
"salsa ayo kita pulang"ajaknya.
Salsa pun mendekat setelah tadi mendekat ke Abra untuk mengucapkan selamat setelah tiup lilin.dia juga bagian dari keluarga itu dia juga menantunya tapi dia tidak bisa berbuat apa².
Alva menggandeng tangan salsa walaupun hatinya merasakan sesak mendengar suara tangis alea dan suara abra tapi alva menguatkan hati nya ini terbaik sampai keadaan aman mereka tidak akan menjadi korban.'bersabarlah' gumamnya dalam hati kecilnya
Ingin memeluk namun kenyataannya itu masih dalam mimpi.
"Kami permisi pulang"ucap alva datar.
"Saya permisi pak abra,pak abi,pak zian pak satria.Tante kami permisi"ucap salsa
"tidak bisakah kita bicara dulu"tanya satria,masalah keluarga sahabatnya dan juga besanya harus selesai,masalahnya sudah terkuak dan tersangkanya sudah meninggal
"tidak ada lagi yang perlu di bicarakan"ucap alva
"Ayo sayang"ajak alva.langkah alva terhenti mendengar kata "maaf maafkan ayah nak"ucap abra dia tidak mau hilang kesempatan lagi nanti dia akan susah untuk bertemu dengan Alva lagi.
"ayah minta maaf nak,ayah ga tau tentang semua itu maafkan ayah"ucap abra.namun Alva bergeming masih memunggunginya.
"ayah tidak akan menikahinya jika ayah tau tentang itu,ayah hanya memenuhi permintaan bundamu"ucap Abra.
"kami sekarang udah tau nak,maafkan ayahmu ini bukan salah ayahmu dia juga sudah menceraikan Inggrid sesuai permintaan mu bahkan inggrid sudah meninggal"ucap mama Sinta.
Kevin dan Denis berdiri di pintu mereka masuk saat mendengar suara Alva berdebat dengan zian.mereka juga melihat raut wajah Alva yang menahan marah atas ucapan mama sinta.
"Arya maafkan ayah,kami minta maaf"ucap Abi.
"kamu ga kasian sama ayah,ayah sudah tua maafkan ayah"ucapnya lagi.
Alva pun membalikan badannya.
"maaf?baik aku maafkan.sudah?lalu bagaimana dengan mental ku? apa hilang?dengan maaf bisa hilang hem?****** itu mati apa bisa hilang hem? 7tahun aku hidup berdampingan dengan obat penenang,obat depresan,alkohol agar hidupku baik² saja,agar aku lupa dengan senyum kalian tawa kalian,kalian bahagia di atas deritaku.kalian tertawa saat aku berada di rumah sakit jiwa,kalian semua berlibur bersama kalian merayakan pernikahan kalian di kapal pesiar,kalian mengadakan pesta buat wanita yang sudah menghilangkan nyawa bunda. kalian tau saat itu aku di rawat di rumah sakit jiwa"ucap Alva airmatanya mengalir mengeluarkan unek²nya.
Salsa mengelus punggung Alva dia juga menangis,betapa terlukanya hati Alva saat itu.
Abra menunduk mata tuanya telah sembab sakit yang ia rasakan sesak dadanya mendengar kata² putranya dia tidak menyangka kebahagiaan dia membuat salah satu putranya terluka.
"kalian tau aku pernah menyerah pada hidup aku lelah melihat kalian tertawa, mentalku setipis tisu hanya melihat kalian duduk bersama tertawa bersama ini disini dan disini(Alva menunjuk hati dan pikirannya) mereka menyuruhku untuk menyerah,aku lelah tidak bisa berbuat apa²,selama dia masih menjadi istrinya.aku menabrakkan diri ke sebuah mobil truk namun ternyata aku masih hidup aku koma kalian tau aku koma dan disaat kalian merayakan anniversary kalian di Swiss?belum cukupkah penderitaan ku?aku datang kerumahnya untuk pertama kali tapi dia menamparku dua kali untuk membela ****** itu,menamparku untuk pertama kalinya demi ****** itu,dan aku di pukul di pesta ku sendiri karena memintanya untuk bercerai,kalian membuangku demi wanita itu,bahkan foto ku dan bunda saja kalian sudah membuangnya di gudang.kalian tak mengharapkan aku hidup kan?buktinya Poto orang yang sudah meninggal anda tempatkan di gudang.dan ya bunda Nilam ayu dan putranya bernama Aryadhika alvan Pratama sudah meninggal.dan saya adalah Alvarez Darren Hernandez bukan Arya"ucap Alva
"ayo sayang"ajak Alva.
"oh ya anda ingat pertemuan kita terakhir?"Alva melihat ke arah Zian.
"saat ultah Juna Kevin sudah memberitahukan bukan,tapi anda mengabaikan ucapan Kevin,tapi setelah itu anda masih merayakan anniversary kalian,bagaimana rasanya?sakit.kevin sudah memberi qlue tapi kalian tidak peduli dengan makan malam bersama.dan saat meeting aku sudah memberikannya bukti ****** itu bermain gila di belakangnya karena aku kasihan padanya,tapi apa?dia tidak menceraikannya,dan lagi² dan lagi mengabaikan hanya pisah kamar,begitu berat kah untuk menceraikannya pak Abra?kalian hanya pisah kamar loh,sudah jatuh cinta?tidak mau berpisah?kalo saya tidak membuka rahasianya kalian tetap bersama iya kan?tapi saya,saya di rumah sakit jiwa xx dua bulan saya disana tiga bulan saya harus mengembalikan kesehatan mental saya.terima kasih untuk luka yang kalian beri.terima kasih telah merusak mentalku"ucap Alva.
"dia sudah mati,dia sudah mati aku sudah mengantarkanya untuk bertemu bunda,aku yang membuatnya pak abraham.obat itu aku yang memberikannya,aku menyiksa mentalnya seperti yang dia lakukan padaku,aku menyuntiknya seperti yang dia lakukan pada bundaku,aku tidak akan melukai tubuhnya karena itu tidak berlaku untuk seorang masokis sepertinya.aku yang membuatnya OD hingga buuum dia tewas di tempat"Alva tertawa.abra menggelengkan kepalanya dia tidak mengenali anaknya,melihat Dian dan mama Sinta syok.
"ayo sayang"ajak Alva baru selangkah namun terdengar suara
'braaak..
Abra terjatuh dari kursi yang dia duduki kakinya yang belum sembuh untuk berdiri dia paksa untuk mengejar anaknya dan mendapatkan maaf dari putranya.
"ayah....ab..."suara Dian alea mama sinta juga Abi membuat ruang VIP itu tegang.abi membantu ayahnya untuk bangun begitupun Zian.
__ADS_1
"bangun yah"ucap Abi.
"maafkan ayah maaf,ayah mohon maafkan ayah"abra merangkak kakinya yang masih sakit membuatnya harus merangkak.
"Ayah"panggil alea,zian dan abi.
"Ab bangun ab"ucap satria.
Abra menggeleng "maaf,maafkan pria tua ini maafkan ayah yang sudah menyakitimu harus dengan cara apa ayah mendapatkan maaf darimu"ucapnya dengan suara yang bergetar terus mengeluarkan kata maaf.
"Ayah bangun yah"ucap abi tapi abra tetap tidak mau.
Abi dan alea menangis melihat ayahnya.
"Aku sudah memaafkan anda"ucap alva datar yang masih memunggungi abra dia menitikan airmatanya.
Salsa pun merasa kasihan dengan Alva begitupun Denis dan Kevin.
"Bangun yah"ucap Abi lagi.
"Tidak ayah akan terus meminta maaf sampai anakku memaafkan ayah"ucap abra.
"Itu ga akan terjadi"ucap alva datar.
"ar"papa satria ingin ikut bicara karena bagaimanapun Inggrid sudah di ceraikan kenapa tidak bisa seperti dulu.
dia tidak tega melihat sahabatnya seperti ini.
Abi menangis melihat ayahnya sesak dadanya melihat ayahnya seperti ini dia sungguh tidak tega,menikah dengan inggrid juga atas ijinnya.abi menurunkan egonya demi berkumpul lagi dengan keluarganya demi janjinya pada bundanya untuk menjaga dan menyayangi adik²nya dan demi ayahnya.
"maaf,tolong maafkan ayah maafkan kami"ucap Abi suaranya serak.
Alea menggelengkan kepalanya.alva menggenggam erat tangan salsa sakit sungguh dia tidak mau di posisi ini.
Alva menatap lurus ke depan dimana Denis dan Kevin berdiri dia mengeraskan rahangnya.
suara tangis alea,suara Isak Abra ayahnya lihat sekarang abangnya di depanya dia menangis memohon maaf padanya.
"maafkan kami"ucap Abi lagi.
'brak...
Denis menepuk keningnya.
"Daddy...suara kail memenuhi ruang VIP.
Alva menghapus airmatanya.
"Daddy what happened?"tanya kail dia memeluk kaki alva.
"apa papanya Kaka Juna menyakitimu"ucap kail.
"tidak ada yang menyakiti Daddy"ucap alva
"Daddy baik² saja"ucap alva lagi menggendong kail.
__ADS_1
"tidak boleh ada yang menyakiti Daddy ku"ucap kail menatap nyalang orang² di ruang itu karena dia melihat air mata daddynya.
" kail menghawatirkan mu dadd,kail tidak mau Daddy di kurung sama dokter itu lagi dan di ikat kaki dan tangannya"ucap kail sendu dia menghapus airmata daddynya.dia takut jika daddynya menangis akan berakhir sakit dan mendiamkannya, juga mengabaikannya.
'deg...sakit sekali mendengar ucapan kail,
"terima kasih sudah menghawatirkan daddy"ucap Alva memeluk erat putranya.
"jangan ada yang menyakiti Daddy ku"ucap kail bibir mungilnya bergerak menggemaskan.
Denis membangunkan Abi namun Abi tidak mau beranjak.
"bangun pak Abi"ucap Denis.
"biarkan seperti ini,sampai dia memaafkan kami"ucap Abi.
"Daddy jangan sakit lagi oke"ucap kail sungguh kail sangat takut jika daddynya sakit,Alva mengangguk.
"Daddy turunkan kail Opanya bang Juna jatuh"ucap kail,alva pun menurunkan kail.
"opanya bang Juna kenapa jatuh?"tanya kail.
dia mendekati abra
"opa jatuh kakinya sakit?ayo kail bantu naik ke kursi"ucap kail.abra tersenyum walaupun Alva sakit mental nyatanya Alva berhasil mendidik putranya.
"ayo opa bangun pegangan sama kail"kail memegang tangan Abra.zian dan Daffa membantu abra
"uh opa berat"ucap kail walaupun dia hanya memegang jari tangan Abra.
"aunty opa jatuh ya "tanya kail melihat kursi Abra yang tengkurap.dian mengangguk.
"kasian Opanya bang Juna"cup kail mengecup lutut Abra "setelah ini tidak akan sakit lagi"ucapnya.
"terima kasih cucu opa"ucap Abra memeluk kail.
"bangunlah aku sudah memaafkan kalian"ucap Alva dengan suara yang lebih lembut.
Denis membantu Abi bangun.abi pun senang Alva memaafkan keluarganya diapun memeluk Alva airmatanya terus mengalir."terima kasih"ucapnya berkali² sungguh dia merindukan keluarganya seperti dulu.namun Alva tak membalas 'tak apa mungkin masih kaku'pikirnya.
Dian dan abra tersenyum begitupun satria dan sinta.mereka berharap keluarga besanya bahagia.setelah puas memeluk Alva Abi pun melepaskannya.dia menatap wajah datar adiknya itu.
"kail ayo kita pulang"ajak alva.abra menggelengkan kepalanya menatap kail.
"kail nanti akan main ke rumah opa ya"ucap kail melihat wajah Abra terlihat sedih saat Alva mengajaknya pulang.
"kail...
"ya Daddy..
"bye opa nanti kail akan main kerumah opa"ucap kail berjalan mendekati daddynya dia menggandeng tangan salsa.
Salsa dan kail pun berpamitan mereka jalan lebih dulu saat sampai di pintu "aku sudah memaafkan kalian.."Alva menjeda ucapannya
"sekarang hiduplah masing² jangan ganggu aku dan keluargaku"ucap Alva Denis menutup pintu ruang VIP itu.
__ADS_1