
Saat ini alva dan kevin sudah berada di internasional school untuk mengantarkan putranya yang jenius itu.
"belajar yang rajin Hem"ucap alva
Kail mengangguk semangat.
"Kail akan membuat daddy dan daddy al bangga dan kalian bisa mengandalkan kail"ucap kail anak itu terlalu jenius dia mudah menangkap apa yang sedang di bicarakan orang dewasa.
"ingat kail jangan pernah pergi atau ikut jika di ajak oleh orang yang tidak di kenal,jika Daddy tidak menjemputmu,maka uncle Axel atau uncle Seno yang akan menjemputmu dan jangan melepaskan jam tanganmu"pesan Alva.
"oke Daddy kail tau"ucapnya tegas.
"masuklah"alva menyuruh kail masuk dia mengusap pucuk kepala anaknya itu.
dia baru saja akan mencium kepala kail namun kail lebih dulu mengatakan "jangan cium kail di tempat umum,kail sudah besar"tentu Alva tersenyum anaknya malu jika di cium di tempat umum namun jika di rumah apalagi saat Alva tidur dia akan mencium Alva bertubi².
"oke..oke..masuklah"Alva terkekeh geli,kail pun masuk ke sekolah berlari meninggalkan daddynya.
Alva kini berada di mobil.
"dia sangat kiyowo"ucap Alva dia menyalakan rokoknya.kevin tersenyum.
"kita mau kemana"tanya Kevin.
"kantor,denis pasti akan mengomeli ku karena pekerjaan dia sangat banyak"ucap Alva terkekeh mengingat bagaimana denis mengomelinya karena kerjaan menumpuk.
Kevin membawa mobil tersebut menuju kantor.
"aku lihat banyak orang² kita yang mengikuti kita"ucap Alva melihat ke arah spion mobilnya.
"ya karena kejadian malam itu"jawab Kevin.
"aku tidak ingin mencolok,lebih baik seperti biasa kev,kita bisa menghandle mereka koq"ucap Alva.
"kita tidak tau berapa orang lagi yang akan di kirimkan Marco kita tidak mau kecolongan"ucap Kevin.
"aku minta kurangi mereka"ucap Alva kekeh.kevin menghela nafasnya.bukan karena takut tapi Kevin tidak tau berapa orang lagi yang akan di kirimkan Marco nanti,sedangkan malam itu Marco mengirimkan sepuluh orang.
Marco adalah saudara tiri dari Gabriel dari seorang wanita malam .yang ingin menguasai bisnis gelap Gilbert/Dominic,menurutnya dia yang lebih pantas menjadi ketua black panther karena dia adalah anak tertua dari ayahnya Gilbert beda ibu.gilbert adalah anak dari istri sah sedangkan Marco anak dari wanita malam namun wanita itu hamil Marco lebih dulu lima bulan,baru istri sah tuan filbert hamil Gilbert,semua harta dan bisnis di serahkan atas nama putra sahnya Gilbert,sedangkan anak dari wanita malam itu hanya mendapatkan lima persen dari kekayaan tuan filbert Marco yang tidak terima pun terus berusaha untuk mencelakai Gilbert bahkan mempengaruhi beberapa musuh² gilbert.
bahkan dia terus menumbuhkan kebencian pada anak²nya.
Saat Marco mengetahui Gilbert mempunyai anak bernama Dominic dia berusaha untuk melenyapkan nya,namun gagal.sampai Dominic menikah dan mempunyai anak bernama Albert,Dominic mengungsikanya ke rumah salah satu kepala pelayan dan mengirimnya ke tempat terpencil.hingga Albert berumur tujuh tahun Dominic memasukannya ke latihan militer. Dominic juga memalsukan kematian Albert hingga mereka mendengar Alva di angkat menjadi cucu oleh Gilbert hingga Marco berpikir alva yang akan menjadi penerus dari Gilbert.
Bahkan Alva mengendalikan beberapa perusahaan Dominic dan Gabriel itu memperkuat dugaan marco.
Dia mulai menargetkan Alva,setelah mendapatkan beberapa kali penyerangan,Gilbert dan Dominic menjaga ketat alva bahkan ada pengawal bayangan yang terus membayangi Alva.
Orang² yang bersama Alva adalah orang terlatih,Dominic dan Gilbert juga Albert sangat menyayangi Alva ada satu rahasia yang mereka tau tentang Alva yang membuat mereka menyayangi Alva.dan bagaimanapun alva sudah membantu perusahaan sedangkan Albert di dunia bawah tanah hanya saja Albert belum di angkat menjadi king.
butuh latihan dan waktu hingga Albert di angkat menjadi king.hanya sesekali Albert membantunya di kantor.
__ADS_1
Sampai saat ini keberadaan Albert belum di ketahui oleh musuh²nya bahwa dia adalah calon dari king black panther yang sebenarnya.
Kembali ke Alva.
Saat ini mereka sudah berada di kantor cabang,mungkin kurang dari satu Minggu kantor mereka akan pindah ke kantor yang lebih besar.sean dan Denis sudah menandatangani gedung yang akan di jadikan sebagai induk dari delta group.gedung itu masih dalam renovasi baik di luar ataupun di dalam.
"bos"Denis bangkit dari duduknya saat melihat Alva masuk ruangannya.
"ada apa"tanya Alva menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya.
"Anda harus pergi ke Australia"ucap Denis.
"kenapa"tanya Alva.
"ada beberapa masalah"ucap Denis.
"apa tidak bisa di wakilkan?"tanya Alva.
"Anda tau bagaimana Mr Jack"ucap Denis.
"ini berkaitan dengan GEO engineering"ucap Sean yang sedari tadi diam.
"apa Jack melakukan kesalahan"tanya Alva.
"tidak bos hanya saja tiba² mereka menambah hasil dari keuntungan untuk mereka,jelas ini akan merugikan karena ide tersebut sudah di ketahui oleh mereka,pasti mereka akan menjual info tentang ide yang akan kita buat bos"ucap Sean.
"jadi mereka mengancam kita?"ucap Alva.
"mereka mengetahui apa yang akan menjadi projects kita,kalian bisa memanipulasi projects kita data² asli kalian simpan dan biarkan data projects yang akan kita bangun tersebar kalian bocorkan data tersebut,seolah kita telah kebobolan,sebelum dia menjual atau membocorkan ke yang lain kita keluarkan lebih dulu datanya buat seolah valid dan kalian hancurkan mereka karena sudah berani dengan kita"ucap Alva menerangkan.
"oke bos"jawab Rey.
jam terus berjalan bunyi suara hp Alva menandakan ada yang menghubunginya.
"halo Daddy...
"ya halo boy..kamu sudah pulang?"tanya Alva.
"ya,hari ini semua guru ada meeting jadi kami hanya belajar satu mata pelajaran saja"ucap kail.
"bagaimana hari pertama mu?"tanya Alva menatap wajah sang putra di layar hp nya.
"ya berjalan dengan baik,bolehkah nanti malam kail tidur di tempat Daddy?"tanya kail.
Rey dan Sean tersenyum pasalnya mulai hari ini ada salsa di apartemen.
"of course,tapi besok kamu harus ke sekolah bukan,gimana kalo tidur di tempat Daddy saat hari libur"Alva mencoba menegosiasi.
"tapi aku ingin tidur dengan mu Daddy"ucap kail dengan wajah kecewa.
"oke,datanglah saat makan malam Hem"Alva tidak tega melihat wajah gemas kail yang sedang sedih.
__ADS_1
"yey oke Daddy thanks i Miss you"ucap kail.
"Miss u too boy"
"bye Daddy"..
Alva mengusap wajah kasar.
"bukankah bagus bos anak bos akan bertemu dengan calon mommy nya"ledek Rey.
"Kamu bosan hidup Rey"sungut Alva.
"sorry bos"Denis dan Sean terkekeh.
Alva cepat² menyelesaikan pekerjaannya dia akan menjemput salsa sore ini,semalam salsa mengatakan akan pindah hari ini karena mantan suami dia terus saja menerornya.
Abi dari semalam dia tidak bisa tidur setelah mengantarkan asisten nya ke rumah sakit.dia terus terbayang bagaimana Alva menginjak leher penyerang itu hingga tewas dan menembak 5 orang sekaligus tepat di kepalanya di depan matanya sendiri.
Entah bagaimana adiknya bisa sekejam itu membunuh tanpa rasa takut dan menyesal bahkan meninggalkannya begitu saja.abi mengusap wajahnya kasar dia tidak menyadari bahwa Abra kini sudah duduk di depannya yang sudah berkali² memanggilnya.
"Abang"Abra menaikan intonasinya dan membuat Abi benar² terkejut.
"ayah sejak kapan ayah disini"tanya Abi.
"sejak tadi ayah disini,kamu kenapa apa ada masalah?apa ga enak badan?"tanya abra.saat ini dia sedang berada di anak perusahaan yang di pimpin Abi.
"aku baik² saja yah"jawab Abi gugup wajahnya pucat.
"ada masalah?matamu seperti kurang tidur"ucap Abra.
"ah ya sedikit yah aku emang tidak bisa tidur semalam"ucap Abi.
"ayah dengar Ardi masuk rumah sakit,apa yang terjadi?"tanya abra.namun Abi bingung harus jawab apa karena di antara mereka tidak ada rahasia.
terlihat begitu jelas bahwa anaknya menyembunyikan sesuatu.
Abra menatap anaknya hingga Abi tidak berkutik.
"arya membunuh orang yah"ucapnya menegakkan duduknya dan sedikit mencondongkan ke meja dengan suaranya yang lirih.
"apa maksudmu"tanya Abra.
"semalam saat aku akan pulang dengan Ardi dari meeting kami lewat jalan pintas yang memang sepi,kami lihat ada orang di keroyok aku pikir mereka begal.kami pun menepi dan berhenti dan akan membantu.saat Abang lihat dari dekat orang itu Arya dan lagi cowok yang ada di apartemennya waktu itu,kami membantunya karena Arya di keroyok empat orang,tapi Ardi terluka dan pingsan,setelah beberapa saat ada tiga orang yang membantu kami dan akhirnya penyerang itu kalah"ucap Abi.
"siapa mereka yang menyerang Arya"tanya Abra dia khawatir pada putranya.
"aku tidak tau yah tapi menurut salah satu orang yang masih hidup mereka orang suruhan Marco aku tidak tau Marco siapa"ucap Abi.
"yang jadi pikiran aku semalam dengan mata kepala ku sendiri Arya menginjak leher penyerang itu,padahal dia penyerang itu sudah tidak berdaya namun Arya menginjak lehernya hingga orang itu tewas.yang lebih membuat aku takut Alva melepaskan mereka namun baru beberapa langkah Arya menembak mereka tepat di kepalanya"ucap Abi dia begitu takut melihat kejadian semalam.hanya melukai Abi berkelahi tidak sampai membunuh.
"ya Tuhan"Abra mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
"itu yang jadi pikiran aku hingga kini yah aku ga bisa tidur memikirkan ini aku takut Arya akan di penjara"ucap Abi.
"tapi sampai saat ini tidak ada berita penembakan atau pembunuhan, tapi aku masih takut yah"ucap Abi wajahnya pucat mengingat semalam.