jadi penghuni rsj mungkin kan ga lucu anak gue di katain anaknya orang gila"alva terkekeh.namun kata² itu justru terdengar miris di telinga salsa.
"Tapi apalah itu sudah terlambat nyatanya gue udah punya anak dan cukup hanya satu"ucap alva membuat salsa terkejut.
Deg...
"Loe udah nikah"tanya salsa,alva menggeleng kan kepalanya.
"Lalu anak loe?"tanya salsa penasaran.
"Sama gue"ucap alva.
"Single daddy?"alva mengangguk.
"istri gue akan malu menghadapi omongan orang di ledek di hina bahkan anak gue nanti di bully sama teman²nya karena ayahnya gila tapi anak gue udah gue kasih pengertian dan kalo pun dia malu punya ayah gila cukup katakan dia bukan ayahku ga masalah"ucap alva dengan tatapan sendu.membuat salsa merasa kasian.
__ADS_1
"loe pasti tau berita tentang gue yang hilang"salsa mengangguk.berita tentang hilangnya putra ke dua Abraham Pratama sempat viral bahkan sempat di beritakan meninggal di Jerman menghiasi layar kaca bahkan media elektronik.
"mereka mengira kalo gue hilang di jerman bahkan udah meninggal nyatanya gue sedang dalam penyembuhan mental agar saat kembali ke negara ini gue lebih bisa mengolah emosi.
tapi nyatanya ga,gue masih saja emosi tiba² saat mengingat apa yang terjadi.sampai saat ini gue ga pulang ke rumah bokap gue,gue tinggal di apartemen,karena penyebab kenapa gue depresi itu ada di rumah gue"ucap alva.dia pun menceritakan penyebab dia mengalami gangguan mental.
"Jadi itu sebabnya loe ga mau menikah"tanya salsa,alva pun mengangguk.
"tapi apa salahnya bokap loe nikah lagi Ar?bahkan kalian sudah kenal bukan?"tanya salsa.
"ada alasan kenapa gue ga setuju dengan pernikahan mereka"ucap Alva.
"Kalo loe mau ayo kita tinggal bersama tanpa komitmen gue akan buat loe bahagia tapi tanpa pernikahan"pinta alva yang menurut salsa tidak masuk akal sebenarnya itu artinya kumpul kebo pikirnya.
"Gue pikirin dulu beri gue waktu"ucap nya pasti alva pun meraih tangan salsa dan mengatakan
"Jangan mengharap kan pernikahan sa,loe tau alasan gue,di saat loe jenuh loe bosen sama gue loe bilang ke gue dan gue bakal lepasin loe,gue ga bakal nahan loe asal loe jujur.dan selama kita bersama jangan berhubungan dengan yang lain walaupun hubungan kita sebatas simbiosis mutualisme"ujar alva salsa pun mengangguk paham.salsa akan buat Alva berubah pikiran dan mengubah ketakutannya.
"itu anak gue,baru loe yang tau gue punya anak gue harap loe bisa jaga rahasia ini"Alva menunjuk ke arah kail yang sedang bersama Kevin dan bibi Sarah.
"anakmu sudah besar dan tampan"ucap salsa.
"ya karena gue juga tampan bukan"ucap Alva.membuat salsa merona.
"loe mau pulang ke kontrakan?"tanya Alva salsa mengangguk.
Setelah salsa pergi Alva membawa kail masuk ke apartemen.mereka mandi bersama,lebih tepatnya bermain air dengan putranya.
setelah mandi mereka makan bersama karena Kevin sudah memesan beberapa makanan.
Alva begitu telaten menyuapi kail.
"ini sudah mau malam kail harus pulang oke? Daddy akan mengantarmu,tadi Daddy mendapatkan kabar kalo hari Senin kamu akan tes di sekolah orang dewasa mulai sekarang belajar yang rajin"ucap Alva.
Kail pun mengangguk dia begitu bersemangat untuk belajar agar dia bisa bersekolah bukan sekolah bermain seperti yang daddynya katakan.Alva Pun mengantarkan kail pulang ke rumah.
"Ken"sapa Alva kendra salah satu pelatih di tempat tersebut.
"bos"kendra berdiri melihat Alva.
"gimana Dito dan yang lain"tanya Alva.
"mereka berlatih dengan giat"Alva mengangguk.
**
__ADS_1
Di nine club suara dentuman musik memekakkan telinga dimana banyak orang mendapatkan kebebasan,tempat orang melupakan kesedihan,tempat orang bersenang²,mereka minum,berjoget tanpa ada orang yang mengusik. tempat orang² mencari kebahagiaan semu mereka berharap masuk dengan membawa masalah di kepalanya dan keluar dari tempat itu tanpa ada masalah lagi.
Di salah satu sofa di duduki oleh beberapa orang pria yang saat ini sedang menikmati minuman haram yang mereka pesan,alva sedang bersama dengan jack juga kevin dan rey juga ada sean dan dua wanita bayaran yang menemani dan melayani mereka.
"Jam berapa mereka sampai kev?"tanya alva.
"Jam sebelasan kira²"jawab kevin.
Alva menghisap rokoknya sesekali ngobrol dengan jack juga sean.
"Arya"panggil seseorang.
"Anda siapa ada keperluan apa?"tanya rey bangun dari duduknya menelisik ke orang di depannya.
"Santai bro gue sahabat tu bocah tengil"ucap danu.
Alva mengalihkan pandangan ke arah danu.
"Danu"ucapnya dia berdiri dan danu mendekat memeluknya.
"Ya Tuhan gue ga percaya ini,apa kabar loe?"ucap danu dengan mata berkaca-kaca dia bahagia masih melihat sahabatnya.
"Gue baik,loe gimana kabarnya Don juan?"tanya alva.
"Gue baik"danu melepaskan pelukannya.
Danu duduk di sebelah alva.
Setelah berkenalan dengan sean, jack,kevin dan rey mereka kembali ngobrol.
"Loe kemana aja"tanya danu menelisik tubuh alva yang lebih kekar dan lebih gagah.
"Ada"jawab alva.
"Loe di SN sekarang?"tanya danu,alva menggelengkan kepalanya.
"Gue pengangguran"ucap alva.
"Asem loe"umpat danu.
"Serius gue pengangguran,kerjaan gue luntang lantung aja,disini aja gue di bayarin ama mereka"ucap alva menunjuk ke arah jack dan sean.
"Anj1ng emang,ga usah kerja Pratama tujuh turunan tujuh tikungan tujuh tanjakan ga bakal habis"ucap danu terkekeh Danu meraih hp nya dan mengirim pesan ke orang tersebut.
("Ke club biasa gue tunggu sekarang ga pake lama ada yang harus loe lihat"send danu)
__ADS_1
Alva menyalakan kembali rokoknya."loe tau nikmatnya jadi pengangguran? Loe bisa bangun tidur sesuka hati loe"ucap alva menghembuskan asap rokoknya.
"Anj1ng bangs4t emang loe,sekolah jauh² ujung²nya jadi pengangguran"umpat danu membuat alva terkekeh.