BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
ABRA DI APARTEMEN


__ADS_3

Alva yakin ayahnya akan datang dia pun membuat apartemen berantakan.botol minuman dan kaleng berserakan piring kotor di biarkan di atas meja makan dan puntung rokok dimana².


"apa yang terjadi"tanya Abra melihat apartemen Alva dalam keadaan kacau.


Abra pun memeriksa setiap ruangan namun kosong.dia juga masuk ke kamar alva yang terlihat berantakan sprei dan selimutnya.harum parfum Alva masih tercium namun bercampur dengan bau rokok.diapun duduk di tepi ranjang melihat sekeliling kamar tersebut.


Hingga jam 8 alva tak kunjung pulang dia pun meminta Bowo untuk pulang meninggalkannya di apartemen.walaupun ragu Bowo akhirnya pulang meninggalkan bosnya sendirian.


Sedangkan di club' Alva baru saja datang setelah dari rumah menemui anaknya.dia di arahkan oleh Sean yang sudah menunggu untuk masuk ke ruang VIP.


Terlihat di dalam ada Dito,Faris,Juan dan Dewa yang sedang memainkan hp nya.


"ehemm"Alva berdehem membuat mereka mengalihkan pandangannya.mata mereka membulat melihat Alva, mereka semua bangkit Dito mendekati Alva dia memperhatikan dengan seksama.


"Arya"Dito menangis memeluk Alva dia tidak menyangka orang yang memintanya bertemu adalah Alva setelah tadi mereka ngotot untuk pulang karena menunggu dari Maghrib.


Alva membalas pelukan dito.si manusia blesteran jepang ini masih sama namun terlihat dewasa.dito melepaskan pelukannya matanya yang basah masih menelisik wajah alva yang terlihat berbeda.


Juan Faris dan dewa pun mendekat mereka memeluk Alva bergantian tatapan binar bahagia melihat orang yang mereka rindukan yang di nyatakan hilang dan mati ada di depannya.


Setelah sedikit ngobrol dan menanyakan angel,Alva pun menawarkan mereka untuk bergabung di ggsi angel sendiri sudah menikah.alva tidak menyangka si tomboy itu akhirnya menikah.


Alva juga mengatakan untuk berlatih di tempat latihan yang di sediakan. setelah semua setuju dan sepakat besok mereka akan di jemput dan di bawa ke tempat latihan.

__ADS_1


"kalian bukan hanya menjadi detektif tapi kalian juga akan berlatih profesional kalian juga akan menggunakan ini"ucap Alva mengeluarkan senj@ta api dari belakang pinggangnya yang selalu ia bawa kemana pun.


Juan,Faris,Dito dan dewa saling tatap.


"kalian tidak perlu khawatir kalian akan berlatih menembak dan beladiri di tempat pelatihan kalian juga bisa mendampingi artis atau pejabat yang memerlukan bantuan kita"ucap Alva.


Pekerjaan ini adalah impian mereka dulu.mereka pun mengangguk.kevin menatap orang² di depannya dia memastikan agar orang² tersebut tidak berkhianat.


"mereka semua orang² ku,kalian akan tinggal di tempat latihan disana akan menyenangkan banyak orang disana,aku dulu pernah berjanji pada kalian suatu saat akan membuat mata elang ini nyata, namun aku lebih membangun ggsi ini dan aku harap mata elang bergabung denganku"ucap Alva.


"itu pasti dana yang mata elang terima juga dari kamu ar,kamulah ketuanya.walaupun kami bergabung dengan ggsi itu sama aja"ucap Dito Faris dewa dan Juan mengangguk."baiklah kalian bersiaplah besok akan ada yang menjemput kalian,dan panggil aku Alva"ucap alva.


Malam makin larut Alva sudah banyak minum Kevin membawa Alva pulang ke apartemen.kevin terpaksa meninggalkan Alva sendirian setelah Alva masuk apartemen dia pun pergi. Axel mengabarkan ada orang yang ingin membubarkan tempat khusus latihan,terpaksa dia dan Rey pun bergegas ke tempat latihan.


Di apartemen Abra masih setia menunggu putranya.dia masih memikirkan


Kamar yang pengap dengan bekas asap rokok tercium sangat menyengat di hidungnya dan baju di keranjang dan kasur yang berantakan.


Setelah memikirkan apa yang terjadi dengan anaknya abra mulai lelah menunggu ia pun mulai mengantuk di sofa yang tanpa penerangan itu.


Terdengar di telinganya suara pintu terbuka dia pun terjaga dan menegakan tubuhnya,melihat alva masuk dengan sempoyongan dan melempar jaketnya asal ke sofa dimana abra duduk,dia terus memandangi anaknya.tapi karena mabok,jaket yang ia lempar jatuh ke bawah ah tapi dia tidak mempermasalahkan itu.


Dia berjalan ke kulkas dan mengambil kaleng bir dan membawanya ke mini bar.dia pun duduk pikiranya berkelana mengingat tadi siang saat di mobil, dimana dia pulang dari mall bersama putranya dia melihat istri sang ayah keluar dari mobil dengan supir yang dulu sering mengantarkan bundanya.

__ADS_1


Hatinya memanas tanganya mencengkeram erat rahangnya mengeras dengan tatapan yang tajam tapi sedikit meneteskan air matanya,ia melemparkan kaleng minuman yang baru ia buka.


"Praaakk..suara kaleng itu membuat Abra terkejut.


"Brengsek kau Abraham...


'deg...jantung Abra berdegup mendengar umpatan putranya.apa salahnya?mereka saja belum bertemu,melihat Alva setelah sekian lama setelah di nyatakan menghilang bahkan meninggal Abra sudah meneteskan airmatanya saat melihat putranya yang baru masuk dari pintu,ingin rasanya dia memeluknya memberikan surprise ke putranya bahwa ayahnya mendatanginya.tapi apa ini putranya mengumpatnya,ada masalah apa? pikirnya.


"sungguh aku sangat membencimu Abraham aku menyesal menjadikanmu Hero,membanggakan mu di depan orang²,menjadikan mu idola menjadikan mu sebagai pacuanku untuk sukses.aku menyesal telah bermimpi untuk menjadi sepertimu sekarang aku membencimu sangat membencimu aku tidak ingin melihatmu aaahh"umpatan demi umpatan keluar dari mulut Alva ia melempar apa yang ada di meja itu.


"Degh.. abra merasakan sakit mendengar ucapan dari bibir anaknya.


Alva menundukan kepalanya di meja minibar berbantalkan tanganya.


"bunda wanita itu sudah merampas semuanya, semuanya bunda apa yang harus aku lakukan"Alva menegakkan kepalanya melihat kursi di sebelahnya tangannya menopang kepala.


"set..set jangan..jangan menangis aku janji akan membalasnya,jangan nangis lagi Bun oke,aku janji akan membuatnya memilih untuk mati karena sudah membuat bundaku yang cantik ini sedih"ucap Alva panik dalam penglihatan nya bundanya sedang menangis di sampingnya.


"aku akan membalasnya,bunda jangan khawatir.abang bilang jangan menangis.suuut oke jangan menangis,aku akan membuat perhitungan padanya.aku bilang jangan menangis!"ucap Alva dengan suara keras sambil memukul meja bar membuat Abra terkejut.


"maaf..maafkan Abang,jangan menangis lihat aku,aku akan membuat perhitungan denganya oke.bunda udah tenang?maaf ya bolehkah aku tidur di pangkuan bunda?ayo kita ke kamar"ucap Alva tersenyum lebar dia bangkit dari duduknya di berjalan seolah tengah menggandeng tangan Nilam.abra menatap nanar ke arah Alva berjalan.


"bunda tau hidup mereka sudah bahagia bunda,mereka tidak tau yang sebenarnya"ucap Alva.

__ADS_1


"sudah biar kita hidup berdua saja tanpa mereka hem "ucap Alva


dia memasuki kamarnya dan seolah menuntun bundanya untuk duduk di ranjang.


__ADS_2