BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
EXTRA PART MALAM PERTAMA KEVIN


__ADS_3

Dea menundukkan kepala Kevin agar tanganya bisa membantu mengeringkan rambut Kevin yang basah.


Kevin menunduk melihat belahan dada Dea membuatnya ingin menyerangnya.


Kevin meraih pinggang Dea yang membuatnya terkejut.


mata Dea melihat ke wajah kevin mata itu penuh nafsu membuatnya takut.


melihat wajah Dea yang dekat membuat Kevin ingin melahapnya.dia pun mencium bibir Dea penuh nafsu dia sadar sepenuhnya karena dia juga tidak dalam keadaan mabuk.


Kevin menggendong Dea dan membawanya ke ranjang pengantin tanpa melepas bibir nya yang bertaut.


Kevin melepaskan celananya setelah Dea mendarat dengan sempurna di ranjang itu.


terlihat begitu sempurna saat Dea melihat ke tubuh inti kevin.dea menelan ludahnya kasar.


"Kevin..lirihnya.


"maafkan aku Dea aku melakukan ini,aku tidak mengerti dengan tubuhku yang menginginkan mu"ucap Kevin.


dia meremas gundukan bukit di dada Dea dan bibirnya menyesap yang di sebelahnya.


dia merasa sudah tidak waras.dulu dia berhasrat dengan Alva namun dia begitu menikmati apa yang ada di tubuh Dea.


Dea melenguh suara dea membuat nafsu Kevin memuncak dia tidak ingin berlama² dia menghujamkan Senjatanya ke bagian inti Dea.


"pelan² kev ada baby"ucap Dea.


Kevin yang menyadari Dea sedang hamil pun memelankan pergerakannya.malam pertama mereka mereka lalui sebagaimana malam pertama suami istri pada umumnya walaupun dengan bantuan obat.


**


"apa mereka melakukannya?"tanya Rey.


"gue rasa iya, dan kita harus sering² kasih itu obat biar dia menjadi pria sejati"ucap Shawn terkekeh.


"bangsat emang loe Shawn"ucap Denis yang saat ini mereka masih berkumpul di rumah alva.


"dia sudah menjadi pria sejati karena sudah mau punya anak.emang loe hah bikin doang"ucapnya lagi.


"heh gue pria sejati karena masuk pada tempatnya"sergah Shawn.


"maksud loe apa pria sejati karena mau punya anak,lalu gue gimana yang belum punya anak"sungut Rey.


"sorry bro bukan itu maksud gue,loe tau gimana bang Kevin dia menutup hatinya untuk para wanita hanya untuk seorang Alvarez,pisang bro masa ketemu pisang"ucap Denis.


"ada apaan nih nyebut² nama gue"ucap Alva berdiri di depan pintu.


"ga ada apa² bos,lagi ngomongin bang Kevin"ucap Denis.


"loe jadi Shawn ngasih tu obat ke Kevin?"tanya Alva yang tau rencana Shawn.


"jadilah bos"ucap Shawn bangga.


"dia pasti habis ini mencari tahu siapa yang ngasih obat itu"ucap Alva dia ikut duduk bergabung dengan Shawn Rey dan Denis.

__ADS_1


"aman bos"ucap Shawn.


**


Kevin saat ini merebahkan tubuhnya di samping Dea kegiatan panasnya menghabiskan hampir dua jam.


obat sialan itu membuatnya tak kunjung ingin berhenti atau entahlah apa dia sudah menikmati aktivitas itu bersama Dea?...


'siapa yang melakukan ini'gumamnya dalam hati.matanya menatap langit² hotel.


'tidak terlintas di pikiran Kevin bahwa yang mengerjainya adalah orang² terdekatnya.


karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri orang² rumah semua pulang tadi siang setelah acara selesai mengiring kepergian Albert dan Dominic.


Kevin menghela nafas kasar dia bangkit dari ranjang dan melangkahkan kaki ke kamar mandi namun sebelum dia masuk ke kamar mandi dia menyelimuti Dea yang tertidur setelah aktivitas ranjang mereka.


setelah membersihkan diri Kevin keluar kamar dia menuju pantry dan meminum minuman yang dia pesan tadi pada room service.


dia duduk di sebuah sofa yang menghadap pemandangan malam ibukota.


pikiran dia mengingat aktivitas bersama Dea tadi dia bermain dengan Dea dalam keadaan sadar hanya nafsunya yang tak terkontrol.


Kevin menghela nafasnya dia menyesap minuman.tidak pernah terpikirkan bahwa dia akan menikah dan akan mempunyai anak apalagi bercinta dengan perempuan,karena selama ini dia merasa sangat mencintai Alva.


bahkan dengan nyawanya dia berikan untuk Alva namun sekarang dia menikah dengan seorang perempuan apa dia harus bersyukur karena dia hidup normal seperti orang² menikah pada umumnya?apakah ada kelainan lain dia menyukai seorang laki² dan perempuan?apakah dia sudah kembali pada kodratnya sebagai laki² normal?apalagi Dea sedang hamil dan akan segera mempunyai anak.haruskah dia mencoba membuka hati untuk Dea yang sekarang menjadi istrinya?


pikiran Kevin berkecamuk ini tentang hati,namun dia tidak mampu memilahnya.dia masih bingung dengan perasaanya.


apakah dia butuh seorang psikolog?


Dea terbangun dari tidurnya tenggorokannya terasa kering.dia menyandarkan tubuhnya di headboard ranjangnya.matanya melihat ke samping namun tempat itu kosong,mungkin dia ke kamar mandi pikirnya,diapun turun dari ranjang dan berjalan keluar untuk mengambil minum setelah dia minum dia pun akan kembali ke kamar namun langkahnya terhenti saat melihat Kevin tidur dengan posisi setengah duduk dengan botol minuman yang terbuka tutup botolnya.


Dea meneteskan airmatanya,entah bagaimana perasaannya.beberapa jam yang lalu mereka bercinta dengan penuh gairah,bahkan Kevin melakukannya berkali².


menyesalkah?pikirnya


Dea meninggalkan Kevin dan memilih masuk ke kamarnya.sesusah itukah membuka hatinya untuk mendapatkan cintanya'gumamnya air matanya terus mengalir.lelah hati dan pikirannya membuatnya tertidur meninggalkan masalah yang tak jua menemukan jalanya.


pagi menjelang morning sicknessnya belum juga hilang saat ini dia sedang di kamar mandi mengeluarkan semua isi perutnya.


namun Kevin tak juga datang membantu hingga lemas Dea bersandar di dinding kamar mandi airmatanya kembali mengalir,suasana hati dan mood swing membuatkan gampang melow gampang menangis.


satu jam Dea bersandar didalam kamar mandi kakinya ia tekuk sikunya bertumpu pada lututnya.kevin terbangun saat suara alarm berbunyi dia menegakan tubuhnya dan mengusap wajahnya yang kusut itu,kepalanya sedikit pusing.dia memijit pelipisnya.dia melihat pintu kamar yang masih tertutup.


'apa dia masih tidur'pikirnya.


Kevin berjalan menuju dapur dia berjalan sedikit sempoyongan dia mengambil gelas dan mengambil botol air mineral.


setelah meminumnya Kevin ragu untuk masuk kamar entah dia harus bagaimana saat bertemu dengan dea.setelah lama berpikir Kevin menarik nafas dalam dia memutar knob pintu dan melangkahkan kakinya namun dia tidak melihat Dea di ranjangnya.


mungkin di kamar mandi pikirnya.kevin duduk di tepi ranjang dia menunggu Dea keluar dari kamar mandi.karena dia sendiri ingin membersihkan diri.setengah jam Dea tak juga keluar pintu kamar mandi tak tertutup rapat tidak ada suara air.


Kevin mendorong pintu kamar mandi dia takut terjadi sesuatu pada Dea.matanya mencari Dea.kamar mandi presidential suite lumayan luas dia melangkahkan kakinya lebih masuk ke dalam.


saat masuk lebih dalam Kevin melihat Dea bersandar di dinding kamar mandi,dia pun berjalan mendekat.

__ADS_1


"de kamu kenapa"tanya Kevin dia khawatir terjadi sesuatu dengan anaknya.


"apa ada yang sakit,aku panggilkan dokter"ucapnya lagi di melihat wajah Dea yang pucat.dea menggeleng dia mengusap bibirnya dan bangkit dari duduknya.


"kamu masih mengalami morning sickness?"tanya Kevin.


"udah biasa"jawab dea.


"ayo kembali ke kamar aku akan membuatkan teh untukmu"ucap Kevin.


Dea tak menjawab namun dia berjalan keluar kamar mandi.


Kevin mengikutinya dari belakang,dan memastikan Dea duduk,lalu Kevin keluar kamar untuk membuat teh.


setelah membuatkan teh dan membawanya ke kamar dan memberikannya pada Dea Kevin menghubungi room service untuk mengantarkan sarapan untuk mereka.setelah selesai Kevin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.dua puluh menit Kevin keluar dari kamar mandi dia melihat makanan sudah ada di meja.


"ayo kita sarapan mumpung masih hangat "ajak kevin.dea bergeming.


"Dea"panggilnya.


"Dea ayo kita sarapan"ucap kevin lagi.


"Dea jangan buat aku marah"ucap Kevin dengan nada tegas membuat Dea menciut.


"jangan membuat kesabaran ku habis Dea,ayo cepat sarapan dan kita ke rumah sakit"ucap kevin.


"buat apa kerumah sakit"tanya Dea.


"buat memastikan anakku baik² saja"ucap Kevin dia tidak sadar bahwa jawabannya membuat Dea sakit hati.


'anak?yang di pikirkan hanya anakya ya dia hanya menyayangi anaknya dia perhatian karena anaknya di mau menikah denganku karena anaknya,lihatlah nak bahkan kamu yang masih sangat kecil saja mendapatkan perhatian yang besar dari papamu dia sangat menyayangimu'ucap Dea dalam hati.


"Dea kamu dengar apa yang aku katakan,cepat sarapan aku tunggu di meja makan"ucap Kevin meninggalkan Dea.


setelah beberapa saat pintu kamar terbuka Dea melihat Kevin yang sedang makan.dia berjalan mendekat ke meja makan.


"duduk dan makanlah"ucap Kevin dingin.


Dea tidak tau sesungguhnya Kevin hanya menutupi perasaan bersalahnya karena semalam.


"makan ini"Kevin mendorong mangkuk berisi oatmeal dengan potongan buah dan minuman smoothie juga ada telur ,susu ibu hamil pun di buatkanya karena dia tadi menyuruh orang untuk membeli susu hamil.


"ini susu hamil, minumlah"ucap Kevin.


dia melanjutkan makannya yang tertunda.kevin sudah selesai dengan makanya namun dia masih duduk di kursi itu sambil membuka hp nya.dea nampak melahap habis makanannya.kevin nampak menyunggingkan senyumnya.


bersiaplah kita akan pulang setelah ini"ucap Kevin.


"sebelum pulang kita ke dokter dulu"ucapnya lagi.


"Dea"panggilnya membuat Dea melihat ke arahnya.


"aku minta maaf soal semalam.."sejenak Kevin menghela nafas.


"aku tidak tau siapa yang memasukan obat sialan itu ke dalam minuman ku.tubuhku panas semalam sama seperti saat kita dari club' dulu dan berakhir di atas ranjang"ucap Kevin.

__ADS_1


"bukan aku memanfaatkan mu,tapi aku tidak tau cara agar aku bisa mengendalikan obat itu.dea rumah tangga kita pernikahan kita terjadi karena sebuah kecelakaan dan kamu hamil anak ku,bukan murni dari perasaan ku,aku minta maaf namun aku menerima kamu dan anakmu bagian dari keluargaku.aku tidak tau akan kemana pernikahan ini yang pasti kamu tidak usah khawatir karena aku bukan pemain wanita jadi ku pastikan tidak akan selingkuh itu yang harus kamu garis bawahi"ucap kevin


__ADS_2