
Alva sering berhalusinasi ibunya mendatanginya mengelus kepalanya seperti yang di lakukanya saat masih hidup itu hanya perasaan Alva di bawah alam sadarnya.
Dia pun masuk kamar membiarkan pintu terbuka Alva duduk di tepian kasur dan meletakan pist*ol sig 1911 yang di buat khusus oleh pekerja dominic (Daddy angkat Alva putra Gabriel) yang mempunyai bisnis jual beli senj@ta Alva sering membawanya kemana pun pergi.dia meletakkan nya di atas nakas sebelah hp dan dompetnya.
Semenjak menolong kakek Gabriel Alva sering mengalami penyerangan.sejak saat itu dia selalu membawanya,alva pun melepaskan sepatunya.dia naik ke ranjang dia meringsut kepalanya ia sandarkan di bantal dimana dia merasa kalo itu kaki ibunya
"Abang merindukanmu Bun sangat,ya seperti ini Bun"ucap alva matanya terpejam.dia tidak menyadari ada sepasang mata yang melihatnya sudah basah pipinya.
Dia tau dia sedang berhalusinasi,tapi dia tidak mencoba untuk mengenyahkan, menurutnya ini salah satu obat rindunya kepada bundanya,padahal dokter mengatakan untuk menghilangkan dan melawan dengan kenyataan bahwa bundanya sudah meninggal.
"Jangan sedih lagi bun, masih ada abang yang menyayangimu aku akan membalasnya bun,bunda tenang saja "gumamnya sampai matanya tertutup.
Ayah abra menatap sendu putranya ada apa dengan anaknya sampai begitu membencinya.
Anak yang ia tunggu kepulangan nya selama tujuh tahun bahkan dia sangat ingin memeluknya.
Abra meneteskan air matanya,sakit yang abra rasakan saat melihat anaknya mengumpat dan memakinya, anak yang selalu memujanya ingin menjadi seperti dirinya jikalau sudah besar nanti, sekarang berbalik bahkan sangat membencinya dari kata yang terdengar ucapan dan umpatan yang terlontar begitu menyesakan dadanya.
Begitu sakitnya kah sudah bertahun² tapi masih merasakan kehilangan.kenapa membencinya? kematian bundanya karena takdir.ayah Abra menatap nanar sang putra yang meringkuk di atas kasur,ia pun mendekat dan mengelus Surai kepala anaknya dan mencium kening anaknya dan menyelimuti nya.
Degh...jantung abra berdegup melihat pist0l di nakas sejak kapan anaknya bermain² dengan benda seperti ini dan untuk apa pikirnya.
Jam 5 subuh ayah Abra akan segera pulang dia semalaman tidur di sofa.saat kakinya turun dari sofa abra hampir menginjak botol obat.
Abra pun mengambilnya dan memperhatikan botolnya tertulis tn.alvarez berarti ini punya anaknya.
Botol obat yang di letakan di meja bar saat minum bir terjatuh menggelinding ke sofa dimana abra duduk.dan satu botol lagi ada di dekat jaket alva.
Abra pun bangkit dari duduknya dan akan mengambil jaket alva yang tergeletak di bawah,namun dia melihat ada botol obat lagi, perasaan Abra tidak tenang dia takut anaknya mempunyai penyakit yang sama seperti bundanya.
Dengan perasaan was² dia membawa dua botol obat itu.
Sekitar 30 menit jalanan masih lenggang abra sudah sampai di rumahnya.
Ayah Abra merenungkan dan memikirkan apa yang terjadi sampai anaknya membencinya.bagai di hujam belati di tindih batu sesak sakit melihat anaknya sendiri dengan jelas mengatakan sangat dan sangat membencinya.ayah Abra sedang memikirkan kejadian apa yang membuat anaknya membencinya.kematian bunda?
Dia terus berpikir hingga melamun tanpa mendengar seseorang memanggilnya sedari tadi.
"Mas..mas ab" abra terkejut mendengar suara inggrid.
"Ya kenapa"tanya abra.
__ADS_1
"Mas kenapa"tanya inggrid
"Aku gapapa"jawab abra.inggrid mengangguk walaupun dia tau Abra berbohong.
Abra tidak ingin menyakiti Inggrid ataupun menyalahkan Inggrid ini permintaan istri tercinta,mereka hidup normal hanya saja ayah Abra tidak bisa romantis atau bermanja² di pangkuan inggrid atau menggodanya kaku itulah rumah tangga nya sekarang.
Beda dengan istrinya yang dulu bunda nilam abra begitu memujanya bahkan di tempat umum depan anak² mencium bermanja menggoda istrinya.
Inggrid pun tidak masalah yang terpenting dia sudah menjadi istri seorang Abraham dia terus melakukan kewajiban sebagai seorang istri menyiapkan kebutuhan suami sarapan Sampai tidur, memberikan perhatian walaupun dia kadang lelah tidak mendapatkan cinta abra yang penting menurut nya abra sudah menjadi miliknya walaupun hatinya tidak ia dapatkan.
Jam terus berjalan Abra sudah siap dengan setelan kerjanya walaupun matanya mengantuk karena semalaman berjaga.mereka pun sarapan bersama Inggrid dengan telaten menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Alea duduk sebelah kiri masih memakai baju tidur.
"Adek ga ke butik "tanya abra.
"Nanti yah siangan"jawab alea.setelah selesai sarapan Abra bergegas ke kantor.
SN group
Saat ini bowo sedang berada di ruangan abra.
Bowo menunggu apa yang akan di perintahkan.
'apa ada masalah bukankah harusnya pak bos senang'pikir bowo.
Abra meletakan dua botol obat ke atas meja
"Obat apa ini wo"tanya abra.bowo pun memperhatikan tanpa ada kejelasan dari botolnya hanya tertera nama tanggal dan batas konsumsi.
"Cari tau wo,saya takut terlambat mengetahui kalo sampai terjadi sesuatu seperti nilam"ucapnya lirih.
"Secepatnya berikan hasilnya wo"titahnya
"Siap pak bos"bowo pun keluar membawa botol obat itu.
Sedangkan di apartemen alva baru bangun dari tidurnya.dia merenggangkan sejenak otot² nya dia mencoba mengingat semalam seperti ada orang di apartemen nya,tapi dia rasa bukan kevin,jika kevin mungkin alva merasakan kecupan di bibirnya.
Alva tau kevin menyukai nya,tapi alva pura² tidak tau dia menganggap kevin seperti abangnya.
Alva mengambil laptop di nakas dia membuka cctv apartemen nya terlihat seorang pria yang ia kenal duduk di sofa,alva menarik sudut bibir ke atas
__ADS_1
Alva bergegas turun mandi membersihkan diri, perutnya sudah meronta berdemo berorasi agar segera di isi andai terlihat mungkin juga membawa spanduk.
Dua puluh menit dia keluar kamar mendapati kevin dan rey sedang main game dengan tv menyala.
"Pagi"sapa alva.
"Udah siang bos"ucap rey.
"Oh ya masa? kurasa masih pagi soalnya gue baru bangun"ucap alva berlalu ke pantry.
"Bos aja yang bangun siang,siang jadi pagi,sore jadi siang, malam jadi sore, makanya jam segini di bilang masih pagi"sungut rey.
"Ah loe pinter rey"ucap alva.
"Ada sandwich tuna, French fries dan sosis di microwave"ucap kevin.
"Thanks kev"ucap alva dia menyalakan microwave
Setelah beberapa saat alva kini duduk bersama kevin dan rey di ruang tv.
"gimana tempat latihan?"tanya Alva.
"kita pindahkan bos"ucap Rey
"ya jauh dari pemukiman itu bagus atau ga minta Sean ambil bangunan tengah kota kita renovasi untuk tempat latihan rasanya itu lebih baik"ucap Alva
"Rey,gimana udah dapat dari madam amber?"tanya Alva.
"udah bos"ucap Rey.
"udah lama gue ga pelepasan"ucap Alva sambil mengunyah sarapannya.
Alva bukan Casanova sejati namun dia sering melakukannya dengan perempuan dimana dia melakukan perjalanan bisnis dan jika dia menginginkannya saja.tidak seperti shawn sang pemburu perempuan.
"buat kapan bos"ucap Rey.
"nanti siang pastikan sebelum makan siang sudah datang"ucap Alva.
"Semalam laki² tua itu kesini,gue yakin sebentar lagi dia akan kesini.gue mau loe siapin jal@ng,biar dia melihat bagaimana kelakuan anaknya sekarang"ucap alva,kevin dan rey mengangguk mengerti.
Rey pun menghubungi madam amber yang menyediakan wanita malam dan minta yang terbaik untuk segera datang.
__ADS_1
"Pantau cctv apartemen dan kabari gue"ucap alva.