
Kini saatnya mereka poto keluarga,dian dan alea mencari Inggrid tapi tidak ketemu,sedangkan Inggrid sendiri sedang tidur di kamar tamu lain setelah meminum minuman yang berisi obat tidur.
"Ayo kita berfoto"ajak dian ke alva dan salsa karena melihat inggrid tertidur di kamar tamu 'mungkin kecapean'pikirnya.dian menarik tangan salsa agar alva ikut bergabung.kini mereka di posisi masing² Abra menggendong kail,juna pun minta untuk di gendong ke Alva karena Abi di samping dian dan alea.dian memberikan tempat untuk alva berdiri samping abra.
Dengan terpaksa alva menggendong juna beberapa shot sudah di dapat alva menurunkan juna.
"Daddy..panggil kail yang di belakang alva.
Alva menoleh dan matanya bertemu bersitatap dengan abra namun dia tersenyum pada kail.
"Turun boy kamu berat sudah besar"ucap alva.
"Daddy luka mu berdarah"ucap kail menunjuk ke punggung alva.
Abra pun spontan melihat ke belakang alva dan kemeja alva sudah tembus darah.
Darah sudah merembes ke kemeja,sedangkan salsa sedang berkumpul dengan mama sinta,dian,dan alea mereka membujuk salsa agar meminta Alva untuk menikahinya.
Denis sendiri sedang makan siang sedangkan kevin sedang sebat di luar karena di dalam banyak anak kecil dia juga merasa aman karena inggrid sudah tertidur Alva tidak akan terganggu.
"Kamu kenapa nak"tanya abra khawatir melihat darah di pundak anaknya.
"Tidak apa²"jawab alva datar.
"Daddy..
"Ayo kita pulang boy panggil mommy"ajak alva.tapi juna menarik tangan kail agar ikut bermain game yang di sediakan oleh dian di acara tersebut.
"Kamu kenapa berdarah?ayo ikut ayah kita obati"ucap abra menarik tangan alva membawanya ke ruang tengah.setelah membiarkan kail bersama juna.
"Tidak usah saya tidak apa²"ucapnya masih formal ke ayahnya.
"Ga nak kamu berdarah kamu"ucap abra
Abi yang melihat pun mengikuti takut terjadi apa² antar ayahnya dan adiknya itu.
"Ada apa yah"tanya abi.
Abra mendudukkan alva di sofa ruang tengah dia meminta abi untuk mengambil p3k dan baju ganti untuk alva.
"saya tidak apa² jadi jangan pedulikan saya"abra menggelengkan kepalanya.
"Biar ayah liat"ucap abra, alva akhirnya membiarkan abra mengobati luka tembak itu.
"Buka kemeja kamu nak"titah abra. Namun Alva bergeming.
Abra yang tidak sabar menggunting baju alva dan terpampang tatto kepala serigala dan tatto dengan tulisan China di tulang punggung alva dan sebuah pistol yang terselip di pinggang celananya.
Abi duduk di belakang abra melihat luka alva.abra membuka perban yang di pasang oleh Kevin tadi pagi.
"Luka tembak"ucap abra lirih namun terdengar oleh kedua putranya.
Abra pun membersihkan dan mengganti perban alva,dia hanya diam hingga tiba² denis berdiri di depan alva namun tidak mengeluarkan suara karena melihat alva menutup matanya,mungkin bos merindukan perhatian ayahnya seperti ini pikirnya.
"Apa yang terjadi bang jangan membahayakan nyawamu nak"ucap abra sambil membersihkan luka itu,dia mengobatinya perlahan dia masih ingin dekat dengan putranya.alva tidak menjawab dia tetap diam.
Hingga Tamu sudah pada pulang salsa yang menyadari alva tidak ada diapun mencarinya dengan alea.mama sinta dan satria serta zian berencana untuk ke ruang tengah.
"Apa yang terjadi ab"tanya satria.menghampiri Abra.
"Terluka"jawab abra.zian mendekat ke abra.
__ADS_1
"Ini luka tembak yah"ucap zian terkejut melihat luka alva.
"Apa yang terjadi ab apa parah"tanya sinta khawatir.
"Biar kami bawa ke dokter pak abra"ucap denis.
"Tidak Biar saya obati"ucap abra.
Denis pun mundur memantau dari jauh.
"Kamu kenapa al"tanya salsa yang baru datang dia begitu khawatir mendengar kata luka tembak.
"Aku gapapa sayang ga usah khawatir"jawab alva.sebanyak orang menanyakan keadaan Alva dia hanya diam.namun saat salsa yang menanyakan dia menjawabnya.duh
"mana baju kamu bang"tanya abra.abi memberikan bajunya ke Abra.
"pakai ini nak"ucap Abra.alva bangkit dari duduknya dia mengambil kemeja dari tangan Abra.
"terima kasih"ucapnya dan memakainya.pistol revolver masih terselip di pinggangnya.
"Daddy apa lukanya sudah di obati"ucap kail khawatir dia menghampiri daddy nya.
"Sudah boy"jawab alva mengelus kepala kail yang sedang memeluk pahanya.
"apa masih sakit?"tanya kail.
"no,don't worry"ucap Alva sambil mengancing kemejanya.
"kail menghawatirkan mu Daddy,bagaimana kalo Daddy nanti seperti mommy Ivana"ucap kail dia begitu takut jika kehilangan Alva.
Alva berjongkok memeluk kail dia mengecup pucuk kepala kail"Daddy akan baik² saja"mama Sinta tersentuh melihat kesedihan kail.
"kail akan melindungi Daddy"ucap kail.dia menatap wajah alva
"manis sekali"ucap Dian.
'Untuk saat ini aman Inggrid akan bangun saat tengah malam nanti' gumam denis dalam hati biarkan bosnya merasakan kehangatan di tengah² keluarganya belum ada yang menyadari kemana Inggrid pergi kecuali Dian.
"Kita makan malam bersama"ucap abi.
"Kita akan pulang"ucap alva.
"bisakah kita makan malam bersama mumpung kita sedang berkumpul ada Daffa dan juga dilla"tanya mama sinta.
"Daddy bolehkah kail bermain dengan Kaka Juna?"tanya kail alva menoleh ke arah kail yang memasang wajah memohonnya.selama ini anaknya tidak mempunyai teman bermain untuk saat ini ia membiarkan kail bermain dengan temanya.
"Ya pergilah"ucap alva melihat ke arah denis yang mengangguk kan kepalanya 'aman' itulah artinya.
Abra pun tersenyum senang melihat anaknya mau makan malam di rumah.alea sedari alva datang dia hanya diam tidak menyapa,alva tau adiknya kecewa biarlah memang lebih baik hubungan mereka merenggang biar mereka aman.
"Eh Inggrid dimana?"tanya mama sinta dan menutup mulutnya karena tanpa sengaja nanya Inggrid depan alva.
Sinta pun memilih ke dapur minta koki menyiapkan untuk makan malam,dan menanyakan Inggrid.setelah mendapatkan jawaban sinta ke kamar tamu dan melihat Inggrid tertidur dia pikir Inggrid kelelahan jadi di biarkan tidur.
Jam terus berjalan para perempuan sedang membantu Juna membuka kado.yang di bawa keruang tengah suara Juna dan kail mendominasi.sedangkan alva dan zian duduk di tepi kolam sambil menghisap rokok nya.berdiri denis dan kevin di belakangnya.
"Duduklah denis kev"denis dan Kevin duduk bergabung dengan mereka.
"Loe kapan berangkat honeymoon"tanya alva.dia menghisap rokok nya.
"Nunggu kerjaan gue kelar,lagian alea dapat tugas dari danu untuk membuat kan gaun pengantin untuk amel,loe tau kan besok Danu akad"ucap zian.
__ADS_1
"ya dia ngasih tau"jawab Alva,dia mendapatkan pesan dari Danu untuk menghadiri akad nya.
"Jadi loe fitting untuk groomsmen"tanya alva.
"Males gue banyak kerjaan,lagian alea udah tau ukuran bajuku"ucap zian.alva mengangguk.
"Ck bisa di tugaskan ke karyawan lain"ucap alva yang sesekali menghembuskan asap rokok dengan tatapan mengarah ke kolam tanpa menatap ke zian.
"cih,bukan payah alea tidak mau menerima paket honeymoon yang loe kasih,dia kecewa sama loe"ucap zian
"Kecewa?kenapa?tinggal buang kalo ga mau pakai?"ucap alva santai.
"Loe tau alea mau pergi honeymoon atas paksaan ayah untuk menghargai pemberian dari loe"ucap zian.
"hidup Loe repot amat,kalo dia ga mau paket honeymoon dari gue Loe beli tujuan lain"ucap alva.walaupun sedih mendengarnya Alva menguatkan hatinya mendengar penolakan alea."lagian Loe pergi honeymoon dan danu menikah lalu siapa yang nemenin danu nanti"ucap alva.
"Ya loe lah"jawab zian santai.alva menggelengkan kepalanya tidak berperikawanan manusia satu ini pikirnya.
"Lagian loe ada masalah apa sih sama ayah,loe mau jadi anak durhaka dengan tidak mengakui ayah"tanya zian
"Ayah yang mana?daddy gue jauh di Jerman"ucap alva.zian berdecak.
"Apa masalahnya karena ayah nikah lagi? Loe ga mikir biar ayah tuanya ada yang nemenin tidak kesepian,dan kalian bisa mempunyai keluarga yang utuh,alea ada tempat bercerita,lalu masalahnya apa?"tanya zian penasaran.
kevin menatap ke arah alva yang sedang memejamkan matanya mendengar kata² dari zian.
"Karena wanita ****** itu pembunuh"ucap alva mengeraskan rahangnya.
Zian terkejut dengan statement alva"membunuh siapa?"tanya zian.
"Bunda"jawab alva.
"Bunda meninggal karena sakit,loe tau sendiri bunda mengidap penyakit kanker dan dengan mata kepala gue sendiri bahkan kak dian,bang abi,mama,papa,ibun semua menyaksikan kepergian bunda dokter pun mengatakan hanya mampu sampai disini,lalu siapa yang pembunuh?"tanya zian tidak terima ibun di sebut sebagai pembunuh karena mereka sejak kecil mengenal Inggrid.
apalagi sekarang Inggrid sudah menjadi mertuanya.
Alva mengepalkan tangannya matanya berkaca² nafasnya memburu ingin dia menonjok wajah zian memukulnya hingga tak sadarkan diri,tapi dia tahan karena alea.
"jaga ucapan anda tuan Zian"ucap Kevin dengan gigi bergemelutuk.kevin mengeraskan rahangnya tangannya mengepal kuat tapi ini di rumah keluarga alva dia hanya menunggu reaksi alva. untuk mengantisipasi dia menekan tombol yang tersambung ke axel ,Shawn dan rey untuk berjaga.
shawn dan rey berlari ke arah kolam semua orang melihat nya pun penasaran apa yang terjadi bodyguard alva berlarian.abra dan satria menyusul.
"Kenapa loe ga terima takdir?loe menyalahkan orang lain yang sekarang jadi ibu sambung loe atas kematian bunda,kenapa loe ga mikir sekarang ayah ada yang mendampingi?kenapa loe cuma mikir kesakitan loe sendiri hah?loe egois tau ga cuma mikirin perasaan loe sendiri?sampai loe ga menganggap ayah dengan menghapus nama keluarga loe?"ucap zian menggebu mungkin ini waktunya dia ngomong panjang lebar ke alva.
"Bunda meninggal karena sakit loe tau itu,tapi loe menutup mata dan menjadikan ibun sebagai pembunuh,hati nurani loe dimana hah?kita udah mengenal ibun dari kecil waras dong loe, loe sakit karena pemikiran loe sendiri,loe tanam kebencian loe di hati loe sekarang lihat loe jadi orang yang keras,bahkan sama keluarga loe sendiri loe musuhin"ucap zian.
"Bugh.... Zian terhuyung karena pukulan dari Kevin,kata² itu menyakiti Alva 'waras?' dia sudah berusaha sabar sedari tadi alva di tekan dengan kata² yang menyakitkan.
"Loe ga usah ikut campur loe bukan keluarga disini"ucap zian dia menghapus jejak darah di sudut bibirnya.
"kak zi..
"Zian...suara alea dan mama Sinta terdengar.
" Diam loe bangsat!! loe ga tau apa² tentang alvarez"ucap Kevin menunjuk zian.
"gue pastiin loe akan menyesal dengan kata² yang loe ucapkan"ucap kevin.dia tidak terima sungguh tidak terima jika ada yang menyakiti menyerang mental Alva orang yang dia cintai.
Abra,abi dan satria hanya diam melihat dan mendengar kan,sedangkan Shawn dan rey mendekat ke alva.
"Saya hanya ingin keluarga saya utuh, Arya kembali dengan keluarganya dengan abang dan adiknya,saya hanya menyadarkan bahwa dia tidak pantas membenci ibun dia adalah orang baik dia sahabat bunda dan bunda meninggal karena sakit"ucap zian lagi.
__ADS_1
Denis dan Kevin tertawa sumbar "nyonya nilam memang sakit pak Zian dan meninggal karena penyakit yang di deritanya cepat atau lambat pasti akan meninggal. tapi seorang iblis yang berwujud bak bidadari perlahan menjemput maut untuk sahabatnya.kalo anda ingin tau kenapa bos saya bersikap seperti ini,itu karena kesalahan kalian semua"ucap denis.
"ah pak abra kesalahan anda sangat besar anda menikah tanpa memberitahu dan membicarakan dulu kepada bos saya padahal sebuah keluarga adalah keputusan bersama bukan?tapi anda tiba² saja menikah apakah anda tidak menganggap bos saya anaknya,maka inilah balasannya. anak anda mengabulkannya dengan tidak menganggap anda bapaknya lagi,dia di terima dengan baik oleh keluarga Hernandez,jadi jangan berharap lebih pada Alvarez .karena anda sendiri yang tidak menganggapnya.yang ke dua begitu mudahnya anda memutuskan untuk menikah padahal empat puluh hari saja belum bahkan kuburan pun masih basah,bahkan bayang² istri anda mungkin masih ada di kamar anda,bahkan mungkin anak anda masih terbayang saat melihat kursi yang biasa istri anda duduki? Yang ketiga anda menikahi orang yang salah,anda menikah dengan seseorang yang telah menyingkirkan ratu di rumah anda lucu sekali "ucap denis.