
Zian dan alea pun bergandengan keluar untuk sarapan di restoran hotel mereka sudah di tunggu oleh orang tua mereka,di meja sudah berkumpul terlihat bowo juga disana dan juga Bram asisten zian.abra mengambil Elips table mengingat keluarganya banyak ada mertua dari Abi juga.
"Pagi yah"sapa alea mencium pipi ayahnya.
"Pagi sayang"alea duduk di antara abra dan zian.
Alea duduk di samping mama Sinta dan Zian di sebelahnya.
*
Di tempat yang sama Alva menggandeng salsa mereka berjalan melewati meja keluarga Abraham tanpa berniat menyapa mereka untuk menghampiri jack,kevin ikut serta.
Dia menarikan kursi untuk salsa lalu dia duduk di samping salsa.
Abra dan abi hanya melihatnya dari jarak yang tidak terlalu jauh.
"Itu abang"ucap alea lirih.
**
Alva mengenakan celana di atas lutut dan kaos warna hitam.
Salsa menggunakan dres bunga² sakura dengan warna peach.
Dian dan juna baru saja keluar dari toilet mereka berjalan ke arah meja alva karena itu jalan yang dekat dengan meja keluarganya berada.tiba² Ada seorang pria berjalan di belakang dian.
Saat dekat dengan jack orang itu mengangkat pisau tapi alva menendang kursi sebelah jack. Dan pria itu hampir terjatuh mengenai juna, beruntung alva menarik juna,dian dan salsa berteriak terkejut. Membuat orang² melihat ke arah mereka.
"Bugh..
"Berani sekali kamu mengganggu sarapan ku"ucap alva menarik tangan pria itu dan memelintir ke belakang di menelungkupkanya di meja mereka duduk hingga kopi² dan minuman itu tumpah.alva melepaskan juna salsa menarik juna agar menjauh dari alva.
Juna menangis karena mendengar teriakkan ibunya dan salsa.
Alva mengunci pergerakan pria itu,semua orang melihat tanpa terkecuali pelayan² pun berdiri mematung tanpa ada yang berani mendekat.
"Katakan darimana kamu bang_sat"suara alva tegas.
Di sudut pojok ada seorang pria yang bergerak saat pria itu akan mengangkat pist*ol jack menembaknya lebih dulu di pundaknya.
"D0r..
Suasana restoran saat itu ricuh oleh suara tembakan.kevin mengamankan salsa,dian dan juna.
"Antonio" teriak alva terlihat lima orang memakai jas hitam seperti bodyguard menghampiri alva dan dua orang menangkap pria yang terkena tembakan dari jack membawanya mendekat ke arah alva.
"Juna,dian"abi berdiri berlari menghampiri istri dan anaknya.
"Bang_sat bugh..bugh..bugh.." alva memukul rahang orang tersebut.
"Perketat penjagaan"ucap alva
"Cih kalian menargetkan ku?"ucap jack.terlihat saat hp salah satu mereka di periksa oleh orang alva
Bugh..bugh..bugh
__ADS_1
Jack memukul perut dan rahang orang yang ia tembak berkali
"Kalian salah bermain² dengan kami bung.kalian tau kami tidak ada pengampunan dan aku muak dengan kalian"ucap jack.dia bosan dua bulan ini beberapa kali mendapatkan teror.
Juna menangis di gendongan abi.
"Sudah semua sudah aman semua baik² aja"ucap abi menyandarkan tubuh Juna di pundaknya agar tidak melihat adegan itu.
"Aku acungi jempol untuk Nyali mu yang sangat berani langsung mendatangi kami di tempat ramai dan di pagi hari"ucap alva sambil memainkan pisau yang laki² itu bawa.pria itu bungkam.
"Aahh" teriak pria itu alva menarik rambut pria tadi dan mengg0res pisau ke pipi pria itu d@rah pun menetes alva tersenyum smirk."bola matamu berwarna coklat itu mengingatkan ku pada seseorang(inggrid mempunyai bola mata coklat) jadi aku ingin mencongkelnya dan menyimpannya" ucap alva.
Dian dan salsa menganga menutup mulut mereka sungguh mereka sangat takut apalagi melihat Alva menggores pipi pria itu. sedangkan abi dia begitu takut Alva membunuh lagi di tempat umum seperti ini banyak orang Yang menyaksikan mereka.sinta dan alea menutup mulut mereka tidak percaya dengan yang mereka liat ayah abra mematung.
Bugh..bugh.. Alva memukul perut dan wajah pria tadi.dia menjatuhkan pisau lipat yang di pegang itu ke kaki pria itu seketika pria itu "aaaahhh" Dia menjerit pisau itu menancap di sepatunya tembus ke kakinya.
Zian menelan Salivanya kasar.dia begitu syok melihat Alva begitu kejam.begitupun Bowo dia tidak menyangka Alva sekejam ini padahal dulu dia anak yang baik.
"Bawa mereka"titah jack.
"axel bereskan"ucap alva.
"Siap bos"axel pun pergi membereskan cctv dan saksi² yang merekam.
"Sayang"panggil Alva melihat salsa masih terdiam di belakang kevin.salsa begitu takut melihat wajah Alva saat berhadapan dengan penyerang tadi.
"kemarilah"panggil alva.dia mendekat dan masih menatap alva."sudah aman,kenapa?apa kamu takut?"tanya alva,namun salsa tak mampu menjawab tenggorokan nya tercekat.
Alva dan jack duduk kembali dan memesan minuman lagi,mereka bertingkah seperti tidak terjadi apa².
Alva mengelap tanganya dengan tissue pelayan itu berdiri dengan gemetar dan satu pelayan membersihkan meja di depan mereka.
"Ya tuhan arya"mama sinta menatap tak percaya kejadian tadi.para laki² termasuk bowo tak percaya.hanya Abi dan Abra yang tau kejamnya Alva.
"Apa yang terjadi sama arya ab apa loe mengetahui sesuatu?dia begitu kejam,loe liat tatapan matanya tajam tidak ada belas kasih"ucap satria.
Abra dan Abi hanya diam,mereka tidak tau bahkan Alva sudah membunuh beberapa orang.abra melihat satria seolah mengatakan jangan bahas disini.
Jack dan alva tertawa entah apa yang di bicarakan.
jack memanggil axel dan Antonio "darimana kalian kenapa bisa tidak kecolongan"tanya alva ke antonio dan seno
"Mereka mengincarku mereka musuh geo mereka tidak terima karena kita mendapat tender proyek yang biasa mereka dapatkan"ucap jack.
"Aku rasa aku harus di kawal"ucap jack.
"Kamu mempunyai banyak orang pakailah sesukamu untuk menjagamu,ini dunia bisnis apapun bisa terjadi"ucap alva meminum minumannya.
"Axel,minta kendra untuk memberikan pengawalan untuk ku"pinta jack
"Siap bos"jawab axel.mereka memanggil teman² Alva ada yang bos ada yang hanya nama saja.
kenapa mereka seram² 'banyak pertanyaan di benak salsa namun ia begitu takut untuk bertanya.
"Banyak surprise yang akan kamu terima karena kamu akan semakin banyak memenangkan tender kamu harus bersiap dengan kejutan selanjutnya"ucap alva menghisap rokoknya.
__ADS_1
"Lihatlah duck keluarga mu begitu shock melihatmu"ucap jack mengambil cerutu dan menyalakan pamantiknya.duck adalah panggilan saat kuliah,saat itu semua masih baik² saja Alva termasuk orang yang ceria dan banyak cerita dan bercanda mereka memanggilnya duck karena menurut mereka Alva seperti bebek.
"Biarkan saja mereka melihatku sebagai bajingan dan penjahat,bahkan pria tua itu melihatku menyewa seorang ****** untuk melayani ku saat di apartemen.bahkan aku mengecup bibir dia di depan mereka"ucap alva membuat jack tergelak dia membayangkan wajah Kevin.namun itu membuat salsa syok.berbeda dengan Kevin yang mencoba terlihat biasa saja,padahal hatinya begitu senang mendengarnya.
"Semakin aku menunjukan sebaj1ngan apa dan seb4ngsat apa aku di depan mereka itu lebih bagus"ucap alva.
"Tertawalah axel tak perlu kau tahan"ucap alva.
"aku cuma ga bisa bayangin kalian berciuman bos"ucap axel.dan membuat kevin tersenyum.
"Bahkan aku pun ingin tertawa saat itu"ucap alva tergelak dengan jack.
"Kau tau aku juga pernah meremas pantat rey di depan laki² tua itu dan setelah itu rey berjalan cepat keluar dari apartemen"jack dan axel tertawa terbahak².
"Bos"panggil rey yang baru datang menyelesaikan cctv.
"Ini dia orangnya"ucap axel membuat mengernyitkan keningnya.jack kembali tertawa melihat rey.
"Ada apa sih"tanya rey.
"Kata bos loe di lecehkan di apartemennya"ucap axel menahan tawa.
"****** emang kalo bukan bos gue udah gue laporin ke pihak berwajib atas kasus pelecehan"sungut rey membuat jack axel dan Alva tertawa.salsa dan kevin tersenyum.
"Dia seperti Anak gadis"ucap jack.
"ya dia sangat pemalu bagaimana dia berlari keluar apartemen"ucap Alva terus terkekeh
"pffft malu dengan tatto"Axel menahan untuk tidak meledakkan tawanya
setelah lelah tertawa alva menyuruh salsa pulang.
"Sayang pulanglah ke apartemen bereskan barang yang ingin kamu bawa kita akan pindah ke rumah hari ini.apa kamu tidak keberatan kail ingin tinggal bersama kita?"tanya alva membelai pipi salsa.
"rumah?"tanya salsa.
"ya rumah ku, mau kan"jawab Alva
"Tentu saja aku ga keberatan.aku menyukai anak itu"salsa tersenyum lebar terlihat tulus di matanya.
"Terima kasih sa,nanti axel akan mengantarkanmu ke apartemen"ucap alva.
"Emm aku akan kembali kekamar untuk mengambil barang² kita"ucap salsa.
"Ga usah semua udah di mobil"ucap alva.
"Baiklah kalo gitu aku pulang dulu"ucap salsa.
"Hati² di jalan" alva bangun dari duduknya dan mengecup bibir salsa.axel mengikutinya dari belakang.
"aku hanya bisa mengantarkanmu sampai disini"ucap Alva dia berdiri depan lift.
"ga apa"salsa tersenyum.
"hati² Axel jaga dia untuk ku bawa orangmu"ucap Alva
__ADS_1
"siap bos"ucap Axel pintu lift terbuka salsa dan Axel masuk lift.sedangkan Alva dia kembali ke meja Jack.