BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
MARSHA


__ADS_3

"aku tidak pernah menandatanganinya Bowo,aku tidak mau menerima apa yang di berikan Alva sebagai kompensasi selama dia hidup bersama ku,dia anak ku Bowo aku tidak mungkin minta ganti rugi pada anak ku"ucap Abra.


"tapi tanda tangan itu nyata pak bos dengan pulpen anda sendiri"ucap Bowo pulpen yang di gunakan Abra untuk menandatangani berkas penting adalah pulpen khusus ada kilatan seperti emasnya di tintanya.


"aku tidak pernah menandatangani nya,aku tidak mau itu Bowo,aku hanya mau anakku kembali"ucap abra.bowo terdiam dia tidak tau bagaimana bisa Alva mendapatkan tanda tangan bos nya itu.


"apa putraku benar² tidak ingin kembali lagi Bowo"tanya nya.


"inggrid sudah meninggal tapi kenapa dia tidak mau kembali ke keluarganya?"ucapnya lagi.


"Bowo"...panggilnya.


"iya pak bos"..


"bisakah kamu menyelidiki kematian Inge Bowo?apa ada keterlibatan arya"pinta Abra.


"apa tidak akan percuma pak bos,bahkan orang² kita tidak mendapatkan alamatnya hingga sekarang"ucap bowo.abra mengangguk.


"orang² di sekitar bang Ar bukan orang biasa pak bos,Mr Dominic adalah seorang mafia (deg jantung Abra berdegup) bisnis bawah tanah nya pun masih berjalan,dan perusahaan²nya di kendalikan oleh bang ar"ucap Bowo.


"ya Tuhan,,kamu tau darimana?"tanya Abra dia begitu terkejut putranya berurusan dengan mafia.


"ada seseorang yang mengatakannya"ucap Bowo.


"setelah saya selidiki memang saya cuma mendapatkan data perusahaan² milik Mr Dominic yang bang Ar sebagai direkturnya"ucapnya lagi.


"kita tidak bisa melakukan apapun untuk mendekati bang Ar,karena bang Ar betul² di jaga ketat"ucap Bowo.


**


Alva saat ini sedang bersiap untuk mengantarkan salsa ke dokter kandungan,kail juga akan ikut untuk melihat adik²nya.


Setelah melakukan perjalanan kini mereka telah sampai di RS delta medika.


Alva ikut mengantri walaupun dia pemilik RS itu.


setelah menunggu antrian kini giliran salsa mereka bertiga masuk ke ruang dokter itu.


"selamat siang nyonya alvarez selamat datang,apa kabar?apa ada keluhan?"tanya dok Silvia.


"saya gampang lelah dokter dan saya gampang sekali tidur dan punggung saya sering tidak nyaman"ucap salsa.


"itu hal yang wajar di alami ibu hamil nyonya Alvarez,apalagi anda hamil anak kembar,selera makan akan bertambah dan cepat mengantuk"ucap dokter Silvia salsa mengangguk membenarkan.


"apa tidak apa² dokter"tanya alva.


"tidak apa² pak alva itu di alami semua ibu hamil,mari kita melakukan pemeriksaan nyonya Alva"ucap dok Silvia.


salsa mengangguk dia bangun dari duduknya di bantu Alva dan kail.


"terima kasih"ucap salsa.


"sama² mommy"ucap kail.


Alva membantu salsa untuk tiduran di brangkar dengan suster yang berada di sampingnya.


"pelan² sayang"ucap Alva.


dokter pun melakukan USG terlihat gambar dua anaknya.


"yang mana Daddy"tanya kail ingin melihat adiknya,dia kini berada di gendongan Alva.


"Daddy tidak tau nanti kita tanya dokter"ucap Alva.


"ini lihat mereka sangat sehat,hidungnya mancung seperti daddynya"dokter itu menunjuk ke arah layar monitor.


"itu adik kail?"tanya nya.


"iya dia masih sangat kecil"jawab dokter itu.kail memperhatikan layar tersebut.

__ADS_1


alva memegang tangan salsa erat,dia terharu melihat dua anak kembarnya,hasil perbuatannya,tak terpikirkan olehnya untuk mempunyai anak namun lihat sekarang dia akan mempunyai anak bahkan dua sekaligus,bahkan juga kini dia telah menikah.


"mari kita dengarkan detak jantungnya"ucap dokter Silvia.


"deg.deg.deg.deg.


Alva meneteskan air matanya.haru,sedih, takut,bahagia meliputi hatinya.


salsa tersenyum menatap Alva dia mengeratkan pegangan tangannya.


"mereka baby boy or girl Daddy?"tanya kail.


"kita lihat ya"ucap dokter Silvia.


"baby nya malu tidak mau di lihat"ucap dokter Silvia.


"gapapa ya baby nya malu,mau buat surprise buat abang kail nanti kalo udah keluar"ucap salsa.kail mengangguk.


"kail sudah tidak sabar bertemu mereka Daddy"ucap kail.


"Daddy juga"ucap Alva.


setelah pemeriksaan selesai dokter menyerahkan hasil foto USG itu pada alva.kail mengambil foto itu dan terus memperhatikannya.dokter juga memberikan beberapa nasehat untuk salsa.


setelah mengantar salsa dan kail pulang Alva menunggu Denis untuk berangkat meeting di restoran hotel.


**


"hai masih ingat dengan saya"tanya seorang wanita dengan pakaian formalnya.


Alva menatap datar wanita itu dia berhenti karena mendengar suara yang ia kenal,penampilan Alva yang hanya menggunakan kemeja dengan kancing dua yang di biarkan terbuka dan jas tanpa menggunakan dasi membuatnya terlihat santai.


"sedang apa kamu disini"ucapnya dengan tatapan mengejek.namun Alva tetap diam.kevin mengerutkan keningnya wanita ini tidak asing tapi dia lupa melihatnya dimana.


Denis pun tidak tau perempuan itu.


"apa ada larangan kami memasuki hotel ini"tanya Kevin jengah dengan ucapan wanita itu.


Kevin sendiri memakai kemeja warna hitam dengan lengan di gulung se siku tangannya.


Denis pun sama dia menggunakan jas dan kemeja tanpa dasi,karena meeting ini tidak terlalu formal.


"anda siapa"tanya Denis.


"kenalkan saya Marsha"ucapnya dia mengulurkan tangannya ke Denis,namun Denis enggan menanggapi uluran tangan itu.


Marsha pun menarik kembali tangannya.


"kalian membawanya kesini untuk apa?kalian akan di buat malu olehnya,dia hanya laki² biasa yang pelit dan tidak banyak uang"ucap Marsha.


Denis mengangguk²an kepalanya kini dia dan Kevin tau siapa wanita itu yang ternyata mantan pacar Alva saat kuliah di Jerman.


"kau tau dia kuliah di Jerman karena bea siswa"ucap Marsha.


"berarti dia pintar"ucap Denis.


"ck dia memang pintar,tapi dia pelit dan miskin apalagi..."Marsha memotong ucapannya.membuat Denis mengerutkan keningnya penasaran dengan apa yang akan di ucapkan Marsha.


"dia juga gila"cibir Marsha menatap sinis ke arah Alva yang hanya diam.


"jaga ucapan anda nona"ucap Kevin.


"ya sudah kalo kalian tidak percaya"ucap Marsha berlalu dari depan Alva Denis dan Kevin.


"ck bisa²nya kamu pacaran sama perempuan seperti itu"cibir Kevin.


"khilaf"jawab Alva mendengar jawabannya membuat Denis terkekeh.


**

__ADS_1


Saat ini mereka sudah sampai depan ruang VIP namun pintu tidak tertutup rapat hingga mendengar apa yang mereka bicarakan.


"aku hamil ndre kamu kapan nikahin aku"ucapnya.


"aku sudah bilang agar kamu minum obat pencegah kehamilan"sungutnya.


"aku sudah meminumnya"jawabnya.


"lalu kenapa kamu sampai bisa hamil"ucap laki² yang dia panggil ndre itu.


"kamu ingat saat kita melakukan perjalanan kerja ke Surabaya kamu lupa bahwa aku tidak membawa pilnya tapi kamu kamu tetap membuangnya di dalam"ucapnya.


"tapi aku sudah punya anak dan istri Marsha,aku tidak mungkin menikahimu,tapi aku akan bertanggung jawab jika benar dia anakku aku akan membiayainya"ucapnya.


Marsha perempuan yang bertemu Alva saat di lobby kini sedang meminta pertanggungjawaban pada seorang pria yang menghamilinya yang tidak lain adalah bosnya sendiri.


"apa maksudmu tidak mengakui bayi ini"ucap Marsha.


"kau yang tau akan tubuhmu Marsha kau bukan perawan lagi saat kita berhubungan untuk pertama kali.dan kamu juga berhubungan dengan pacarmu kan?kamu hanya mengincar uangku Marsha,kau mau melayaniku karena aku membayar mu.kamu yang menggodaku lebih dulu Marsha kamu sama dengan sekertaris lain yang menggoda bosnya"ucap Andre panjang lebar.


"aku tidak tau itu anakku atau bukan tapi di luar sana kamu masih punya pacar dan menjalin hubungan denganya,bahkan kalian pernah tinggal bersama,kau tau apa yang laki² dan perempuan lakukan jika tinggal bersama?"tanya Andre.


"menikmati malam panas apalagi kalian berpacaran"ucap Andre.


Marsha terdiam benar dia pernah tinggal bersama pacarnya dan mereka sering melakukannya.tapi pacarnya selalu memakai pengaman begitupun dengan Andre namun pernah sekali tidak memakai pengaman saat di Surabaya,Marsha berpikir saat itulah terjadi pembuahan.


"udahlah Marsha sebentar lagi klien kita datang,sebagai sekertaris kamu harus bisa meyakinkan klien penting ini"ucap Andre.


"ternyata dia murahan"cibir Denis.


Setelah selang beberapa menit mereka menunggu suara pintu di ketuk.marsha bangkit lalu membuka pintu itu,saat pelayan akan mengantar mereka Alva menolaknya.


Marsha menarik handle pintu namun pintu tidak tertutup rapat.dia membuka pintu itu dengan tersenyum,namun senyum itu pudar saat melihat Alva,Kevin dan Denis.


"ngapain kalian disini kalian ngikutin gue"cibir Marsha.


denis mengerutkan keningnya,sambutan dari sang sekertaris memberikan nilai nol untuk perusahaan Andre.


"saya ada janji dengan pak Andre"ucap Denis.


"Marsha"panggil Andre.


"i..iya pak Andre"Marsha gugup melihat tatapan tajam Andre.


"silahkan masuk pak Denis,pak Alvarez..mmm..


"Kevin"ucapnya mengenalkan diri.


"mari ...


Marsha masih terpaku ternyata klien yang di tunggu adalah mereka semoga tidak ada masalah setelah apa yang di lakukanya saat di luar pikirnya.


Alva duduk di antara Kevin dan denis


"Marsha kenapa kamu masih berdiri disitu"ucap Andre Marsha pun berjalan pelan untuk duduk di pinggir Andre.


"ini klien kita Marsha,ini pak Denis,pak Alvarez dan pak Kevin"ucap Andre.


Kevin tersenyum sinis melihat wajah tegang Marsha.


"oh dia sekertaris anda pak Andre?"tanya Denis.


"iya pak Denis dia sekertaris saya"ucap Andre.


denis mengangguk²an kepalanya.


"apa ada masalah pak Denis"tanya Andre khawatir.


"dia mengatai bos saya"ucap Denis to the poin.membuat wajah Marsha terlihat tegang bahkan duduknya tidak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2