
"jangan seperti itu nanti aku cium di depan teman² mu"ucap Abra membuat Nilam melipat bibirnya.abra terkekeh melihat tingkah menggemaskan Nilam.
Berbeda dengan Inggrid hatinya panas melihat pemandangan di depannya.matanya berkaca² dia tidak menyangka cowok yang dia sukai adalah pacar sahabatnya sekarang.
Semakin hari hubungan Abra semakin dekat,berbeda dengan persahabatan Inggrid dan Nilam mereka semakin renggang karena Inggrid sering menghindari Nilam dan juga Sinta.
Sampai dimana ayah Nilam meninggal karena kecelakaan saat semester dua.sebagai seorang pacar Abra ingin melindungi Nilam apalagi Nilam tidak mempunyai keluarga lain.sedangkan Nilam tidak mau merepotkan Abra dengan membiayai kuliahnya,karena Abra sendiri masih kuliah semester akhir dan belum bekerja pikirnya nilam memilih kerja part time di restoran untuk membiayai kuliah dan hidupnya.
Abra yang kasihan pun meminta kepada orangtuanya untuk melamar Nilam, walaupun harus meyakinkan orangtuanya akhirnya mereka setuju melamar Nilam dengan syarat Abra akan ikut membantu di perusahaan.mereka juga menimbang semenjak bersama Nilam,Abra tidak lagi urakan tidak lagi jadi berandalan yang yang suka mabuk di markas.
Setelah perjanjian dengan orang tuanya,Abra melamar Nilam,walaupun harus meyakinkan Nilam akhirnya mereka menikah muda.semester empat Nilam mengandung abi.hidup Abra semakin sempurna dia semakin giat bekerja.walaupun ada saja masalah rumah tangga menghantam mereka bisa melaluinya.
Semenjak pernikahan Nilam Inggrid yang mempunyai circle sosialita dia menghambur²kan uang shoping berlibur dan menyewa gigolo untuk melampiaskannya.hingga dia hamil dan memilih mengaborsinya,hingga orangtuanya bangkrut dan mempunyai utang.
hingga datang seorang duda beranak dua anak dari sahabat ayahnya melamar inggrid,dengan terpaksa Inggrid menerima lamarannya.
Inggrid mencoba menerima keadaan karena semua kesalahannya kebangkrutannya orangtuanya.dan rahimnya di angkat karena pergaulan nya dia hamil dan memilih menggugurkan kandungannya,namun naas bidan yang membantu mengaborsinya bidan abal² hingga rahimnya harus di angkat.
Namun suaminya menerimanya rumah tangga mereka harmonis walaupun hati Inggrid tidak mencintai suaminya yang penting hidupnya tidak susah.
hingga belasan tahun kemudian suaminya meninggal dan Inggrid hanya mendapatkan satu buah pabrik kecantikan dan sebuah butik juga satu buah rumah.inggrid tinggal di rumah yang di berikan alm suaminya.
Sebagai seorang janda yang pernah merasakan muda bersama gigolo²nya Inggrid pun kesepian dia juga membutuhkan sentuhan Inggrid pun berpetualang lagi ke gigolo satu ke yang lainya.hingga dia melupakan pabrik dan butiknya walaupun ada yang di percayanya untuk mengelolanya.
Di saat pabriknya sedang ada masalah dia mendengar jika Nilam sakit, kesempatan untuk memiliki Abra tidak dia abaikan.hingga dia mendatangi Nilam dan mengatakan dia mencintai abra.dan meminta Abra jika Nilam meninggal mengabaikan perasaan sahabatnya.setelah menikah dengan Abra pabrik dan hidupnya kembali normal.
Namun tidak dapat merubah kebiasaanya.dia rutin ke dokter untuk memeriksa kesehatannya.
namun permainan dengan Abra menurutnya begitu membosankan selain Abra sudah tua,Abra juga tidak menggunakan hati karena pernikahannya dengan Inggrid bukan atas nama cinta.apalagi dia seorang masokis yang menurutnya permainan Abra monoton.
Liburannya ke luar negri adalah perintah anak² Abra,namun ternyata itu ide dari Inggrid sendiri menurutnya agar Abra menerimanya dan mereka lebih dekat.
flashback off..
Alva tersenyum sinis.
"jadi menurutmu bunda ku yang salah heh?jadi menurutmu bunda ku yang merebut laki² itu? kau bahkan belum mengatakan cinta,kau tau mereka saling mencintai.yang merebut pria itu adalah anda karena anda telah membunuh bundaku"ucap Alva matanya merah berkaca².
"aku tidak merebut ayahmu,tapi bundamu dia mengetahui bahwa aku mencintai pria di depan rumahku,hidupku berantakan karenanya"ucapnya.
"kau tau siapa namanya?bahkan kau tidak tau namanya bagaimana kau bilang bunda ku merebutnya,brengsek!"suara Alva menggelegar membuat Inggrid menciut.
"kau wanita murahan Inggrid,sayangnya kami tidak tau kelakuanmu dulu.kau begitu pandai bermain di luar sana hingga kami menganggap kau wanita baik² kami terbuai dengan ceritamu tentang rahim mu.namun nyatanya rahimu di angkat karena kesalahanmu sebagai ******"ucap alva
"kau menyalahkan bunda ku karena hidupmu berantakan,kamu tidak sadar itu ulahmu sendiri inggrid.kamu memang pantas mendapatkan piala Oscar karena pandai berakting di depan kami.atau memang kamu mempunyai kepribadian ganda?"tanya Alva.
inggrid terkekeh "jika aku mempunyai kepribadian ganda lalu kamu apa?kau seorang psikopat arya kau sebentar lagi akan menghuni sel isolasi sebagai orang gila, dan juga sebagai seorang psikopat jika kau berani membunuhku,kau orang gila,kau orang yang tidak waras"ucap inggrid dia tertawa walaupun airmatanya mengalir.dia menyerang mental Alva dia tau Alva masih di hantui penyakit mentalnya yang tiba² datang.
Alva mengetatkan rahangnya.
__ADS_1
"kita lihat bagaimana orang gila ini, orang tidak waras ini membuatmu tersiksa dan ya aku seorang psikopat kau sudah tau aku bisa membunuh siapapun termasuk suster Rini,dia aku buat menjadi suster ngesot aku telah memotong dua kakinya lalu dia merangkak mendatangi ku meminta ampun dan meminta untuk melepaskan nya,dan yah aku lepaskan dia dari dunia ini hahaha "alva tertawa.
"kamu tau bagaimana wajahnya saat aku bilang aku akan melepaskannya,dia begitu bahagia saat itu,tapi dia salah aku melepaskan untuk selamanya"Alva kembali tertawa.
Inggrid menelan ludahnya kasar.
"dia disini,suster itu aku lepaskan disini,disini inggrid"ucap Alva dengan wajah berbinar dan senyum lebar,dia melihat wajah ketakutan tersirat di mata Inggrid.
Alva berjalan keluar di ikuti Kevin,sedangkan Nathan ,Rey dan Ken masih berada di sana.
Rey mendekat "mau apa kalian"Inggrid meringsut.rey tersenyum miring.
"tolong keluarkan aku darisini"pintanya.
"apa yang aku dapat jika mengeluarkan mu"tanya Rey dia ingin tau apa yang di tawarkan Inggrid.
"kalian bisa mendapatkan apa yang kalian mau"ucap Inggrid bernegosiasi.
"apa yang kamu punya "tanya Rey lagi.
"aku punya segalanya,bahkan suamiku orang kaya di negri ini"ucap Inggrid.
"pak Abra maksudmu?"Inggrid mengangguk.
"ck kau bahkan sudah di ceraikan olehnya"ucap rey.inggrid menggelengkan kepalanya.
"kalian bisa menikmati tubuhku aku akan memuaskan kalian"ucapnya
Nathan mengerutkan keningnya.begitupun Rey dia tersenyum miring.
"heh kami memang bajingan,kami doyan wanita bahkan kami sering menyewa wanita,tapi kau harus tau wanita seperti apa yang melayani kami.kami tidak suka wanita bau tanah dan tua seperti mu apa yang bisa di lakukan wanita tua seperti mu itu heh.bukan kami yang puas tapi kamu yang puas atas permainan kami"ucap Rey.
"sudahlah Rey,dia lebih murahan dari wanita yang kita panggil untuk melayani kita"ucap Ken dia mendekat ke Inggrid membuat Inggrid meringsut mundur.
"apa yang mau kalian lakukan"ucap Inggrid ketakutan.
Ken memegang tangan Inggrid dan Rey memegang kakinya.nathan menyuntikan sesuatu pada lengan inggrid.lalu mereka meninggalkan Inggrid di tempat sepi itu.mereka akan melakukan itu beberapa hari kedepan dengan menambah dosisnya setiap hari.
...----------------...
Di rumah sakit sudah ada Zian,alea Dian, Ara, Juna juga Daffa dan Abi.
dr Daffa tadi datang ng setelah mendapat kabar dari Abi bahwa ayahnya masuk rumah sakit pun langsung bergegas mengunjungi ayah angkatnya.
tok..tok..tok..
"siapa ya yang dateng"ucap Dian berjalan membuka pintu.
'ceklekk..
__ADS_1
"selamat pagi"salsa berdiri di depan pintu kamar inap Abra
"salsa silahkan masuk,hai kail"sapa Dian tersenyum dia senang kail datang.
Di belakang salsa terlihat dua orang pria dan satu perempuan dia adalah Shawn dan Axel dan juga bibi Sarah.
Kail dan salsa tersenyum dia masuk di ikuti bibi Sarah yang membawakan makanan untuk Abra dan yang lain.
Bibi Sarah meletakan beberapa makanan tersebut di atas meja.
"terima kasih bibi"ucap salsa bibi Sarah tersenyum mengangguk dan keluar.
salsa menggandeng kail dan berjalan ke arah brangkar Abra.
Abra tersenyum senang melihat cucunya datang.
"pagi pak Abra apa kabar "sapa salsa.
"pagi opa"sapa kail.
"pagi, kabarku baik kalian apa kabar"tanya Abra dia melihat ke arah pintu berharap Alva datang.
"kami baik pak"jawab salsa dia tau Abra mencari suaminya
"kail cium tangan opa"titah salsa kail mendekati Abra dan mencium tangan Abra.
"kail....panggil Juna.
senyum lebar terlihat di wajah kail.
"bang Juna"kail berlari mendekati Juna yang berada di bangsal tunggu.
"kamu apa kabar salsa?bagaimana kandunganmu"tanya Abra.
"baik pak,kandungan saya baik² saja, mereka sehat"ucap salsa.
"mereka kembar salsa"tanya Dian menghampiri salsa dan mengelus perutnya.
salsa mengangguk" iya kak"jawabnya.
"apa Arya sudah mau menikahimu"tanya Dian.Abi,Abra alea dan zian menunggu jawaban salsa.
Namun salsa hanya tersenyum lalu menunduk,dia tidak bisa mengatakan kalo dia sudah menikah.
"apa Arya tidak mau menikahimu"salsa hanya diam.
"bagaimana status anakmu nanti sa apalagi twins"ucap Abi.
"apa kamu tidak bisa memaksanya?" lagi² salsa hanya diam
__ADS_1