
"Alva"suara serak salsa terdengar,Alva menatap datar salsa namun tanganya mengelus perut buncitnya.
salsa menegakkan duduknya.
"kenapa belum pulang aku memberikan waktu satu jam untukmu tapi ini mau dua jam kamu mau aku menghukum Shawn dan Axel juga bibi sarah"tanya Alva menatap tajam salsa.membuat salsa menciut.
"maaf,kail tertidur"jawab salsa lirih.
"kamu membuatku marah salsa kamu membiarkan aku menunggu dan menunda perjalanan kita?"ucap Alva suaranya begitu dingin salsa hanya tertunduk.
"kamu tau bukan untuk berlibur kita ke Bali salsa,tapi ini hari yang penting untuk kail dia akan di baptis disana,bersiaplah kita akan pergi sekarang"ucap Alva mengambil alih kail,salsa di bantu bibi Sarah membereskan barang²nya.
"nak"panggil Abra yang menunggu disapa putranya,namun Alva tak kunjung menyapa.alva mengabaikan panggilan ayahnya.hingga nama alvarez di sebut dia baru melihat ke arah ayahnya.
"Alvarez...
Alva melihat ke abra.mata tua itu terlihat menyedihkan.
Bukan salah ayahnya,ayah Abra tidak tau apa² itu semua salah perempuan itu.
"apa tidak ada maaf untuk ayah?"tanya nya.
Alva tetap diam tak menjawab dia hanya menatap datar ayahnya.
"saya sudah memaafkan anda"ucap alva dengan bahasa formal.
"tidak bisakah kita kembali seperti dulu"pinta Abra
"buat apa?"tanya alva.dia hanya berusaha menguatkan hatinya Demi menghindari masalah yang membahayakan keluarganya sampai Albert di kukuhkan.
"tidak ada yang bisa di harapkan dari orang yang tidak waras,justru mereka akan senang dan membuang atau bahkan tidak akan mengakui dan juga mungkin mengurung agar tidak ada yang mengetahui"ucap Alva.
Abra menggelengkan kepalanya.
"kamu anak ayah bagaimanapun keadaan kamu,kamu tetap anak ayah"ucap Abra.
__ADS_1
Dian merasa kasihan melihat ayah mertuanya.setelah istrinya meninggal hidupnya tidak bahagia.dari menikah dengan perempuan yang tidak dia cintai karena wasiat sang istri,kehilangan putranya dan berita kematian putranya dan sekarang di selingkuhi dengan gigolo berondong oleh istrinya.
"saya sudah memberimu kesempatan malam itu pak Abraham,namun anda mengabaikannya dan membela istri anda,bahkan saya rela di pukul oleh putra anda hingga berdarah dan di tampar oleh anda demi membela wanita itu,bagi saya itu adalah sebuah penolakan"ucap Alva.
Airmata Abra menetes dia mengingat malam dia menampar Alva hingga sudut bibirnya berdarah dan juga telapak tangan Abra terasa panas,sungguh dia menyesal "maaf"ucapnya lirih.
"saya sudah memaafkan anda jadi jangan ganggu hidup saya lagi"ucap Alva.
patah hati seorang ayah di saat anak yang ia besarkan tidak mengakuinya lagi.
"Daddy....kail terbangun dari tidurnya.
"kamu sudah bangun?"ucapnya tersenyum,kail meringsut duduk di pangkuan ayahnya dia menenggelamkan kepalanya di dada sang Daddy.
"ceklek...
salsa keluar dari kamar mandi.
"Daddy apa Daddy sedang marahan dengan Opanya bang Juna"tanya kail.
"karena dia sedang sakit,Daddy tidak boleh memarahinya dan dia juga Opa nya bang Juna nanti kail tidak punya teman"ucap kail.
"tidak ada yang marahan"kail tersenyum."jadi kail masih bisa berteman dengan bang Juna"
alva mengangguk.
Abra merasa terganggu dengan sebutan opanya bang juna.bukankah dia OPANYA juga pikirnya.
"sudah ayo kita pulang"ajak Alva salsa mengangguk.
Abra tidak tau lagi harus apa,dia sudah benar² telah kehilangan anaknya.
usaha apa lagi agar putranya menerimanya lagi.
...----------------...
__ADS_1
Hari hari terus berjalan Inggrid setiap hari akan di suntik oleh Nathan,sesuai yang di lakukan suster Rini pada Nilam atas perintah inggrid,dosis yang di berikan pun membuat Inggrid melayang dia berhalusinasi,meracau tidak jelas dan membuatnya ingin lagi lagi dan lagi.
Bahkan dia akan senang jika Nathan datang bahkan dia juga berteriak meminta jika tidak di kasih.Nathan Rey dan Kevin melihat bagaimana Inggrid tersiksa hidupnya karena bergantung dengan obat-obatan itu.bahkan dia berhalusinasi sedang berhubungan dengan para gigolo nya.
Alva saat ini berada di ruang bawah tanah dia menatap jijik wanita di depanya bagaimana keadaan Inggrid tubuh yang kurus karena Rey hanya memberinya makan dua kali sehari.dan karena obat²an.dia sendiri duduk di kursi melihat ke depan wanita yang telah menghancurkan hidupnya.
bagaimana senyum lebar terlukis di bibir Inggrid saat Nathan datang.bahkan dia memasukan botol minuman ke *********** seorang masokis tidak akan pernah puas walaupun sampai berdarah sekalipun.
"aku minta itu berikan padaku"pintanya.
melihat Nathan berdiri tanpa mendekat.
"kau mau ini?"tanya Nathan.
Inggrid mengangguk tangannya yang bergetar mengulur ke nathan.nathan memberikan langsung dengan botolnya.
"ambillah pakai sesukamu"ucap Nathan dengan menggunakan sarung tangan.
Dengan tangan yang sudah tidak sabar dia pun menyuntikan obat itu dia juga menambah lagi hingga di botol kecil itu habis.
"kau ingin pulang menemui pak Abraham?" tanya Nathan.dengan senyum merekah dia mengangguk.
"ini kunci mobilmu"ucap Nathan memberikan kunci mobil pada Inggrid,dengan setengah sadar Inggrid pun menerimanya.
"bawalah botol dan jarum itu agar jika kau menginginkan kamu bisa membelinya di luar dengan memberikan botol itu"ucap Nathan dengan senyum smirk nya.
"kamu membebaskan ku?"Nathan mengangguk.
"ayo kita bermain,aku akan memuaskan mu aku punya alat baru itu akan membuat nikmat"tawarnya.
"aku tidak Sudi bermain denganmu"ucap Nathan.
"aku ingin merasakan punya mu.bagaimana dia bangun dan tegap menjulang,tubuhmu yang kekar membuatku ingin mencicipi mu aku hanya bisa menghayal kan mu dan memuaskanku sendiri"ucap inggrid membuat Rey tertawa.inggrid menggigit bibir bawahnya.
"pergilah wanita tua sebelum aku berubah pikiran"Inggrid pun melangkahkan kakinya dia tidak melihat Alva yang duduk di kegelapan.
__ADS_1
Inggrid bernyanyi dengan jalan sempoyongan dia berjalan keluar di ikuti Rey dan shawn.salsa sendiri sedang tidur siang dia tidak akan melihat ini.