
Setelah pertemuannya dengan Abraham selesai salsa pun kembali ke apartemen.
"saya takut dia hamil anak Alva,entah apa yang harus aku lakukan bowo,kenapa alva bisa berpikir seperti itu,nilam pasti sedih melihat anaknya seperti ini"ucap abra.
"Banyak yang berubah dengan anak itu Bahkan aku tidak mengenali anak ku sendiri bowo ntah apa yang terjadi saat dia hilang"bowo mengangguk setuju alva memang berubah.
Bahkan menurut bowo alva memiliki kelainan karena setelah berhubungan dengan wanita panggilan dia mencium kevin di depanya.
Jam sebelas malam alva baru pulang setelah dari hotel tadi dia dan Kim juga Jack ke perusahaan.
dia melihat salsa yang tidur di sofa.
niat untuk menjemput salsa ke apartemen dan membawanya pindah ke rumah yang di tempati kail,dia tunda karena tadi sore dia banyak kerjaan di kantor.
"Kebiasaan banget tidur di sofa"gumam alva menyelipkan rambut panjang salsa yang terurai menutup wajahnya.
"Ah al kamu baru pulang"tanya salsa dia terbangun saat merasakan ada yang menyentuhnya.
"Hem kenapa tidur disini ga di kamar?"tanya alva.
"Nungguin kamu"ucap salsa bangkit dari tidurnya.
"Kamu Udah makan malam,aku tadi masak"ucap salsa.
"Boleh tapi jangan banyak²"ucap alva dia tidak enak kalo tidak makan makanan yang salsa masak walaupun dia sudah makan malam.
"mau mandi dulu?aku siapkan air hangat"ucap salsa.
"iya makasih sayang"ucap Alva dia menyandarkan tubuhnya di sofa salsa pun berlalu ke kamar.
Salsa memperlakukan Alva seperti suaminya menyiapkan pakaian ganti dan menyiapkan makan dan tentu hubungan badan.alva begitu bergantung pada salsa semenjak mereka tinggal bersama.
Salsa ke dapur menghangatkan makanan.
Setelah selesai mandi Alva datang memeluk salsa dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher jenjang salsa dan mengecupnya.alva mematikan kompor dan membalikan tubuh salsa dia mencium bibir salsa dan ********** alva mengangkat salsa untuk duduk di meja dapur,salsa melingkarkan kakinya di pinggangnya.
Alva mengusap bibir salsa yang basah karena ulahnya.
"Kalo sudah pindah kamu ga akan kesepian karena ada kail yang akan menemani mu"ucap Alva,salsa tersenyum.
"Walaupun kail bukan anakmu ku harap kamu bisa menyayangi nya seperti anakmu sendiri"ucap alva.
Salsa mengangguk "aku menyayanginya dia sangat pintar"ucap salsa.
"Terima kasih sudah mau menerima anakku,dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu,ibunya meninggal kehabisan darah saat melahirkannya dan hanya mendapatkan kasih sayang dari single daddy seperti ku"ucap alva.berbohong tidak mungkin dia mengatakan ibu kandung kail tertembak dan meninggal sebelum kail lahir.
yang ada salsa akan takut.
"Kail seperti ibunya dia sangat ceria dan pintar kami kuliah di universitas yang sama"ucap alva lagi.salsa tersenyum walaupun hatinya merasa tidak nyaman.
"jangan cemburu sayang dia sudah meninggal"ucap alva.
__ADS_1
"Ayo makan"salsa mengalihkan pembicaraan nya alva menurunkan salsa dari meja dapur tersebut dan duduk di meja makan.menunggu salsa mengambilkan makanan di piringnya.
"Kamu ga makan sayang"tanya alva.
"Ga,aku udah makan"ucap salsa. Alva memakan makanannya.setelah selesai salsa pun membuka suara.
"Ada yang mau aku omongin"ucap salsa alva pun mengerutkan keningnya.Tapi dia tetap mengangguk.
"al apa ga sebaiknya aku tinggal di kontrakan yang dekat sini aku akan kesini tiap hari?"tanya salsa ragu.
Alva meletakan gelas nya di meja dengan sedikit kasar.membuat salsa kaget.
"Kenapa?kamu sudah bosen denganku?kamu mau meninggalkan aku?"tanya Alva dengan tatapan tajam.salsa mengingat kejadian tadi pagi di restoran hal itu membuat salsa benar² takut pada Alva banyak hal yang tidak dia ketahui.
"no, that's not what I meant"ucap salsa
"lalu?apa kamu sudah menemukan laki² yang mau menikahimu?"tatapan mata Alva mengintimidasi.salsa menggeleng. Alva mengingat kata² danu tadi siang saat di firmanya,Alva mendatangi kantor Danu bersama raka untuk konsultasi tentang tanah sangketa yang masih belum kelar masalahnya.'Dia bakal ninggalin loe demi orang yang akan menikahi dia'
"aku hanya tidak enak kalo ada yang tau kita tinggal bersama tanpa pernikahan"ucapnya ragu sebenarnya salsa mengatakan itu.tapi dia mau mencoba nya.
"Kenapa baru sekarang mempermasalahkan bukankah dari awal bukankah aku sudah mengatakan jangan berharap pernikahan"tanya alva.
"Kamu mau menikah? Sudah menemukan laki² yang mau menerima mu? pergilah kalo itu yang kamu inginkan karena aku tidak bisa mengabulkannya"ucap alva.
Inilah kenyataan nya kalo dia seumur hidup akan sendiri ya aku salah satu calon pasien rumah sakit jiwa bukankah aku gangguan jiwa?tidak mau membuat anak dan istriku malu mempunyai suami gila' itu yang dia tanamkan.
'sendiri adalah aku"gumamnya
"jangan mencari alasan,pada kenyataanya tidak ada yang mau bertahan dengan pria gila sepertiku,pergilah bawa semua barang yang aku berikan"ucap alva.
"Don't think about what people say, this is our life, even you choose to live with me.(jangan pikirkan omongan orang,ini hidup kita bahkan kamu yang memilih untuk tinggal bersama ku.)"ucapnya dengan suara lantang.
"tell me you are bored and after that go away(katakan padaku kamu sudah bosan dan setelah itu pergilah)"ucapnya lagi.
"I won't force you(aku tidak akan memaksamu)"ucapannya dingin.dia keluar membawa kunci mobil dan dompet yang berada di atas meja.dia pergi tanpa memberi tau Kevin dan yang lain,dia pergi tanpa pengawasan dan senjatanya yang biasa dia bawa pun tertinggal.
dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia menuju club'.
Alva duduk di kursi meja bartender sudah beberapa gelas minuman yang sudah masuk ke tubuhnya.dia menundukkan kepalanya di meja bartender.
*di apartemen Kevin baru saja keluar dari kamar mandi di kejutkan oleh jam tangannya yang terus berbunyi.jam tangan tersebut akan berbunyi jika Alva jauh dari pantauannya atau jauh posisinya.
"kenapa ini bunyi?bukankah tadi baru saja pulang"ucap Kevin khawatir.
Diapun melacak Alva terlihat titik merah yang jauh darinya.
"club'?"gumamnya.
dia pun bersiap pergi untuk menyusul Alva tanpa membangunkan Rey.
*sesampainya di club' Kevin mencari keberadaan alva,dia bersyukur Alva baik² saja.dia mendekat dan duduk di sebelah Alva yang sudah mabuk.
__ADS_1
"apa terjadi masalah"tanya Kevin karena sudah beberapa hari semenjak ada salsa dia tidak pernah ke club' namun masih tetap minum di luar.
Alva tersenyum melihat kevin.senyum khas orang mabuk.
"kamu disini?kamu tau aku sudah di takdirkan sendiri"ucapnya Kevin terus menatapnya dan mendengarkan walaupun suaranya kadang hilang karena suara musik DJ.
"aku kaya aku tampan aku bisa memberikan apapun yang mereka minta..."alva kembali menenggak habis minuman dalam gelasnya.
"tapi kamu tau tidak ada yang mau bertahan denganku karena aku gila"ucapnya lagi Alva terkekeh Kevin hanya diam dia terus mendengarkan Alva.
"ah aku hanya meminta agar jika memang aku gila dan tidak waras biarkan aku menjadi pasien mereka di RSJ,jangan biarkan aku berkeliaran seperti ini agar aku tidak berpikir apapun,i'm tired kev.so let me give up (aku lelah kev.jadi biarkan aku menyerah)"ucapnya lagi dia meneteskan air matanya.
"why do you always tell me to be patient (kenapa kalian selalu menyuruhku untuk sabar) kalian tidak tau perasaan ku"ucapnya lagi Kevin masih setia mendengarkan.
"kau tau mereka mengatakan jika orang gila itu tidak memiliki pikiran dan rasa sakit hati,tapi aku masih merasakan sakit hati"ucapnya.
"katakan padaku apa aku masih waras?"tanya nya senyum dan matanya menunjukkan banyak kesedihan.kevin menatap sendu pada orang yang di cintainya.
"kalo aku masih waras kenapa mereka tidak bertahan dengan ku,padahal aku sudah memenuhi kehidupan mereka"ucapnya.
"kamu tau kev,kamu yang paling setia dan bertahan di samping orang gila ini tapi sayang kamu laki² "ucap Alva.
"kau menyayangiku kev?jika iya menikahlah dengan perempuan baik²,kamu tampan,kamu kaya yang paling penting kamu waras tidak seperti ku,bahkan salsa saja sekarang meminta pergi dariku"ucap Alva tersenyum getir. Kevin sekarang tau masalahnya salsa meminta pergi dari Alva Kevin mengepalkan tangannya.
"jika kamu sudah menikah dan mempunyai anak pakaikan namaku untuknya,karena mungkin saat itu aku sudah jadi penghuni abadi RSJ,atau mungkin aku sudah hidup di jalanan"ucapnya dia meneteskan airmatanya.
"ayo kita pulang"ajak Kevin dia sudah tidak sanggup mendengar kata² yang membuatnya sesak 'rsj,tidak waras,gila' apa itu.
"aku tidak mau aku ingin bersenang-senang"ucapnya
"lagian aku tidak mungkin pulang ke unit ku kev mungkin salsa belum selesai membereskan barang²nya,dia sudah menemukan laki² yang akan menikahi nya,aku senang jadi dia akan hidup menjadi wanita normal di luar sana mempunyai suami dan anak"ucapnya.
"kita akan ke unit alexa"ucap kevin,alva mengangguk dia tau kini masalahnya.kevin membawa alva pulang ke unit alexa.
*
Alexa yang sedang tertidur pun terganggu oleh suara bel pintu unitnya.
dia membuka pintu dengan mata yang setengah terpejam.
"siapa ganggu malam saya tidur bermimpi"ucapnya dengan bahasa yang berantakan.
"Alexa.."suara Kevin terdengar.
"hmm orang tidur ganggu malam bermimpi sedang di alamnya"sungutnya.
Kevin masuk memapah alva.
"mabuk dia bawa kesini? pulang ke rumahnya?"ucapnya
"biarkan Alva disini"ucap Kevin.
__ADS_1
"what happened"tanya Alexa serius.
"aku belum bisa cerita sebelum memastikan"ucap kevin.alexa mengangguk.