
"apa yang sedang kamu pikirkan"tanya Abra,dia duduk di samping putranya.
"ga ada"jawab Alva.
"apa kamu tidak menyesal atau merasa bersalah setelah menghabisi seseorang"tanya Abra,Abi sudah menceritakan apa yang dia lihat tadi saat sedang berjalan² dengan Zian.
"gak"jawab Alva.abra menghela nafas kasar.
"kamu menghilangkan nyawa orang nak"ucap Abra.
"aku hanya membersihkan kotoran"ucap Alva,dia menghisap kembali rokoknya.
"ada banyak cara"Alva menggeleng.
"bisa kamu serahkan ke polisi"jawab Abra.
"polisi? yang benar aja yah.mereka hanya akan mendapatkan kurungan"ucap Alva.
"dia merugikan banyak orang,dia menggunakan uang yang seharusnya buat membiayai sekolah dan menggaji para guru hanya untuk judi,bahkan dia meniduri salah satu guru di sekolah yang mengajar di salah satu sekolah yang ku bangun.aku sudah memberikan dia gaji yang besar mobil,apartemen tapi dia masih mengambil hak orang lain,dia pantas mendapatkannya,aku tidak suka di khianati apalagi dia mengatas namakan perusahaan"ucap alva.dia mengambil kaleng minuman itu dan meminumnya.
Abra terdiam.alva kembali melihat jam menunjukkan pukul 11 lewat 15 menit namun Kevin belum pulang,dia khawatir terjadi apa² dengan kevin.walaupun dia tau Kevin pasti membawa senjatanya.
"kamu menunggu seseorang"tanya Abra.
Alva mengangguk "aku menunggu Kevin"jawabnya.
mereka terdiam beberapa saat.
"ayah tidak tidur?"tanya Alva.
"ini sudah malam tidurlah ga baik buat kesehatan ayah"ucap Alva
"ayah belum ngantuk"ucap abra.dia mengambil bungkus rokok yang ada di antara dirinya dan Alva duduk.
Alva menaikan sebelah alisnya melihat ayahnya mengambil bungkus rokok dan mengambil satu batang.dia membiarkan ayahnya menyalakan rokoknya lebih dulu.
"ayah merokok?"tanya Alva menunggu Abra menghembuskan asap rokoknya itu.
"kadang²"ucap Abra.
"kenapa?apa karena kehilangan ****** itu ayah frustasi?"cibirnya
Abra menggelengkan kepalanya.
"merindukannya"tanya Alva.
"ga ada hubungannya dengan dia"ucap Abra,agar Alva tidak mengaitkan lagi dengan inggrid.
Alva memilih menghisap rokoknya.
"ayah mencintainya bukan?"tanya Alva nampak Abra terdiam.
__ADS_1
"ya aku paham tujuh tahun kalian bersama berlibur,bercanda dan bercinta tidak mungkin begitu saja untuk di lupakan,aku juga tidak akan lupa dengan yang terjadi dalam hidupku karena dia"ucap Alva.
Abra kembali menghembuskan asap rokoknya.
"kalo ayah kesepian,nikah aja lagi lagian ****** itu udah ga ada"ucap Alva.
"ayah udah tua"ucap Abra.
"siapa tau ayah membutuhkan.."
"ayah sudah tua bang,ayah hanya ingin menikmati masa tua ayah dengan cucu² ayah apalagi sebentar lagi alea melahirkan ayah sudah bahagia melihat kalian bahagia"ucap Abra.
Alva mengangguk²an kepalanya "siapa tau ayah membutuhkan pelepasan aku bisa bantu cari perawan di madam amber"Alva terkekeh.
Abra menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Alva yang terlalu fulgar.
"Apa ayah masih mencintai bunda?"celetuknya.
Abra mengarahkan pandanganya ke arah alva yang duduk di sebelahnya.
"Sangat"jawab abra.
"Lalu perempuan itu?adakah cinta juga di hati ayah"tanya alva,abra terdiam lalu
"tidak"jawab abra.
"Terus gimana ayah melakukannya?"tanya alva.
"Itu kewajiban ayah sebagai seorang suami memberikan nafkah lahir dan batin untuk istrinya"ucap abra.
"Aku rasa ayah udah jatuh cinta sama perempuan itu,bukan waktu yang singkat bukan.lalu gimana perasaan ayah setelah tau perempuan itu yang membunuh bunda?dan ****** itu sering bermain dengan berondongnya apalagi dia seorang masokis"tanya Alva.
"Ayah sangat kecewa,harga diri ayah di injak-injak olehnya.karena bagaimanapun mereka bersahabat dari smp tidak pernah terlintas di pikiran ayah kalo dia bisa melakukan itu.kenapa ayah tidak tau ini semua?"ucap Abra.
"Ayah tidak menyangka ayah harus hidup dengan orang yang membuat istri ayah meninggal"ucap Abra lagi.
Alva menganggukkan kepalanya.
"carilah hiburan yah"ucap Alva.
"jangan mengajari ayah hal yang tidak² bang"ucap Abra,Alva terkekeh.
"ayah udah tua,tentu bisa membedakan mana yang baik buat ayah,ngapain aku ngajari ayah"ucap Alva.
"kamu ini" Abra merangkul pundak Alva sambil tertawa.
"maaf "ucap alva.di sela tawa Abra.
Abra menghentikan tawanya dan menatap putranya.
"maaf untuk sikapku selama ini"ucap Alva.abra menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"ayah yang harusnya minta maaf,kamu menanggung ini sendirian maafkan ayah"ucap Abra.
"aku memiliki alasan untuk menjauhi kalian,agar kalian berhenti mendekati ku,berada di lingkungan ku akan membuat kalian bahaya,selain aku kecewa pada kalian aku juga memikirkan keselamatan kalian"ucap Alva.
Abra mengangguk.
"tapi semua telah usai,tapi waspada harus tapi tidak seperti dulu"ucap Alva.
"sudahlah ayo kita lupakan,dan mulai hidup baru bersama"ucap Abra.alva mengangguk.
"ayah tidurlah ini sudah malam"ucap Alva.
"kamu masih menunggu Kevin"Alva mengangguk.
"bolehkah ayah mengatakan sesuatu?tanya Abra.
"ya,apa yang ingin ayah katakan"ucap Alva.
"tolong jauhi Kevin,dia tidak baik untukmu dan keluarga mu"ucap Abra,Alva mengerutkan keningnya.
"apa maksud ayah meminta ku untuk menjauhi Kevin?"ucap Alva dia tidak terima jika Kevin pergi.
"ayah melihat saat kamu koma di rumah sakit dia mencium bibirmu, bahkan tatapan matanya tidak bisa di bohongi kalo dia suka sama Kamu"ucap.
"itu tidak akan terjadi yah,dia akan tetap disini"Alva menghela nafasnya.
"aku tau dia menyukaiku yah tapi aku hanya menganggapnya saudara sama seperti bang Abi"ucap Alva.
"ayah hanya khawatir dia akan menjadi masalah suntuk rumah tangga kalian"ucap Abra
"itu tidak akan terjadi,dia menganggap salsa sebagai adiknya,lagian dia tau aku normal,dia hanya ingin di sampingku dia tidak mempunyai siapapun"ucap Alva.
"aku akan membantunya agar dia kembali normal,jadi menyuruh ku untuk menjauhinya"ucap Alva.
Abra mengangguk pasrah.
"ayah tidurlah ini sudah malam"ucap Alva melihat hp nya menunjukkan pukul setengah satu malam.
Abra bangkit dari duduknya ,"kamu juga jangan tidur malam kurangi minum mu,good night boy"Alva mengangguk.
Abra meninggalkan Alva yang masih duduk di luar.setelah beberapa saat abr masuk.
Alva pun bangkit dia berjalan namun bukan ke kamar,dia menuju pintu utama.
dia berdiri di teras menanyakan Kevin pada petugas jaga.
"Kevin udah pulang"tanya Alva.
"belum bos"Alva mengangguk dia menghela nafas kasar dan kembali masuk ke dalam rumah.
Dia pun akhirnya masuk ke kamar walaupun pikirannya mengkhawatirkan Kevin.
__ADS_1
Sedangkan orang yang sedang di khawatirkan alva saat ini sedang merebahkan tubuhnya di salah satu kamar hotel.setelah tadi dia minum dia memilih hotel menjadi tempat untuk mengistirahatkan tubuh kekarnya.