BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
SEBAGIAN FAKTA


__ADS_3

"anda naif sekali pak Gilang,jadi jika anda melihat seseorang membunuh bos anda,anda akan diam?"tanya Alva.


"itu berbeda"ucap Gilang.


"ada apa Gilang"tanya Abra lagi.


"maaf pak"ucap Gilang menunduk.


"ceklek....


"sorry apa meeting belum selesai?"tanya Denis.


"permisi pak Denis"ucap disya dia membawa dua orang untuk membawakan makan siang.


mereka menyiapkannya di meja meeting.


ada teh hijau juga untuk Abra.


"disya tolong kirimkan buket bunga dan pilihkan hadiah istimewa untuk pak abraham sebagai hadiah anniversary"disya mengangguk.


"berikan kado terbaik untuk rekan bisnis kita disya"ucap Alva.


"siap pak bos"ucap disya.


Alva bangkit dari duduknya membawa gelas minumannya dia berdiri depan kaca jendela ruanganya.


di bawah sana terlihat tempat latihan ggsi dan kantor ggsi.


"Aku dengar axel akan membantu pengamanan tamu dari luar negri"ucap alva menenggak minuman nya.


"Ya mereka mempunyai musuh jadi selama disini mereka ingin ggsi mengawalnya"jawab denis.


"Katakan pada axel untuk berhati² periksa dulu klienya agar tidak bermasalah di kemudian hari"ucap alva.


"Siap bos"jawab Denis.


"kau lihat itu Denis,itu harus di perbaiki"ucap Alva menunjuk ke bawah,Denis mengangguk.


Alva kembali menuangkan minuman ke gelasnya abra hanya memperhatikan sedangkan bowo dan gilang sedang membuka berkas².


Alva kembali ke tempat duduknya disya sudah selesai menyiapkan makanannya.


Kevin dan Denis bergabung mereka makan bersama.


Setelah selesai makan Alva mengeluarkan bungkus rokok.dia mengeluarkan sebatang dan menyelipkan di antara bibirnya dan menyalakan pemantik nya.


"Bang"panggil abra saat ini mata alva sedang menatap benda di depanya laptop ya laporan² yang belum kelar sambil sesekali menyeruput minumanya.


Alva mengangkat kepalanya melihat ke arah abra.


"Apa ayah boleh tau kenapa kamu begitu membencinya?"tanya abra berusaha tidak menyebut nama Inggrid atau ibun.


"kenapa masih bertanya?bukankah Kevin sudah memberitahukannya pada anda,anda lebih mempercayai dia daripada Kevin?"ucap Alva.


"aku Membencinya Karena dia sudah menghancurkan hidupku"jawab alva datar.


"Bukankah harusnya kamu senang alea ada yang merawat,apalagi orang itu kita sudah mengenalnya"ucap abra mencoba agar alva menerima amanah ibunya.

__ADS_1


Di ruangan meeting tinggal denis,gilang,bowo alva dan abra juga Kevin.


"apakah saat bundaku meninggal alea masih bayi?apa saat bunda meninggal aku menangis setiap malam mencari bunda?tidak.Sudah ku bilang alea sudah besar tidak membutuhkan seorang ibu,ada simbok ada bijah.atau mungkin anda sendiri yang membutuhkan teman tidur pak abra?"tanya alva lagi tersenyum sinis.


"Tidak.amanah bundamu yang meminta ayah untuk menikahinya,Kenapa kamu tidak dapat menerimanya? kita bisa menjadi keluarga yang utuh"ucap abra.


"aku tidak sudi dan tidak akan pernah menerimanya"ucap alva tegas.


"Abang..bunda yang memintanya,maaf kan ayah tidak memberitahu mu tapi itu keingin...."


"aku tau bunda yang memintanya! tapi Perempuan tidak tau diri itu menekan bunda untuk menyerahkan suaminya anda dengar pak Abraham pratama dia datang pada bunda dan meminta agar suaminya di serahkan padanya!"ucap Alva dengan lantang.


"bahkan anda tidak berusaha mencari tau walaupun Kevin sudah memberikan qlue pada anda,anda masih bisa menikmati rumah tangga anda dengan istri anda bahkan anda merayakan anniversary di hotel mewah.anda mengabaikan kata²nya.setelah urusan ku selesai aku sendiri yang akan menghabisinya, kupastikan dia menderita terlebih dahulu sebelum aku antarkan dia untuk menemui bundaku untuk meminta maaf,terlalu indah kalo dia langsung mati tanpa mendapat kan penderitaan seperti yang ku alami dan ku pastikan tidak ada yang lolos dari tangan ku dan nyawa pun di bayar dengan nyawa"ucapan alva penuh dengan tekanan dia berbicara dengan mengeratkan giginya dengan mata merah dan berkaca²,lalu sekian detik alva tersenyum lebar.


"ya aku sendiri yang akan menghabisinya,aku sendiri yang akan menjadi mimpi buruk untuknya dan aku yang akan menjadi malaikat maut untuknya" gumamnya dengan mata tertutup dan menengadahkan wajahnya ke atas sembari membayangkan wajah ketakutan Inggrid terlihat seringai di wajah alva.masih terdengar oleh abra,bowo,gilang dan denis, bahkan denis menelan ludahnya kasar karena dia tau bagaimana kejamnya alva.


"Apa tidak bisa di perbaiki"tanya abra.


"Kenapa anda ngotot sekali untuk aku berdamai denganya?dan kembali padamu begitu"tanya alva dan meminum minumannya sekali tenggak.


"Ayah hanya ingin keluarga kita bersatu damai seperti dulu"lirihnya.


"Di dalam mimpi pun itu tidak akan mungkin pak Abraham,sudah ku katakan aku bukan lagi bagian dari keluarga Pratama aku adalah Hernandez,aku bagian dari Hernandez sampai kapan pun aku tidak akan berdamai selagi perempuan sialan itu belum anda campakan,anda buang dan ceraikan oh tidak walaupun anda buang dan ceraikan tetap aku tidak akan kembali bagiku aku tidak mempunyai keluarga disini"ucap alva


"deg...sungguh sakit hati Abra mendengar ucapan Alva.


"Dia pembunuh.wanita sialan itu pembunuh.


Pembunuh mental ku dan mental bunda.dia monster dia penjahat dia penghianat dialah penjahat sebenarnya"ucap alva.


"bahkan Kevin sudah mengatakannya tapi anda tidak percaya.kalian hanya berpura² bersedih atas kepergianku bukan,kalian hanya berpura² kehilangan ku bukan?dan aku pun tidak perduli Karena aku bukan Pratama aku adalah bagian dari Hernandez.kalian juga sudah membuang potoku dan bunda ke gudang bukan?jadi untuk apa anda berpura² bersedih.nikmati saja rumah tangga kalian,sudah utuh kan anda mempunyai istri yang baik bak bidadari bahkan aku menyebutnya ****** saja anda dan putra anda menampar saya.hidup kalian sudah sempurna jadi jangan ganggu aku lagi jangan mendrama seolah anda yang tersakiti dan seolah saya adalah orang yang paling jahat"ucap alva.


"itu tidak benar"ucap Abra.


"itulah kenyataannya"ucap Alva.


Alva memutar video kiriman Rey dimana anak buahnya melihat Inggrid chek in hotel dengan seorang gigolo berondong.


dia menghadap Kan laptop itu pada Abra,bahkan Bowo dan Gilang bisa melihatnya.


"saya ingin menunjukkan satu kepada anda pak Abra,itu salah satu alasan saya membencinya,anda kenal siapa wanita itu?perhatikan baju nya"ucap Alva,saat itu Inggrid memakai pakaian yang sama saat merayakan anniversary.


dia merangkul mesra berondong Yang di perkirakan berumur 23tahun.


Alva tersenyum kecut.


"anda tau dimana ini pak gilang tapi anda diam"ucap Alva.


Abra mengetat rahangnya,Alva melihat jelas kemarahan sang ayah.


"wanita seperti itu anda jadikan ibu untuk alea?"cibir Alva


Alva memberikan video ke dua namun sudah Alva potong.biar ayahnya mencari tau sendiri


sebuah potongan suara Nilam ibundanya.


"Kenapa?kenapa kamu mengatakan itu apakah kamu sedikitpun tidak pernah berharap aku sembuh.setiap kamu datang kesini selalu mengatakan tentang ini kamu terus meminta suamiku aku masih ada inggrid aku masih hidup,aku tertekan Inggrid,kepalaku sakit memikirkan ini,aku berharap agar suamiku menemaniku sebelum meninggal tapi kamu selalu meminta ku agar membantumu dekat dengan mas abra,kenapa kamu tidak membiarkan ku hidup tenang di saat aku sedang sekarat seperti ini"ucap nilam.

__ADS_1


suara tangis Nilam terdengar menyayat di video tersebut.


Abra menitikkan airmatanya.


"heh,wanita yang anda jadikan istri adalah pembunuh istri anda pak Abraham,tapi anda menikahinya menjadikan nya ratu di rumah anda.anda dengar suara tangisan itu? Suaranya terngiang-ngiang di telinga saya pak Abraham bahkan menghantui tidurku.setiap malam saya akan terbangun mendengar tangisan itu dan ****** itu kau malah menjadikannya istri,hebat anda luar biasa"Alva bertepuk tangan matanya berkaca².


"anda menikmati pernikahan anda di atas tangis ibuku di atas gangguan mental yang saya derita,selamat kalian telah berhasil membunuh ibuku dan mentalku" ucap alva.pipinya sudah basah.


Bowo syok mendengar dan melihat video tersebut.


Kevin memberikan minum pada alva.dia takut Alva akan tantrum seperti anak kecil dia akan mengamuk.beberapa hari ini mental Alva cukup terganggu.namun Alva mengabaikan minuman itu.


"pak Abra istri anda menginginkan harta anda,anda tau dia hanya mendapatkan satu pabrik kosmetik dan satu butik dari suaminya,karena harta suaminya sudah atas nama anak kandung dari suaminya.kehidupanya yang Hedon tidak sebanding dengan penghasilannya.selain dia menyukai anda suami dari sahabatnya,bersama anda dia akan tetap bisa menikmati hidupnya yang Hedon,anda tau kan ayahnya saja bangkrut itu karena hutang² putrinya.ah dia tidak mendapatkan kepuasan dari anda yang sudah tua pak Abra jadi dari duit anda dari keringat anda dia mendapatkan kepuasan dengan menyewa gigolo berondong pak Abra"ucap Kevin.


Abra mencengkeram erat tangannya.


"ini hanya sedikit pemanasan untuk anda jika anda tau yang sebenarnya saya harap anda tidak terkena serangan jantung"ucapnya lagi.


Alva bangkit dari duduknya dia masuk ke kamar pribadinya dia takut tidak bisa mengontrol emosinya.


dia masuk ke kamar mandi dan memukul tembok hingga tangannya kembali terluka setelah tadi malam dia merusak dan membuat ruang kerja di rumahnya hancur berantakan.


air shower menyala membuat tubuhnya yang masih mengenakan kemeja dan dasi itu basah.


"saya sudah mengatakan dari kemaren pak Abra, perempuan yang anda bela yang anda jadikan istri adalah perwujudan dari iblis,namun anda membela dan menampar alva hingga berdarah demi membela wanita itu,aku harap setelah ini jangan ganggu Alvarez lagi"ucap kevin.dia menyusul Alva masuk ke kamarnya.


"mari pak Abra saya antar sampai ke bawah"ucap denis.abra membenarkan kacamatanya.dia pun bangkit di ikuti Denis Gilang dan Bowo.


Dia sangat marah pada Inggrid,tentang perselingkuhan dengan menyewa gigolo adegan ranjang yang di rekam teman kencannya pun terbayang di matanya dan pernyataan Nilam suara tangisnya membuatnya sesak.


dia bergegas ingin cepat pulang sepanjang jalan dia mengetatkan rahangnya tangannya mengepal.bowo tau apa yang dirasakan Abra.


"kamu tau sesuatu Gilang"tanya Abra.


"maaf pak,waktu itu klien dari Kalimantan meminta untuk bertemu di hotel,dan saya tidak sengaja melihat ibu inggrid dengan pria itu"ucap Gilang.


"dan kamu tidak mengatakannya"ucap Abra.


"maaf pak"Gilang juga bingung apa harus mengatakan atau tidak,dia takut bos nya tidak percaya.


**


Kevin membuka kamar mandi yang tak terkunci terlihat tangan Alva berdarah dia terduduk di lantai.


dia mematikan keran shower dan membuka kemeja Alva.


"ayo bangun nanti kamu sakit"ucap kevin.kevin melepas semua pakaian Alva dan memakaikan bathrobe pada Alva dia juga mengeringkan rambut Alva dengan handuk.


"kamu lihat,airmatanya menyakiti ku kev"ucap Alva suaranya serak.


"dia sudah menyakiti ku tapi aku sakit kalo melihat airmatanya"ucapnya lagi.


"ayo kita keluar"ajak kevin.dia takut berbuat aneh² pada Alva.


sebagai pria yang tidak waras menelanjangi Alva membuatnya bergejolak.


Dia membawa Alva ke ranjang dan menyiapkan bajunya.

__ADS_1


"aku bisa pakai sendiri"ucap Alva saat Kevin akan memakaikan bajunya.


"ya aku tunggu di luar dan menyiapkan obat untuk mengobati luka mu"ucap Kevin dia berlalu keluar kamar.sedangkan alva memakai bajunya.


__ADS_2