BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
DAFFA


__ADS_3

"maaf sudah menyita waktu kalian dengan mengadakan meeting yang mendadak seperti ini"ucap Raka membuka pembicaraannya.


"sebelumnya mungkin kalian sudah mendengar nama Alvarez Darren Hernandez selama ini dia yang mendirikan ruma sakit ini,dan hari ini orangnya hadir disini untuk pertama kalinya dan mungkin akan sering kesini untuk melihat kinerja rumah sakit ini"Raka menunjuk ke arah di mana Alva duduk.


"perkenalkan nama saya Alvarez Hernandez saya harap kalian bekerja dengan baik untuk melayani pasien siapapun jangan melihat dia bayar atau tidaknya,mereka membutuhkan bantuan kita mereka datang kesini berharap untuk sembuh jangan membedakan mereka karena bukan kalian yang membayar obat²an dan yang lain. kalian hanya di minta untuk memberikan layanan terbaik,berikan obat terbaik yang kami sediakan.tidak ada kesenjangan sosial bagi pasien,mereka datang kesini sama² untuk sembuh untuk kembali sehat.rumah sakit ini saya bangun untuk mereka yang tidak mampu,jadi saya harap kalian agar bersikap baik pada mereka.


Dan rumah sakit ini masih membutuhkan tenaga medis dan juga perawat jika di tempat kalian dinas dulu ada yang mau untuk membantu disini saya harap agar segera bawa mereka,kami menyediakan tempat tinggal di belakang rumah sakit kami menyediakan sembako di gudang dan ada petugas yang akan mengantarkan di tempat kalian tinggal. Kalian tau rumah sakit ini rumah sakit swasta,dan kalian mengetahui juga rumah sakit ini rumah sakit gratis kalian melampirkan data kalian untuk bergabung dengan rumah sakit ini saya yakin niat kalian baik untuk membantu bukan?,jadi bekerjalah dengan baik,gunakan ilmu yang kalian dapat untuk membantu sesama.terima kasih untuk waktunya,jangan lupa kalian juga menjaga kesehatan salam sehat semua,yang lain boleh kembali bertugas,dok andri, dok wahyu,dokter Steve,dokter daffa,dokter Maulida dan dokter Rara saya minta agar tetap di tempat"ucap Alva dia melihat kertas yang di serahkan Raka daftar nama² dokter pilihan.


Di ruang meeting hanya sisa beberapa dokter yang di sebutkan Alva,setelah beberapa saat Alva membuka map di mejanya.


"Dok andri saya sudah mengenal anda sudah lama,dan anda sudah tau saya bukan?"dokter andri mengangguk.dokter andri pernah bertugas di jerman sambil kuliah disana mereka saling kenal.dokter Andri melanjutkan kuliah untuk gelar profesor.saat ini usia dokter Andri 43tahun.


Dokter Andri adalah dokter pribadi Alva dia tau kehidupan Alva bahkan luka tembak sudah biasa dia lihat,kalo bukan Alva yang terluka pasti anak buahnya yang terluka.dokter Andri juga mengetahui gangguan mental yang di derita alva.


"Saya mempercayai anda dokter andri saya tau anda orang baik dan tulus,tolong urus rumah sakit ini,denis.."panggil alva,denis mendekat dan menyerah berkas dokter andri.


"Saya memilih anda untuk menjadi direktur di rumah sakit ini saya serahkan rumah sakit ini untuk anda kelola,Raka akan akan tetap memantau rumah sakit ini dan kebutuhan yang lain.anda tau tujuan saya membangun rumah sakit bukan"tanya alva.dulu Alva pernah bercerita ingin membangun rumah sakit gratis untuk orang tidak mampu.


"Tapi saya..


"Tidak ada bantahan dok andri" sergah alva dokter andri pun terdiam.


"Saya tau orang yang bekerja di rumah sakit yang jelas² mereka tau rumah sakit ini swasta dan gratis tapi mereka tetap memberikan surat lamaran,padahal saya tidak menjanjikan kalian gaji yang besar,Raka hanya mencantumkan asrama dan makan kalian kami tanggung.tapi kalian tidak ada yang menanyakan berapa gaji kalian.jadi menurut saya kalian adalah orang baik yang ingin menggunakan ilmu kalian untuk membantu mereka"ucap alva


"Dok wahyu anda rekomendasi dari raka,raka sudah menjelaskan tentang rumah sakit ini bukan?"dok wahyu mengangguk.


"Saya memberikan jabatan kepada anda sebagai wakil direktur pelayanan saya tidak menerima bantahan karena raka yang mengusulkan"alva kembali membuka map yang terakhir.


"Dok daffa,anda datang sendiri?"tanya alva.


"Iya pak"jawab daffa.


"bukanya anda punya saudara perempuan?"tanya alva.yang membuat kerutan di wajah daffa terlihat.


"Anda tidak perlu terkejut saya mengetahui dan mencari tau lebih dulu tentang orang² yang akan bekerja dengan saya"daffa mengangguk.


"Saudara saya sudah menikah dan bekerja di toko kue, sedangkan suaminya bekerja sebagai pelayan rumah makan jadi tidak ikut dengan saya"jelas daffa.


"Oke,dokter daffa anda meraih gelar dok dengan nilai terbaik saya memberikan anda jabatan sebagai wadir administrasi dan keuangan"ucap alva.


"Maaf pak tapi saya tidak bisa menerima itu"jawab daffa.

__ADS_1


"Kenapa"tanya alva.


"Berikan ke orang lain saja pak saya hanya ingin bekerja dan membantu mengobati orang"ucap daffa.


"Saya mengenal anda dokter daffa Ramadan Pratama saya mempercayakan jabatan ini untuk anda"ucap alva membuat daffa mengangkat wajahnya.


"Maaf pak alva itu bukan nama saya"ucap daffa.


"Bukankah itu nama anda"tanya alva menaikan sebelah alisnya.


"Ya daffa Ramadan nama saya,tapi Pratama bukan nama saya itu nama pemberian orang tua angkat saya"ucap daffa.


"Ya karena nama itu saya memberikan jabatan kepada anda dan saya mempercayai anda sepak terjang anda di dunia medis yang membanggakan anda pantas mendapat reward dari saya"daffa terdiam.


daffa pun menerima jabatan tersebut dan dokter² lain pun menerimanya.


"sekali lagi terima kasih saya harap kita bisa bekerja dengan baik"ucap Alva menutup meeting.


Para dokter yang ada di ruang itu pun bersiap untuk kembali ke ruangan mereka.


"dok Daffa bisa kita bicara?"tanya Alva.daffa menghentikan pergerakan tangannya saat itu Daffa sedang membereskan berkasnya.dia melihat ke arah Alva "iya pak"jawabnya.


"Maaf saya tidak mengenal anda"ucap daffa.


"Apa perlu saya ingatkan,kita pernah sekolah sd di sekolah yang sama,kita tidur di kasur yang sama,saya juga yang mengajari anda berenang,dan anda yang menggantikan saya saat saya di hukum karena membuat masalah di sekolah"alva mengamati wajah dewasa daffa yang sedang memutar kembali masalalunya.


*flashback


tring ..tring..


suara hp Nilam berbunyi terlihat nama sahabatnya yang saat ini menjadi ibu Persit.


"halo Yun apa kabar"sapa bunda Nilam.


"baik"jawab Nilam setelah basa basi ngobrol Yuni pun mengatakan tujuanya menghubungi Nilam.


"Nil,gue mau cerita sedikit teman seperjuangan suamiku gugur dalam bertugas.istrinya sedang sakit parah di rumah sakit,gue mau menghubungi keluarganya pun tidak ada no nya.karena mereka dari pelosok.disini tidak ada keluarga lain.mereka punya anak kembar cewek cowok.sebenarnya aku ingin sekali mengasuh mereka,tapi suamiku di tugaskan di pelosok dan anaku sendiri sudah tiga.kamu punya panti asuhan bisakah anak ini ikut bersamamu,ibunya sudah memasrahkan pada ku"ujar Yuni suaranya serak dia menangis di samping ranjang seorang wanita yang tak berdaya karena penyakitnya.wanita itu pun menangis begitupun dua anak kembar tersebut dia sudah mengetahui akan hal ini.dokter mengatakan bahwa ibunya sudah menyerah dan sakitnya sudah parah.


"ya tentu saja aku akan mengambilnya dimana mereka?"tanya nilam,dua anak itupun pasrah dia akan ikut dengan orang asing harapan mereka semoga orang itu baik.


Sore hari Nilam datang dengan Abra ke kota tersebut mereka mendatangi rumah sakit dimana Yuni menunggunya.

__ADS_1


"akhirnya kamu datang"Yuni membawa Abra dan Nilam masuk terlihat dua orang anak kecil berusia 7tahun duduk di sofa dengan tubuh yang kurus.


Setelah menyapa ibu dari anak tersebut Nilam menyapa dua anak itu dan mengenalkan diri..


"gimana mas?"tanya Nilam melihat ke arah suaminya


Abra mengangguk "kita bawa kerumah sayang untuk menemani Arya dan alea"Nilam tersenyum lebar.


Saat akan ke hotel ibu tersebut memanggil Nilam dan mengucapkan terima kasih dan menitipkan anak²nya.dia juga berpesan untuk anak²nya agar tidak merepotkan Nilam dan Abraham.


sesaat kemudian wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya.


Setelah menguburkan wanita itu Nilam mengurus semuanya dan membawa anak itu ke rumah abra.mereka di sambut hangat oleh Alva dan Abi.


Setiap hari mereka bermain dan belajar bersama Nilam memperlakukan mereka sama hingga Adila dan Daffa sangat menyayangi keluarga abraham,hingga saat SMP Alva tinggal dengan Opanya karena kesepian hingga opanya meninggal dan Alva kembali ke kota untuk melanjutkan SMA nya.


Namun saat kembali alva tidak lagi melihat Daffa dan Dilla.


Nilam menceritakan bahwa keluarga mereka telah melakukan tes DNA dan membawa Dilla dan daffa


Walaupun berat meninggalkan keluarga Abraham namun Daffa sadar bahwa mereka orang lain dia harus membujuk Dilla yang tidak ingin berpisah.


*flashback off


syok mendengar penjelasan alva satu nama yang terucap dari mulut daffa.


"Arya"gumamnya yang masih terdengar oleh orang² yang ada di ruangan dengan wajah menatap arya yang tersenyum.


"Arya,apa anda arya?"tanya daffa dengan mata berkaca².arya mengangguk.


"Yaa allaah arya"ingin mendekat tapi daffa sungkan.


"Alvarez panggil Alvarez"ucap alva


"Kemarilah peluklah adikmu ini"ucap alva yang melihat daffa ragu untuk bangun dari duduknya.


Daffa menghampiri alva dan alva pun berdiri merentangkan tangannya menyambut daffa.


"Ya Allah aku ga percaya ini"ucapnya air matannya mengalir.setelah lama berpelukan dan alva kembali duduk.daffa menghapus jejak airmatanya.


"Aku melihat di tv saat bunda meninggal tapi aku tidak bisa datang karena membutuhkan biaya untuk perjalanan kesini maaf karena saat itu aku sedang mengambil gelar doktor dan membutuhkan banyak biaya"kata daffa.

__ADS_1


__ADS_2