
Kevin pun mendekat ke brangkar dia berdiri disamping kiri brangkar alva.
Alva membuka matanya orang pertama yang ia lihat adalah ayahnya air matanya mengalir di sudut matanya.
"Ada yang sakit nak"tanya abra melihat anaknya mengeluarkan air mata.
"Alva"panggil Kevin Alva mengedipkan matanya.
"Idan panggil dokter"ucap abra dia melupakan tombol darurat saat idan keluar dia baru ingat tombol darurat dia menekan tombol tersebut.
"Ada apa?"tanya denis yang baru saja datang melihat idan buru² keluar.
"Bang ar bangun"jawabnya dia berlari mencari dokter tapi dokter sudah dekat karena panggilan darurat dari abra.
Denis mengabari dominic dan nathan kalo alva sudah sadar.
Dokter pun masuk abra berdiri di belakang dokter membiarkan dokter memeriksa putranya.
Beberapa alat di lepas abra tersenyum melihat alva yang sudah membuka matanya dia mendekat dan memegang tangan anaknya itu.
"Ayah tau kamu anak yang kuat"ucapnya.
"Mi..mi.num"ucapnya lirih.abra mengatur ranjang alva agar setengah duduk dia mengambilkan air dan mendekatkan pipetnya.
Denis masuk dia melihat bosnya yang sedang minum.
"Sal...sa kail"ucap Alva.
"Mereka baik² saja bos,mba salsa sedang istirahat di rumah sebentar lagi kesini"alva memejamkan matanya lega istri dan anaknya Selamat.
Mendengar Alva sudah sadar kail dan salsa sudah tidak sabar untuk bertemu.
'ceklek...
"Daddy....kail berlari ke arah ranjang alva.di belakangnya salsa duduk di kursi roda di dorong Rey.
senyum tersungging di bibir Alva melihat putra dan istrinya baik² saja.kevin membantu kail agar naik ke atas brangkar.
"kail sudah tinggi uncle"sungutnya.
"ya uncle tau"ucap Kevin.
Salsa mengecup kening Alva airmata bahagia menetes di pipinya.
"terima kasih sudah bertahan"ucap salsa.alva mengelus perut salsa.
"mereka baik² saja,pegang ini"salsa memegang tangan Alva perutnya bergerak.
"mereka bergerak,mereka merindukan daddynya"ucap salsa.
__ADS_1
"Daddy..panggil kail.
Alva mengalihkan pandangannya melihat ke arah kail.
"i Miss you Daddy...no..no..no..we Miss u so much"ucap kail.
"i Miss you too terima kasih sudah menjaga mommy"ucap Alva lirih.
"tentu Daddy"kail mengecup pelipis Alva meninggalkan jejak basah disana Alva memejamkan matanya.
"Daddy jangan takut lagi orang jelek itu sudah kail tembak disini dan disini"ucap kail menunjuk dada dan kening Alva.
"terima kasih jagoan Daddy"ucap Alva.
"kail sudah mengatakan akan membalasnya kan"Alva mengangguk.
"kamu memang jagoan Daddy yang bisa di andalkan"kail tersenyum dia bangga bisa membalas orang jelek yang sudah menyakiti daddynya.
**
Sudah tiga hari alva bangun dari komanya pernikahan danu pun terlewat karena alva koma, danu sesekali menjenguknya.
Abra dengan telaten menyuapi anaknya.
"makanlah yang banyak"ucap Abra kembali menyuapkan makanan ke mulut Alva.
"sudah kenyang"ucap Alva.
Dia mengambil tisu dan membersihkan bibir Alva dia juga mengambilkan minum untuk putranya.
"hari ini ayah harus ke kantor lebih awal karena ada meeting,selesai meeting ayah akan kesini lagi"ucap Abra.
"terima kasih"ucap Alva.
"tidak jangan berterima kasih nak"ucap Abra.
"ini kewajiban ayah"ucap Abra.
Alva merasakan kasih sayang ayahnya tapi dia harus memutuskan untuk sesaat sampai albert di kukuhkan menjadi pemimpin maka keluarganya akan aman.dia tidak mau mengambil resiko seperti kemarin dia kecolongan.dia bersyukur hanya dia yang menjadi korban gimana kalo juna,kail gimana kalo salsa dan calon anaknya.
"apa kamu sudah mengabari Daddy kev?"tanya Alva.
"ya perempuan itu sudah ada"ucap Kevin.
Malam itu saat Alva sedang berdua dengan Kevin dia mengutarakan keinginannya.
"Bawa aku ke jerman kev,sampai albert berkuasa dan aku tidak menjadi incaran mereka lagi.aku yakin anak² Marcus tidak terima dengan kematiannya.aku tidak mau mengorbankan keluargaku,hanya beberapa bulan lagi dia akan di nobatkan"ucap alva.
"Apa kamu yakin? gimana dengan salsa dan juga kail,pak Abra juga?"tanya kevin.
__ADS_1
"Nathan akan menjaganya bukan?jaga mereka lebih ketat"ucap alva.
"Albert sebentar lagi selesai pelatihan dan daddy akan mengangkat nya menjadi pemimpin,dan aku akan kembali kesini"ucap alva.
**
Kevin pun meminta bantuan Albert dan Nathan,setelah siap mereka akan berangkat.seorang wanita dengan tinggi yang sama seperti salsa dan di buat hamil besar dan seorang anak kecil di siapkan Nathan dan Ken.
Berita tentang kembalinya Alva ke Jerman dengan membawa perempuan hamil dan anak kecil terdengar di telinga musuh²nya.
berita itu mengatakan kejadian naas terjadi pada Alva dan kekasihnya hingga Alva membawa kekasihnya ke kediaman Gilbert untuk mencari perlindungan.
Mereka tidak tau bahwa yang sebenarnya, padahal salsa dan kail di negaranya.
**
Pagi hari Abra sudah bersiap untuk ke rumah sakit hari ini dia akan di temani alea,alea sendiri sedang menyiapkan makanan untuk Alva.
Setelah beberapa saat mereka kini berada di kamar inap alva.namun kamar itu terlihat kosong.
"Abang kemana yah"tanya alea.
"ayah ga tau sayang"ucap Abra di duduk di sofa di ikuti alea.
hingga satu jam namun Alva belum kembali ke kamar.alea pun menghubungi salsa dan salsa mengatakan dia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.
Setelah beberapa saat salsa sampai di kamar inap Alva namun ranjang itu kosong.
"Alva kemana?"tanya salsa.
"kita sudah menunggu satu jam disini"ucap alea.
dokter Andri menghampiri mereka.
"selamat pagi"sapanya sopan.
"pagi dok?"ucap salsa dan Abra.
"pak Alvarez sudah keluar dari rumah sakit,apa tidak ada yang infokan?"tanya dr Andri dia pura² tidak tau padahal dok andri mengetahui rencana Alva.
"kapan dok,tapi di rumah ga ada"ucap salsa.
"semalam, beliau menginfokan akan berobat ke Miami"ucap dok andri.
salsa menggelengkan kepalanya.
"kenapa tidak ada yang memberitahu ku"tanya Abra geram.
"maaf pak,saya pikir keluarga sudah tau"ucap dr Andri.
__ADS_1
Setelah tau Alva pergi,Abra dan salsa kembali ke rumah.
dia juga mengabari Abi dan yang lain.