
"Uncle ayo kita duel maen game "ajaknya.
"Ga ya kuota uncle abis"ucap alea.
"Ga seru uncle ga punya duit ya buat beli kuota?juna ada lima ribu sama mam,mau minjem ga?"tawarnya bikin orang di kamar itu terkekeh.
"Ga ya lima ribu ga dapet kuota"jawab alea gemas.
Tok..tok..tok...
Zian membuka pintu terlihat Daffa berdiri depan pintu.
"eh Daffa ayo masuk"ucap Zian dia pun mengikuti Zian masuk.
"assalamualaikum yah apa kabar"sapanya
"waalaikum salam nak,kabar ayah lebih baik"jawab Abra.
"aku dengar ayah kecelakaan,maaf aku baru datang"ucap daffa.setelah menyapa Dian dan Abi.
"gapapa daf ayah sudah lebih baik"jawab Abra.
**
"hati² di jalan"ucap Alva mengantarkan salsa dan kail di teras rumah.
"kamu akan menyusul"tanya salsa.
"kita akan bertemu di parkiran RS langsung ke bandara ini hari yang penting buat kail dia akan di baptis"ucap alva.
salsa mengangguk.
"jaga mommy ya"pesan alva pada kail.
"tentu Daddy"jawab kail
Kail dan salsa berangkat bersama Axel dan shawn dan bibi sarah.setelah kepergian salsa Alva menuju ruang bawah tanah,wajah yang tadi tersenyum kepada anak dan istrinya berubah dingin tatapannya tajam. tidak ada luka di wajah Inggrid hanya pucat dan lemas karena Alva tidak memberinya makan.
"Alva"suaranya lirih.
Alva berdiri di depan pintu sebuah ruangan yang pengap dia menatap perempuan yang sedang meringkuk di depannya.
"Alva keluarkan ibun dari sini nak,ibun kedinginan"pintanya suaranya lirih dengan airmata yang mengalir.
dari semalam dia ketakutan di ruangan tanpa cahaya itu.tidak ada siapapun di dalam sana.
"kedinginan?anda memerlukan sentuhan brondongmu?"cibirnya.
"tidak,biarkan ibun pulang nak?"rintihnya.
"ingin pulang?heh aku sama sekali tidak membuatmu terluka atau menyiksamu disini,kenapa seolah aku telah jahat padamu,sedangkan kamu saja tega menyakiti bundaku menyiksa batinnya hingga meninggal,ini tidak sebanding dengan apa yang kamu lakukan"ucap inggrid menggelengkan kepalanya.
"anda sama sekali tidak mengakui kesalahan mu wanita tua?"tanya alva dengan suara dingin.alva di belakangnya ada Nathan,Ken,Kevin dan Rey.
"ibun ga melakukan apapun nak,bundamu yang telah merebut ayahmu dariku"ucapnya.
flashback.
Saat itu Inggrid kecil berusia sepuluh tahun sedang bermain dengan artnya.dia melihat rumah di sebrang jalan rumah itu hanya di tempati art suami istri yang sudah belasan tahun tinggal di rumah itu sedang menurunkan barang².
Karena sang majikan baru saja datang dari luar negri setelah lima tahun menjalankan bisnis di luar negei.inggrid sendiri baru tinggal di perumahan itu belum lama baru sekitar empat tahunan.
__ADS_1
"di depan ada pindahan mba?"tanya Inggrid.
"mba ga tau,mungkin iya.itu si mamang lagi nurun²in barang"ucap mba art itu.
Setelah beberapa hari untuk pertama kalinya Inggrid melihat Abra kecil yang berusia sekitar 13-14 tahun sedang main basket di halaman rumahnya sendiri.tatapan kagum pun terlihat di mata inggrid.setiap hari dia akan melihat Abra dari kamarnya yang di atas,dia selalu memperhatikan Abra hingga perasaan kagum berubah menjadi cinta.
Mereka tidak saling mengenal,saat masuk SMP Inggrid mempunyai teman bernama Nilam dan Sinta,pertemanan mereka semakin dekat dan berubah menjadi persahabatan mereka akan berbagi kisah sedih dan bahagia bersama,bermain bersama bahkan belajar bersama,dan sering menginap di rumah mereka secara bergantian.
Saat SMA pun mereka sekolah di sekolah yang sama,hingga suatu hari Abra untuk pertama kali jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang gadis yang sering di lihatnya di depan rumahnya.
Dia memperhatikan seragam sekolah yang dia ketahui bahwa gadis² itu sekolah di SMA x.
Abra yang tidak pernah mendapatkan perhatian orang tua yang hanya memikirkan kerja..kerja ..dan kerja memiliki hidup bebas dengan sahabatnya yang bernama satria.
hingga suatu hari Abra yang mabuk terkapar di pinggir jalan karena di rampok.
Nilam yang baru saja pulang setelah berbelanja di minimarket bersama ayahnya yang seorang PNS, sesaat ayahnya menghentikan motornya melihat orang terkapar di pinggir jalan.
Di lihat dari lukanya yang tidak terlalu parah Nilam bersama ayahnya membawa Abra ke rumahnya yang sederhana.karena tidak mungkin membawanya ke rumah sakit pasti membutuhkan biaya yang lebih besar.
Pagi datang Abra membuka matanya dia melihat sekeliling ruangan itu nampak sederhana hanya ranjang kasur dan lemari juga meja belajar.
Abra mendesis merasakan ngilu dan perih di sekujur tubuhnya.
seorang pria paruh baya masuk ke ruangan itu.
"kamu sudah bangun"tanyanya.
Abra mengangguk
"ini dimana"tanyanya.
"ini di rumah kami,kami melihatmu terkapar di pinggir jalan,karena keterbatasan biaya jadi kami membawamu ke rumah,karena melihat dari lukanya tidak terlalu parah juga"jelasnya panjang lebar.
"terima kasih telah menolongku"ucap Abra.
bapak itu mengangguk.
"ayo kita sarapan,kamu mau sarapan disini atau di luar"tanyanya.
"saya akan sarapan di luar"ucap Abra.
"baiklah,kalo kamu ingin ke kamar mandi ada di belakang"ucapnya.
"terima kasih"ucap Abra.
Setelah membersihkan diri Abra dan bapak itu sudah duduk di meja makan dia menunggu putrinya menyiapkan makanan.
seorang gadis datang dengan dress selutut mungkin itu baju tidurnya.
Abra terpaku melihat gadis yang sedang menata makanan di depannya jantungnya berdegup kencang.
'gadis ini?....Abra tersenyum dia menggelengkan kepalanya tak percaya.
"silahkan nak...
"Abra pak"ucapnya mengenalkan diri.
"silahkan dimakan nak Abra"ucapnya tersenyum.
"nduk mana timunnya"pinta bapak itu.
__ADS_1
"aku lupa maaf"ucap Nilam terkekeh dia bangun dari bangkunya dan berjalan ke dapur mengambil timun.mata Abra mengikuti kemana gadis itu melangkah.
"kamu ini"sungutnya pura² merajuk.
"bapak ini memang aneh masa makan makanan berkuah gini tetep pakai timun"ucapnya
"kamu tidak tau makan tanpa timun itu bagaikan makan tanpa garam"nilam terkekeh.
Abra memperhatikan dua orang di depannya.nilam mengambilkan makan untuk ayahnya,dia melihat piring Abra juga masih kosong,dia pun berinisiatif untuk mengambilkanya.
"terima kasih"ucap Abra tersenyum.
Nilam tersenyum.setelah selesai makan Abra dan bapak itu ngobrol tentang kejadian semalam,sedangkan Nilam sedang mencuci piring.abra mencuri² pandang ke arah pintu dapur.
Bapak itu mengetahui bahwa orang yang dia tolong menyukai putrinya.
"dia putriku satu²nya namanya Nilam ayu"ucap bapak itu membuat Abra tersenyum kikuk karena sudah ketauan memperhatikan putrinya.
"dia masih SMA"ucapnya.abra mengangguk mengetahui kalo Nilam masih SMA.
Hari² berjalan Abra dan Nilam semakin dekat Abra sering mengantar Nilam pulang ke rumahnya dengan motor butut temanya.
Nilam tidak tau seberapa kaya abra.dia hanya tau Abra orang biasa, tidak menanyakan dan Abra pun tidak mengatakan.
Hingga Abra mengatakan cinta pada Nilam bak dayung bersambut Nilam pun menerima Abra sebagai pacarnya.
Nilam tidak tau bahwa Inggrid menyukai Abra walaupun Inggrid setiap hari menceritakan cowok depan rumahnya,dia sudah cinta mati dengan pria itu.namun hanya bisa memandangi nya dari jauh.
Suatu hari Nilam,Inggrid dan Sinta sedang merayakan kelulusan di sebuah kafe.
di saat yang sama dan tempat yang sama Abra sedang bersama teman²nya juga satria,orang tua salah satu teman Abra membuka kafe tersebut.
Dari jauh Abra melihat pujaan hatinya,satria sudah di kenalkan oleh Abra.
"Nilam tu ab"ucap satria Abra mengangguk tersenyum.dengan hati yang berbunga melihat kekasihnya Abra pun mendatangi meja dimana Nilam dan Inggrid juga Sinta duduk.
"sayang"panggilnya.pipi Nilam merona mendengar suara Abra yang memanggilnya sayang di depan teman²nya.
berbeda dengan Nilam Inggrid merasa ada yang salah di pendengarannya.
Abra duduk di samping Nilam membuat Inggrid terkejut dia merasa panas apalagi melihat tatapan penuh damba dan cinta di mata Abra.
"kamu disini"tanya nilam.abra mengangguk "aku bersama mereka"ucap Abra menunjuk teman²nya.
Nilam tersenyum manis membuat Abra tidak mau mengalihkan pandangan indah di sampingnya.
"siapa nih"tanya sinta.nilam tersenyum malu dia melupakan sahabat²nya.
"kenalkan aku pacarnya"ucap Abra mengenalkan diri.pipi Nilam merona membuat Abra gemas.
"degh...hati Inggrid sakit mengetahui Abra pacar Nilam.
"pacarnya,inikah yang sering di ceritakan"ucap Sinta membuat Nilam tambah malu.
"menceritakan aku?tentang apa?"tanya nya pada Sinta namun tatapan nya tak lepas dari Nilam.
"banyak"ucap Sinta jail.
"sintaa"rengeknya.
"oh ya?jadi kamu sering menceritakan aku pada teman² mu"ucap Abra lagi.
__ADS_1
"jangan dengarkan dia "ucap nilam.abra mencubit gemas hidung Nilam membuat Nilam mengerucutkan bibirnya.