BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
TAWARAN UNTUK SALSA


__ADS_3

"Daddy"kail masuk kamar Alva terlihat Alva sedang tidur setelah tadi Abra pergi Alva meminum obatnya dan berakhir di ranjang.kail pun naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam selimut dan memeluk Alva.


Alva pun memeluk kail matanya masih terpejam namun ia tau kail di sebelahnya.alva mengecup pucuk kepala kail dan membiarkan kail terlelap tidur bersamanya.


Kevin membuka pintu kamar Alva terlihat ayah dan anak itu tidur saling memeluk dia tersenyum dan menutup kembali pintu kamar Alva.


setelah kejadian tadi Kevin meminta Axel membawa kail ke apartemen agar kail bisa menenangkan hati Alva pikirnya.


Hingga jam tiga sore Alva terbangun dari tidurnya dia melihat kail yang sudah membuka matanya.


"hai boy"Alva kembali memeluk kail.


"Daddy sudah makan"tanya kail anak itu mengetahui bahwa ayahnya sakit dan sering minum obat namun ia tidak tau sakit apa.


"Daddy malas sekali makan"ucap Alva dengan suara manjanya.


"Daddy belum memakan puding buatan ku dan bibi Sarah"tanya kail.


"Daddy lupa sorry boy, Daddy ketiduran"ucap Alva.


"don't worry Daddy sekarang ayo kita turun dan keluar kita makan puding"ajak kail bangkit dari tidurnya.


"ayo"kail dan Alva berjalan menuju meja makan,Alva Mengambil puding di kulkas dan piring juga sendok.dia memotong puding yang berbentuk mobil tersebut dengan warna² abstrak.


"ini buatan mu?"tanya alva.kail mengangguk.


"bibi Sarah mengajariku membuat ini"ucapnya bangga dengan hasil makanan buatannya.


Alva pun memakan puding itu


"em ini sangat enak,dan Daddy akan menghabiskan puding ini"puji alva.kail tersenyum mendapat pujian dari daddynya.


"tapi Daddy tidak boleh makan banyak karena di dalam ini ada banyak gula"ucap kail dengan mulut yang berisi puding.


"Daddy akan menyimpannya agar Kevin dan yang lain tidak akan makan ini"ucap Alva.


"Daddy apa kail akan sekolah"tanya kail yang ingin sekali pergi ke sekolah.


"apa yang kamu inginkan"tanya Alva ingin tau keinginan anaknya.


"aku ingin sekolah"jawab kail.


"kail dengarkan Daddy di usiamu ini sekolah disini di negara ini tidak ada belajar mereka hanya bermain"ucap alva


"apa kamu ingin bermain"tanya Alva kail menggeleng kan kepalanya.


"Daddy akan mencarikanmu sekolah untuk belajar,kamu pantas masuk sekolah dasar karena kamu pintar Daddy sedang menanyakan ke teman Daddy yang guru sekolah dia akan menguji kamu menge tes kamu,kalo kamu lulus kamu akan masuk sekolah dasar bukan sekolah bermain.paham apa yang Daddy katakan?"kail mengangguk.


"jadi kamu harus belajar agar nanti kamu akan masuk ke sekolah yang usianya lebih tua dari kamu"ucap Alva kata²nya begitu jelas dan tenang.


"aku akan rajin belajar Daddy agar aku bisa sekolah"jawab kail.


"anak pintar,belajar bahasa sini sama bibi Sarah sama warga lokal oke"ucap Alva


kail mengangguk semangat.

__ADS_1


"pintarnya anak Daddy"ucap Alva


"kail pintar seperti Daddy dan kail pandai seperti Daddy Al(Albert ayah kandung kail)"ucap kail.


"tentu kamu harus bangga mempunyai dua Daddy yang hebat"ucap alva


Sean datang menghampiri Alva.


"ada apa"tanya Alva.


"ini tentang rumah sakit yang kita bangun bos"ucap Sean.


"kenapa?"tanya Alva rumah sakit yang di bangun setahun lalu oleh delta.


"tiga orang mengalami kecelakaan"jawab Sean.


"urus mereka dan berikan mereka tunjangan"ucap alva.


"satu meninggal bos"ucap Sean


"apa Raka dan Denis sudah datang?"tanya Alva.


"nanti malam bos"jawab Sean.


"serahkan ke Raka yang meninggal itu kita harus memberikan santunan untuk keluarganya.


Sean mengangguk paham,Raka adalah bagian RS sakit gratis sekolah gratis berikut tunjangan guru²,amal dan panti bagian sosial.


"dan yang sakit itu obati sampai sembuh,aku akan kesana melihat bangunan itu"ucap Alva.


"baik bos,aku juga merasa ada yang tidak beres dengan kecelakaan itu"jawab Sean.


Kevin,Rey dan Axel hanya mendengarkan laporan Sean.


"ayo kita bakar lemak boy"ajak Alva.


"kita akan kemana Daddy" tanya kail.


"kita akan bakar lemak berlari tiga sampai tujuh putaran di taman sebelah"ucap Alva.


Rey pun bersiap untuk penjagaan di luar agar orang² Abra dan orang² yang mengincar alva dan kail tidak mengetahui mereka di luar.


Alva dan kail keluar apartemen dengan menggunakan kaos dan celana pendek serta sepatu lari. begitupun kail dia memakai topi,mereka bergandengan menuju taman yang sepi karena hari kerja dan masih jam setengah empat sore.


Alva berlari kecil begitupun kail dia berlari di samping Alva sedangkan Kevin berlari di belakangnya.


Rey dan Axel mengawasi dari jauh mereka melihat sekeliling walaupun anak buahnya sudah mengamankan orang² Abra namun mereka tetap waspada pada orang yang ingin mencelakai Alva dan kail.bibi Sarah membawa minuman untuk kail dan Alva.


Kail sudah terlatih sejak dini dia sudah di ajarkan beladiri dan menembak.setelah tiga kali putaran Alva duduk di kursi taman bersama kail, bibi Sarah menghampiri dan memberikan minum untuk ke duanya.


sayup² Alva mendengar suara orang berteriak Alva pun bangkit melihat sekeliling namun tidak ada orang.dia menajamkan pendengarannya dan mengikuti asal suara hingga ia melihat seorang wanita yang iya kenal terjerembab di tepian jalan gang belakang apartemen.


Alva menarik tangan laki² itu dan..


"Buugh..

__ADS_1


Laki² itu terhuyung ke belakang.


"Brengsek..! Siapa loe ikut campur urusan gue?"tanya nya dengan muka merah padam.


"Banci,beraninya sama perempuan"ucap alva.


"Sialan jangan ikut campur urusan gue!"ucap nya marah.


"Gue akan ikut campur selagi loe mengganggu salsa"ucap alva.


"Oh jadi loe pacar jal@ng ini"ujarnya.salsa meringsut berlindung di belakang tubuh alva tanpa menangis ataupun meneteskan air mata.


"Siapa yang loe sebut jal@ng brengsek"ucap alva mencengkeram leher kemeja pria di depanya.


"Dia wanita jal@ng"ucap pria itu dengan senyum remeh.


"B@jingan bugh.."alva kembali memukul pria tersebut.


"Gue kasih tau jangan macem² dan jangan pernah ganggu salsa,sekali lagi gue liat habis loe di tangan gue"ucapnya mendorong jaket yang pria itu pakai hingga jatuh terlentang.


Alva menarik tangan salsa,dia membawa salsa ke taman tadi.


Senyap tak ada suara mereka saling diam sudah setengah jam mereka disana tanpa ada yang memulai untuk bicara.hingga tenggorokan alva gatal.


"So,dia siapa?"tanya alva membuka keheningan.


"Mantan suami"jawab salsa,alva pun menoleh ke arah salsa dengan tatapan tajamnya.


"Ceritakan"titahnya.salsa pun mengalihkan pandanganya yang sedari tadi lurus kini ia menghadap alva.


Salsa pun menceritakan perihal perjodohan dan rumah tangganya tanpa menceritakan kalo dia tidak pernah di sentuh suaminya.dan suaminya selalu mendatanginya ke kontrakan karena dia di usir orang tuanya dan menganggap salsa penyebabnya.


"Menikah hanya untuk balas budi? Orang tua angkat lu ga pernah berubah masih toxic aja"ucap alva.


"Mau pindah ke apartemen gue"tanya alva.


Salsa pun mendongakan kepalanya menatap alva.


"Kenapa?akan lebih aman bukan"ucap alva.


"Apa loe punya pacar atau tunangan atau istri?"tanya salsa.


"Ga ada,gue ga mau pacaran gue ga suka di khianati,gue ga suka patah hati,apalagi istri "ucapnya matanya menatap ke depan seolah menggambarkan kekecewaan yang dalam kepada wanita.


Salsa tidak berani mempertanyakan mengapa.


Dia pun diam seribu bahasa.hingga suara alva menyadarkan dia.


"Loe mau ga sama gue tapi ga usah ada komitmen kita jalanin aja"ucap alva membuat salsa bingung mengerutkan keningnya.


"Gue tau loe suka sama gue dari dulu kan"ucap alva terkekeh.


"Siapa bilang"ucap salsa memukul pundak alva.


"UPS sorry "ucap salsa sadar akan kelakuannya tadi memukul pundak alva

__ADS_1


"Ayo kita jalani kebersamaan kita,gue jamin loe bahagia,gue tanggung hidup loe gue jaga keselamatan loe dari laki² brengsek itu dan dari keluarga toxic loe dan ga akan ada wanita lain.kalo suatu saat loe bosen loe bisa pergi dari hidup gue"ucap alva bikin salsa tercengang.


__ADS_2