BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
AKSI KAIL


__ADS_3

Dia seorang sniper seperti yang di katakannya pada orang² dia bisa membidik target dari jarak jauh.rey melihat kail membawa pistol pun akan melindungi kail,dia membiarkan kail fokus dengan yang di target kan.matanya penuh amarah tatapan anak itu tajam seperti Albert.


'dor..dor dua orang mati olehnya di tembak tepat di kepalanya.


Albert melihat putranya menembak orang pun tersenyum.albert mengangguk saat kail melihat ke arahnya.


kail pun menembak lagi karena sudah mendapatkan ijin dari Daddy Al.


beberapa orang mati di tembak tepat di kepala nya membuat Rey begidik ngeri.


Kini dia mendapatkan targetnya orang jelek itu terlihat di matanya dia tidak mau menyia²kan dia menarik pelatuk menembak tepat di jantungnya.


'brughh..pria tua itu jatuh terjengkang kail mendekat menatap tajam pria yang kini terkulai lemah.


"kau sudah menyakiti Daddy ku orang jelek"ucapnya dia berdiri di samping Marcus dia kembali mengokang pistolnya dari jarak dekat dia menembak kepala Marcus membuat Axel,Rey dan Shawn menelan Salivanya kasar.


"oh God dia lebih kejam dari tuan muda Albert"ucap shawn.


"ini mengerikan"ucap Axel


"aku tidak percaya ini"ucap Rey.


Semua habis tak tersisa alva yang sudah tak sadarkan diri karena luka tembak di perut dan di pundaknya dan kepala yang terluka terkena pukulan tongkat baseball.Dan pukulan² saat berkelahi.


Seno tertembak di lengan sedangkan rey terkena sabetan pisau.


kail membuang pistolnya dan berlari mendekati Alva yang akan di bawa kevin


"Daddy"panggilnya lirih airmatanya terus mengalir alva sudah memejamkan matanya tak bergerak tak ada jawaban tidak menyahut kail benar² takut Daddy nya akan pergi menyusul mommy ivana,Kevin membawa Alva ke rumah sakit delta medika.


**


Salsa dan arjuna sedang menunggu di depan pintu ruang operasi.salsa masih menangis membaringkan arjuna di pangkuanya sedangkan Albert memangku putranya yang menangis tanpa suara.


"jangan menangis Daddy tidak akan suka,laki² harus kuat Daddy juga akan kuat jika kail kuat"ucap Albert dengan bahasa rusianya.


"Daddy akan sembuh kan dadd tidak akan pergi bersama mommy ivana"tanya kail, mendengar kata mommy ivana, salsa di buat takut walaupun dia tidak mengerti apa yang di bicarakan kail dengan bahasa rusianya namun Dia menyimpulkan bahwa kail tidak mau Alva pergi seperti mommy ivana.


"sudah jangan menangis"ucap Albert kail pun menyandarkan kepalanya di dada Albert


"Istirahat lah mba salsa"ucap nathan salsa menggeleng dengan airmata yang terus mengalir sedangkan arjuna tertidur dengan kepala di pangkuan salsa dan sesekali masih sesenggukan dalam tidurnya.


Nathan mengabari abi kalo arjuna sudah di temukan,abi dan zian pun segera ke rumah sakit. jam menunjukan pukul dua malam mereka hanya pergi berdua.


"Arjuna"panggilnya Abi memeluk anaknya dan menciuminya,arjuna pun terbangun dari tidurnya.


"Pap...hiks...pap...takut..uncle....hiks..hikss..."juna menangis di pelukan abi.


"dimana arya?"tanya Abi.


"dia di dalam"ucap Nathan.


"Kamu ga papa sa,perlu ada yang di periksa ga,kandungan kamu gimana"tanya zian salsa hanya menggeleng dan menangis menutup wajahnya dengan tanganya.


Zian hanya mengelus pundak salsa menguatkan mantan karyawan itu.zian mengambil Juna dari samping kiri salsa.kail memeluk mommynya karena perutnya membesar tangan kecilnya pun tak sampai.


"Salsa"panggilnya Dominic merentangkan tanganya.gabriel memeluk cicitnya menciumi pucuk kepalanya.


"Dadd..hiks ..hiks Alvarez..."salsa memeluk dominic.


"nothing will happen.be patient he is a strong man(tidak akan terjadi apa²,sabarlah dia orang yang kuat)"ucap dominic.


tubuh salsa melemah di pelukan Dominic.


" kev..nath..


"mommy...


Nathan pun membantu salsa begitupun Kevin menggendong tubuh salsa ke UGD.

__ADS_1


**


"pak bos mau keluar juga"Sapri satpam rumah Abra saat ini sedang membuat kopi untuknya dia melihat Abra masuk ke dapur untuk mengambil air minum.


"Sapri kamu ini bikin kaget aja,bikin kopi tuh lampunya di nyalain nanti salah masukin gula jadi garam"ucap Abra menyalakan lampu dapur.


"sudah tau tempatnya pak bos ga bakal ke tuker"ucap Sapri.


"pak bos mau pergi juga"tanya Sapri lagi,karena kunci gerbang ke bawa sama dia ke dapur.


"pergi kemana"tanya Abra mengerutkan keningnya.


"kirain mau pergi juga nyusul bang bos sama mas Zian soalnya kuncinya sama saya pak"ucap Sapri.


"kemana mereka"tanya Abra dia tidak tau Abi dan Zian pergi.


"katanya mau jemput den Juna"ucap Sapri.


Abra pun kembali ke kamar mengambil hp untuk menghubungi Abi namun hp Abi tertinggal di mobilnya di parkiran.abra lalu menghubungi Zian dua kali panggilan suara Zian terdengar di sebrang sana.


"apa yang terjadi"tanya Abra to the poin.


"mm ini yah Juna sudah ketemu dan sudah bersama dengan kita"ucap Zian.


"alkhamdulillaah..gimana keadaannya sekarang"tanya Abra lega mendengar cucunya udah ketemu.


"baik² saja yah....


'ceklek..


suara pintu terbuka seorang dokter keluar dengan wajah lelahnya.


"bagaimana keadaannya"tanya Nathan.


"pasien membutuhkan donor darah"ucap dokter itu.


"saya juga sama ambil darah saya"ucap Abi.


"apa yang terjadi zi,siapa yang terluka"ucap Abra mendengar suara Abi yang akan mendonorkan darahnya,pikiran Abra sudah tidak enak 'golongan darah saya sama denganya'


"Arya terluka yah"ucap Zian.


"degh...


"dimana sekarang?"tanya Abra.


"delta Medika"jawab Zian Abra pun mematikan sambungan telepon nya dia mengambil jaket dengan langkah lebar dia meminta Idan untuk mengantarkannya ke rumah sakit.


Salsa sudah di bawa ke ruang VIP jarum infus menancap di tangannya.


"bagaimana keadaannya"tanya Kevin.


"dia syok berat dan kelelahan"ucap dokter itu


"berikan pelayanan terbaik untuknya,kontrol keadaannya setiap saat"ucap Kevin.


Kevin keluar dari ruang VIP dan meminta bodyguard untuk menjaganya beserta Susi dan bibi Sarah yang sudah berada di ruang VIP untuk menemani salsa.


"jaga dia"ucap Kevin.


"siap bos"


Kevin mendatangi ruang operasi masih belum mati lampunya berarti belum selesai pikirnya.kevin, Nathan juga Dominic, Gabriel dan Zian masih menunggu disana.


Abi datang dengan wajah lelahnya karena darahnya baru saja di ambil dia duduk samping Zian yang sedang memangku Juna.


"are u oke"sapa Dominic ke Albert.


Albert mengangguk.

__ADS_1


Kail duduk di pangkuan Dominic anak itu enggan meninggalkan ruang operasi.


"gimana keadaan Arya bang"ucap Abra dia baru saja datang nafasnya pun masih terengah.


"dia masih di dalam yah"ucap Abi.


"ya Tuhan apa yang terjadi"ucap abra.dia tidak menyapa Dominic ataupun Gabriel.


"Juna kamu baik² saja nak"Abra mencium pucuk kepala juna.matanya sudah sembab.


"kail are you oke"sapa Abra kail mengangguk anak itu dipaksa kuat oleh keadaan.


"sini sama opa"ucap Abra namun kail menggeleng.dia menyusup kembali ke dada dominic.sakit tentu Abra mendapatkan penolakan dari cucunya.namun Abra tidak bisa berbuat apa².


"nath,bawa kail istirahat di kamar salsa"ucap dominic.nathan membawa kail ke kamar salsa setelah dia terlelap di pelukan Dominic.


Gabriel sudah pulang ke rumah Alva tubuh tuanya sudah tak kuat untuk berjaga.setelah empat jam menunggu dokter pun keluar


'ceklekk.


"Gimana keadaannya dokter"tanya Kevin yang duduk dekat pintu.dokter itu menatap semua orang yang ada di depannya.


"pasien koma Lukanya cukup parah,kami sudah berusaha melakukan yang terbaik sisanya kita hanya menunggu keajaiban"ucap dokter.abra terhuyung Abi menahan tubuh ayahnya dan membawanya duduk.


"berikan perawatan terbaik,katakan kau membutuhkan alat apa akan ku bawakan"ucap Dominic.


"kami akan berusaha sebaik mungkin Mr Hernandez"ucap dok itu.


Alva di rawat di icu dengan kepala di perban dan selang oksigen dari mulut dan beberapa alat yang menempel di dada dan di jarinya.


sesak melihat putranya terbaring tak berdaya,lebih baik putranya terus marah² padanya daripada melihat keadaannya seperti ini.


dokter Daffa dan dok andri keluar dari ruang operasi setelah Alva di bawa ke ruang ICU.


"bagaimana keadaannya Daffa"tanya Abi.


"lukanya cukup parah bang,semoga Arya bertahan kemungkinan empat puluh hingga enam puluh persen tadi sempat henti jantung"ucap Daffa.


Abi mengusap wajahnya kasar "lakukan yang terbaik untuk anakku Daffa"ucap Abra.


"kami akan melakukan yang terbaik yah,ayah yang sabar banyak berdoa,semoga Arya bertahan"ucap Daffa.


Jam menunjukan pukul setengah tujuh pagi.


Abi membawakan sarapan untuk Abra juga kopi Zian,Juna tidur di kamar salsa.


"thanks bang"ucap Zian.


"kalian pulanglah"ucap Abra.


"sebaiknya kita pulang bersama yah"ucap Abi.


"kita perlu istirahat nanti kita kesini lagi"ucap Abi.


"ayah akan menunggu disini"ucap abra.


"kasian Dian dan alea pasti mereka mencari kalian"ucap Abra.


"Juna biar di rawat disini Carikan psikolog atau psikiater untuk Juna dan kail,ayah khawatir dia trauma dengan kejadian kemaren "


Abi mengangguk setuju.


Abi dan Zian pun pulang meninggalkan Abra.


"suster Apa boleh saya melihatnya" pinta abra


"sebentar ya pak saya ijin ke dokternya dulu"ucapnya.


setelah beberapa saat gorden jendela kaca besar itu terbuka langsung melihat bagaimana keadaan Alva.

__ADS_1


__ADS_2