
"loe masih sering ons?secara loe sekarang jadi pengacara kondang dari firma terkenal duit loe banyak kaya bokap loe"tanya alva.
"Jarang, keseringan sibuk"ucap danu jujur.
"Cih loe Casanova sejati bro Don juan sejak SMA ga semudah itu loe berubah"alva berdecih.
"Ya sesekali sih masih lah"ucap danu terkekeh.
"Dimana gue bisa pesen barang bagus"tanya alva.
"Anj1r sejak kapan loe main begituan,siapa yang beruntung mendapatkan keperjakaan loe"ucap danu tak percaya alva melakukan ons.
"bule"jawab Alva tersenyum.
"serius Ar?kita satu server dong"Danu terkekeh ada yang mengikuti jejaknya
"****** ngapain loe pang...a ar arya"ucapnya terkejut melihat alva.
Alva diam tak bergerak.
"Zi"panggil danu, Zian datang setelah di chat oleh danu.
Zian mendekat ke arah alva dia menelisik wajah dan penampilan alva yang begitu berbeda,dia masih belum percaya dengan orang yang dia lihat di depannya.
"Arya"panggilnya lagi.arya nampak menenggak minumannya mengabaikan Zian.
"loe ga mau meluk Arya zi"tanya danu.
"Ya tuhan alva"zian memeluk alva dia meneteskan air matanya melihat sahabat kecilnya teman bermainnya teman berkelahi yang di nyatakan menghilang bahkan meninggal ada di depan matanya,alva membalas pelukan zian bagaimanapun dia sahabatnya.
"Gue ga percaya ini ya tuhan tapi ini nyata"ucapnya melepaskan pelukannya.zian menghapus air matanya.
Zian kembali menelisik penampilan alva yang sudah lebih dewasa,tubuhnya kekar dan tegap.
"Gimana kabar loe?kemana aja?apa yang terjadi? kenapa ga pulang?"tanya zian bertubi².
"Ada"jawabnya singkat.
"Loe ga kasian sama ayah,abang dan alea?mereka semua nyariin loe"ujarnya lagi.
"loe tau Gue dapat kabar dari geri kalo loe kemaren disini membuat keributan,makanya hari ini gue kesini buat mastiin"ucap danu.
"Awalnya Gue ga percaya tapi geri kirimin poto loe,gue mau mastiin kalo itu bener loe, gue penasaran dari kemaren"ucapnya lagi.
"tadi sore gue ke rumah loe,tapi ayah ga ngomong apa² apa loe ga balik ke rumah?"ucapan zian membuat raut wajah alva berubah,enggan menjawab pertanyaan zian.
Mereka terus mengobrol,alva mengabaikan obrolan zian dan danu dia terus menuangkan minuman ke gelas hingga dia mabuk parah
Jack masih setengah sadar.
"maaf saya mau membawa alva pulang"ucap rey ke zian dan danu.
"Biar gue yang bawa dia pulang"ucap zian.
Rey menggelengkan kepalanya.
"Loe pulang deh,dia berangkat bareng kita dan pulang juga bareng kita"ucap kevin.
"Tapi kalian mau bawa kemana,gue mau bawa dia pulang ke rumahnya"ucap zian.
"Dia tinggal di apartemen,bukan di rumah bahkan orang rumah ga ada yang tau keberadaan nya"ucap kevin berbohong agar dia bisa membawa Alva pergi.
"Oke"ucap zian 'mungkin alva mau buat surprise untuk keluarganya' pikir zian,kevin dan rey membawa alva dan jack pulang.
**
Jam sepuluh pagi namun belum ada tanda² Alva dan Jack bangun, Kevin dan Rey pun membuat kopi dan melanjutkan main game hingga suara bel membuatnya mengumpat.
Rey membuka pintu terlihat Denis,Sean dan Raka di depan pintu.
"ck ngapain pake mencet bell sih kan udah tau pin nya"sungut Rey
__ADS_1
"biar rumah ini ga sepi,gue tau alva belum bangun itung² bangunin dia"ucap Raka.
Mereka pun masuk Sean membuat kopi untuknya,juga Denis dan Raka.
Setelah satu jam Alva keluar kamar dia sudah mandi dan segar.
Alva pun berjalan menuju pantry dia menghangatkan sarapan yang biasa di sediakan Kevin.
Alva membawa makanan tersebut ke ruang tengah tempat anak² itu berkumpul.
"nis,Rak gimana perjalanan kalian"tanya Alva yang duduk di samping kevin
"manggil tuh yang bener gitu jangan asal nis aja nanti di kira namanya Nisa"sungut Denis.
"ck..kalo gue panggil loe den berasa lagi dalam kerajaan tau ga golongan darah biru"ucap Alva dia menyuapkan sandwich ke mulutnya.
"oke alasan loe gue terima bos,lalu gimana dengan Raka asal manggil rak,kaya rak piring tau ga?"ucap Denis.
"kalo gue panggil dia ka,nanti di kira gue adiknya dia tangan gue gatal bawaannya pengen minta duit"ucap Alva asal.
"ngeles Mulu kaya bajai"sungut denis.raka dan Kevin menggelengkan kepalanya.
"lagian yang di tanya harusnya kabar sih bukan perjalanan"ucap Raka.
"Basi nanya kabar,lagian gue liat kalian baik² aja"ucap Alva menyuapkan makanan ke mulutnya.
Lima belas menit Jack keluar dengan muka bantalnya.dia membuat kopi dan memakan sandwich di atas meja yang sudah di hangatkan alva tadi.
"kita akan memindahkan kantor pusat delta kesini"ucap Denis
"apa kalian tidak salah, bukankah akan di tetapkan di Singapore?kenapa malah disini?"tanya Alva.denis dan Raka pun menjelaskan alasannya.
"itu ga masuk akal, kenapa ga ada yang konfirmasi ke gue?"ucap Alva.
"i'm busy loe tau gue sibuk dengan GEO belum lagi cabang kalo loe mindahin pusat disana mau ga mau gue juga terlibat"ucap jack tersenyum melihat tatapan mata alva.
"Gue bantu handle jack,kim juga pasti bantu"ucap alva.
"Kami akan menjagamu bos"ucap denis.
"Bukan karena gue takut,gue akan muncul ke publik,cuma gue ga mau menetap disini"ucap alva.
"Abaikan saja mereka bos,banyak yang harus anda lakukan disini,rumah sakit yang sudah sembilan puluh persen,karya gemilang yang harus anda kelola,berlian indah walaupun ada Tasya anda juga harus memantaunya dan yang lain ada sekolah gratis dan panti yang juga membutuhkan perhatian mu"ucap denis panjang lebar.
"itu urusan Raka bukan gue"ucap Alva.
"gue juga butuh bantuan loe"ucap Raka,Alva berdecih.
"Terutama keluarga anda bos,Anda harus memberikan perhitungan pada wanita itu"ucap nathan yang tiba² datang.
"aku akan membalasnya,setelah selesai kita akan menetap di Singapore"ucap Alva
Denis dan Raka saling pandang.
"banyak hal yang kami pertimbangkan kenapa memindahkan pusat disini"ucap Raka menghela nafasnya.
"setelah urusanmu dengan wanita itu berakhir, semua akan baik² saja,kamu masih mempunyai keluarga ada ayahmu,kamu bisa berkumpul dengan adik dan kakakmu.."ucap Raka.
"itu tidak mungkin,aku ingin lepas dari mereka"ucap Alva.
"kamu bisa bohongi diri kamu sendiri tapi tidak dengan hatimu,kita tau kamu merindukan mereka"ucap Raka.
"serahkan kepindahan delta pada kami,jika memang akhirnya tidak bisa berdamai kamu bisa meninggalkan negara ini terserah mau di Jerman atau di Singapura"ucap Raka
"delta akan berdiri kokoh disini bersama rumah sakit pertama yang delta dirikan"ucap raka
Alva menghela nafasnya"oke pindahkan pusat kesini dan secepat nya kenalkan gue ke publik"ucap alva.
"Gue tekankan gue bukan takut dengan mereka yang menginginkan ku,bahkan matipun gue ga peduli "ucapnya lagi.
"Hanya saja gue ga mau berurusan dengan keluarga Pratama lagi, setelah kejadian kemaren mungkin mereka udah jijik sama gue jadi biarlah seperti tahun² yang lalu"ucap alva mereka semua paham perasaan alva.
__ADS_1
"Itu berarti kamu membiarkan perempuan itu hidup tenang menikmati kehidupanya yang dia dapatkan dengan merampas dari ibumu,bukankah memang seharusnya kamu membalas wanita itu"ucap nathan.
"Apa anda akan membiarkan dia bahagia,aku lihat dia semakin cantik dan menikmati kehidupan mewah yang ayah anda berikan bos"ucap rey.alva mengetatkan rahangnya.
tanganya mengepal.
"aku tidak akan membiarkan mereka bahagia terutama perempuan itu.Urus semua secepatnya denis aku akan memberinya perhitungan setiap air mata yang bunda keluarkan dia akan membayarnya"ucapan alva membuat kevin, rey dan denis tersenyum.
"Segera bos"ucap denis.
Malam hari di restoran xx.
Siang tadi zian mengabari alva untuk bertemu di restoran membawa alea.usaha ini agar zian bisa cepat menikah dengan alea setelah bertemu abangnya.
"Kita mau makan dimana?"tanya zian.setelah tadi menjemput alea di shaqeela boutique.
"terserah Kak zi"ucap alea dia menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil dan memejamkan matanya setelah tadi mengabari ayahnya bahwa dia makan malam di luar bersama Zian.
Zian membawa alea ke restoran favoritnya dia masuk ke ruang vip.
"Kak kenapa harus di vip?kenapa ga di tempat biasa aja"tanya alea.
"Biar lebih private"jawab zian.
Alea memesan makanan,baru beberapa saat pelayan keluar namun suara pintu kembali terbuka.
Ceklek..
"Koq cepet banget bar...."suara alea terputus melihat ke arah pintu terlihat seorang pria dewasa dengan tubuh kekar memakai jaket trucker warna coklat muda dengan kaos hitam dan celana ripped jeans sobek di lutut dan paha,sepatu casual warna hitam dan rambut gondrong yang di ikat manbun dengan jambang tipis dan kumis clipped patches sebutan untuk yang mempunyai brewok tipis memenuhi dagunya.sungguh berbeda penampilan Alva membuat alea terkejut.
Alea terpaku tak bergerak namun air matanya mengalir tanpa di minta bibirnya kelu dia masih belum percaya dengan apa yang ada di depan matanya.air matanya terus menganak.
Orang yang selama ini di nyatakan menghilang ada di depanya.alva hanya diam menatap alea adik yang manja sekarang sudah dewasa,cantik, dan anggun seperti bundanya.
"Sayang"zian menyadarkan alea dia bangkit dari duduknya,membawa alea mendekat ke alva yang masih berdiri setelah menutup pintu,air mata alea pun tak terbendung ketika alva meregangkan tanganya untuk menyambut alea masuk dalam pelukanya.
Alea pun cepat memeluk abangnya,dan menumpahkan tangisanya di pelukan erat alva.
Alva pun meneteskan air mata nya mendengar apa yang di ucapkan alea di sela² tangisnya.bahwa ia merindukannya,bahwa ia kesepian dan selalu mendatangi kamarnya.
Bagaimanapun iya percaya bahwa abangnya masih hidup,teganya abangnya meninggalkannya,alva hanya membalas dengan ciuman di pucuk kepala alea berkali².
Setelah lelah menangis alva membawa alea duduk di sebelahnya matanya tak lepas memandangi abangnya yang sudah berubah terlihat lebih gagah dan tampan menurutnya.
"Kenapa di pandangin terus sayang,aku cemburu"ucap zian pura² kesal,alva pun berdecak mendengar apa yang di katakan zian.zian senang rencana mempertemukan alea dan Alva berhasil.
"Cemburu sama abangnya"cibir alva.
makanan yang dipesan pun datang.setelah selesai makan dia pun menanyakan kabar adiknya.
"Kamu apa kabar sayang?"tanya alva memandang wajah cantik adiknya.
"Jangan panggil sayang,panggilan itu punya gue.panggil adek seperti dulu"ucap zian posesif.alva menggeleng kan kepalanya
Alea menceritakan tentang abi,ayah,juga keponakan nya dan tentang ibunnya juga.alva hanya menanggapi sesekali walaupun dia malas mendengar cerita perempuan itu namun dia tidak mau membuat Alea sedih di pertemuan pertamanya .
"ar gue sama alea mau nikah loe udah ada disini,alea dulu bilang belum mau menikah sebelum ketemu sama loe,sekarang ijinin gue buat nikah"pinta zian dia tidak mau membuang kesempatan ini menurutnya.alva pun melihat ke arah alea.
"Menikahlah sayang kenapa mesti nunggu abang"ucap alva,zian pun tersenyum setelah alea mengangguk.
"aku ingin saat menikah keluarga kita kumpul,aku sedih kalo Abang ga ada, apalagi Abang hilang ga mungkin aku bahagia"ucap alea.
"sekarang menikahlah Abang udah disini kasian dia jadi perjaka tua"cibir Alva,Zian merenggut sebentar dan tersenyum lebar.
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam Alea memeluk erat abangnya sebelum pulang,dia masih merindukan abangnya.
"aku masih kangen sama Abang"ucap alea.
"sayang nanti kita bisa ketemu lagi sekarang udah malam ga enak sama ayah"ucap zian.alea mencebikan bibirnya.
"gemes deh pengen nyium jadinya"ucap zian.
__ADS_1
"berani loe lakuin itu sama adek gue hem"Alva mengepalkan tangannya depan zian.namun Zian nampak acuh nyatanya Zian pernah mencium alea.