BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
EXTRA PART PISAH KAMAR


__ADS_3

"untuk saat ini maaf Dea aku belum mencintai kamu,semoga hatiku berlabuh padamu karena aku tidak menutup kemungkinan yang terjadi apalagi kamu sudah menjadi istriku.aku akan memenuhi kebutuhan mu,kebutuhan Fabian aku akan berusaha memberikan kalian yang terbaik,namun untuk perasaan maafkan aku Dea"ucap Kevin panjang lebar.baru kali ini Dea mendengar suara Kevin begitu jelas suara itu begitu tegas dan jernih.


"untuk apa kamu menikahiku"tanya Dea lirih airmatanya sudah membasahi pipinya.


"aku bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan,apalagi ada anakku dalam perutmu"ucap Kevin datar.


"kamu tidak perlu bertanggung jawab karena aku tidak pernah memintanya,kenapa kamu tidak membiarkan aku pergi saja"ucap Dea.


"lalu aku harus mengabaikan anak ku begitu, membiarkan anakku hidup tanpa seorang ayah?"ucap Kevin dia menahan emosinya mendengar ucapan Dea.


"aku bisa menghidupinya,aku bisa membahagiakannya"ucap Dea.


"lalu kamu membiarkan anak ku di bully teman² di bully orang² karena tidak mempunyai ayah begitu?bagaimana mental dan psikologis anak ku nanti setiap hari akan mendengar cemoohan dari orang² heh?mau bagaimanapun seorang anak membutuhkan seorang ayah walaupun kamu mampu memberikan semuanya"ucap Kevin.


"kamu tidak mengambil pelajaran dari Fabian Dea,dia membutuhkan kasih sayang ayahnya kamu lihat bagaimana dia begitu cepat dekat dengan.kamu jangan egois Dea,kamu memang bisa tanpa suami tapi belum tentu anak² mu bisa tanpa ayah, walaupun mereka diam bukan berarti dia tidak membutuhkan figur seorang ayah"ucap kevin.dea sadar Fabian begitu mudah dekat dengan Kevin.


"dan kamu tidak perlu memenuhi kebutuhan Fabian dan aku karena aku masih punya tabungan"ucap Dea.


"aku akan tetap memenuhi kebutuhan kalian"ucap Kevin.


"bersiaplah aku akan membereskan barang² kita.kita akan pulang sebentar lagi"ucap Kevin bangkit dari duduknya meninggalkan Dea di ruang makan,menghadapi Dea yang keras kepala membuat nya ingin marah.


**


saat ini Dea dan Kevin sedang berada di rumah sakit delta medika, dr Silvia menjadi pilihan Kevin selain dok itu seorang wanita dia juga istri dari dr Daffa.


kini giliran Dea di panggil setelah dua puluh menit menunggu antrian.


"selamat pagi pak Kevin,ibu Dea silahkan duduk"ucap dr Silvia setelah melihat nama pasien.dia mengenal Kevin namun tidak mengenal Dea.


"ada yang bisa saya bantu bu Dea"tanya dr Silvia.


"dia sedang hamil dan setiap pagi dia mengalami morning sickness,bisakah dr memberikan obat agar mual itu hilang"ucap Kevin membuat Silvia terkejut karena baru kali ini dia mendengar suara Kevin panjang lebar.setiap mereka bertemu di rumah Abraham atau meeting di rs dia tidak pernah mendengar suara Kevin.


"baik,mari kita periksa dulu"ucap Silvia.


Dea menuju ruang pemeriksaan USG dia di bantu suster untuk berbaring.


Silvia membuka perut Dea dan memberikan gel di perutnya Kevin memperhatikan apa yang di lakukan dr Silvia.


"apa dia baik² saja"tanya Kevin saat dia melihat layar monitor.


"ya dia baik² saja,sehat lihat pak Kevin dia sudah bisa bergerak dan organ vital janin juga mengalami perkembangan.mari kita dengarkan detak jantungnya"ucap Silvia.


jantung Kevin berdegup matanya memanas melihat janin yang masih sangat kecil itu.


'duh..dug..dug..


suara jantung bayi terdengar hanya setetes air mata Kevin langsung menghapusnya.


rasanya dia sudah tidak sabar untuk bertemu anaknya.


"apa bisa melihat jenis kelamin dia boy or girl"tanya kevin

__ADS_1


"untuk saat ini belum bisa pak Kevin,nanti saat usia kehamilan 18 sampai 20 Minggu kita baru bisa melihat jenis kelaminnya.sekitar empat lima bulan"ucap dr Silvia.


setelah selesai Dea dan Kevin kembali duduk di kursi pasien.dr Silvia menyerahkan foto hasil USG itu.kevin mengambil foto pertama anaknya yang masih berbentuk seperti dayung kecil.


"saya akan resepkan obat untuk mengurangi mual berlebih ya dan vitamin untuk kandungannya"ucap dr Silvia sambil menulis resep di Lembaran kertas.


"jangan banyak pikiran ya Bu Dea dan jaga emosi anda tekanan darah Anda sebenarnya masih normal cuma saya harus memberitahukan Anda agar pandai menjaga emosi,jangan stres,jangan banyak pikiran itu akan mempengaruhi keadaan janin"ucap Silvia.


Dea melihat ke arah Kevin yang hanya menatap datar dr Silvia.


setelah dari rumah sakit Kevin mampir ke supermarket untuk membeli susu hamil.lalu dia membawa Dea pulang ke rumah.


"istirahatlah"ucap kevin.dia membawa koper ke kamar tamu.


"Fabian di rumah utama bersama Xander"ucap Kevin sebelum Dea menanyakan Fabian padanya dia mengatakan lebih dulu.


setelah Dea masuk kamar,Kevin meninggalkan kamar Dea dan berjalan menuju tangga untuk ke kamarnya.


'apa dia harus sekamar,lalu apa yang mereka lakukan jika sekamar sedangkan mereka saja jarang berbicara.


Kevin menghempaskan tubuhnya di ranjangnya matanya menatap langit² kamarnya.perjalanan rumah tangganya baru di mulai namun dia merasa gelap tidak terlihat ujungnya di bawa kemana.'aku tidak tau cara berumah tangga, memenuhi kebutuhan rumah tangga aku bisa lakukan,aku bisa menafkahinya dan mencukupi biaya hidupnya.berhubungan badan itu yang masih ku pikirkan,bagaimana cara aku meminta berhubungan badan denganya?haruskah meminum obat setiap berhubungan? menyiapkan makanan sudah ada art,apalagi?tidak harus sekamar kan?pikirnya.


"alva sekamar dengan salsa karena mereka saling mencintai dan Alva setiap hari minta jatah,aku dan Dea tidak saling mencintai dan aku belum kepikiran untuk minta jatah"gumamnya.


"ya ini benar kita tak harus sekamar"dia pun bangkit dan membersihkan diri setelah membersihkan diri dia akan ke rumah utama.


**


di dalam kamar Dea kini sedang menangis rumah tangganya entah akan seperti apa.suaminya membawanya ke kamar tamu itu berarti mereka tidak satu kamar,lalu untuk apa menikah?air matanya kembali mengalir.


suaminya itu pergi menggunakan baju santai dengan sandal selop dengan merk terkenal berjalan menjauhi rumah.


"apa aku harus pergi?tapi bagaimana caranya rumah ini begitu ketat.dan bagaimana dengan Fabian dia sudah menyayangi ayah sambungnya,haruskah aku bertahan di rumah ini"gumamnya.


"apa yang harus aku lakukan,atau aku harus masa bodoh.tapi pikiranku harus sehat agar bayi ini berkembang dengan baik"Dea menghembuskan nafas kasar.


Dea menghempaskan tubuhnya di ranjang dia menutup seluruh tubuhnya sekitar tiga puluh menit suara pintu utama terbuka.


"apa dia sudah kembali?tapi kenapa ga ada suara Fabian apa Fabian ga mau pulang"pikirnya.


suara vacum cleaner terdengar hingga ke kamarnya ternyata art nya yang sedang membersihkan sofa.


Dea pun keluar dia butuh teman mengobrol.


"eh Bu Dea,ganggu tidurnya ya Bu?"tanya art itu mematikan vacum cleaner.saat dia melihat Dea berdiri dekat meja tengah.


"ga koq mba,aku ga tidur.mba liat Fabian?"tanya Dea


"den Fabian di rumah utama,lagi sama mas Xander dan bang Kevin"ucap art itu.


"mereka lagi main seru kayaknya soalnya adek Xavier sama Duncan ikut bermain"ucap art itu lagi.dea mengangguk.


"kenapa memanggil Fabian Aden panggil Fabian saja"ucap dea.art itu hanya tersenyum.

__ADS_1


"ada yang menyuruh kalian?"tanya Dea.


"ga ada Bu Dea,kami memanggilnya Aden kalo sama anak bos"ucap art itu.


"tapi kamu memanggil Xander mas dan adek untuk xavier dan Duncan.


"kalo itu pak bos besar yang ngajarin"ucap art itu.dea mengangguk paham agar adiknya terbiasa dengan panggilan Abang dan mas.


setelah beberapa saat diam Dea pun bersuara.


"sudah berapa lama kerja disini mba"tanya Dea.


"saya ini sudah tujuh tahun dari Abang kail umur 8an kira²"jawab art itu.


"betah ya mba"ucap Dea.


"betah toh Bu kami kerja mulai jam 6pagi dan setelah selesai makan malam kita semua di suruh istirahat. kerja disini ga capek walaupun ngurusin banyak rumah tapi banyak yang bantuin,disini semua makanan sama,bos sama kita menunya sama daging ya daging semua mau buah tinggal makan mau apa tinggal makan di gudang banyak makanan tinggal ambil.kecuali bang Ken,bang Rey,bang Shawn pak bos kalo pagi sarapannya beda sama bang Kevin juga sarapannya beda menu sehat untuk jaga badan.disini makan berat cuma siang hari,tapi buat kita pagi siang malam makan berat"ucap art itu terkekeh.dea tersenyum.


"nanti hari Minggu dateng ke rumah utama Bu Dea"ucapnya.


"kenapa?"tanya Dea.


"kalo hari Minggu istrinya pak Denis,istrinya bang Rey semua ngumpul di rumah barbeque,kalo hari Sabtu bos besar ke rumah orang tuanya"Dea mengangguk.


"mba bagaimana pendapatmu tentang Kevin"tanya Dea ragu.


"bang kev itu baik koq Bu,ga pernah keluar kaya bang shawn,bang Shawn itu tiap malam keluar.bang Kevin baik koq tenang saja bang Kevin ga bakal aneh² wong ga punya teman perempuan"ucap art itu.dea menganggukkan kepalanya.


"bang kev itu memang pendiam ngomongnya dikit,kalo ngomong banyak paling sama pak bos"ucapnya lagi.


"dia memang begitu orangnya kaya jutek,serem pas saya baru disini saya takut,tapi setelah tau baik koq ga pernah liat dia marah Selama saya disini,sayang sama anak², Deket banget dia sama anak²,itu Kaka Jihan nempel banget dia sama bang Kevin apalagi dia perempuan satu²nya disini.udah kaya papa nya bang kev itu dari bayi sama bang Kevin"ucap nya lagi.


Dea tersenyum'pantas Kevin begitu cepat dekat dengan Fabian karena dia sudah dekat dengan anak²nya bos alva'pikirnya.


dua orang art datang membawa makanan untuk Dea ada buah ada smoothie ada salad dan sup daging,semur telur dan ada perkedel.


mereka juga akan membantu art itu untuk membersihkan rumah.


**


sore hari Kevin pulang bersama Fabian mereka berjalan bergandengan tangan.anak itu berceloteh sepanjang jalan rumah utama ke rumahnya.


dia juga mengatakan nanti mandi bersama bermain gelembung sabun.


suara gelak tawa Fabian terdengar sampai ke kamar Dea.


dia pun keluar untuk bertemu putranya sejak kemaren dia terlalu sibuk dengan tamu dan semalam mereka berpisah karena Fabian di bawa salsa pulang sedangkan Dea dan Kevin di hotel.


"bian"panggilnya.


"mamaa"Fabian berlari menuju ibunya.senyum tersungging di bibir kevin.


Fabian memeluk Dea.

__ADS_1


"kamu darimana mama kangen"ucap Dea


__ADS_2