
Hari demi hari kedekatan Fabian dengan Kevin begitu cepat,bahkan anak itu sangat lengket sekali denganya.setiap pagi Fabian akan ke kamar Kevin untuk membangunkannya.
mereka akan berolahraga bersama dengan Xander terlihat wajah binar bahagia Fabian saat tinggal bersama kevin,bahkan dia senang mempunyai teman sekarang.
Dea melihat itu dengan jelas apa itu artinya dia harus ikhlas menikah dengan orang yang tidak mencintainya haruskah dia mengorbankan perasaan nya untuk anak²nya.
Dea menghela nafas kasar,saat ini Fabian sedang duduk di pangkuan kevin bahkan anak itu tangannya tidak tinggal diam semua wajah Kevin di rabanya.
matanya yang fokus dengan hp di tangan kanannya,namun bibirnya terus mengeluarkan suara² yang membuat Fabian tergelak tangan kirinya memegang tubuh Fabian agar tidak jatuh.
"papa...
"hemmm...kapan kamu tidur ini sudah malam"ucap Kevin.
"papa nanti ciang men Boya cama candel"ucap Fabian.
"mmm besok kita main sekarang tidur ya"ucap Kevin.
'badannya gede tattoan mukanya datar kalo ngomong sama aku selalu dingin tapi saat sama Fabian ngomongnya lembut' sungut Dea dalam hati.
Fabian menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kevin,Kevin menepuk punggung anak itu hingga terlelap.
"ck baru sebentar sudah tidur aja"bisiknya namun terdengar oleh Dea yang duduk di sofa single matanya melihat ke arah tv.
"apa dia sudah tidur"tanya Dea pura² tidak tau.
"Hem...kevin berdehem sebagai jawaban, dia pun bangkit menggendong Fabian dan membawanya ke kamar dea.dia menidurkan anak itu dan menyelimutinya.
kevin keluar kamar Dea dan langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Dea menghela nafasnya kasar dia mematikan tv itu dan masuk ke kamar dan merebahkan diri di samping fabian.pikiranya sangat ribut hingga ia terlelap dalam mimpi.
**
Hari ini salsa membantu memilihkan gaun untuk dea.sebuah gaun putih dengan model elegan namun terkesan mewah,salsa akan membuat Dea secantik mungkin agar Kevin terpesona.sebuah gaun dengan lengan kain Tulle yang panjang nan pas di lengan berhiaskan manik² dan model dada off the shoulder,salsa juga membelikan kalung untuk dea atas perintah Alva menurutnya sebagai kado.
Terbiasa hidup mewah dengan Alva membuat salsa bisa memilihkan kalung mahal untuk dea.dia sudah tidak memikirkan tentang uang lagi.bahkan Denis, Rey dan Seno di perlakukan hal yang sama saat mereka menikah.
Namun agak sedikit berbeda dengan Kevin yang sudah seperti abangnya sendiri.
"ini sudah cukup ini terlalu banyak"ucap Dea merasa tidak enak dengan pemberian salsa, walaupun salsa mengatakan sebagai kado.namun satu barang saja harganya sangat mahal.
Setelah berjalan² dan anak² bermain di Playground kini mereka kembali pulang.salsa tidak mau Dea kecapekan karena sedang hamil muda.
**
Hari pernikahan tiba dimana hari ini Kevin dan Dea akan mengucap janji.pernikahan di adakan di hotel walaupun kurang dari seratus tamu namun ballroom hotel itu di hias dengan mewah.
Kevin sudah siap dengan tuxedo hitam dengan dasi kupu².begitupun dengan Fabian dia memakai jas hitam dengan dasi kupu².
Sean,Raka Alexa datang berpasangan Dominic dan Albert pun datang.Gabriel sudah meninggal empat tahun yang lalu.
"siapa yang akan mendampinginya"tanya alva pada Kevin.
"aku tidak tau"jawab Kevin.
"ck....Daddy tidak mungkin mendampingi karena dia dari pihak laki².kalo ayah dia sama sekali ga kenal dengan Dea"ucap Alva.
"biarkan dia datang sendiri"ucap Kevin.
Alva menghubungi salsa dia dan menanyakan siapa yang akan mendampingi Dea.
**
kevin sudah berada di altar salsa duduk di depan bersama Abraham dan Dominic twin dan kail duduk di belakang mereka sedangkan xavier dan Duncan berada di troli.mereka juga memakai jas dan gaun.salsa tampil cantik dengan dress panjang selutut dengan bagian lengan yang mengembang dengan warna peach begitu juga dengan Jihan memakai gaun yang sama.
hadir juga Lutfi dan istrinya mantan bos Dea yang menjadi saksi kelakuan alva padanya.
__ADS_1
pintu ballroom terbuka terlihat dua anak kecil memakai jas senada menebarkan bunga ke karpet merah Dimana sang pengantin akan melewati.
"mereka begitu menggemaskan"ucap salsa dia mengambil hp nya dan memvideokan Fabian dan Xander.
Dea menggandeng lengan Alva matanya lurus ke depan melihat seorang pria yang dingin padanya kini akan menjadi suaminya.
Kevin terpesona melihat wajah Dea di balik wedding veil yang menutup kepalanya.sutas senyum menarik sudut bibirnya.namun tak bertahan lama karena dia menampilkan wajah dinginnya lagi.
tapi Alva melihat itu dia pun menarik sudut bibirnya.
setelah sampai di altar Alva menyerahkan tangan Dea pada kevin.tatapan Alva membuat Kevin mengulurkan tangannya.
"senyum jangan pasang muka jelekmu"bisiknya saat dia akan duduk di kursi.kevin mendengus kesal.
setelah pemberkatan selesai Fabian kembali naik membawa kotak cincin dan menyerahkannya pada Kevin anak itu terus tersenyum.
Kevin memakaikan cincin pada jari manis Dea,dia melihat tangan mulus Dea membuat naluri kelakianya bangkit.kevin menghela nafasnya.setelah Dea memakaikan cincin pada Kevin suara Shawn dan Rey membuat para tamu tersenyum.
"cium..cium..cium...
"tutup mata kalian anak² "ucap Denis,kevin melipat bibirnya ke dalam.
"kamu yakin dia bisa lakuin"tanya Albert.
"yakin"ucap Alva.
salsa menutup mata Duncan dan Xavier sedangkan Ara menutup mata Jihan,kail sendiri menutup mata sky..
"lepas"sungut sky.
"diam anak kecil"ucap kail.
"mommy dan Daddy sering melakukannya dan kita sering melihatnya"sungut sky.
"itu berbeda"ucap kail.sky pun pasrah.
Fabian sendiri duduk di pangkuan Alva.
"ayo bang kev,jangan kalah sama pak bos"ucap Rey.
"langsung comot depan altar"ucap Shawn terkekeh.
wajah memerah Dea terlihat menggemaskan di mata kevin.kevin menghela nafas untuk mengurangi degup jantungnya.
Kevin mendekatkan wajahnya perlahan Dea memejamkan matanya dan cup... kulit lembut nan kenyal itu mendarat sempurna di bibir Dea.
rasa yang berbeda saat dia mencium Alva membuatnya penasaran.setelah mencium bibir, Kevin juga mencium kening Dea.
Alva tersenyum lebar.
"akhirnya berhasil"ucap Alva yang mendapat pukulan di pundaknya.
acara di lanjutkan dengan makan².
"selamat de,selamat datang di keluarga kami,semoga rumah tangga kalian langgeng dan bahagia"ucap salsa.
"terima kasih.
"selamat bang kev,ku harap semoga kalian bahagia selalu,ingat pernikahan itu sekali seumur hidup kamu sudah berjanji di hadapan tuhan bukan?"ucap salsa memeluk Kevin.
"terima kasih,semoga kalian juga bahagia terus"ucap kevin.matanya melihat ke arah Alva.
salsa melepaskan pelukannya.
"selamat bro.jaga baik² rumah tangga loe,jaga istri dan anak² loe bahagiakan mereka"ucap Alva dia memeluk kevin.dia menepuk² punggungnya.
"terima kasih sudah menerimaku dan menjadikan aku seperti keluarga kalian"ucap Kevin.
__ADS_1
"tentu"Alva melepas pelukannya.
semua orang mengucapkan selamat pada Kevin dan Dea,acara hari itu hanya setengah hari dan mereka akan kembali ke rumah namun tidak dengan Dea dan Kevin mereka masih stay di hotel sampai besok.fabian akan di bawa pulang oleh salsa,anak itu tidak rewel saat bersama xander.
**
saat ini mereka sudah di kamar hotel, kamar presiden suite menjadi salah satu pilihan Denis untuk malam pengantin mereka,Denis memberikan yang terbaik untuk Kevin.
Dea membuka wedding veil dari kepalanya dia juga membersihkan make up nya dengan kapas.dea duduk di kursi rias.sedangkan Kevin sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan diri.
'ceklek..
pintu kamar terbuka dia melihat Kevin hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya dia berjalan menuju koper yang berada di samping lemari.
Dea menelan ludahnya kasar.dia mencoba fokus dengan make up-nya.
setelah bersih Dea mencoba membuka gaun nya dan kancing² kecil di punggungnya membuatnya susah untuk membukanya.
dia melihat Kevin sedang duduk di kasur dengan bersandar di headboard ranjang pengantin yang di hias sedemikian rupa atas permintaan salsa.
Kevin nampak acuh,mata dan tanganya fokus di hp.
Dea pun menghubungi resepsionis untuk mendatangkan seorang pelayan perempuan.
Kevin yang duduk di ranjang pun mendengar apa yang di minta Dea.
dea menutup tlpnya yang berada di nakas.kevin bangkit dari duduknya dia mendekat ke arah Dea.
"apa kamu tidak bisa minta tolong padaku"ucapnya dengan suara dingin.
Kevin mengulurkan tangannya ke punggung Dea dan membuka satu persatu kancing itu.
Kevin menahan nafasnya tubuhnya meremang melihat punggung Dea saat tangannya tak sengaja bersentuhan dengan punggung yang halus itu.
'peka dong jadi orang'gumam Dea dalam hati.
"aku sudah mengatakan jika membutuhkan bantuan katakan padaku"ucapnya tegas.
Dea hanya menunduk.
"sudah"ucap Kevin meninggalkan Dea, jantungnya berdegup saat dekat dengannya. setelah selesai Dea ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
**
seorang room service datang membawa troli makanan untuk pengantin baru.
mereka menyusun makanan ke atas meja.
"terima kasih"ucap dea.setelah room service pergi Dea mengajak Kevin untuk makan malam.
Kevin duduk di kursinya,Dea yang berniat mengambilkan makanan untuk Kevin pun mengurungkan niatnya mendengar suara dingin Kevin
"aku bisa melakukannya sendiri"ucapnya.
walaupun sakit hati tapi Dea bersabar demi anak²nya,dia pun duduk dan makan dalam diam.kevin menuangkan minuman air mineral ke gelasnya dan menenggaknya hingga habis.setelah selesai makan Kevin duduk di sofa dia menyalakan tv namun matanya kembali ke hp nya.
ada yang aneh kembali dia rasakan di tubuhnya,dia merasa panas dengan udara di kamar hotel itu,dia pun mencari remot untuk menyeting ulang AC itu agar dingin.
Kevin duduk gelisah
"fcking ****"umpatnya.
dia tidak tau harus berbuat apa,dia pergi ke kamar mandi untuk merendam tubuhnya dia juga bersolo karir namun tak membuahkan hasil.
Kevin keluar dengan pakaian basah kuyup.dea yang melihat itu pun terkejut.
"apa yang terjadi kenapa kamu main basah²an seperti ini di malam hari"tanya Dea.
__ADS_1
Kevin membuka kaosnya di depan Dea.
Dea tidak tau apa yang terjadi pada pria yang menjadi suami nya beberapa jam yang lalu pun mendekati dengan membawa handuk untuk Kevin.