BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
RUMAH SAKIT JIWA


__ADS_3

Satu Minggu sudah Alva tidak keluar kamar.kail pun tidak masuk sekolah.


abra sama sekali tidak bisa bertemu alva dia juga tidak tau dimana alamatnya.


Sudah satu Minggu pula Abra tidur di kamar tamu.


"Juna opa mau tanya kail sekolah dimana?"tanya Abra.


"kail?dia sekolah di sebrang jalan sekolah Juna opa"ucap Juna.


"ada apa opa"tanya Juna.


"gapapa opa cuma pengen tau"jawab Abra saat ini mereka sedang di ruang tengah.


"aku udah lama ga liat kail atau bibi Sarah yang menjaga kail"ucap Dian.


"ada apa yah"tanya Abi.


"Arya sakit ayah tidak tau alamatnya,ayah ingin tau kabarnya"ucap Abra.


Pagi hari Abra sudah siap dengan setelan kantornya dia akan berangkat bersama Dian.


beberapa saat kemudian Abra dan Dian berada di kantor kepala sekolah kail.


"ada yang bisa kami bantu pak Abra"ucap kepala sekolah tersebut.


"saya mau tanya tentang kail"ucap Abra.


"kail?"


"iya kail dia masih lima tahun tapi sudah kelas dua"ucap Abra.


"oh Mikhail Hernandez"


"sudah satu Minggu ga masuk ke sekolah pak Abra,asisten orang tuanya mengatakan kail minta home schooling"ucap kepsek.


"home schooling?apa dia ada masalah di sekolah atau di bully"tanya Abra khawatir.


"tidak ada pak Abra,sebelum home schooling kail meminta pulang saat jam pelajaran masih berjalan,wali kelas nya mengatakan kail ingin pulang karena Daddy nya sedang sakit"ucap kepsek.


'degh ....sakit apa nak?kamu dimana?jangan buat ayah takut"gumamnya.


"bisakah kami meminta alamatnya"tanya dian.


"tentu Bu"walaupun awalnya tidak di berikan namun memberikan alasan yang masuk akal kepsek juga mengenal siapa Abraham pratama. senang lega akhirnya dia mendapatkan alamatnya kepsek tersebut memberikan alamat yang tertera.


Namun saat Abra membaca alamat tersebut adalah alamat apartemen yang di tinggali Alva dulu.


akhirnya Abra dan Dian pun kembali dengan tangan kosong.


Dominic dan Gabriel pun sudah melihat keadaan alva.kail tidak pernah jauh dari Alva bahkan dia membantu kevin memandikan ataupun menyuapi.walaupun berantakan ada Kevin yang membantu membersihkan.berharap dengan kail sering di samping Alva akan membantu Alva untuk segera bangkit.


Kail juga membacakan buku cerita pada Alva saat malam sampai kail yang tertidur.alva meneteskan airmatanya melihat kail tertidur di sampingnya namun pikirannya tak sejalan dia menyerah dengan kehidupan yang sering kali mempermainkannya.


"maaf"kata itu keluar sejalan dengan airmatanya yang luruh.


anak sekecil kail sudah harus merasakan banyak luka, ketidaknyamanan bahkan tidak bisa berkumpul dengan keluarganya ayah kandungnya.


**


Setelah malam itu Alva sering melakukan percobaan bunuh diri kalo saja Kevin tidak ada.dokter dua puluh empat jam menjaganya bahkan saat ini Alva tidak bisa bergerak karena kaki dan tangannya di ikat wajah tirusnya,mata cekungnya dengan lingkaran hitamnya.tubuhnya kurus bahkan hanya makan dua sendok bahkan tidak makan sama sekali.

__ADS_1


Dia hanya duduk merenung dengan tatapan kosong.


Kail menangis melihat keadaan daddynya yang di ikat di ranjang.air mata Alva mengalir di sudut matanya.


"Daddy cepat sembuh hik..hik"ucapnya.


"kail janji ga akan nakal Daddy"ucapnya lagi.


*


Setelah membicarakan dengan Gabriel,Dominic memtuskan untuk membawa Alva ke rumah sakit jiwa,dokter mengatakan akan lebih baik di rawat disana.kail dan Kevin setiap hari akan menjenguk Alva.


Sudah hampir dua bulan salsa pergi.


sudah tiga Minggu Alva di rawat di RSJ dia akan mengamuk dan menyakiti diri sendiri.


setiap hari Gabriel dan kail dan Kevin akan menjenguk nya.


"ya pak Kevin,iya saya mengerti pak saya punya seorang teman dokter dan saya sudah konsultasikan keadaan pak Alvares sesuai permintaan anda beliau akan datang besok malam pak"ucap seorang dokter.


"......


"saya mengerti pak,untuk saat ini keadaan pak Alvarez belum ada perubahan"ucapnya lagi..


"......


"ya saya sudah selesai praktek saya akan lihat keadaan pak Alvarez tadi suster mengatakan masih di tempat yang sama"ucapnya..tlp terputus dokter itu berjalan meninggalkan rumah sakit tempatnya praktek.


sepasang telinga mendengar apa yang di bicarakan.dia melihat pintu ruangan tertera sp .kj(spesialis kejiwaan).


Dia pun buru² mengikuti mobil dokter tersebut.tidak lupa menghubungi sang istri untuk pulang naik taksi.setelah beberapa saat mobil berhenti di salah satu RS jiwa.abi berjalan seolah dia akan mengunjungi salah satu pasien.


Hingga dia melihat ruangan yang terpisah sendiri.abi duduk di salah satu bangku agar tidak di curigai dia melihat Kevin dan kail masuk. jendela besar di ruangan itu memperlihatkan apa yang ada di dalam .


Dia melihat Alva dengan baju pesakitan dia mengambil beberapa kali gambar terlihat kail menyisir rambut daddynya.


Abi berlari kembali ke mobil.air matanya terus mengalir sesak dadanya sungguh sakit melihat tatapan mata itu kosong wajah tirus dan pucat, sungguh dia tidak tega melihat adiknya berada di RSJ bahkan tatapan matanya yang biasa tajam saat melihat dia dan ayahnya kini bagai mayat hidup.


Dia bergegas untuk pulang ke rumah..


"yah, ayah .... rumah nampak sepi sudah dua bulan ini Abra akan pulang larut malam dan tidur di kamar tamu dia juga jarang berkumpul dengan yang lain lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerja.


"ayah dimana bik"tanya Abi.


"di ruang kerja bang"Abi pun bergegas dia mengetuk pintu setelah mendengar suara ayahnya dia pun masuk.


"ada apa bang"tanya Abra yang baru saja menghembuskan asap rokok di sela jarinya


"ayah merokok "tanya Abi Dia tidak menjawab pertanyaan ayahnya.


"sejak kapan ayah merokok?"tanya Abi.


"dua bulan yang lalu"ucap Abra.


"ada apa?"tanya Abra,Abi ingat akan tujuanya ke ruang kerja ayahnya.


dia menyerahkan hp nya ke Abra.


"apa ini"tanya Abra.


"ayah lihat sendiri"ucap Abi.

__ADS_1


Abra menggulir foto di layar Abi terlihat alva memakai baju pesakitan.


"apa ini maksudnya"tanya Abra.


"itu kenapa kita tidak bisa menemukan Alva di kantor dia di rawat di RSJ yah"ucap Abi lagi² dia meneteskan air matanya.


"ya Tuhan..


deg..deg..deg..


"maksudmu bang"airmatanya menetes.


"Alva di rawat di RSJ aku tidak sengaja mendengar seorang dokter psikiater dan aku mengikuti nya,dan itu yang aku dapat"ucap Abi suaranya serak.


Abra kembali melihat foto tersebut.


dia juga memutar video yang di rekam Abi.


tatapan mata alva kosong dia juga melihat kail yang begitu menyayangi daddynya.menyisiri rambutnya dan mengecup pipinya.sungguh Abra tidak tahan melihat video itu.tatapan kosong putranya dan senyum cucunya itu menyakiti hati Abra.


Dia menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya.air matanya luruh sesak dia menghembuskan nafas kasar.


dia juga melepas kacamatanya.


"ya Tuhan....kita temui Alva"ucap Abra dia bangun dari duduknya.


Abi membawa Abra ke rumah sakit dimana Alva di rawat.


penjagaan di ruangan itu ketat,Rey dan Seno juga Jo kadang bergantian Shawn dan Axel dan yang lain.


"kita tidak mungkin di ijinkan masuk yah"ucap Abi.


"tapi ayah mau lihat bang Ar"ucapnya lirih.


Rey mendapat kabar dari orangnya yang berjaga di luar bahwa Abi dan Abra berada di dalam.rey mengumpat bisa² orang suruhan Abi menemukan mereka,padahal selama ini orang² Alva bisa mengecoh mereka.


Rey pun menghubungi Kevin dan memberitahukan keberadaan Abi dan Abra.


"biarkan dia melihat putranya,biar rasa bersalah pada putranya semakin besar"ucap Kevin.


Rey meminta Seno untuk membeli kopi atau bir,dan menyuruh Jo untuk ke toilet dan di akan pura² mengantuk.


**


Setelah beberapa saat Abi dan Abra sudah berada di depan jendela kamar Alva.


terlihat Alva sedang meringkuk di ranjang namun matanya terbuka dia tidak tidur tubuhnya terlihat kurus wajahnya pucat dan tatapannya kosong seperti tidak ada kehidupan disana sesekali meremas rambutnya,sesekali menangis air matanya mengalir sesekali tersenyum entah apa yang alva pikirkan.


Abra dan Abi meneteskan airmatanya,dia tidak menyangka Alva akan seperti ini.sungguh dia tidak sanggup melihat putranya seperti ini.


"maaf nak maafkan ayah"ucapnya.


Rey membuka matanya dia berpura² terkejut melihat Abra.


"apa yang kalian lakukan disini pak Abra?"tanya Rey.


Abi terkejut mendengar suara Rey.


"saya mau melihat putra ku"ucap Abra.


Rey berdecak "ck, bukankah ini yang kalian harapkan"ucap Rey.

__ADS_1


Abra menggelengkan kepalanya.


"sudah cukup luka yang kalian berikan untuknya pergilah dia tidak membutuhkan kalian"ucap rey.


__ADS_2