
"Assalamualaikum"Alea dan Zian saat ini sudah sampai di kediaman Abraham.
Terlihat ayah abra sedang duduk di sofa depan tv dan Inggrid duduk di sebelah nya.
"Waalaikum salam"jawab orang di dalam yang mendengar salam dari zian dan alea.
Zian lalu duduk di sebelah alea.
"Yah aku mau bicara"ucap zian.
"ya bicaralah zi"ucap Abra meletakkan pad di tanganya dan menatap zian.
"aku mau minta ijin dan restu ayah bulan depan untuk menikahi alea"ucap zian mantap dengan menggenggam tangan alea yang tersenyum lebar.
Tentu saja Ayah abra terkejut karena tiba² alea akan menikah sedangkan dari dulu alasanya menunggu arya.
"Really?"tanya ayah abra,zian dan alea pun mengangguk.
"Ayah bahagia tentu ayah merestui kalian"ayah Abra terharu sekaligus bahagia mendengar alea akan segera menikah.
"terima kasih yah"Zian tersenyum lebar melihat ke arah alea yang semakin dewasa dan cantik di matanya,pipi alea merona dia tersipu dan matanya terlihat binar bahagia
"ayah akan meminta gilang buat mengurus.."ucap ayah abra di sela oleh zian.
"Ga yah nanti aku dan papa yang akan urus"ucap zian.ayah abra tersenyum ia menitikkan air matanya.alea pun menghampiri sang ayah dan memeluknya.
"selamat sayang, akhirnya putri kecil ayah menikah ayah bahagia"ucap ayah Abra.
"makasih yah"ucap alea.
"selamat sayang"kata inggrid.
"terima kasih ibun"alea memeluk inggrid dari samping.
"aku percayakan putriku padamu zi jangan sakiti dia ayah selalu memperlakukan dia seperti seorang putri,kamu tau keseharian alea dia bahkan tidak bisa memasak,kamu harus terima keadaan putri ayah ini,bimbing dia namun jangan menggunakan kekerasan dan jangan bentak dia,tapi kamu kasih tau ayah,ayah sendiri yang akan memberi nasehat padanya kembalikan pada ayah jika kamu sudah tidak mencintainya lagi jangan sakiti hatinya"pesan seorang ayah pada calon menantu nya.
"aku janji akan menjaganya dengan baik sebagaimana ayah menjaga dan melindunginya,aku terima azalea apapun itu yah"jawab zian pasti.abra tersenyum dia merasa Zian bisa di andalkan dia sudah mengenal Zian sedari kecil.
Setelah kepulangan zian Saat ini alea sedang di kamar tanganya sibuk dengan desain² yang sedang ia rancang.
Pintu kamarnya terbuka abra berdiri di pintu.
"Adek belum tidur"tanyanya mendekati sang anak duduk di tepi ranjang.
"Belum yah aku mau mendesain gaun pengantinku sendiri"jawab nya dengan tersenyum manis.
"Ayah mau tanya kenapa adek tiba² memutuskan untuk menikah?"tanya abra.
"Adek kasian sama kak zi yah adek juga udah ketemu abang"jawab alea.
"adek ketemu abang?"tanya Abra.
alea mengangguk.
"tadi kita makan malam bersama,ayah tau Abang semakin keren dan tampan"ucap alea.
"ayah belum bertemu dengan Abang?"tanya alea yang belum mengetahui bahwa Abra dan Abi sudah bertemu dengan Alva.
Abra menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"apa mungkin Abang mau kasih kejutan ke ayah?ah kenapa adek jadi membocorkan pertemuan dengan Abang"sungut alea.
Abra tersenyum"gapapa nanti ayah pura² ga tau"alea tersenyum.
"ayah pasti akan terkejut lihat Abang"ucapnya,Abra mengangguk.
"adek udah yakin mau nikah"tanya Abra alea mengangguk.
"ya sudah kalo itu keputusan adek,ayah hanya mendoakan semoga adek bahagia"ucap abra.
"Makasih yah"ucap alea memeluk ayahnya.
Pagi hari alva sudah bersiap untuk mengantarkan putranya ke sekolah yang akan melakukan tes.jam tujuh pagi dia sudah berada di depan rumahnya untuk menjemput putranya.
"Daddy"suara kail terdengar di telinga alva saat baru saja kakinya turun dari mobil.
"handsome boy,apa sudah siap?ini masih pagi boy"tanya alva.kail mengangguk dia terlihat bersemangat,alva menjalankan mobilnya sendiri kevin dan rey di mobil belakang.
Setelah 40menit mereka sampai di depan sekolah alva turun mengantarkan anaknya ke ruang kepala sekolah.setelah berbincang dengan guru yang teman sekolah Alva dulu dan kepala sekolah,dia pun keluar menunggu anaknya yang akan mengikuti tes.dia memilih duduk di depan ruangan kepala sekolah.
"Daddy di luar Hem,kamu semangat"pesan alva,kail mengangguk.alva duduk di bangku sambil memainkan hp nya bahkan banyak pasang mata mengagumi hot daddy satu itu.
Setelah satu jam kail keluar di ikuti kepala sekolah dan guru mereka mengatakan bahwa "mikhail akan masuk kelas dua dulu walaupun dia sangat pintar,bertahap dia bisa mendapatkan kelas akselerasi setelahnya"Alva mengangguk bangga pada anaknya itu.
"hari ini kita akan membeli keperluan sekolah"ucap Alva saat ini mereka ada di mobil.
kail begitu antusias dia senang bisa bersekolah.dia akan membuat daddy²nya bangga padanya.
**
Saat ini alva sedang berada di mall dia menggandeng kail menuju tempat yang menjual perlengkapan sekolah.
Kail begitu antusias memilih buku tas dan yang lain.
"Sudah dadd"jawab kail.
"Apa kamu masih mau membeli sesuatu?"tanya alva.
"Bolehkah kail membeli buku baca"tanya kail.alva tersenyum mengangguk.
"Thanks dadd"ucap kail anaknya suka membaca bahkan yang di beli bukan buku yang cocok dengan usianya.
"Kalian tidak ingin membeli sesuatu?"tanya alva pada kevin,rey dan axel.
"Tidak bos"jawab rey.
"Padahal tadinya gue mau traktir kalian"ucap alva membuat rey menarik jawabannya.
"Kalo begitu belikan aku jaket bos"ucap rey.membuat axel dan kevin geleng² kepala.
"Tadi katanya ga beli apa²"ucap alva.rey tersenyum"itu kan tadi bos Sekarang sih mau"jawab rey.
" pergilah gue tunggu di tempat es krim"ucap alva mengeluarkan atm nya.
Namun yang pergi hanya axel dan rey sedangkan kevin mengikuti alva.
Setelah berbelanja kini mereka sedang di parkiran rey satu mobil dengan axel sedangkan kevin dengan alva juga kail.
Saat sedang menuju mobil kail berlari membantu seorang wanita dan seorang anak kecil lebih tinggi darinya sedang membereskan belanjaannya yang tertabrak orang yang sedang terburu-buru tadi mengejar taksi.
__ADS_1
Alva membiarkan anaknya membantu wanita tersebut, Alva terlihat mengenal wanita itu,dia senang anaknya mempunyai sifat peduli dan peka terhadap lingkungan dan sesama.dia memilih menyandarkan punggungnya di pintu mobil sambil mengeluarkan batang rokok.matanya tak lepas dari kail dan wanita itu.
"Are u oke aunty?"tanya kail dengan bahasa inggris nya
"Ya im oke thank u boy"ucap wanita tersebut mengusap rambut kail.
Kail dan anak tersebut membantu membereskan belanjaan ibunya.
"Thank you boy,what your name?"tanya wanita tersebut.setelah semua barangnya masuk dalam paper bag.
"Mikail"jawab kail tersenyum.
"Kail"terdengar suara Alva memanggil anaknya.
kail yang mendengar suara daddy nya memanggilnya pun menyaut.
"Yes daddy"jawab kail wanita dan anak laki² tersebut menoleh ke asal suara.
"A..arya"gumamnya matanya melotot tak percaya.dan melihat anak di depannya memanggil daddy.
"Aku pergi dulu daddy memanggil ku"ucap kail dengan bahasa yang di ajarkan bibi Sarah dan Axel.
Kail berlari mendekat ke mobil,Alva membuang puntung rokok dan menginjak dengan sepatunya tanganya membuka pintu belakang mobil,kail pun masuk dan duduk dengan manis di belakang.wanita tersebut masih memandang ke arah mobil alva yang sudah melaju dia masih syok dengan apa yang di lihatnya.
'daddy..daddy apa itu anaknya kenapa matanya sama benarkah itu anaknya'gumamnya.
"Mom"panggil anak tersebut menyadarkannya dari lamunan.
"Ya sayang"jawabnya.
"Mobil kita sudah datang?apa kita jadi ke kantor pap"tanyanya.wanita tersebut mengangguk.pikiranya berkelana ke kejadian tadi dia belum mempercayai itu.
Setelah sampai di kantor dimana suaminya berada dia tidak sabar untuk menceritakan kejadian tadi di mall.
Ceklek...
"Kamu sudah datang"tanyanya.
"Apa pesananku kamu bawakan?"tanyanya lagi.
"Pap kamu melupakan aku"tanya anak tersebut.
"Tentu tidak nak"ucap abi ayah anak tersebut yang tak lain adalah arjuna adik dari ara.dan wanita yang di bantu oleh kail adalah diandra istri dari abi.
"Ada apa"tanya abi melihat wajah serius istrinya.
"Coba tebak aku ketemu siapa tadi"tanya dian,abi menggeleng kan kepalanya.
"Arya"ucap dian.
"Apa kamu ga salah liat sayang?apa keadaan dia baik² saja?"tanya abi ada rasa bahagia mendengarnya setelah pertemuan pertama itu Abra melarang Abi untuk sementara tidak menemui Arya dulu.walaupun dia masih merindukan adiknya itu,bahkan Abra meminta Abi menarik orang²nya untuk tidak mengawasi Arya lagi.
"Dia terlihat sangat baik² saja tapi..."dian menghela nafasnya yang berat.
"Ada apa"tanya abi.
"Arya dengan seorang anak"ucap dian membuat abi mengerutkan keningnya.
"Maksudmu"tanya abi masih bingung. Dian pun menceritakan kejadian di mall tadi hingga anak kecil tersebut memanggil arya daddy.
__ADS_1
"Apa itu benar?arya sudah mempunyai anak?tapi saat aku dan ayah ke apartemen tidak ada anak kecil"tanya abi.
"Aku akan memastikannya dulu sayang"dian mengangguk.