BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
DIMANA INGE


__ADS_3

"pah"panggil Dian dengan suara berbisik.


"Hem"..


"ibun ga pulang semalam"ucap Dian dia tidak tau apa yang terjadi di rumah sakit.


"biarin aja"jawab Abi cuek.


"apa ibun bersama.... brondongnya"ucap Dian pelan.


"biarkan saja wanita itu dengan siapapun,dia bukan istri ayah lagi,ayah udah menjatuhkan talak padanya"ucap Abi.abra mendengar apa yang di katakan Dian.


Dian menutup mulutnya tak percaya.


"ya sudah kalo begitu aku akan siap² untuk ke rumah sakit"ucap Dian dia tidak mau membicarakan hal begini di sambungan telepon.


"apa yang akan di lakukan Arya pada Inggrid "tanya Abra setelah Dian memutuskan sambungan telepon nya.


"aku tidak tau"jawab Abi


"semoga Arya tidak melakukan hal yang melanggar hukum"ucap Abra.


"aku tidak yakin yah,kita tau bagaimana Arya yang sekarang.bahkan tanpa merasa bersalah dia menghabisi nyawa orang di depan kita apalagi wanita itu sudah menghancurkan keluarga kita"ucap Abi.dia sudah tidak Sudi memanggil ibun lagi.


Abra menghela nafas.


"ayah lihat bagaimana dia mencekik wanita itu, tatapannya nyalang penuh dendam"ucap abi lagi.dia juga memikirkan tentang alva.


**


Di kediaman alva.


Saat ini Alva dan anak buahnya sedang berlatih dan berolah raga di ruang fitness dan ruang latihan beladiri.


Alva sendiri mencoba alat² berat Kevin yang menjadi personal trainer gym untuk Alva dia akan membantu dan membimbing Alva untuk menggunakan alat² fitness.


Alva menggunakan alat chestpress,lat pull down,leg press.sedangkan Axel dan Shawn sedang berlatih dengan kail di ruang karate.


Alva mengusap keringatnya dengan handuk dia duduk di kursi sambil meminum airnya.


"gimana ****** itu"tanya Alva pada Kevin.


"masih di bawah tanah"ucap Kevin memperhatikan Alva minum.


Lalu Kendra datang untuk berlatih.


"baru bangun Ken"tanya Alva menutup botol minumnya.


"habis muter rumah"jawab Ken.


"apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu"tanya Kevin.


"buat dia od dan biarkan pergi"ucap Alva.


Kevin mengangguk.


"kamu bilang untuk menghabisinya agar tidak melihat hari ini"ucap Kevin.


"biar mereka berpikir bagaimana kejam nya aku,bukankah citraku sudah jelek Dimata mereka,gila mungkin juga psikopat mereka sematkan untukku"ucap Alva terkekeh.


"apa anda akan menemuinya"tanya Ken.


"aku akan menemuinya"ucap Alva .


"Daddy....kail berlari mendekati Alva.


"kita akan ke rumah sakit menjenguk opa nya bang Juna kan?"tanya kail.


"kenapa harus pergi kesana"tanya Alva.


"karena dia opanya bang Juna,jadi kita harus menjenguknya"ucap kail.


Ken tersenyum


"lihat bagaimana usahanya agar anda kembali pada mereka,anak ini akan menjadi alatnya"ucap Ken.

__ADS_1


"Daddy...kita akan pergi kan?"tanya kail lagi


"kenapa kail ingin sekali pergi ke rumah sakit?"tanya Alva lagi dia tidak mau berurusan dengan keluarganya lagi.


"karena dia opanya bang Juna dan bang Juna teman kail,kail hanya bermain dan berlatih bersama kalian,kail senang ada yang mau berteman dengan kail Daddy,dan opanya bang Juna juga baik kan?kita bisa berteman dengan mereka"ucap kail matanya sendu berharap daddynya mengijinkan.


"dia ingin mempunyai teman dan bergaul dengan orang lain,bukan dengan kita² yang hanya menghabiskan waktu bekerja dan berlatih"ucap kevin


"tapi kita mau pergi ke luar kota,adik² Abang kail ingin berlibur"ucap Alva.


"berlibur?"Alva mengangguk.


"ke Bali bilang sama mommy untuk bersiap"ucap Alva.


kail pun berlari ke rumah dengan semangat dia jarang berlibur dengan keluarga yang lengkap.


"siapkan pesawat kev kita ke Bali sampai besok"Kevin mengangguk.


salsa datang bersama kail setelah tadi kail mengatakan akan pergi ke Bali.


"Al...


panggil salsa saat ini dia sudah berada di tempat gym.dia melihat Alva sedang menggunakan alat chestpress.


"iya sayang"Alva masih melanjutkan aktivitas nya.


"aku mau ke rumah sakit"Alva menghentikan aktivitas nya.


"sayang kita mau ke Bali"ucap Alva dia bangun dan mengelap keringatnya.


"tapi aku mau ke rumah sakit"ucap salsa kekeh dia ingin pergi rumah sakit.


"kita sudah menikah ayahmu tidak tau pernikahan kita tapi aku tau dia ayahmu biarkan aku melakukan hal kecil untuk mertuaku walaupun tak di anggap sekalipun"ucap salsa dia menangis kenapa dia jadi sensitif seperti ini.


Alva menghela nafasnya.


"aku tidak mempunyai orang tua setidaknya biarkan aku berbakti pada ayahmu"ucap salsa.


"oke satu jam dan kembali pulang kita akan ke Bali aku tidak ikut"ucap salsa.


"pergilah bersiap satu jam waktu kamu disana jangan bicara apapun tentang kita Shawn dan Rey akan menemanimu.salsa mengangguk.


"kail pergi dengan mommy karena Daddy ada urusan"ucap Alva.


"yes.oke Daddy"kail mengepalkan tangannya.


"jangan buat mommy capek,kail harus jaga mommy"pesan Alva.


"tentu Daddy kail akan menjaga mommy dan baby twins"ucap kail.


"pergilah mandi dan sarapan"ucap Alva.


"thank you Daddy i love u"ucap kail dia turun dari kursi dan berlalu pergi.alva menggelengkan kepalanya.


"dia tidak pernah merasakan punya teman,dan disini dia mempunyai teman pertamanya"ucap ken.kevin mengangguk.


"iya,karena dia bergaul dengan kita jadi dia menganggap dirinya pria dewasa"ucap Kevin terkekeh.


"mommy kita kerumah sakit kan?"ucap kail.


"iya,cepat sarapan dan bersiap mommy mau membuat makanan untuk opa"ucap salsa.


"mommy aku juga mau membuatkan puding untuk opanya Juna"ucap kail dia suka sekali membuat puding,apalagi puding itu untuk orang, dia akan bangga mengatakan jika puding itu buatanya.menurutnya puding buatannya sangat enak.


"ya kail boleh bikin puding dan bantu mommy membuat makanan untuk opa"ucap salsa.kail tersenyum senang.


**


Di kediaman satria.


"kamu ke rumah sakit jam berapa sayang"tanya mama Sinta pada alea menantunya.


"aku terserah kak zi mah"ucap alea.


"Abra menyukai salad mah bikinkan salad untuknya"ucap papa satria.mama Sinta mengangguk.

__ADS_1


"papa mau ke Singapura dua hari sama mama ,kalian gapapa kita tinggal"tanya papa satria.


"gapapa koq pa"jawab alea.


"kalo kesepian kalian bisa ke rumah ayah mu disana ada Juna dan Ara"ucap mama Sinta.


"pah kira² Inggrid dimana ya?"tanya mama sinta.satria mengedikan bahunya.


"aku ga menyangka dia bisa berbuat seperti itu,tapi bagaimanapun dia sahabat ku,aku khawatir apa yang akan di lakukan Arya padanya"ucap mama Sinta membuat alea menghentikan makanya.


"papa lihat sendiri kan bagaimana dia mencekik Inggrid depan kita,apa gangguan mental bisa membuatnya menjadi seperti psikopat pah?aku takut melihatnya"ucap mama Sinta


lagi.


"Inge masokis dia akan menyukai jika Arya menyakiti nya"ucap satria.


"aku tidak menyangka dia pernah keguguran dan kelainan seksual"ucap mama Sinta.


"apa Abra ga tau selama ini bahkan dengan berondong ya Tuhan apa yang ada di pikirannya"ucap mama Sinta.


"Nilam pasti sedih saat itu kenapa dia tidak pernah cerita padaku"ucap mama Sinta


"mungkin Nilam tidak mau merusak persahabatan kalian"ucap papa satria.


"kasihan sekali kamu sayang harus menjalani ini sendirian"ucap mama Sinta mengingat Nilam.


Psikopat?'suster sialan itu udah mati,udah mati di tanganku sendiri bahkan dia memohon agar aku melepaskan nya.ya jadi aku melepaskan dia untuk bertemu dengan bunda sekalian'ucapan Alva terngiang di kepalanya.


alea menggelengkan kepalanya.


"kenapa sayang"tanya Zian


"aku gapapa kak"jawab alea.


alea benar² takut apa benar kakaknya seorang psikopat?..'rasanya aku ingin mencekik kalian semua yang berada di Poto itu' takut alea takut bertemu Abang nya.


**


"Opaaa"suaranya nyaring mengagetkan penghuni ruangan itu.


"Cucu² opa"Abra senang cucu²nya datang sudah beberapa hari dia tidak melihat cucunya.


"Opa apa kabar"sapanya mendatangi sang opa untuk naik ke ranjang opanya kakinya berusaha untuk naik ke atas,punggungnya di pegang abi agar tidak jatuh.


"Awas kena tangan sama kakinya opa masih sakit"abi mengingatkan anaknya.


"Iya pap juna akan hati²"jawabnya.


"Pagi opa"sapa ara mencium ke dua pipi opanya.


"Pagi princess"jawab abra


"Opa ini sakit ya?"tanya juna menoel² perban di tangannya,kini dia duduk di samping abra menyenderkan tubuh kecilnya di lengan satunya.


"Hem ya ini sakit,cucu opa udah sarapan belum?"tanya abra.


"Sudah juna tadi sarapan sama lontong ya mam bikinan nenek ijah(bi ijah pembantu yang ngurus alva dari bayi)"ucapnya.


Ceklek...


"Unty"sapanya.


"Aunty ya, jangan ganti² panggilan seenaknya"ucap alea masih berjalan mendekati ayahnya mencium pipinya


"Pagi yah apa kabar"tanya alea.


"Udah lebih baik sayang"jawab abra.


"Pagi yah"sapa zian mencium tangan abra.


"Ayah terlihat lebih bersemangat"ucap alea.


"Ya ayah ingin cepat sembuh dan pulang kerumah ayah ingin bertemu dengan bang ar"ucap abra


"Semangat yah"zian memberi semangat ke mertuanya.abra tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2