
"rey bawa bos pulang"ucap kevin.rey dan Shawn mengangguk.
mereka membawa alva keluar rumah.axel mengajak kail untuk pulang.
"tapi kenapa uncle"tanya kail yang masih ingin bermain.
"Daddy sakit"ucap Axel,kail pun berlari mengejar Alva yang sedang di papah oleh Rey dan Shawn.
"Daddy are u oke"tanya kail.yang melihat Alva meringkuk di jok mobil.
gejala bipolar dia akan marah dan semarah²nya hingga tidak akan bisa menahan diri ketika dia sedang marah dan dia juga akan sangat sedih saat dia sedang bersedih dan akan membuatnya putus asa seolah² dunia tidak berpihak padanya.dan saat ini dia sedang bersedih dia kecewa Zian mengatakan seperti itu.melihat semua keluarganya tidak ada yang peduli padanya,hanya Inge..Inge..dan Inge.
pemandangan seperti ini sudah sering kail lihat,dia akan menenangkan Alva dengan memeluk atau mengelus rambutnya.
"Daddy"airmata kail mengalir.
"ayo mba salsa kita pulang"ajak Denis salsa mengangguk dia mengambil tas nya.sedangkan Kevin masih berdiri depan Zian.
"Saya kasih tau sedikit bocoran jika kalian tidak percaya dengan kami,cari Dito dia saksi bagaimana perempuan itu membunuh ratu di rumah ini,dan satu lagi dalang pembunuhnya adalah suster Rini perawat yang anda percayai pak abra,tapi percuma jika kalian mencari suster Rini karena Alva sudah mengirimnya ke neraka"ucap kevin.
"Degh....
Jantung abra berdetak mendengar kata² kevin.sinta menutup mulutnya tidak menyangka kenyataan yang dia dengar pun alea menangis tersedu.dia pun berjalan meninggalkan tepi kolam itu namun baru beberapa langkah dia berhenti.
"Ah ya jangan hanya ingin di mengerti tapi mengertilah keadaan Alvarez,saya masih menahan diri untuk tidak ikut campur tentang keluarganya,tapi kalian semua terus saja menyalahkannya tanpa mencari tau kebenaranya, bukti rekaman cctv pun ada pada Dito, cari tau sebelum anda menyalahkan dan jangan pernah menekan alva sekali lagi kalian menyerang mentalnya,saya sendiri yang akan menghabisi kalian,saya tidak pernah melihat siapa kalian mau saudara atau bukan,hati saya tercipta untuk menghabisi siapa saja,yang menganggu hidup orang² di sekitar saya"ucap kevin berlalu pergi
**
Semua terdiam mendengar kenyataan dari kevin.apa benar inggrid melakukanya mengingat ke belakang saat di rumah sakit, Inggrid tidak mengatakan apapun dia hanya menangis saat nilam meminta abra untuk menikahinya.
Bahkan abra sering menjemput atau makan siang bersama inggrid Ats permintaan Nilam.
Sayangnya Kevin tidak mengatakan apapun.teringat Alva abra pun berlari mengambil hp dan dompetnya.
"Abang kita susul arya"ucap abra.abi pun mengangguk dan mengikuti langkah ayahnya.
Alea masih menangis di pelukan sinta.
"Apa benar ibun melakukan itu mah"tanya alea
"Semoga saja gak sayang karena ibun sahabat bunda mu semoga ini salah paham"ucap mama sinta.
"Kenapa Inggrid ga bangun sama sekali padahal berisik"tanya sinta yang kini berada di ruang tengah.
Alea mengompres pipi zian.
"Sudah sayang aku gapapa koq"ucap zian.
Seorang pembantu datang membawakan salep untuk zian.
"Inggrid belum bangun"tanya sinta.
"Maaf bu, tadi temenya mas arya menaruh obat tidur ke minuman bu Inggrid,katanya biar mas arya mau lama² disini"ucap art tersebut membuat sinta tercengang pantas tidak ada kelihatan sepanjang acara.
Rey memang mengatakan tujuanya,art hanya diam dia takut melihat wajah rey.
Alva kini sudah berada rumah, dokter andri sudah menunggu di depan pintu, Denis menghubunginya untuk datang segera ke rumah.alva di beri obat penenang dan dokter andri juga mengobati kembali lukanya.
Salsa menangis memeluk kail melihat keadaan alva.
"Sudah mba salsa pak bos baik² aja"ucap rey
Sedangkan abra dia tidak tau rumah sakit mana yang di datangi alva.
__ADS_1
Dia mendatangi beberapa rumah sakit terdekat tapi tidak ada nama alva.rumah sakit delta pun di datanginya.akhirnya tujuan terakhir mereka mendatangi apartemen.satpam yang sudah mengenal abra menyapanya.
"Pak abra"sapanya.
"Apa arya sudah pulang"tanya abra.
"Loh pak arya kan sudah ga tinggal disini"jawabnya.
"Kemana?"tanya abra lagi.
"Udah pindah ke rumahnya pak udah lama"jawabnya.abra melihat ke arah abi dan abi hanya mengangkat bahunya.
**
Alva sudah tidur di kamarnya kail menemani daddy nya dengan tidur di sebelah alva.kail sungguh menyayangi ayahnya walaupun bukan ayah kandung tapi dari alva dia merasakan kasih sayang dia sangat takut kehilangan daddynya,salsa mengikuti langkah Denis keluar.
*
Abi dan abra kembali ke rumah dengan tangan kosong setelah mendatangi markas namun tidak ada Dito disana,Gilang mengatakan "Dito sudah tiga bulan tidak pulang"
"Gimana keadaannya ab"tanya satria.
Abra menggeleng
"arya ga ada di rumah sakit manapun pah,bahkan nama Hernandez atau alvarez pun ga ada kita ke apartemen nya katanya udah pindah ke rumah tapi rumah yang mana?rumah yang di kasih ayah kosong"jawab abi.
"Lalu gimana Sekarang ab?"tanya sinta.
"Kemana Inggrid?"tanya abra.
Sinta pun menceritakan Inggrid di obat tidur.
"Aku ga tau apa yang harus aku lakukan"ucap abra mengusap wajahnya.
"Apa mungkin Inggrid melakukan itu kita bersahabat"ucap mama sinta lagi.mama yang satu ini memang plin-plan sudah memberi ide untuk menyelidiki tapi dia sendiri yang ragu
"Aku akan menyelidiki cctv besok dan aku akan mencari dito"ucap abra.
*
sedari tadi dian menghubungi salsa.namun baru ini di angkat.
Tut..tut..tut..
"Sa Gimana bang ar?"tanya dian. Semua menatap ke arah dian.
"....."
"Ya sudah kalo lagi tidur"
"Katanya kamu tinggal di rumah sekarang ya sudah ga di apartemen lagi".
"........"
"Boleh aku minta alamatnya ayah ingin menjenguk nya"
"......."
"Aku tunggu"
"Ayah tenang,alva sedang istirahat sudah di kasih obat penenang,mereka tinggal di rumah tapi salsa ga bisa kasih tau tentang alamat barunya nanti kalo alva sudah sadar baru dia akan tanya"ucap dian.
"Terima kasih nak"ucap abra.
__ADS_1
"apa yang bisa saya bantu yah"tanya Daffa yang sedari tadi hanya diam.dia tidak berani untuk ikut campur.tapi setelah mendengar ucapan Kevin dia sedikit paham apa yang di alami Alva.
"terima kasih nak,ayah hanya ingin bertemu dengan Arya"ucap Abra.
Daffa mengangguk.
"Makan malam disini Daffa Dilla mah,koki udah masak banyak harusnya bang ar makan malam disini"ucap dian.
"maaf kalian harus melihat keadaan ini"ucap abi.daffa mengangguk.
"aku juga sebenarnya bingung saat Arya memperkenalkan diri dengan nama Alvarez darren Hernandez,dia juga memintaku memanggilnya Alvarez atau darren"ucap Daffa.
"aku juga ga tau apa yang terjadi padanya,dia kuliah di Jerman saat bunda meninggal dan 7tahun yang lalu di nyatakan hilang bahkan polisi mengatakan kemungkinan arya meninggal.namun beberapa bulan yang lalu dia kembali tapi sebagai orang baru aku begitu tidak mengenali adiku sendiri"Abi menghela nafas.
mereka mengobrol sedangkan Abra dan satria mereka sedang di ruang kerja Abra.
"kita harus selidiki ini ab"ucap satria.
"ya,tapi aku ga mau gegabah sat"ucap Abra.
**
Di kediaman Alva saat ini salsa dan kail sedang tidur menemani Alva yang belum juga bangun kail memeluk Alva dengan posisi Alva di miringkan oleh dokter Andri agar lukanya tidak tertindih.kevin dan Denis meletakan bantal di belakang tubuhnya agar Alva tetap posisi miring.sedangkan salsa memeluk kail dari belakang mereka terlelap setelah makan malam.
Alva membuka matanya dia melihat salsa dan kail yang tertidur pulas pun tersenyum.
ceklek..
suara pintu terbuka alva melihat Kevin menghampirinya.
Alva tak pernah marah pada kevin.dia begitu percaya dengan Kevin apalagi dia tau Kevin menyukainya,dia tidak suka wanita.
"apa yang kamu butuhkan"tanya Kevin dengan suara rendahnya.
"minum"Kevin membantu Alva untuk minum menggunakan pipet.
"mau makan?"Alva menggeleng.
"apa perlu aku kasih pelajaran untuk mereka"tanya Kevin.
"jangan biarkan mereka mendekati ku"jawab Alva.
"sure itu sudah pasti"jawab Kevin.
"bagaimana besok mau hadir ke akad teman mu yang pengacara itu?"tanya Kevin.
"ya aku harus datang"jawab Alva.
"mereka pasti ada"ucap Kevin.
"ya aku tau,setelah akad dan mengucapkan selamat kita pulang"ucap Alva.
"baiklah jika membutuhkan sesuatu kabari aku"ucap Kevin.alva mengangguk.
Kevin mengelus surai rambut Alva.
"thanks"ucap Alva dia terbiasa dengan perlakuan kevin.dia menganggap perlakuan Kevin perhatiannya sebagai seorang abang.walaupun ia tau perasaan kevin.yang penting dia tetap waras dan bisa membedakan mana laki² dan perempuan.
Namun bagi Kevin perhatiannya dan perlakuannya adalah bentuk perasaanya.dia tau Alva menganggapnya seperti abangnya.dia berharap semoga Alva tidak menyadari perasaanya,dia takut Alva akan menghindarinya atau menjauhinya.baginya di sampingnya adalah hal terpenting walaupun nyawa taruhannya ia akan bertahan disamping alva sampai ia menutup usia.
Kevin menyelimuti Alva,sebelum keluar dia melihat ke arah Alva yang sedang memandang dua orang yang sedang terlelap di sampingnya.
keberadaan salsa di samping Alva bukan ia anggap pengganggu atau merebut perhatian dan waktu alva.
__ADS_1
tapi bagi Kevin selama Alva bahagia dia tak mempermasalahkan nya.apalagi selama ada salsa Alva bahkan tidak pernah pergi ke club' atau memanggil ******.dia bahkan tidak pernah bangun malam dan mengalami mimpi buruk.