
Abi menghela nafas kasar.
"maaf aku belum bisa membantumu untuk meminta Arya menikahimu salsa,kamu lihat keadaan kami tidak baik² saja"ucap Abra,salsa tersenyum dan mengangguk.
"berapa perempuan lagi yang harus dia hamili tanpa di nikahi lihat dia juga hasil dari kelakuannya"ucap Abi menunjuk ke arah kail yang sedang melihat Juna bermain game.
"ini semua karena ayah"ucap Abra.abi menghela nafas panjang dia juga merasa bersalah karena menyetujui permintaan bundanya.
"pa,jangan buat salsa tertekan dia sedang hamil.duduklah salsa jangan lama² berdiri"ucap Dian.
Abi yang ingin bicara lagi pun menutup kembali mulutnya.
"terima kasih kak"ucap salsa,Dian membawanya duduk di sofa bersama alea Zian dan Daffa.
Zian tidak tau harus berbuat apa,disisi lain hubungannya dengan Alva sedang tidak baik karena masalah Inggrid,kalo hubungan mereka sedang baik mungkin dia akan membujuk Alva agar menikahi salsa.
Kail teringat akan puding yang ia buat,dia pun turun dari brangkar di bantu Ara dia berjalan mendekati salsa
"mommy..panggilnya.
"ya sayang...
"puding buat opanya kak Juna mana"tanya kail.
"mm iya ini mommy bukain ya"kail mengangguk.
Salsa memotong puding dan membubuhkan Fla di atasnya dengan potongan buah.
"ini kasih opa"ucap salsa. kail meraih puding tersebut dan membawanya dengan berjalan pelan menuju brangkar Abra.
Abra tersenyum melihat cucunya mendekat berjalan sangat pelan.
"opa ini puding buatan kail sama mommy"ucap kail Abra menyambut puding itu.
"terima kasih"ucap Abra.
Abra memasukkan sesendok puding ke mulutnya kail menunggu reaksi Abra.
"ini enak sekali,manis dan lembut kamu pintar sekali membuat puding"ucap abra
kail tersenyum lebar"Daddy juga suka puding buatan kail iya kan mommy"ucap kail.salsa mengangguk.
Kail juga memberikan puding buat orang² di ruangan itu.
"apa dia ga datang kesini sa"tanya Abra.
Salsa menggelengkan kepalanya.
kecewa tentu putranya tidak menjenguknya tapi rasa bersalahnya lebih besar daripada kecewanya.
Abra tersenyum paksa dengan jawaban salsa "ga apa aku tau dia masih marah"ucap Abra.
kasihan?tentu saja kasihan seorang ayah yang merindukan putranya apalagi sedang sakit.tapi sakit hati lebih besar Alva,karena harus menjalani hidup dengan rahasia kematian bundanya dan kekecewaan pada keluarganya hingga mengalami sakit mental.
"apa kamu tidak bisa membawanya kesini sa"tanya Abi.
"maaf pak Abi,saya tidak bisa memaksa Alva"ucap salsa.
Kembali kail membuyarkan lamunan Abra.
"apa opa mau menambah pudingnya itu untuk opa"ucap kail menunjuk puding di atas meja.
"nanti opa makan lagi dan nanti opa habiskan"ucap Abra.
kail mengangguk "daddy juga menyimpannya di lemari es agar tidak di makan orang lain"ucap kail terkikik mengingat daddynya yang berpura² memarahi Rey karena akan memakan pudingnya.
"tentu karena pudingmu sangat enak"Abra memberikan jempol nya pada kail.
"kail kamu mau bermain game denganku"ucap Juna dia duduk di samping Zian saat ini sedang menikmati puding yang di berikan salsa.
kail pun terdiam setelah beberapa saat dia menghubungi daddynya lewat jam tangannya.
Setelah beberapa saat terdengar suara di seberang sana.
"ya boy"....
"Daddy bolehkah kail bermain hp?"tanyanya membuat orang yang berada di kamar itu melihat ke arah kail.
"kenapa"tanya di sebrang sana.
"Abang Juna mengajakku bermain game"ucap kail.
diam tak ada jawaban.kail menunggu jawaban dari daddynya.
"oke just thirty minit."ucap Alva.
"danke Daddy...
__ADS_1
"you are welcome boy"ucap Alva.
"bye daddy...Du wirst mich abholen?"tanya kail.dengan bahasa jermanya
"ya Daddy usahakan untuk menjemputmu saat kerjaan Daddy sudah selesai"ucap Alva.
"yeee..
"jaga mommy dan twins"pesan Alva
"of course dad don't worry"jawab kail.
"bye dadd i love u....
"lovu u too...kail memutuskan sambungan teleponnya.dia meraih tas gendongnya.tas itu berisi buku tab dan hp juga susu.
Kail mengambil botol susu itu dan memasukkannya di mulut kecilnya dia menggigit ujung botol itu tanganya sibuk mengeluarkan hp dari tasnya.
"dia sangat pintar,dia masih minum susu di DOT seperti itu sa"tanya Dian,salsa mengangguk tersenyum.
alea sendiri masih canggung untuk mengobrol dengan salsa.
"sini duduk dekat uncle"ucap Zian
kail duduk di samping kiri Zian dan Juna duduk di sebelah kanan.
"kamu masih minum susu dengan botol ini"tanya Juna kail mengangguk.dia menyandarkan tubuhnya pada lengan zian.zian mengelus rambut kail yang berwarna coklat itu.
"uncle ga main?"tanya kail.
"uncle ga main karena tidak punya kuota "ucap Juna membuat Daffa dan zian tersenyum.
"uncle belum gajian"ucap Zian.
"pinjam sama pap"ucap Juna tanpa mengalihkan pandanganya dari tab nya.
mereka bermain bersama Abi dan Daffa masih mengobrol.
Ara duduk di samping juna.dian masih mengobrol dengan Dian.
Dua anak itu fokus dengan layar hp dan tab nya.
"yaaahhh kenapa kena terus sih.kalah Mulu"sungut Juna kesal.
"kamu kalah dengan kail"cibir Zian.
"karena kail sniper uncle"ucap kail matanya masih fokus ke game.
"kamu sniper?"tanya zian.dia sudah mendengar saat di pesta malam itu namun Zian ingin tau lebih
kail mengangguk
"kail sniper kail bisa menembak burung terbang,kail bisa menembak dengan jarak 200 meter dengan nilai 97"ucap kail.
Juna melihat ke arah kail saat mendengar kail bisa menembak burung.
"kamu bisa menembak,bagaimana latihannya"tanya Juna dia tertarik dengan apa yang di bicarakan kail
Abi sudah takut anaknya akan ikut menembak.
"main tembak²an air saja lebih seru"ucap Dian.
"itu seperti anak kecil aunty"ucap kail.
Abi,Dian dan Zian menelan ludah kasar.
"kail berlatih dengan uncle Rey uncle Kevin uncle Nathan di rumah uncle Kendra,uncle Rey uncle Axel,uncle Shawn dan masih banyak lagi juga dengan daddy"kail menyebut semua orang yang melatihnya dengan botol susu yang masih menggantung di mulutnya.
"tapi kail mendapat nilai 97 di siang hari kail ingin berlatih di malam hari tapi ga boleh sama Daddy"ucap kail dia terus bercerita walaupun matanya fokus ke layar tab nya.
"dia kecil² menyeramkan"bisik Ara.
"dia keren kak"ucap Juna membela kail.
"kak Juna mau berlatih menembak sama kail?"tanya kail membuat Abi memicingkan matanya tidak setuju.
namun jawaban Juna membuat Abi membelalakkan matanya.
"mau"jawab Juna cepat.
"nanti bilang sama Daddy kail untuk ikut berlatih"ucap kail enteng tanpa beban.
"ya Tuhan"Abi mengusap wajahnya kasar.
Zian dan Daffa terkekeh.
"kata Daddy jika bisa bela diri dan menembak itu bisa melindungi keluarga kita seperti mommy dan Daddy dan juga twins kan mommy"salsa bingung harus mengangguk atau tidak namun ia tersenyum.
__ADS_1
"jadi tidak ada yang bisa menjahati mommy dan Daddy dan yang lain,kail akan menjaga mommy salsa agar mommy tidak seperti mommy ivana"ucap kail membuat salsa terharu.
"dia sangat menyayangimu sa"salsa mengangguk.
"apa kamu tidak takut"tanya Abra.
"tidak opa,kail laki² tidak boleh takut kail udah dewasa dan tidak boleh menangis"ucap kail.
"opa bisa minta bang Juna buat berlatih agar bisa menjaga mommy nya kak Juna dan Kaka Ara, karena kail akan menjaga mommy Daddy kail"ucapnya lagi.
"kail bisa menjaga kami"ucap Abra.
kail mengerutkan keningnya.
"kail ada mommy ada Daddy ada grandpa ada
grandfather ada twins...."kail menghitung jarinya sambil berpikir menjaga banyak orang pikirnya.
"tapi opa ada kak Juna,kalo kail susah gimana?"ucap kail.
"kak Juna nanti ikut berlatih biar bisa menjaga OPANYA kak Juna sendiri agar tidak terluka seperti itu dan kail akan menjaga grandpanya kail"ucap kail.
"deg..
"sudah ayo kita makan siang"ucap Dian agar Abra tidak semakin sakit mendengar kata² polos namun menyakitkan hati mertuanya.
'tidak ada aku dalam hatinya'
"aku permisi dulu bang,kak yah"ucap Daffa "
makan siang dulu Daffa baru nanti pulang"ucap Abi.
"aku harus kerumah sakit"ucap Daffa
"ya makan dulu"ucap Abi.
"kail sudahi main game nya ayo makan dulu"ucap salsa.
"oke mommy"kail memasukan botol susu dan hp nya ke tas nya.dia duduk manis masih di samping Zian.
"berdoa dulu boy"seperti biasa kail menautkan kedua tangannya dan memejamkan matanya,tentu melihat kail berdoa seperti itu membuat Zian dan Abi juga Dian terkejut ini berlainan dengan kepercayaan mereka.
"sudah mommy"ucap kail.salsa pun menyuapkan makanan ke mulut kail.
"salsa dia..."tanya Dian dia takut mendengar jawaban salsa.belum menjawab pertanyaan Dian pertanyaan kail membuat Abi tersedak.
"mommy Daddy menyuruh kail ikut panduan suara di gereja"ucap kail dengan mulut penuh makanan.
"kail mau"tanya salsa.
"kail tidak mau,Daddy selalu menyuruhku untuk ikut paduan suara di gereja,kail tidak suka menyanyi"sungut kail.
"nanti kita bicarakan dengan daddy.dia suka bercanda dia tidak serius menyuruh kail untuk bernyanyi"ucap salsa.kail mengangguk.
"besok kita ke gereja?disana ada acara.tapi kita akan ke Bali kan mommy"ucap kail.
salsa mengangguk.
Abi mengusap wajahnya kasar. gereja..? Abi melihat Abra yang sudah berkaca². sungguh bagaimana dia mempertanggung jawabkan ini pada nilam.menghamili anak orang tanpa pernikahan,menyewa perempuan ******, berciuman dengan laki² membunuh orang apalagi ini pindah keyakinan ya Tuhan ampuni hambamu' abra meneteskan airmatanya.
Anaknya sudah jauh,jauh dari gapaianya sudah terlalu jauh untuk ia rengkuh.kekecewaan membuatnya begitu jauh.
"mommy tadi malam Daddy mengatakan kail akan di baptis karena masalah Daddy sudah selesai"ucap kail.
"oh ya"ucap salsa sambil menyuapi kail.dia bingung harus menjawab apa.
"Daddy meminta nama baptisku tetap filbert"ucap kail.Albert semalam mengatakan agar namanya tetap filbert.
"sama seperti Daddy kan mommy darren nama baptis"salsa memejamkan matanya anaknya ini terlalu banyak bertanya saking pintarnya dia akan terjebak dengan pertanyaan kail.
"ayo selesaikan makanya nanti kita akan pulang"ucap salsa mengalihkan pertanyaan kail.setelah selesai makan Shawn masuk ke ruang inap Abra untuk mengajak salsa pulang.
"mba salsa ayo kita pulang"ucap Shawn.
"kail tidur bang"ucap salsa.
"biar nanti saya gendong"ucap shawn
"biarkan dia tidur jangan di ganggu kasian"ucap Abra masih ingin menahan cucunya.
Shawn pun memilih keluar.abra dan yang lain sedang beristirahat dia memejamkan matanya namun pikirannya tentu ke putranya. setelah setengah jam suara pintu terbuka.
'ceklek....
Alva masuk dan menghampiri salsa yang tertidur bersandar di sofa sedang kepala kail di pangkuan salsa.
Alva berjongkok depan salsa dan mengecup perut salsa dan kening kail.
__ADS_1
Abra terbangun mendengar suara pintu.dia melihat Alva masuk pun tersenyum.walaupun tujuanya bukan dia tapi dia senang melihat putranya.