
"apa yang kamu dapatkan"tanya Kevin.
"saya baru menemukan alamatnya bos,namun saya hanya melihat anak kecil"ucapnya di sebrang sana.
"awasi dan laporkan apa yang kamu lihat"ucap Kevin.
"baik bos"ucapnya.
Kevin kembali ke ruangan Lutfi dia melihat Denis sedang membereskan berkas².
"sudah selesai"tanya Alva.
"ya"jawab Kevin.
"ayo kita pulang"Kevin mengerutkan keningnya.
"sudah?"tanya Kevin,Alva mengangguk.
**
pagi hari di rumah Dea saat ini dia sedang mengeluarkan isi perutnya di kamar mandi.
dia sudah merasakan bahwa dia tidak baik² saja kejadian malam itu ternyata membuatnya hamil.
sebagai perempuan yang pernah hamil saat ini dia sedang mengalami morning sickness.
Dea membersihkan diri saat ini jam menunjukan pukul delapan pagi hari ini dia akan ke dokter untuk memeriksa kondisinya dia yakin saat ini sedang hamil walaupun masa menstruasi dia tidak baik,tapi dia merasa bahwa dirinya hamil.
'setelah memastikan bahwa aku hamil,aku akan resign dari perusahaan dan akan kembali ke Singapura' gumamnya.
'bagaimana aku bisa membesarkan anak² disini,pasti mereka akan tanya dimana ayahnya'.
"Fabian di rumah dulu ya,mama pergi sebentar"ucapnya.
"oke mama"Dea mencium pipi Fabian dia bergegas agar tidak kena macet.
dea menaiki motornya menuju rumah sakit. setelah mendaftar kini Dea berada di depan dokter kandungan.seseorang mengambil gambar itu dan mengirimnya ke Alva.
"tetap awasi,kabari Kevin nanti siang setelah meeting dengan Daddy"pesan Alva.
orang yang di suruh Kevin untuk mengawasi Dea adalah orang yang sama mengabari Alva.
Alva memintanya agar tidak menceritakannya ke Kevin.
Dea memasuki ruang dokter SpOG setelah no antrian nya di sebut.
"selamat ya Bu,usia kehamilannya memasuki Minggu ke empat"airmatanya mengalir.dokter berpikir mungkin karena terharu.
setelah mendapatkan obat dan vitamin Dea kembali kerumahnya dia akan membuat surat pengunduran diri.
setelah siap surat pengunduran dirinya kini Dea membawa putranya ke kantor dia akan menyerahkan surat pengunduran dirinya.
"kenapa kamu resign de?apa ada masalah?"tanya Lutfi.
"tidak ada pak,saya hanya akan kembali ke Singapura"ucap Dea.
"maafkan saya pak karena keputusan ini mendadak"ucap Dea.
"aku tau kamu ada masalah Dea,katakan padaku siapa tau aku bisa membantumu"ucap Lutfi.
"saya baik² saja pak,saya akan kembali ke Singapura bersama anak saya"ucap Dea.
"baiklah kalo itu maumu,saya harap kamu berubah pikiran Dea,karena susah mencari sekertaris yang cekatan sepertimu"ucap Lutfi menandatangani surat Dea.
"semoga bapak secepatnya mendapatkan pengganti saya,permisi"ucap Dea dia keluar untuk membereskan barang²nya disana ada anaknya.
**
"loe gila Al,gue kehilangan sekertaris gue"ucap Lutfi.
"apa maksudmu"tanya Alva.
"Dea resign dan dia akan ke Singapura"ucap Lutfi.
"seriously?"ucapnya membuat Kevin dan Denis melihat ke arah alva.mendengar nada terkejut dari mulutnya.
"ya dan aku sudah menandatangani nya"ucap Lutfi.
*
"ada apa bos"tanya Denis.
"ini Ara dapat bea siswa ke Swiss"ucap Alva.
Kevin dan Denis mengangguk.
__ADS_1
Alva mengetikan sesuatu pada orang yang di suruh Kevin untuk jangan lengah mengawasi dea.
dia juga meminta agar segera memberi info pada Kevin yang semakin hari semakin kusut.
Dea dan art nya sudah menyiapkan koper dia akan segera berangkat.
sebuah taksi menunggunya di halaman rumahnya.
orang suruhan Kevin pun melaporkan dia juga mengirimkan foto Dea berada di dokter kandungan bahkan videonya juga.
foto Dea membawa barang² keluar dari perusahaan Lutfi.
Kevin membuka Poto dan video tersebut, jantungnya berdegup kencang.apalagi dia mendapat pesan lagi bahwa Dea keluar dari rumah membawa banyak koper.
"**** brengsek.. umpatnya.
membuat Shawn dan Denis terkejut.
"ada apa kev "tanya Alva dia pura² tidak tau.
"aku akan pergi sebentar"ucap Kevin dia bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan Alva tanpa menunggu jawaban.
"ada apa bos"tanya Denis setelah Kevin pergi.
"Dea hamil,dan dia resign dari Perusahaan Lutfi dia akan pindah ke Singapura"ucap Alva
"hamil?yakin bos"...
"ya agus mengirimkan video Dea sedang di dr kandungan"ucap Alva.
"tokcer juga tuh pisang"ucap Denis terkekeh.
"persiapkan pernikahannya nis,aku akan memaksanya menikah"ucap Alva.
**
Kevin membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi dia tidak perduli umpatan orang di jalan.sedangkan di posisi Dea saat ini taksi itu berhenti menepi karena ban tiba² bocor.
"masih lama ya pak"tanya Dea.
"sebentar ya Bu"ucap supir tersebut.
suara mobil berhenti di belakang taksi.supir itu berharap dia mendapatkan bantuan.
Dea pun membuka pintu sesaat dia terkejut melihat Kevin berdiri di depanya menatapnya tajam.
Dea menutup pintu mobil agar anaknya tidak mendengarkan apa yang di bicarakan Kevin dan dirinya.
"pak Miller ada apa"tanya Dea mencoba tenang walaupun jantungnya berdegup.
"mau pergi kemana?"suara itu sangat dingin.
"s..saya mau ke Singapura pak,ada apa ya?"tanya Dea.
"kenapa tidak mendatangiku"ucap Kevin.
"u..untuk apa"tanya Dea gugup.
"kenapa pergi?"tanya Kevin tanpa menghilangkan pertanyaan Dea.
"kenapa pergi jawab aku bilang"ucap Kevin dia menahan emosinya.
"saya pergi karena keinginan saya pak maaf apa urusannya dengan anda"ucap Dea yang masih berbicara formal.
"aku tidak akan membiarkan kamu pergi dengan membawa bagian dariku"ucap Kevin.
"aku tidak mengerti maksud anda pak Miller"ucap Dea.
"heh,kamu sedang hamil Dea,kamu mau membawa anak ku heh kamu mau membawa bagian dari hidup ku"..
"degh
jantung Dea berdetak kencang.
"sekarang masuk ke mobil saya"ucap Kevin.
"saya tidak mau pak saya akan tetap pergi"ucap Dea.
"aku tidak memberimu pilihan,ini perintah masuk ke mobil saya"ucap Kevin.
"perintah?anda siapa berani memerintah saya?"ucap Dea.
"aku ayah dari anak yang kamu kandung Dea,kembali aku bilang jangan membuatku marah Dea,kamu mau tau bagaimana aku marah"ucap Kevin.
Dea takut melihat tatapan tajam kevin,dia membuka pintu mobil dan mengambil putranya yang masih empat tahun.namun Kevin mengambil alih Fabian ke dalam gendongannya.
__ADS_1
"keluarkan barang²nya koper dan masukan ke dalam mobil saya pak"ucap Kevin dia mendudukan Fabian di kursi belakang dan memakaikan selt belt.
setelah barang²nya masuk Kevin memberikan uang pada supir tersebut dengan jumlah yang banyak.dia lalu beranjak meninggalkan supir itu dia akan membawa Dea ke rumah ke dua di rumah Alva.
dia tidak akan membiarkan Dea hidup berdua dan pasti akan kabur lagi.di rumah Alva penjagaan sangat ketat dia tidak akan melarikan diri.
"pak Kevin sudah membawa mba Dea pak bos"pesanya di dalam hp Alva.
"good job.kembali pulang"Alva menghela nafas tenang.
"sorry kev gue harus melakukan ini agar loe hidup dengan normal sebagai pria"ucap Alva.
Denis mengangguk,dia juga tidak mau Kevin memiliki rasa yang salah pada Alva.
"terus apa yang akan kita lakukan bos"tanya Denis.
"menikahkan mereka"ucap Alva.
"sama seperti salsa hamil dulu dia menyuruh ku menikah aku akan membuatnya bertanggung jawab"ucap Alva.
**
"kita mau kemana"tanya Dea.
namun Kevin enggan menjawab dia hanya diam hingga sampai di rumah dengan pagar yang tinggi,Kevin membunyikan klakson hingga gerbang terbuka di dalam itu banyak sekali bodyguard.
Dea merasa was² melihat orang² di halaman itu,hingga mobil itu melewati rumah besar dan berhenti di rumah kedua rumah pribadi kevin.
Kevin turun dia membuka pintu mobil belakang dan menggendong Fabian yang tertidur dan membawanya masuk ke dalam rumah,dia lalu menidurkan Fabian di kamar lain,dia juga menyelimuti anak itu.
Kevin keluar dari kamar dia melihat Dea yang masih berdiri di ruang tamu.
"istirahatlah"ucap Kevin suaranya begitu dingin,bahkan Dea baru satu jam yang lalu mendengar Kevin bicara panjang lebar.
Kevin keluar dia mengeluarkan koper dari mobil dan membawanya ke kamar.
rumah dua lantai itu memang dia buat agar berdekatan dengan Alva.
Kevin membawa koper itu masuk ke kamar di lihatnya Dea sedang duduk di tepi ranjang sedang mengelus kepala Fabian.
"istirahatlah atau kamu mau makan sesuatu"tanya kevin.dea menggelengkan kepalanya.
Kevin pun keluar dari kamar dia ingin mandi sebentar dan kembali ke kantor jam menunjukan pukul 2 siang.
setelah mandi Kevin meminta koki untuk memasakan makanan untuk Dea dan Fabian dan meminta agar di antarkan ke rumahnya.
Kevin pun pergi meninggalkan rumah itu,Dea melihat Kevin pergi dari jendela kamar yang ia tempati bersama anaknya.
**
"what happened"tanya Alva sesaat setelah Kevin duduk di sofa samping shawn.
Shawn yang sibuk dengan gamenya melebarkan telinganya untuk mendengar jawaban Kevin.
Kevin membuka laptopnya dia juga mengambil map di meja, pikiran dia masih bingung untuk mengatakannya atau tidak.
"kev...
"sorry..jawabnya.
"its oke kalo loe belum mau cerita"ucap Alva.
"gue perhatikan loe akhir² ini seperti banyak masalah kev"ucap Alva
.
"aku lihat perusahaan Daddy baik² saja,apa kamu ada masalah dengan orang lain?biar orang² kita yang menyelesaikannya"ucap alva.matanya masih fokus pada layar di depanya hanya sesekali melirik ke arah Kevin.
"ga ada masalah"jawab Kevin,Alva mengangguk dan diam mengerjakan tugas²nya.
jam berjalan pukul setengah enam sore mereka masih di kantor.
alva meminta di bikinkan kopi pada saep.
Shawn memejamkan matanya tiga puluh menit yang lalu,dia mengcas batre hp nya dan memilih tidur.
"aku menghamili seseorang"ucap Kevin saat melihat Alva merenggangkan otot²nya.
"apa maksudmu"tanya Alva pura² tidak tau.
"aku menghamili seorang wanita"ucap Kevin.
"bagaimana bisa, bukankah kamu...
"aku tidak tau,aku rasa malam itu aku di jebak"ucap Kevin.
__ADS_1