
Salsa melihat dan mendengar apa yang di ucapkan kevin.diapun merasakan ada yang aneh dari pandangan Kevin selama ini pada alva.salsa pun membuka matanya.
"kamu sudah bangun"tanya alva.salsa menguap"ini jam berapa"tanyanya.
"jam sebelas sayang kamu dan kail sudah makan malam?"tanya alva.
kail nampak masih terlelap."aku sudah makan malam tapi aku lapar aku siapkan makanan kita makan di kamar,kamu harus minum obat biar lukanya cepat kering"ucap salsa dia duduk bersandar di headboard.
"biar mba yumi yang menyiapkan"ucap Alva.
"aku akan turun membantu"Alva mengangguk salsa pun turun menyiapkan makan malam,sedangkan Alva membangunkan kail.
"baby boy wake up"bisiknya.
"kail bangun nak"ucapnya lagi.
kail pun menggeliat.dia kembali memeluk Alva.
"boy ayo bangun nak kita makan malam"kail membuka matanya.
Alva tersenyum"cuci muka dulu mommy sedang menyiapkan makan malam"ucap Alva.
"Daddy apa masih sakit"tanyanya melihat tangan Alva masih di infus.
"Daddy udah sembuh,cepat cuci muka mommy sebentar lagi datang"kail pun mengangguk.
Kail mengangguk dia pun beranjak turun dari tempat tidur.
Saat ini mereka makan bertiga salsa menyuapi Alva juga kail."anak mommy ada dua ya,ada big boy dan baby boy"ucap salsa terkekeh.
"mommy tapi Daddy bukan baby"ucap kail.
"tapi dia seperti baby"ucap salsa.
Setelah makan Alva duduk di kursi di balkon.dia sedang duduk sambil merokok melihat belakang rumah masih ada orang² berlalu lalang,didalam kamar kail sedang menonton tv.anak itu tidak mau tidur di kamarnya dia ingin tidur dengan mommy dan daddynya.
"apa yang sedang kamu pikirkan"tanya salsa yang berdiri di pintu.
Alva menggelengkan kepalanya.
salsa berjalan dan duduk di sampingnya
"apa semua itu benar"tanya salsa.
"tentang apa"tanya alva.
"Tante Inggrid"ucap salsa lirih dia takut Alva akan marah.alva mengangguk.
"dia yang sudah membunuh bunda,dia menyuruh suster yang merawat bunda untuk menyuntikan obat lain ke infusan bunda agar bunda cepat meninggal"ucap Alva.
salsa sangat terkejut dia menutup mulutnya tak percaya.
"setiap datang dia akan menekan bunda,bunda yang seharusnya mendapat dukungan dari sahabatnya malah di tekannya hingga bunda penyakitnya semakin parah,dia mencinta suami sahabatnya dia memanfaatkan penyakit bunda.dia juga menginginkan kekayaan kehidupan Hedon nya bersama sosialita.semenjak suaminya meninggal harta kekayaan di limpahkan atas nama anak² suaminya.perempuan itu tidak mempunyai anak jadi dia cuma mendapatkan pabrik kosmetik dan satu buah butik.penghasilanya tidak dapat menutupi kehidupan sosialitanya dengan menikahi abraham dia bisa mendapatkan apa yang dia mau.orang tuanya dulu kolaps karena kehidupan mewahnya"ucap Alva dia menghela nafas.
"itu alasan aku membencinya karena dia sudah membunuh bundaku.itu kenapa aku tidak menerima pernikahan mereka yang mendadak dan tanpa mengabariku.seandainya mereka mengabariku mungkin aku akan mengatakan yang sebenarnya"ucap Alva.
"kenapa kamu tidak mengatakan ini pada ayahmu"tanya salsa.
"saat itu aku berpikir karena cintanya pada bunda sangat besar tidak mungkin dia menikah secepat itu,aku berharap saat kuliahku selesai aku akan menyeretnya ke penjara,tapi baru tiga minggu bunda meninggal aku mendengar pernikahan mereka.saat itulah kehidupanku hancur hingga sekarang"ucap Alva salsa mengelus pundak Alva.
"kamu hebat bisa lalui ini"ucap salsa.
"aku mau tanya satu hal tapi ini di luar pembicaraan kita"ucap salsa Alva mengerutkan keningnya.
"tentang?" tanya alva mengerutkan keningnya.
"bang Kevin"ucap salsa.
"kenapa denganya"tanya Alva lagi.
__ADS_1
"apa kamu tidak merasa aneh dengan tatapan dan perhatian dia"tanya salsa lirih dia takut Alva akan marah padanya.
Alva terkekeh,"apa kamu merasakannya?"tanya Alva salsa mengangguk.
"dia menyukai ku"ucap Alva salsa menganga tak percaya.
"maksudmu dia..."Alva mengangguk paham.
"dia mencintaiku,dia sering mencium bibirku saat aku sedang mabuk.kamu jangan khawatir aku normal sayang"ucap Alva.
"tapi bagaimana...
"sayang dia tau aku normal,dia tidak bisa memaksaku.dia hanya ingin di samping ku, walaupun aku memiliki kamu,dia orang baik aku ga merasa risih dengan apa yang dia lakukan aku tau tatapannya,tapi dia ga tau kalo aku sebenarnya mengetahui perasaannya,yang dia tau aku menganggapnya sebagai abangku.aku harap kamu bisa terima dia,dan bersikaplah biasa saja.jangan cemburu sama dia,hidupnya terlalu pahit dia hanya mengenal laki² dia lebih nyaman dengan laki²"ucap Alva dia menceritakan penderitaan Kevin saat kecil.
salsa menangis mendengar cerita tentang Kevin.
"anggaplah dia abangmu,jangan lihat dia menyimpangnya,kamu disisiku juga agar dia tau aku normal,dengan adanya kamu semoga bisa menyadarkan dia bahwa wanita tidak sama,kita bantu dia agar dia hidup normal"salsa mengangguk.
"dia perhatian dengan ku menyiapkan makan,baju,selain menyukaiku itu juga tugas dia sayang dari grandpa"ucap Alva.
"ini sudah larut malam sayang ayo masuk nanti masuk angin"Alva bangkit dari duduknya menggandeng salsa masuk ke kamar.di lihatnya kail sudah tertidur dengan botol DOT di bibirnya.
Alva merebahkan tubuhnya di samping kail dia mencium kening dan pipi kail"good night boy"bisik Alva. Dia mengambil botol susu dari mulut kail.
salsa pun sama dia meringsut memeluk kail,Alva mengecup keningnya.
"good night my girl"Alva Menarik selimut untuk mereka bertiga.
"jangan lupa besok kita ada undangan di akadnya Danu"salsa mengangguk.
**
Saat ini Alva dan salsa sedang berada di acara akad nikahnya Danu dia memakai batik senada dengan dress yang di pakai salsa.
salsa dan Alva pun duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk menyaksikan ijab kabul.
saat Alva datang ijab akan segera di mulai.
"saya terima nikah dan kawinnya Amelia Handayani Wardoyo binti Umar Wardoyo dengan mas kawin tersebut tunai"
'sah
Setelah ijab mereka berdua sungkeman.
mereka semua bahagia termasuk mereka yang menyaksikan berbeda dengan Alva dan salsa mereka sibuk dengan pikiran masing².
'kapan aku akan menikah,kurasa aku tidak akan menikah'gumam salsa dalam hati.
'inilah takdir ku,hidup akan ketakutan bipolar dan gangguan mental membuatku harus hidup sendiri kenapa aku harus mengalami itu?ucap Alva hingga ia tidak sadar sedari tadi salsa memanggilnya.
"iya sayang ada apa maaf ya"ucap Alva tersadar dari lamunannya.
"kamu baik² saja"tanya salsa.
"aku baik² saja,kenapa?"tanya Alva.
"itu di panggil"salsa menunjuk pria paruh baya yang memanggil Alva.
"ah itu papa Surya,papanya Danu"Alva bangun dari duduknya dia menggandeng salsa untuk menghampiri papa Surya dan mama Vina.
"Arya"mama Vina berkaca² melihat Alva.
"kamu apa kabar nak"tanya nya.
"baik,gimana kabar mama"tanya Alva menyambut pelukan Vina
"mama baik sayang,kamu semakin tampan"ucapnya melepas pelukannya dan memandangi Alva.
"terima kasih"Alva tersenyum.
__ADS_1
papa Surya juga memeluk Alva dia bersyukur sahabat anaknya sekaligus anak dari kliennya kembali dalam keadaan sehat.
"kenalkan dia salsa"ucap Alva mengenalkan salsa.
"halo Tante,om"salsa mencium takzim tangan orang tua Danu.
"dia pacarmu?dia cantik "tanya papa Surya.
"yah that my girl"jawab alva.papa Surya dan mama Vina mengangguk.
"kamu sudah lama ga kesini,makan yang banyak jangan pulang dulu"ucap mama Vina.
"lain waktu aku akan main kesini,untuk sekarang aku lagi ada janji jam 3 nanti"ucap alva.melihat jam tangan yang melingkar di lengannya
"sering²lah main kesini"ucap mama Vina.
"mama tunggu undangan dari kalian tinggal kamu yang belum nikah,Zian malah jadi adik iparmu"mama Vina terkekeh.
Alva mengangguk."kalo begitu aku mau ke Danu dulu mah,karena aku harus cepat kembali"ucap Alva.
Mama Vina dan papa Surya mengangguk mempersilahkan.
Alva menggandeng salsa dia berjalan menuju dimana Danu dan Amel berada.
"selamat"ucap Alva dia mengulurkan tangannya.
"selamat untuk apa nih"ucap Danu.
"ya untuk pernikahan loe"jawab Alva.
"oke thanks bro" Danu memeluk Alva
"semoga loe cepet nyusul,loe tau dia akan pergi jika menemukan orang yang bersedia menikahinya,dan meninggalkan loe yang hanya menjadikannya sebagai pemuasmu saja"Danu membisikan itu membuat Alva mengetatkan rahangnya.
"thanks"ucapnya senormal mungkin dia mencoba untuk baik² saja mendengar ucapan Danu.
'siapa yang mau seperti ini,siapa yang tidak mau hidup normal dia hanya takut menyakiti jika sedang kumat dia hanya tidak mau anak dan istrinya takut padanya dan malu karena mempunyai ayah yang gangguan mental.
"ayo sayang kita pulang jam tiga,ada yang harus aku urus"ucap Alva menarik tangan salsa.meninggalkan Danu dan amel.bahkan salsa belum mengucapkan selamat pada Danu.
Alva mengabaikan panggilan Abra ataupun keluarga yang lain.hatinya masih belum baik² saja.dia membuka pintu mobil dan menyuruh salsa masuk.
"masuk"titahnya.
salsa pun masuk dia pun bingung dengan perubahan sikap alva.
Alva pun duduk di sebelah salsa dia menutup pintu dengan keras "braaak!
Kevin melihat ke arah salsa seolah ingin tau apa yang terjadi namun salsa menggeleng tak mengerti.
"persiapkan keberangkatan ku ke lombok"ucapnya Rey dan Kevin saling pandang.
"bukankah kita ..
"kita akan pergi hari ini"Kevin mengangguk dan menghubungi Denis.
Memang ada jadwal untuk ke lombok tapi sudah di wakilkan oleh arka dan berangkat besok siang.setelah sampai di rumah
"kamu akan pergi"tanya salsa.
"ya aku ada urusan di luar kota"jawab Alva.
Denis sudah menunggunya di depan pintu rumahnya.
"sudah di siapkan semuanya"tanya Alva.
"sudah bos"jawab Denis.
Alva masuk ke dalam rumah dia mengganti bajunya.
__ADS_1
"apa yang kamu butuhkan,biar aku siapkan"tanya salsa.
"ga usah,Denis udah nyiapin semuanya,aku akan pergi untuk beberapa hari tolong lihat kail saat aku ga ada"ucap Alva salsa mengangguk.