BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
BAIKAN


__ADS_3

Hingga pagi Alva belum juga terlihat batang hidungnya pintu kamarnya pun masih terbuka seperti semalam.Salsa melihat jam dinding sudah waktunya dia untuk berangkat ke kantor.


setelah siap salsa pun pergi ke kantor dia kan menyelesaikannya saat pulang kerja nanti.


Selang dua jam tepatnya jam 9 pagi alva baru kembali ke unitnya,dia akan sibuk hari ini karena akan mulai aktif kerja di kantor delta.dia akan mengakhiri masa pengangguran nya eits bukan pengangguran tapi wfh.


Hari ini dia ke kantor dengan pakaian casual celana jeans dan kaos di padukan dengan jas


Posisi direktur tetap di pegang kim.


acara peresmian sudah dekat.kantor baru nya sudah berjalan seperti biasa.karyawan² yang berpengalaman di bawa Alexa untuk pusat.


Alexa dan asisten nya menginterview karyawan fresh graduate, minggu lalu dia membuka lowongan kerja beberapa di antaranya sudah di kantor.Alexa harus mencari sendiri orang² yang berintegritas ga malas dan mempunya visi misi membangun kantor semakin berkembang.


Alva sedang di ruangan Presdir di kantor baru sedang berkutat memeriksa tumpukan berkas² yang harus segera diselesaikan.dia melihat berkas dari kantor zian dan langsung meng accept, agar cepat di proses sean.


"duck,let's have lunch, oh my god you're not really dressed as a leader( ayo kita makan siang,ya tuhan pakaian mu ga banget sebagai seorang pemimpin)"ucap Alexa mulai mode emak²nya.


Karena alva hanya memakai kaosnya saja,jas nya ia lepas dan ia letakkan di sandaran kursi kerja nya.


"relaxed Alexa"ucap Alva santai membuat Alexa mendengus kesal.


"ayo kita lunch"ucap Alva berdiri.


Alva mendatangi tempat makan dekat kantor zian,


"why are we so far away just for lunch(kenapa kita jauh sekali hanya untuk makan siang)"ucap alexa.alva mengedikkan bahunya.


"Ada misi untukmu alexa"ucap alva.


"Saya datang baru misi sudah ada"ucap alexa.


"Please alexa help me"ucap alva.


Alva duduk membelakangi pintu masuk sedangkan Alexa menghadap miring ke alva


dari cermin lukisan² terlihat salsa masuk dengan zoy dan ayu teman² salsa.


Mereka akan makan siang tapi mata salsa terpaku melihat punggung pria dari belakang jelas dan ia yakin kalo itu alva tapi siapa cewek bule itu pikirnya.


Alva menarik leher Alexa dan mengecup bibir Alexa.


hanya diluar tidak bersilat lidah.tapi seolah-olah mereka tengah bercumbu.


"o m..may.."..ucap Alexa terputus


"Please alexa" alexa terdiam seolah menikmati ciuman alva seolah itu ciuman betulan.


Alva melepas ciumanya dan mengusap bibir alexa.


Salsa melihat adegan itu hatinya merasa sakit.


"Siang² begini ciuman di tempat umum"ucap zoy yang belum mengetahui kalo itu alva.

__ADS_1


Setelah membayar makanan alva keluar, alexa merangkul tangan alva.


"Ya tuhan itu alva sa"ucap zoy.


"Kamu tidak apa² sa"tanya ayu.


"Aku ga papa koq kalian tenang aja"ucap salsa.


"Apa kalian putus"tanya ayu.


"tenang saja kan kita ga ada hubungan"ucap salsa santai walaupun hatinya sakit.


*


Di dalam mobil Alva pun kena ceramah dari Alexa yang duduk di sebelah nya.dia terus mengomel sedari tadi membuat kuping Alva panas.


"are u crazy alvarez"Alva hanya mengedikkan bahunya.


"Damn, how can I be friends with him?"ucap Alexa,Alva hanya tersenyum.mereka pun kembali ke kantor sampai masuk kantor pun Alexa masih saja mengumpat dan mengomeli Alva bahkan Sean dan Denis mengerutkan keningnya.


"apa kamu tidak capek dari resto sampai sini terus saja mengoceh"ucap Alva dia menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya.


"karena kamu marah aku tidak suka menyebalkan"ucapnya dengan bahasa yang belepotan.


Sudah dua hari Alva tidak bertemu kail dia merindukan putranya dia mengambil hp lalu menghubungi kail.


"Daddy kapan Daddy tidur bersama kail"tanya kail.


"mungkin setelah pesta selesai Daddy akan tinggal bersama kail"ucap Alva.


"Daddy tidak tau"jawab Alva.


"its oke Daddy ada kail kita bisa bermain bersama,tidur bersama, latihan bersama dan masak bersama no uncle Kevin pasti ikut masak"ucap kail terkekeh.kevin tersenyum mendengar kail menyebutnya.


Setelah sambungan telepon terputus Alva bersiap untuk pulang.


Dia memilih pulang lebih awal agar tidak terjebak macet.


**


Setelah membersihkan diri Alva duduk di meja bar dia membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaan dominic.sambil menunggu laptopnya menyala dia mengambil botol minuman di lemari dan juga gelas.


Dia duduk di kursi bar setelah menuangkan minuman dia juga mengeluarkan batang rokok dan menyalakan pemantik.


Jari²nya lincah di atas touchpad untuk mengarahkan kursor ke setiap file dan email yang ia terima dari asisten Dominic.


Selang 30 menit salsa sampai apartemen dia membuka pintu kakinya baru saja melepaskan sepatu dan meletakkan di lemari belakang pintu.dia mencium asap rokok dari dalam,salsa pun ke ruang tuah namun terlihat punggung alva sedang duduk di minibar.


Tidak ada sapaan seperti biasa,Alva hanya diam di mini bar sesekali menghisap rokoknya.


salsa menarik nafas dalam melihat Alva mengabaikannya,lama Alva menatap laptop,hingga suara salsa memecahkan keheningan apartemen.


"al"panggilnya.

__ADS_1


"Hem"Alva hanya berdehem tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.dia menyesap minumannya tanpa melepaskan rokoknya tangan satunya sibuk dengan laptop.


"aku minta maaf soal kemarin. kamu marah sama aku?"tanya nya


Alva hanya diam tanpa memberi jawaban.


"al" panggilnya lagi


"gue udah bilang kalo loe bosen loe boleh pergi gue ga akan nahan loe,loe pasti jenuh dengan hubungan yang ga jelas ini kan yang tanpa tujuan lagian loe hanya buang² waktu tinggal dengan orang gila seperti gue"ucap Alva datar.


"alva"salsa menggelengkan kepalanya walaupun alva tak melihatnya.


"ga usah jadikan alasan omongan orang sa,kalo loe udah bosen loe pergi gue ga masalah,gue ga akan nahan loe"ucap Alva.


"kalo mau pergi,pergilah gue ga ngelarang.menikahlah dan mempunyai anak hidup lah normal dan bahagia memiliki keluarga seperti wanita di luar sana"ucapnya lagi.


Salsa menggelengkan kepalanya matanya berkaca² mendengar kata² alva.dia merasakan beban yang alva rasakan.hidupnya tidak normal di hantui dengan penyakit mental yang dia idap.


"masa depanmu bagus sa,menikahlah dengan orang yang menerima mu dan mempunyai anak² yang banyak,bawalah semua yang aku berikan aku rasa itu lebih dari cukup"ucap alva.


"jangan bertahan karena kasian dengan ku sa,aku tidak suka di kasihani"ucap Alva


Salsa memeluk alva dari belakang.


"haruskah aku pergi setelah sekian lama aku memendam perasaan sama kamu?ya kamu benar aku mencintaimu al dari dulu tapi aku ga berani mengungkapkan karena papa ku dulu tidak menyukai kalian anak² jalanan.


aku memendamnya Sampai kamu pergi pun rasa itu masih ada,lalu sekarang aku harus pergi begitu saja hem?setelah sekarang aku di dekapanmu setelah kita tinggal bersama harus kah aku pergi begitu saja?apalagi sekarang sudah tidak ada lagi yang melarang ku untuk berhubungan dengan mu,bahkan sekarang aku hidup sendirian,haruskah aku pergi"salsa menangis di punggung Alva airmatanya membasahi kaos yang alva pakai salsa mengeluarkan kegundahan hati dia selama ini.


"Tapi hubungan ini ga ada tujuan,loe wanita normal loe bisa punya anak loe bisa punya suami dan menjalani rumah tangga yang sehat seperti wanita pada umumnya di luar sana"ucap alva.


"Bawalah semua yang aku berikan,anggap sebagai tanda terima kasih karena sudah menemani ku beberapa bulan ini"ucapnya lagi.salsa menggerakkan kepalanya di punggung Alva sebagai jawaban 'tidak' air matanya terus mengalir.


"aku tidak punya siapa² lagi,setelah bertemu lagi denganmu dan tinggal bersamamu aku merasa ada tempat untuk ku pulang tempat ku bersandar,aku merasa ada yang melindungi ada yang menerima ku setelah sekian lama aku terbuang,setelah bersama mu aku merasa lebih tegak berdiri di atas kakiku,tanpa menundukkan pandangan ku haruskah aku pergi alva?"tanya salsa kian lirih.


"aku hanya mengikuti keinginan mu hidup barsama ku tidak ada tujuan, kecuali materi, akan aku berikan apapun yang kamu minta aku cukupi kebutuhanmu aku hanya bisa membahagiakan dengan materi,jika bosan katakan jangan mencari alasan pergilah jangan berharap lebih padaku,kecuali kebahagian yang semu"ucap Alva.


"aku mencintaimu Alvarez,aku tidak akan pergi kecuali kamu yang meminta ku"ucap salsa


Alva pun membalikan badanya dan menghapus jejak airmata di pipi salsa.


"tetaplah di sampingku kalo begitu"ucap Alva menarik salsa kepangkuan nya dan memeluk erat pinggangnya.


"aku akan di sampingmu apapun keadaannya"ucap salsa pasti.


Salsa mengangkat wajahnya dan mencium bibir Alva.


"kamu menggodaku sayang"ucap Alva gemas.


"Ini untuk menghapus jejak bibir perempuan lain" ucapnya salsa mengulum senyum


"Ah kamu cemburu?"tanya alva.salsa mengangguk dan salsa melanjutkan aktivitas menciumnya dan mengalungkan tangannya di leher Alva.


dan ciuman salsa menuntut meminta lebih Alva pun menggendong salsa ala koala dan membawanya ke kamar pribadinya.

__ADS_1


kegiatan itu pun berulang tiada lelah mereka menyalurkan kerinduan kemarahan yang terjadi kemaren di atas ranjang itu.


__ADS_2