
Nyesek sedih melihat anaknya akrab dengan yang lain itu yang abra rasakan,tapi dia tidak bisa berbuat apa² semua adalah kesalahannya.
Satria dan bowo merasakan apa yang abra rasakan karena mereka juga punya anak.
"Apa salsa sedang hamil"tanya satria ke abra.Abra mengangguk.
"Ya tuhan"satria mengusap wajahnya.
Ceklek....
Suara pintu terbuka Alea datang lagi dengan zian,setelah tadi Zian ke butik mengajaknya makan siang,alea juga membungkus makanan untuk abra.mama Sinta sendiri sedang di lantai bawah bertemu temanya.
"kalian datang"ucap satria.
"papa disini juga"ucap alea.
"iya papa kesini habis meeting tadi mampir kesini"alea mengangguk
"Saya permisi akan kembali ke kantor pak"ucap Gilang,Abra mengangguk.baru saja Gilang akan meraih handle pintu sudah lebih dulu terbuka
"braak..
"Mas kamu kenapa?kenapa tidak ada yang memberi tahuku kalo kamu sakit"Inggrid datang,dia menanyakan Abra pada Abi dan Dian namun dia bilang tidak tau dia juga menanyakan ke sinta sudah dua hari abra tidak pulang.
Rey menepuk keningnya.bisa² nya ini perempuan masuk.
Terdengar suara di luar salsa pun bangun.namun seketika hening tak ada suara
"Tidur sayang"ucap alva dengan suara seraknya dia mendengar ada suara inggrid di luar.dia memeluk salsa dengan erat.
"Al sesak"ucapnya.
"maaf"alva merenggangkan pelukannya.
"ada apa di luar kenapa berisik sekali?"tanya salsa.
"biarkan saja bukan urusan kita sayang"jawab Alva matanya masih memejam.salsa memandang wajah alva.
"jangan memandangku seperti itu sayang nanti makin jatuh cinta"ucap Alva.
Salsa memeluk pinggang Alva.
"aku jatuh cinta sama kamu setiap hari"ucap salsa, Alva mengecup bibir salsa.
"tidurlah jangan ikut campur urusan mereka"ucap Alva
**
"Kamu kenapa?kenapa ga ada yang bilang sama aku bahkan dian pun tidak memberitahu ku?"ucap Inggrid.
"Aku baik² saja"jawab abra datar
__ADS_1
Alva masih mendengarkan apa yang mereka bicarakan di luar kamar sana.
"Kenapa? kamu masih marah sama aku? karena malam itu aku tetep pergi ke gudang ku yang kebakaran,kalo karena itu kamu marah aku minta maaf,kamu berubah mas kamu sudah beberapa bulan ini tidur di kamar tamu kamu juga mengabaikan ku,dan sekarang keadaan mu begini kamu tidak memberi tahuku,kau anggap apa aku"ucap Inggrid.
"Kenapa aku seolah tidak mengenalmu inge?aku tidak tau apa yang sudah kamu lakukan di belakang ku,selama ini kamu membohongiku inge"ucap abra.
"apa kamu masih membahas laki² bersamaku di hotel itu,sudah aku katakan dia anak amar"ucap inggrid dia masih membela diri walaupun buktinya jelas.
"kamu masih mengelak Inge? buktinya jelas.kenapa kamu seperti ini Inge?kenapa kamu tidak seperti nilam"ucap Abra.
"Nilam..Nilam..Nilam terus aku bukan Nilam jangan samakan aku dengan dia"ucap inggrid.
Alva mengetatkan rahangnya.salsa mengusap pipi Alva agar dia tenang.
"Benarkah kalian bersahabat?kenapa kamu senang saat nilam meninggal?"tanya abra dengan posisi masih memunggungi Inggrid.
Kevin meminta orang untuk menjaga pintu dan memanggil bodyguard yang lain di mobil untuk datang dan berjaga sedangkan denis berjaga² kalo alva bangun.'inilah saatnya kedokmu terbongkar' senyum smirk terlihat di bibir Kevin.
"Siapa yang mengatakan nya,aku sedih kehilangan sahabatku"Inggrid menyangkal kata² abra.
"Malam itu malam di mana aku menunjukan fotomu dan brondongmu kamu hampir mengatakan kalo sebenernya senang dengan kematian nilam kamu bersyukur atas meninggalnya kan"ucap abra.
"Kamu salah dengar aku tidak mengatakan itu"sanggahnya.
"Ck bahkan putriku dan zian mendengar nya,abi dan dian pun mendengar kenapa kamu mengelak?"suara abra meninggi.
Alva turun dari ranjang ingin sekali dia mencekik wanita itu yang berbahagia dan bersyukur dengan kematian bundanya.salsa turun dari ranjang mengikuti Alva dia takut terjadi sesuatu dengannya.
dia berjalan mendekat dengan sigap denis berjalan tepat di belakang salsa.
Zian dan papa satria juga terkejut dengan perut salsa yang membuncit begitupun bowo.
Zian memeluk alea yang sedang menangis karena dia tidak pernah melihat ayahnya bertengkar dengan bundanya.zian memperhatikan salsa dan alva
"Kenapa berisik sekali kev?"ucap alva dengan wajah datarnya.
"Alva,kamu disini nak apa kabar?"tanya Inggrid dia mencoba untuk mencari perhatian Alva karena beberapa bulan ini Abi tak menegurnya.
"Cih"alva berdecih.
"Kenapa?kenapa kamu membenci ibun nak,ibun menyayangi kalian nak,kalo ibun ada salah ibun minta maaf bisakah kita seperti dulu saling menyayangi"ucap Inggrid.
"Stop berhenti bicara omong kosong ******"suara alva meninggi dan menggelegar membuat semua orang terkejut.alva mencekik leher inggrid dengan wajah yang memerah.
"Kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan."ucap alva dengan rahang yang mengetat.
"l..le..pas bang"ucap inggrid.alva menaikan sudut bibirnya.
"kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan ******"ucap Alva lagi dengan gigi yang bergemelutuk dia mengetatkan rahangnya dia muak dengan perempuan di depannya.
"lepaskan dia bang"ucap Abra.
__ADS_1
Alva melempar inggrid hingga tubuhnya membentur meja.wajah inggrid memerah dan nafasnya terengah.
"lihat bahkan dia masih membelamu heh...."ucap Alva menunjuk Abra.
"Aku setia aku tidak pernah selingkuh aku mencintai ayahmu apa masalahnya sayang?pria yang ada di hotel itu dia putra amar nak jangan dengarkan ucapan karyawan hotel itu"ucap Inggrid.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikan dari mulut busuk mu Inggrid santoso"ucap alva dengan wajah merah padam.
'cekleek..
Sinta datang menyusul Alea dan zian.dia melihat inggrid yang masih terduduk di lantai pun mendekati "apa yang terjadi....
"Sinta apa salahku kenapa arya membenciku padahal abi dan alea menerimaku aku menyayangi mereka sungguh aku menganggap mereka anak² ku sendiri"ucap Inggrid menangis di pelukan sinta.
"Jikapun dia ingin menikah lagi aku akan ijinkan tapi tidak denganmu aku tidak sudi memiliki ibu seperti mu"ucap alva
"heh mereka menyayangi mu tentu karena tidak tau apa yang kamu lakukan,kalo mereka tau mereka juga akan membencimu"ucap alva lagi
"Kamu ingat suster rini? Inggrid santoso? Kau menyuruhnya memberikan dosis lebih untuk bundaku agar bunda mati secara perlahan"ucap alva.sinta menutup mulutnya dengan tangannya dia syok mendengar pernyataan Alva.
"Tidak a..aku ti..tidak mengenalnya"sanggahnya.
"Kenapa gugup?rupanya suster rini tidak mendatangimu dalam mimpi rupanya heh"tanya alva dengan senyum smirknya.
"Ga sayang aku ga kenal sama suster rini,siapa dia aku tidak tau"sanggahnya.
"Ck drama mu tidak berlaku untukku inggrid sudah cukup kau hidup tenang dan mendapatkan keinginanmu menikah dengannya.kamu menginginkan hartanya untuk memenuhi kehidupan Hedon mu dengan teman sosialitamu kamu juga arisan berondong untuk memuaskanmu.kamu pikir aku tidak tau?"ucap alva.
"aku tidak melakukan itu,itu semua bohong mas,ya memang aku pernah khilaf mas,tapi setelah itu aku sadar aku salah?"ucap Inggrid alva tersenyum sinis.
"khilaf?heh masokis sepertimu tidak akan pernah puas ******,kau melayani suamimu di rumah dan siang hari kau pria² dari teman sosialita mu bahkan kau tidak cukup dengan dua pria kau mencari kepuasan di luar untuk memenuhi hasrat masokismu yang menyimpang"ucap Alva.
"aku bukan masokis"sergahnya.
"bukan masokis? Denis...
Denis memberikan pisau lipat pada Alva dan botol parfum.
Alva berjongkok depan inggrid dia memainkan pisau lipat itu hingga pisau itu menggores lengannya namun inggrid memejamkan matanya.alva juga menyemprotkan parfum ke lengan inggrid yang dia gores.
Sinta menutup mulutnya tak percaya begitupun Abi dan yang lain.
"lagi? ini menyenangkan bukan? bahkan rahimmu di saat menggugurkan bayimu karena masokis"ucap Alva
"kau memakai alat apa untuk memu4skanmu jika laki² tua itu tidak bisa memu4skanmu,kau akan mendatangi gig0lomu untuk memuaskan mas0kismu?"ucap Alva inggrid terdiam.
salsa mengelus lengan alva untuk tetap tenang.
"Putar semua buktinya denis kita lihat apa dia masih bisa mengelak.dan agar mereka semua tau kebusukan dari ****** ini orang yang paling mereka sayangi orang yang mereka bela.hingga tega memukul dan menamparku yang tidak waras ini,biar mereka lihat ****** ini adalah iblis pencabut nyawa,jaga dia Rey jangan sampai lepas"ucap alva
"dan juga Agar urusan ku dengannya dan keluarga Pratama selesai"ucap alva
__ADS_1
denis pun membuka laptop alva dan membuka cctv ruang kerja nilam dengan jelas wajah dan suara yang nyaring.