BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
KOMPENSASI


__ADS_3

"karena wanita ini sekarang anda bermain tangan dengan anak sendiri heh apa Alea juga di perlakukan seperti ini?"Alva tersenyum miris.


Alva yang melihat Inggrid menangis pun jengah.


"Ga usah drama aku tau apa yang anda katakan pada bunda waktu itu,pantas tuhan tidak memberimu anak karena memang anda tidak layak..."ucap alva dengan muka memerah.


"Plaaakk"kembali abra menampar alva.


"Ayah"alea bangun dia mendekat memeluk alva yang lagi² di tampar ayahnya untuk ke dua kali alva memejamkan matanya.


"Ayah tidak pernah mengajarimu bahkan anak² ayah yang lain untuk berbicara kasar pada wanita apalagi dia sekarang adalah ibu sambungmu"ucap abra.


"Aku bukan anakmu tuan Abraham.."ucap Alva tegas


"Deg....


Sakit Abra mendengar ucapan alva.alea melepaskan pelukannya pada Alva air matanya terus berlinang menatap abangnya.


"Aku bukan anakmu,tidak ada yang salah dengan ucapan ku,hari ini aku bukan lagi anak dari Abraham pratama,bukan..bukan hari ini tapi tujuh tahun lalu aku aryadhika alvan Pratama berlepas diri dari keluarga Pratama "ucap alva.alea menggeleng.


"Terima kasih untuk semua yang anda berikan segera akan saya ganti biaya hidupku selama dua puluh dua tahun"ucap alva matanya berkaca² terlihat mata yang memancarkan kekecewaan.tanganya mengepal bahkan nafasnya memburu dia takut memukul ayahnya yang membuat adiknya takut.


"Ini terakhir kalinya aku menginjakkan kakiku disini ku tinggalkan semuanya termasuk namaku,ku pastikan suatu saat anda akan menyesal dan meminta maaf padaku tapi di saat waktu itu tiba ku pastikan semua sudah terlambat tuan Abraham.saya permisi"


Abra menggelengkan kepalanya apa yang di ucapkan alva sungguh menyakiti hatinya.


"Abang"panggil alea dia sesenggukan saat alva berjalan meninggalkan mereka yang masih berdiri disana.


"Aku akan datang ke pernikahan mu sebagai tamu"ucap alva.memeluk alea dan mencium pucuk kepala adiknya dengan dalam.


"Gak,abang akan mendampingi ku di pernikahan nanti"ucap alea suaranya sudah serak.


"Ga alea aku akan datang sebagai tamu,karena aku disini hanya orang asing. lepas alea aku mau pulang"ucap alva yang sudah melepaskan pelukannya.alea pun melepas pelukannya dia menatap abangnya dengan sendu.


"Terima kasih atas sambutan yang berkesan ini tuan Abraham akan selalu aku ingat"ucap alva


"M..ma..af maafkan ayah..."ucap abra lirih dia memandang punggung Alva yang sudah menghilang.


Alva pergi keluar rumah dengan membawa kekecewaan pada ayahnya ia melangkahkan kakinya keluar rumah.sampai di halaman bijah berlari menghampiri anak asuhnya.


"Bang ar"panggilnya.alva menghentikan langkahnya.bijah menghampiri alva dengan airmatanya yang menganak.


"Boleh bibi memeluk bang ar?"tanyanya.


Alva merentangkan tanganya bijah memeluk anak asuhnya yang dia rindukan.


"Bibi senang abang baik² saja"ucap bijah sedikit kata namun banyak makna untuk alva.


Alva tersenyum "bibi sama simbok harus selalu sehat aku senang bibi masih disini"ucap alva.


Sedangkan di dalam rumah.


"Mas.."suara lirih dari Inggrid.


"masuklah ke kamar Inggrid"ucap ayah Abra


Ayah abra melangkahkan kaki ke ruang kerja.


Di ruangan kerja, abra sedang menangis merenungi apa yang tadi dia lakukan terhadap anaknya dia menatap nanar tangan nya yang merasakan kebas saat mendarat di pipi alva.


Dia menangis mengingat setitik darah di sudut bibir alva dulu setetespun tidak dia biarkan keluar dari tubuh anak²nya sekarang tangannya sendiri yang menorehkan luka pada anaknya.

__ADS_1


"Maaf..maafkan aku nilam,maaf tangan ini telah melukai anak kita aku terbawa emosi nilam maafkan mas sayang"kata yang terus terulang di bibirnya.


**


Kevin melihat Alva keluar dari gerbang dia pun menyalakan mobilnya dan mendekati Alva"ck kalian menguntitku"tanya Alva dia masuk ke dalam mobil"brak"dia menutup pintu mobil dengan kencang membuat Rey dan Kevin terlonjak kaget dia duduk di kursi penumpang dengan penampilan yang acak²an.


Rey dan kevin saling pandang.


"apa terjadi sesuatu"tanya kevin


"Bawa ke tempat dimana gue bisa melampiaskan emosi gue"ucap alva rahangnya mengeras namun air matanya mengalir air mata yang ia tahan agar tidak tumpah pun akhirnya luruh.


kevin mengangguk dia membawa alva ke tempat pelatihan.


Alva saat ini berada di tempat latihan belakang rumah nathan,ken,axel bahkan yang lain terkejut melihat kedatangan alva di jam dua dini hari.


Alva melepaskan bajunya terlihat ototnya yang kekar makin kencang saat alva memukul samsak sekuat tenaga berkali² bahkan dia berteriak mengumpat,menangis secara bersamaan nathan melihat ke arah rey dan kevin seolah mengerti tatapan nathan dia hanya mengatakan dari rumah utama dan nathan pun paham.


Terlihat pipi alva yang lebam dan darah yang mengering di sudut bibirnya pertanda terjadi sesuatu di dalam rumah itu.tanganya sudah memerah karena tanpa henti memukul samsak.


Kevin pun menghampiri dan memegang tangan alva cukup sudah alva menyakiti dirinya untuk hari ini,karena pasti besok atau lusa akan terjadi lagi.


"sialan....brengsek....aku benci kalian semua"ujarnya mengeluarkan emosinya tidak peduli tanganya berdarah.


"Sudah cukup"ucap kevin menahan tangan Alva.


Alva luruh ke lantai badanya bergetar kevin berlutut memeluk alva membenam kepala alva di dadanya.


"Mereka jahat kev,bahkan pria tua itu untuk pertama kalinya menamparku demi perempuan itu"ucap alva dia menangis.


"Sudahi tangismu,itu tidak berguna tapi tunjukan pada mereka kalo kamu bisa berdiri tanpa mereka,masih ada kami"ucap kevin.


Kevin merendam tangan alva di air es tersebut tangan satunya menghubungi denis.


Setelah mengumpat kevin karena menelpon nya jam dua dini hari dan meminta untuk ke ruang latihan kini Denis berada di hadapan Alva dia meminta agar pemindahan pusat di percepat begitupun rumah sakit agar di resmikan secara bersamaan kim dan alexa juga raka mempercepat ijin tersebut.lima hari waktu tercepat yang di berikan alva dan itu membuat Alexa mengumpat alva.


Alva juga meminta denis agar perusahaan sinar utama semua sahamnya dan villa di bali di berikan kepada ayahnya sebagai ganti biaya hidup alva selama ini. awalnya mereka semua terkejut apa iya ayah alva tega meminta kompensasi padanya,namun alva meluruskan agar tidak ada yang berpikir buruk tentang ayahnya.setelah alva menjelaskan alasanya denis pun mengerti dan segera akan mengurus semuanya.


Setelah selesai meeting alva membersihkan diri dan meminum obat penenang dia masuk ke kamar kail dan tidur di samping kail memeluknya dan menciumi putranya tersebut membuat kail terbangun.


"Daddy"suara serak khas bangun tidur terdengar di telinga alva.


"Maafkan daddy sudah membangunkan mu boy"ucap alva memeluk erat kail.


Kail pun memeluk alva dan mereka tertidur hingga siang.


**


Setelah latihan bersama, alva dan kail ke apartemen terlihat salsa tertidur di sofa.


"Siang babe"ucap alva di telinga salsa.


Salsa pun bergerak dan membuka matanya.


"varez"suaranya terdengar ****.


"Pipi loe kenapa?"tanya salsa meraba pipi Alvarez yang memar.


"Gapapa"jawab alva singkat.


"Gue kompres dulu"ucap salsa mau bangkit duduknya.

__ADS_1


"Ga usah sayang,ini udah di kompres koq"ucap alva menahan tangan salsa


"Ya udah gue mau ke kamar mandi dulu"ucapnya gugup di pandang sangat dekat oleh alva.


"Hai kail,gimana kabarmu?"tanya salsa.kail tersenyum dengan beberapa buku di atas meja.


"baik aunty"jawab kail


"Loe udah makan siang al?"tanya salsa,Alva menggeleng.


"Gue masak dulu kalo gitu"ucap salsa.dia mencuci muka dan pergi ke dapur.


"Daddy ke dapur boy"kail mengangguk axel dan bibi Sarah menemani kail yang sedang membaca buku dengan tv menyala.


"Semalam loe bilang ke rumah utama"tanya salsa.


"Laki² tua itu menamparku karena membela wanita sialan itu"ucap alva.


"Laki² tua? Pak abra maksudmu"ucap salsa terkejut dengan panggilan laki² tua pada ayahnya alva mengangguk.


"Lalu tangan ini?"tanya salsa penasaran.


"Aku ke tempat latihan"jawab alva, salsa mengambil tangan alva dan mengecup nya.


"Satu kecupan agar cepat sembuh"ucap salsa.


"Tapi aku mau yang lain sayang"alva mengecup bibir salsa.


"Kita sedang membuat makan siang ada kail yang menunggu"ucap salsa.


"Biar aku minta kevin buat beli makanan di luar"ucap alva mengeluarkan hp nya dan menghubungi kevin agar membelikan makan siang untuk semuanya.


Alva membawa salsa ke kamarnya.setelah meminta axel untuk menjaga kail.


Dan kegiatan panas di siang hari yang panas pun tak terelakkan,Setelah satu jam alva menyandarkan kepalanya di headboard dengan selimut menutup setengah tubuhnya.


dan salsa yang berada di sebelahnya.


Tring...


Suara hp alva berbunyi tertera nama alea disana.


"Halo..


".......


"Aku di apartemen"jawab Alva dia mengganti panggilanya menjadi aku bukan panggilan Abang lagi.kini dia menganggapnya orang asing bagi keluarga abraham.


".......


"Aku sudah bilang kalo akan datang sebagai tamu.


"........


Alva menghela nafas,salsa yang sedang tiduran di sebelah alva menatapnya.


"Aku usahakan. Klik


Alva menutup sambungan telepon nya.


Dia mendapat undangan agar datang ke acara siraman dan pengajian, juga untuk melakukan fitting baju keluarga.

__ADS_1


__ADS_2