
"Oke yang pulang hari ini bersiaplah dan berikan datanya biar sean siapkan kalian tiket untuk pulang.dan yang akan tetap stay disini aku kasih waktu kalo kalian ingin berlibur dan tentukan tempat liburan kalian.dan untuk yang di depan berikan mereka libur satu bulan dan nanti kembali ke ggsi"ucap alva.
Dia mengangkat gelasnya dan mereka mengambil satu² dan menenggak habis gelas yang berisi minuman itu.setelah beberapa saat mereka yang pulang kembali ke rumah mereka di belakang untuk membereskan barang² mereka dan hanya menyisakan kevin dan Rey juga shawn,mereka masih menemani Alva minum.
"kamu ga mau pulang ke Jerman kev,Shawn?"tanya Alva.
"kita bahkan baru kembali dari Jerman tadi pagi"ucap Kevin.
"siapa tau kalian ingin pulang dan berlibur disana"ucap alva dia menyesap minumannya.
"kalo itu permintaan mu aku akan kembali ke Jerman"ucap Kevin dia menenggak habis minumannya.
"ya lebih baik kalian berlibur"ucap Alva.
"jika itu maumu aku akan kembali ke Jerman dan....bekerja disana"ucap Kevin dia menuangkan minuman ke dalam gelasnya.
"bekerja disana?kamu bertanggung jawab bekerja dengan ku kev"ucap Alva dengan intonasi sedikit meninggi.
"aku akan meminta tuan Dominic untuk memindahkan ku"ucap Kevin lalu dia menenggak lagi minumannya.
"Aku akan minta di tugaskan untuk ikut albert..
"Tidak aku ijinkan titik"dengan cepat alva memotong ucapan kevin dengan tegas.dan menatap tajam wajah kevin yang sedang mengusap bibirnya yang basah karena minuman itu dengan punggung tangannya.
"ck,kamu sendiri yang memintaku pergi kan?untuk apa aku berlibur ke Jerman jika beberapa bulan ini kita berada di Jerman dan kita baru kembali tadi pagi"ucap Kevin,dia berpikir jika Alva menginginkannya pergi.
"aku memintamu berlibur dan kembali kesini"ucap alva.
"aku sudah berlibur di Jerman semenjak kamu sakit lalu untuk apa aku kesini jika aku masih Ingin di Jerman"ucap Kevin dengan wajah datarnya.
"Kamu akan tetap disini,menemani ku dan anak²ku"ucap alva tegas,urat di leher Alva pun menegang.
"Ck ada salsa yang menemani mu"ucap kevin.dia sudah bahagia melihat alva bahagia.
Rey dan Shawn hanya saling pandang dia melihat wajah Alva yang menahan marah.
Abra pun melihat itu.
"jangan berani sekalipun untuk pergi darisini kev,atau aku sendiri yang akan membunuhmu"ucapnya tegas.
senang itulah yang Kevin rasakan.walaupun omongannya tidak serius namun dia bisa melihat bahwa Alva tidak mau jauh darinya dan masih membutuhkannya.
"kita liat nanti"ucap Kevin acuh dia menuangkan minuman ke gelasnya.alva pun menenggak habis minumannya.dia menarik nafas dalam untuk menetralisir emosinya yang tidak stabil.
"jangan membuatku marah kev,kamu pikir aku tidak berani membunuhmu,aku bahkan bisa mencincanmu" 'glek' Rey dan Shawn menelan ludah kasar mendengar ancaman Alva namun Kevin tak menjawab dia memilih menyalakan korek api untuk membakar rokoknya.
Alva memilih masuk ke dalam meninggalkan Kevin dan yang lain.
"jangan datangi anakmu,bersihkan tubuhmu dulu dari asap rokok dan minuman"ucap Abra saat Alva melewatinya.
"kau membuatnya marah bang kita tau bagaimana kalo dia marah"ucap Shawn.
namun Kevin nampak acuh.
"dia tidak akan berani marah lama padaku"ucap Kevin.
Alva memilih masuk kamar untuk membersihkan diri.dia marah jika Kevin pergi darinya selain kasihan dengan masalalu Kevin sekarang Kevin tidak mempunyai siapa² dia juga sudah bergantung dan merasa aman dengan kevin.dia sudah menganggap Kevin seperti abangnya dia tidak mau terjadi sesuatu jika Kevin memilih bergabung dengan Albert.
Dia ingin Kevin berobat dari kelainannya itu dan menikah mempunyai keluarga serta punya anak.
**
Sedangkan di ruang tamu salsa sedang menemui adik dan kakak iparnya alea dan dian.kail sedang bermain dengan Juna.
Abra belum mengetahui kedatangan anak menantunya dia sedari tadi di luar bersama alva.
Salsa mengajak Dian dan alea ke living room,Dian dan alea pun mengikuti salsa mereka duduk di sofa bergabung dengan Juna dan kail.
"aku lihat ada mobil ayah di depan"ucap alea.
"ya ayah ada disini"jawab salsa.
"ayah ga pergi ke kantor?"tanya alea.
"tadi ayah ketiduran setelah main dengan baby boy"jawab salsa.
**
"loh kalian disini"suara Abra menarik perhatian putri dan menantunya.
"ayah ga ngantor?"tanya alea.
"ayah ketiduran"ucap Abra menghampiri putrinya itu.
"kalian darimana?"tanya Abra.
__ADS_1
"dari mall nyari kebutuhan sekolahnya Juna"ucap alea.
"kamu ga ke butik?"tanya Abra.
"ke butik tadi setengah hari terus jalan sama kak Dian"ucap alea.abra mengangguk.
Suara langkah kaki mendekati mereka yang sedang asik berbincang.salsa memangku sky yang sudah bangun dari tidurnya.
"ayah kenapa tlp ku ga di angkat"ucap Abi yang berdiri belakang sofa dimana salsa duduk.
"ayah belum lihat hp"jawab Abra.
"ayah ni bikin orang khawatir aja,di tlp ga di angkat ga ngabarin juga"sungut Abi.
dia duduk di samping Dian yang sedang memangku Jihan.
"maaf deh,ayah ketiduran tadi setelah main dengan sky"jawab Abra.
"sky"ucap alea dan Abi.
Abra mengangguk.
"baby boy"ucap Abra dia meminum teh yang sudah dingin itu.
"dia sudah punya nama"tanya alea.
"sudah"jawab salsa.
"siapa kak?"tanya alea.
"yang ganteng ini Zaidan sky Pratama Hernandez.
dan yang girl Jihan Aurora Pratama Hernandez"jawab salsa.
"Hernandez?"Abi mengerutkan keningnya.
"kenapa Pratama nya ga di belakang sa"tanya Abi.
"yang terdaftar di buku nikah Alvarez Darren Hernandez bang"ucap salsa.
"tapi dia dari Pratama,mereka bagian Pratama.kail juga menggunakan nama Hernandez"ucap Abi keberatan.
"Alvarez yang memberikannya"ucap salsa lirih.
"anak itu benar² ga bisa di biarkan"ucap Abi geram.
"tapi ga di belakang yah mereka taunya twins dan kail dari keluarga Hernandez"ucap abi mendengus kesal.
"ga usah ngedumel"ucap Alva dia datang dengan celana kolor yang memperlihatkan paha besarnya dan kaos hitam yang pres body.
Abi melihat ke asal suara dia begitu terkejut melihat Alva sudah di rumah.
"Arya"lirihnya.
"Abang"lirih alea dan dian
"Arya kamu sudah pulang bang"ucap Dian.
Abi berdiri matanya memperhatikan Alva yang semakin mendekat.
"Apa kabar bang?"tanya alva.abi terkejut dengan panggilan Abang dari mulut Alva.
"Kamu sudah pulang"tanya abi.
"Seperti yang abang lihat"jawab alva
Alva pun menghampiri abi dan memeluknya membuat abi terpaku namun secepatnya dia membalas pelukan adiknya itu.
Abra bahagia melihat anak² sudah bersama.alea pun berdiri dia berjalan mendekati abang²nya,Alva merenggangkan pelukannya dan memeluk alea juga.
alva menciumi pucuk kepala alea berkali² mereka bertiga berpelukan membuat Abra terharu.
"ayah tidak ikut"tanya Abi.
Abra tersenyum dia bangun dan mendekati anak²nya.mereka berpelukan berempat membuat salsa dan Dian tersenyum haru.
"ada apa mereka berpelukan"tanya Juna.
kail menggelengkan kepalanya.
mereka melerai pelukanya dan duduk di sofa,bibi Sarah membawa minuman dan cemilan.
"Ayah akan menginap disini"ucap abra.
"Ya kalo aku ga kesini ayah ga ngabarin kan dan membiarkan aku mencarimu bahkan menunggu sampai pagi begitu kan"sungutnya.
__ADS_1
"Kamu terlalu berlebihan"ucap abra yang duduk di sofa sebelah salsa.
Abi dan alva pun menyusul duduk di sofa.
"makan malam disini ya"ucap salsa.
"Boleh"jawab abi.salsa meminta pak hakim untuk membuatkan makan malam.
"kenapa opa sama pap juga aunty berpelukan"tanya Juna dia mendekat duduk di pangkuan Abi.
"karena pap dan aunty merindukan uncle"ucap Abi
"kalian adik Kaka kan?"tanya Juna
"ya uncle arya adik papa,anak opa"jawab Abi.
"Alvarez panggil uncle Alva"ucap Alva,Juna mengangguk
Alva melihat ke arah kail,matanya menyiratkan kesedihan.dia merasa bukan bagian dari keluarga daddynya.
"kail sini boy"panggilnya.
kail pun menghampiri alva.alva mengulurkan tangannya dan membawanya ke pangkuannya Alva berkali² mengecup pelipis kail.
"bang Juna adalah kakaknya kail,kail senang punya Kaka?"kail mengangguk.
"jangan membuat Daddy sedih,kita sudah bahas ini kan?kita ini Hernandez,kail dan Juna sama seperti Daddy Alvarez and Daddy Albert"bisiknya di telinga kail.
kail tersenyum dia memeluk leher Alva dan membenamkan wajahnya di leher Alva.
"apa kail tidak mau punya Kaka Juna"tanya Abi dia khawatir kail tidak menerimanya.
kail menggelengkan kepalanya.
"kail bisa panggil uncle Abi papa,dan mama ke aunty Dian mamanya Kaka Juna,bisa?"tanya alva
"bisa Daddy"jawab kail.
"good boy"ucap Alva mengelus punggungnya.
"OPANYA Kaka Juna juga OPANYA kail"ucap Abra.
"grandpa"ucap Alva kail mengangguk.
"kita keluarga"ucap alva dia berkali² mengatakan kita keluarga agar kail tidak merasa berada di keluarga asing..juna mengajak adik barunya bermain game lagi.
**
"Kamu kapan pulang"tanya abi.
"Tadi pagi"jawab alva yang sedang menciumi sky di pangkuan abra yang di titipkan salsa sebelum ke dapur.
"kamu sudah berkumur dan sikat gigi"tanya Abra,Alva mengangguk.
"kenapa yah"tanya Abi.
"kurangi minumnya bang ga baik untuk kesehatan"ucap Abra namun tak di jawab oleh Alva,kurangi minum?apa bisa?dia sudah kecanduan' Abi pun paham kenapa ayahnya menanyakan berkumur dan sikat gigi.
"Ayah ga ke kantor karena seharian disini?"ucap abi.
"Ayah masih kangen sama anak ayah"ucap abra.
"Ya setidaknya kasih tau aku yah,ayah tu hilang di telan bumi"sungut abi.
"lebay"ucap Alva.
"Minum dulu bang abi"ucap salsa meletakan minum di depan abi dan abra juga alea dan Dian.
"biar mereka yang mengerjakan sayang"ucap alva.salsa mengangguk agar Alva tidak banyak bicara lagi.
"tidur nih Jihan nya"ucap Dian dia menggendong jihan membawanya ke ranjang.
"Yah sore gini bobo ci,nanti malem begadang lagi anak bayi"ucap salsa
Alva kembali menciumi wajah putranya yang membuat putranya menggerakan bibir dan tubuhnya.
"Jangan di ganggu nanti dia rewel"ucap abra.
"Dia rewel karena caper lihat jihan anteng lagian biar dia ga tidur"ucap alva.
"arya Minggu depan akan bantu ayah di kantor"ucap abra ke abi.
"Bagus dong biar ayah ga capek"jawab abi.dian duduk di samping Abi.
"Alvarez yah Alva bukan Arya"ucap Alva.
__ADS_1
Abra menggelengkan kepalanya.
Salsa mengambil sky dari abra putranya itu sudah tidur anteng di pangkuan opanya,tapi Daddy nya mengganggu nya terus.