
Di rumah sakit seorang wanita mendatangi kamar yang di tempati oleh orang yang sudah menolongnya,namun dia tidak melihat siapa pun bahkan ranjangnya rapi.
dia pun keluar menanyakan ke bagian informasi.
"mba saya mau tanya pasien di kamar mawar kemana ya?"tanyanya.
"atas nama siapa mba?" tanya resepsionis.
"aduh lupa lagi nanya nama"ucapnya.
"yang semalam terluka karena tusuk seorang pria,saya yang membawanya kesini"ucapnya lagi.
suster itu mengecek penghuni kamar mawar.
"oh atas nama tuan Miller sudah keluar mba dari jam delapan pagi"ucapnya.
"pulang?bukanya dia harus di rawat dulu ya?"tanyanya.
"iya memang harusnya di rawat dulu tapi pasien minta pulang dan memberikan surat pernyataan,jika sesuatu terjadi rumah sakit ini tidak bertanggung jawab"jawabnya.
"oh gitu ya,tadi namanya siapa mba?"tanyanya.
"tuan Miller"jawab petugas itu.
"tapi dia bukan bule,wajahnya asli lokal ga ada campuran"gumamnya.
"baik terima kasih mba"dia pun pergi membawa kembali makanan yang sudah dia siapkan untuk Kevin.
Hari ini alva akan kembali kerja dia akan datang ke kantor delta lebih dulu.
"Daddy pergi ke kantor dulu ya,kail ga mau kembali ke sekolah?"tanya Alva
"kail mau home schooling saja Daddy"jawab kail.
Alva mengangguk "belajar yang rajin di rumah, jaga mommy dan twins"pesan Alva.
"tentu Daddy kail akan menjaga mommy dan twins"ucap kail.
"terima kasih sudah bekerja sama dengan baik bersama Daddy"ucap kail.
salsa tersenyum Alva benar² Daddy idaman cara dia mengajari kail membuatnya bangga.dia menjadikan kail seperti temanya mereka akan berlatih bersama,Alva juga mengajari kail untuk menjadi Kaka yang baik yang menjaga adik dan mommynya.
kail tersenyum bangga dia senang bekerja sama dengan daddynya,ntah apa yang ada di pikiran anak berusia enam tahun itu,dia akan selalu senang jika daddynya memujinya.
dan menghargai apa yang dia lakukan.
Alva mengecup puncak kepala kail dan mengusap rambutnya.dia juga mencium twins.
"Daddy pergi kerja dulu,twins sama Abang kail dan mommy jangan rewel"Alva mengecup pipi kedua anaknya.
"pergi dulu sayang jangan capek² ga usah antar aku ke depan kamu disini aja sarapan"Alva mengecup bibir salsa.
hari ini dia akan di dampingi Rey,Ken dan shawn.ken akan menjadi Aspri Alva menggantikan Denis yang sedang cuti.
...----------------...
"Apa kabar bro"ucap sean menyambut bosnya di luar lobby.
"Baik,gimana aman kan?"tanya alva mereka berjalan berlima menuju lift banyak yang memperhatikan mereka ada banyak karyawan baru dan juga magang suasana kantor makin ramai, Alva,Sean ken,Rey dan shawn mereka masuk ke lift yang akan mengantarkan mereka dimana ruangan mereka berada.
Beberapa ob/og yang sedang mengepel membungkukkan badanya.ada pula yang baru mereka tidak mengenal Alva namun mereka melihat sean dia antara orang² itu pun memberi hormat padanya.rey membukakan pintu untuk Alva namun langkah kaki Alva terhenti saat melihat seseorang,dia melihat saep sedang mengepel.
"Saep..panggilnya ipul pun langsung mengangkat wajahnya.yang memanggil saep hanya satu orang yaitu bosnya, karyawan yang lain memanggilnya ipul.
Matanya terbelalak melihat bosnya ada di depan pintu ruangan.
"Pak boos..ipul berlari meninggalkan alat pel yang tadi di pegangnya dia mendekat dan berdiri di depan bosnya dia ingin memeluk tapi tidak berani.matanya berkaca² melihat bosnya yang dia tau bosnya itu koma.
Alva merentangkan tangan kirinya dengan ragu ipul mendekat,tapi alva menarik dan memeluknya.
"Kamu koq masih ceking aja,kurus banget deh apa gaji yang di berikan perusahaan ga cukup"ledek alva.
"Ga nafsu makan inget pak bos"jawab ipul melepas pelukan bosnya.
dia malu menjadi perhatian karyawan dan ob lain.
"Cih kamu normal kan"tanya alva.
"Normal lah pak bos"sergah ipul.
__ADS_1
"kamu apa kabar dan keluarga mu"tanya Alva
"baik pak bos"jawab Ipul.
"Bikinkan aku kopi"titah alva.
"Kopi jawa kan pak bos?"tanya ipul kali aja bosnya berubah selera.
"Hem kopi jawa bawa keruangan ku"ucap alva
"Alexa kemana sean"tanya alva
"Ke Singapore"jawab sean.
"aku dengar kamu mau menikah Sean?betah kamu sama cewek cerewet seperti zoy dia sebelas duabelas dengan alexa"ucap alva ke sean yang saat ini berada di ruangan alva.
"dia tu ga ngebosenin bos ada aja celetuknya yang bikin gemas cewek kaya gitu tu langka"ucap Sean.alva mengangguk.kepribadian Sean dan zoy extrovert dan introvert,siap sangka Sean lebih suka cewek bar² kaya zoy.
"Hem doakan segera.o iya ini masalah tanah ada masalah" ucap sean
"Kita baru mengalami hal semacam ini,bukankah kalo kita membangun sekolah gratis atau klinik gratis itu akan menjadi keuntungan buat mereka bukan?"tanya alva.
"Aku rasa ada yang menyetir mereka"ucap sean alva sedang melihat data²nya.
"Apa harga tanah yang kita berikan itu terlalu murah?"tanya alva.
"Aku rasa bukan tapi aku sedang menyelidiki nya tapi kita butuh lawyer"ucap sean
"Aku sudah membicarakan ini Dengan Danu dia akan mengurus masalah ini"ucap alva.
"itu bagus,masalah ini muncul begitu saja padahal Raka sudah mengurus semuanya sebelum cuti"ucap Sean.
Ceklek..
"Pak bos ini kopinya"ucap ipul meletakan kopi di meja alva.
"Kamu ga bikinin kita juga"tanya sean.
"Bang sen tadi ga minta"jawab ipul.
"Ngerti dong disini ada lima orang masa kita dapet sari kopinya doang,emang kita lelembut"sungutnya.
"Aku bikinin bang sen jangan khawatir gulanya masih banyak"jawab Ipul keluar membuat kopi lagi.
"ga ada"jawab Sean.
"Danu akan datang kesini"ucap Alva Sean mengangguk lebih cepat lebih baik.mereka tidak mau membuang waktu karena nanti kita tidak tau ke depan akan banyak pekerjaan apa lagi.
"Bikin pesta yang mewah Sean di pernikahan mu,biar jomblo² ini pada pengen nikah dan punya pasangan"ucap alva, menyindir Rey,Ken dan Shawn.
Cekleek..
"Kopi datang"ucap ipul meletakan kopi depan masing².
"Saep..
"Ipul pak bos.."alva hanya menggelengkan kepalanya
"Maaf aku lupa sama kamu waktu itu..."alva menjeda ucapanya.
"Gimana keluarga kamu?"tanya alva.
"Keluarga saya gimana pak bos? keluarga saya baik² saja"tanya ipul.
"Bapakmu,ibumu,adikmu"ucap alva.
"Bapakku ya masih narik becak,emak ku ya kadang cuci baju orang di rumah kalo ada yang nyuruh ke sawah ya ke sawah.adiku ya namanya juga autis ya begitu aja"jawab ipul.
"Kamu ngontrak?"tanya alva.
"Emak?"alva mengangguk.
"ya ngontrak pak bos"jawab ipul
"Ibumu pendatang di kampung?"tanya alva.
"Bapaku lahir di kampung itu pak bos tapi tidak punya rumah soalnya nenek ku pendatang jadi ya ngontrak"jawab ipul.
"Bawa keluarga mu pindah ke Jakarta"ucap alva.
__ADS_1
"Mau kerja apa pakbos bapakku di Jakarta"tanya Ipul.
"Ya kamu yang kerja dong masa bapak mu"ucap alva.
"Biaya di Jakarta mahal pak bos"ucap ipul.
"Bapakmu bisa berkebun?ibumu bisa kerja rumah tangga?"tanya alva.
"Ya ibuku kerja rumah tangga di kampung pak bos tapi setengah hari ga bisa seharian adiku ga bisa di tinggal lama gantian sama bapakku jaga"ucap ipul.
"Bawa keluarga mu ke jakarta dan ibumu bisa kerja di rumah ku.atau bapakmu jadi tukang kebun di rumah ku"ucap alva.
"Sean akan mengurus rumah di perumahan xx"ucap Alva lagi.
"Hari ini kamu pulang jemput keluargamu"ucap alva
"beneran pak bos"tanya ipul masih tidak percaya.
"Mau pulang ga?"ucap alva.
"Mau pak bos, terima kasih pak bos"ucap ipul dengan mata berkaca-kaca menyambar tangan alva dan menciumnya berkali².
Dia pun menghampiri sean, ken,Rey dan shawn dan mencium tangannya.
"Makasih bangrey,bang ken,bang sen bang son"ucapnya.mereka mengenal orang² yang sering bersama Alva karena dia bertugas di lantai di mana ruangan Alva berada yang hanya di tempati oleh Alexa Raka dan Sean.
hanya dia ob yang berani memanggil orang²nya Alva dengan sebutan bang.
"Sean. Sen sen asal ganti nama orang aja"ucap sean.
"tau nih bang son bang son,sontoloyo iya"ucap Shawn.
"Pak bos aja manggil saya saep"ucap ipul lari keluar ruangan.
"Pak bos..suara disya terdengar dari pintu
"Ada pak danu katanya sudah ada janji"ucapnya lagi.
"Iya suruh masuk"ucap alva.
Danu masuk di sambut alva
"Apa kabar loe"danu memeluk alva
"Baik...
"sean nih yang ada urusan"ucap alva.
"Loe masih minum"tanya alva.
"Yah itu mah jangan di tanya"ucap danu.
Alva menghubungi disya meminta ob untuk membawakan gelas dan es batu.
Seorang ob membawakan beberapa gelas dan es batu.alva pun mengambil botol minuman yang sudah di ganti baru oleh sean.
"Wohooo di kantor ada minum beginian"ucap danu.
Alva menuangkan minuman tersebut ke gelas².
"Jangan bos aku minum kopi sayang masih baru "ucap ken.
"Biar aku sendiri bos"ujar sean hanya empat gelas yang terisi.
Sean pun menceritakan masalah tanah itu ke danu,danu bersedia membantu untuk bernego dengan mereka.
"Jadi ini tempat mau di jadikan sekolah gratis atau klinik gratis begitu?"ucap danu.
"Ya salah satunya,nego harga sama danu sean siapa tau dapat diskon"ujar Alva
"****** emang, perusahaan udah segini besarnya masih minta diskon,bagi loe mah bayar gue tu receh doang"ucap danu.
"loe aja udah jadi pengacara terkenal"ucap Alva.
"Ga usah di pikirin,gue juga mau berbuat baik kali,emang loe doang yang boleh berbuat baik?"ucap danu.
"Gue bakal sering repotin loe nu"ucap alva
"Ya selagi untuk kebaikan kenapa ga? aku juga ikutlah cuma ini yang bisa gue lakuin"ucap danu.
__ADS_1
"Tapi kalo untuk perusahaan itu beda bro"ucap danu lagi.
"Itu bisa di atur"ucap alva dan mereka pun bersulang.