
"apa kita harus pergi bos"tanya Rey.
"ga usah kalian istirahat aja di kamar"ucap alva.
Alva menyalakan pemantik dia sudah menyelipkan batang rokok di antara bibirnya.
Kevin pun melakukan hal yang sama hingga suara bel apartemen terdengar di telinga mereka Rey bangkit dia akan membuka pintu melihat siapa tamu yang datang.
Terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian kurang bahan dengan dandanan sedikit menor berdiri depan pintu.rey mempersilahkan orang tersebut masuk dan menyuruhnya untuk duduk di sofa.
Dia meninggalkan wanita tersebut menuju ruang tengah dan memberitahukan kalo orang yang di minta Alva sudah datang.
"dia sudah datang"ucap Rey.
Alva bangkit dan berjalan menuju ruang tamu terlihat wanita seksi tersebut sedang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan."ehem"alva berdehem membuat perempuan itu melihat ke arahnya.
Terpesona melihat wajah blesteran rambut gondrong body kekar tinggi tegap 'sempurna' gumamnya saat melihat alva,dia hanya diam menganga hingga tak menyadari Alva sudah duduk di sofa single.
"apa yang kamu pikirkan"tanya Alva.
"mm maaf tuan"jawabnya kikuk.
"saya memintamu untuk melayani saya sebagaimana kamu Melayani pelanggan mu,saya membayarmu jadi puaskan saya"ucap Alva wanita itu mengangguk.
"jangan mencari kepuasan karena saya tidak akan Sudi memuaskan mu,saya membayarmu untuk melayani saya bukan saya yang memuaskan mu"ucap Alva lagi.wanita itu mengangguk dia takut melihat tatapan tajam Alva.
"siapa namamu?"tanya Alva.
"Kirana"jawabnya.
"lakukan tugas mu nanti orang tadi yang akan memberitahu mu"ucap alva.dia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar.
Di SN
"Gimana wo"tanya abra sesaat setelah bowo masuk ke ruangannya.
Bowo menyerahkan amplop yang ia bawa dari rumah sakit.
Abra membuka amplop tersebut dan membacanya dengan teliti dia ulang kembali takut salah membaca.
"Apa artinya ini bowo"tanya abra belum yakin.
"Sesuai yang tercantum pak bos,obat tersebut adalah obat depresan dan obat penenang"jawab bowo.
"Jadi kamu mengatakan kalo anakku depresi?"tanya abra menatap tajam ke arah Bowo.
"Maaf pak bos,setelah saya cari tau bang ar adalah pasien dari jerman dan baru sekali dia ke psikiater disini"terang bowo.
"Maaf pak bos Saya tidak dapat mencari tau lebih dalam karena itu termasuk melanggar kode etik kedokteran, hanya itu info yang saya dapatkan.bang ar status nya masih harus konseling ke psikiater lanjutan dari Jerman"ucap bowo.
"Ya tuhan"abra memijat pelipisnya mendengar keadaan alva.
"Kita ke apartemen arya bowo,aku harus tau penyebabnya"ucap abra bangkit dari duduknya.dia pun menghubungi Abi mereka akan bertemu di lobi apartemen.
Setelah membersihkan dapur Rey dan Kevin ke kamar.mereka membuka laptop untuk menyadap cctv apartemen.satu jam Rey keluar kamar menemui Kirana untuk melakukan tugasnya dia pun sudah mengabari Alva via chat.
Kirana pun masuk kamar Alva di lihatnya Alva sudah membuka kaos dan celananya Alva kini hanya menggunakan boxer.sungguh Kirana terpesona melihat tubuh Alva dia sudah tidak sabar untuk menikmati tubuh kekar itu.tidak di bayarpun tidak masalah pikirnya.
"lakukan sekarang"ucap alva dingin
__ADS_1
setelah melakukan foreplay bel apartemen berbunyi namun Alva tidak peduli begitupun dengan Rey dan Kevin mereka hanya diam di kamar.
Ceklek..
Pintu apartemen terbuka ternyata masih sama seperti semalam Abra dan Bowo juga Abi masuk ke dalam apartemen.
Mereka sudah tidak sabar untuk bertemu dengan alva.abi melihat ruangan ada botol minuman di atas meja dan gelas bekas minum.dia pun berjalan ke dapur dan ruang tengah namun tidak ada alva.abraham berjalan menuju kamar Alva pintu sedikit terbuka hingga terlihat aktivitas panas di dalam sana Abi pun mendekat terdengar suara ******* erotis dari dalam kamar.
Terlihat seorang wanita sedang memacu di atas tubuh Alva.
"faster baby"ucap Alva dengan suara seraknya.
abi dan Abraham terpaku melihat apa yang di lakukan Alva.
Alva pun membalikkan tubuh wanita tersebut dengan posisi wanita itu memunggungi Alva dan dia memacunya dari belakang.alva memukul pantat wanita itu dan meremasnya.
Abi memalingkan wajahnya,Abra memilih meninggalkannya,syok tentu dari SMA ayahnya berpesan jangan se* bebas tapi apa yang dia lihat sekarang,Abra mengusap wajahnya kasar dia duduk di sofa ruang tengah bersama Bowo pikirannya berkecamuk melihat kejadian tadi.
Sedangkan Abi dia membuka pintu kamar alva agar Alva menyadari keberadaannya dan menghentikan aktivitas itu.suara pintu terbuka lebar terdengar di telinga Alva dia pun mengalihkan pandangannya ke asal suara.dia berhenti memacu dan menatap Abi.
"sorry bentar gue nanggung"ucapnya, Alva pun kembali memacu wanita tersebut dengan memukul pantat wanita itu.abi pun keluar tidak ingin melihat lebih lama pemandangan menjijikkan itu.menjijikan Karena wanita itu bukan istri Alva.
Setelah pintu tertutup Alva melepaskan wanita tersebut dan menyuruhnya untuk membersihkan diri walaupun kesal permainannya nanggung tapi Kirana tidak bisa berbuat apa² dia sudah mendapatkan bayaran yang lebih tinggi dari pelanggan lainya.alva bersandar di headboard mengingat kejadian tadi.
Setelah wanita itu sudah siap Alva masuk kamar mandi membersihkan diri membuang bungkus pisangnya.wanita itu masih duduk di tepi ranjang.alva mengikat rambutnya asal dia memakai celana kolor pendek dan dia tidak mengenakan kaosnya.
Alva dan Kirana melewati Abraham dan Abi,Bowo terlihat terkejut melihat ada wanita seksi keluar dari kamar Alva.
"ini bayaranmu,katakan pada madam amber untuk mencarikan aku perawan"ucap Alva meremas pantat wanita tersebut.
"tentu,senang melayani anda"ucap Kirana dengan suara menggoda.
Alva duduk di sofa dia menuangkan minuman ke gelasnya.
Abra dan Abi menatap Alva sendu sudah sangat dewasa dan matang tubuhnya kekar.kerja keras Nathan dan kevin berusaha keras melatih Alva tentu berhasil.
Terlihat tatto kepala singa di punggung sebelah kiri dan wajah bunda Nilam di dada sebelah kanan terlihat juga tatto tulisan kecil di bawah dada Alva dengan tulisan China.dan tatto barcode di pergelangan tangan bekas sayatan saat dulu percobaan bunuh diri
Mereka saling diam Alva menyandarkan punggungnya ke sofa.
"ada apa"tanya Alva to the poin.
Bowo mengerutkan keningnya melihat tatapan dan perubahan alva.
"apa kabar nak" tanya Abra.
"seperti yang terlihat aku baik"jawab Alva acuh.
"apa kamu tidak merindukan kami"tanya Abi airmatanya yang ia tahan menetes sudah,janji kepada sang bunda untuk menjaga adik²nya gagal dia bukan kakak yang baik menurutnya.
"ck bukankah kalian sudah bahagia... tanpa aku"alva menekankan kata terakhirnya.
"apa yang kamu pikirkan kami semua mencarimu kami semua kehilanganmu"ucap Abi.
Alva menegakkan punggungnya dia meraih bungkus rokok di depannya dia mengambil batang rokok dan menyelipkan nya di bibirnya dan menyalakan pemantik nya.dia menghembuskan asap rokok itu.
"siapa perempuan tadi nak"tanya Abra.
"jal@ng"jawab Alva singkat dia kembali menghisap rokoknya.
__ADS_1
"apa maksudmu"tanya Abra
"ck dia jal@ng wanita bayaran,tugasnya sudah selesai jadi dia pulang"ucap Alva.abra menghembuskan nafasnya berat.
"sejak kapan kamu bermain² dengan perempuan seperti itu"tanya Abi
"semenjak hidupku berantakan"jawab Alva
"ayah merindukanmu nak,ayah bersyukur kamu baik² saja tidak seperti berita yang mereka kabarkan"ucap Abra lirih alva menghembuskan asap rokok nya perlahan.
Dia pun merindukan keluarganya namun kekecewaan itu lebih besar dari rasa rindunya.
"kalian sudah melihatku bukan,saya sehat dan bahagia"ucap Alva.
Abra dan Bowo menelisik dan terus menatap Alva benarkah anaknya depresi.
"kenapa tidak pulang ke rumah?kami merindukan mu"tanya Abra dia harus bersabar.
"rumah yang mana?"tanya alva.
"rumah kita.apa yang terjadi saat kamu menghilang?apa kamu hilang ingatan"tanya Abi.
"aku tidak punya rumah keluarga ku membuangku dan tidak menganggap ku mereka memutuskan sesuatu tanpa meminta pendapat ku,jadi rumah yang mana?"tanya Alva sinis.
"apa maksudmu dengan keluargamu membuangmu?"tanya Abi.
ceklek..
Pintu kamar terbuka semua mata melihat ke arah Kevin, terlihat Kevin keluar membuka pintu apartemen mengambil kiriman dari bibi Sarah yang di kirimkan anak buahnya.
Kevin berjalan melewati Abra dan yang lain tanpa menyapa mereka menuju dapur dia membuka kulkas dan memasukan puding karakter yang di buat kail untuk daddynya.
"apa itu"tanya alva bangkit mengikuti Kevin.
"puding dari bibi Sarah bikinan kail"ucap Kevin.
"apa kamu mau makan"tanya Kevin.
"taro aja di kulkas"ucap Alva dia mengambil tiga gelas kosong.
"untuk apa gelas itu"tanya Kevin.
"untuk minum mereka"jawab Alva.
"jangan minum²an keras untuk orang tua,ini aja"Kevin mengeluarkan tiga kaleng minuman dari kulkas.
"Kamu selalu pengertian sayang terima kasih" Alva sekilas mencium bibir Kevin membuat Abi terkejut 'apalagi ini' pikirnya
"apa hanya itu"Kevin melirik tiga orang yang duduk di sofa ruang tengah tersebut.
Alva sudah terbiasa di cium Kevin saat mabuk,namun sekarang dalam keadaan sadar Alva ingin membuat keluarga nya jijik padanya pun menarik tengkuk Kevin dan ******* bibir Kevin.
Kevin tersenyum ini adalah ciuman yang sudah dia harapkan berciuman dengan Alva dalam keadaan sadar dia pun membalas ciuman Alva tanpa ragu.
Kevin memegang pinggang Alva dan memejamkan matanya.
Namum suara Abi membuat mereka terkejut.
"Apa yang kalian lakukan, menjijikan"ucap Abi dengan suara menggelegar.
__ADS_1