
"mas pulang sayang,mas janji akan jagain anak² kita,kamu yang tenang sayang kamu orang baik mas ridho sayang,mas ikhlas,mas memaafkan mu"ucap ayah Abra meneteskan air matanya saat akan berpamitan pulang ke sang istri dengan mengelus foto di dekat nisan.
Begitu juga Abi dia pamit dan berjanji akan menjaga adik²nya.
mereka pun pulang ke rumah utama.
Di mobil abra.
"jadi kapan ayah mengabulkan permintaan bunda?"tanya Abi.
"entahlah nak ayah ga tau,ayah sangat mencintai bunda mu,entah bagaimana perasaan ayah,ayah takut menyakiti Inggrid karena hati ayah untuk bunda"jawab Abra
"bunda benar ibun itu kesepian yah tidak bisa punya anak dan suaminya meninggal karena kecelakaan,dia hanya mempunyai anak tiri yang tinggal di luar kota.adek juga masih membutuhkan seorang ibu apapun keputusan ayah Abang dukung lagian kita sudah mengenal ibun lama"ujar Abi.
"terima kasih bang,sekarang yang ada di pikiran ayah cuma kalian terutama alea"ucap ayah Abra.
Mobil pun sampai di rumah.
keadaan Rumah sudah sepi hanya ada beberapa pelayan tukang kebun dan para supir yang sedang membersihkan rumah.abra naik ke atas tujuan utamanya adalah kamar putrinya.
ceklek..
"adek,,dek alea sayang .."kamar terlihat kosong Abra pun mengetuk pintu kamar mandi namun kosong.
Abra keluar dia berjalan menuju kamar arya terlihat Arya tertidur dengan mata yang sembab.ayah Abra pun keluar tak ingin mengganggu istirahat anaknya dia pun turun ke lantai bawah.
"mbok,mba adek kemana"tanya nya ke art.
"belum turun pak tadi ke atas sama Abang"jawabnya
"Hem ya sudah"Abra berlalu untuk membuka cctv rumah dan dia melihat sang putri masuk kamarnya.
"huuuuuff"Abra bernafas lega.lalu dia pergi ke kamar pribadinya di lihatnya sang putri masih pake mukena bundanya mungkin habis sholat,dia memeluk daster bundanya dengan mata terpejam di ranjang,Abra menghampiri sang putri dan mengelus pucuk kepalanya tanpa ada pergerakan karena dari semalam Alea tidak bisa tidur sebentar² bangun,jadi mungkin baru sekarang dia bisa tidur dengan nyenyak.
ayah Abra pun membersihkan diri dan setelah itu menghubungi si mbok untuk masak makan siang nanti.
__ADS_1
Abi dan Dian akan menginap di rumah utama sampai tujuh hari.abra merebahkan tubuhnya di ranjang di samping sang putri.mata yang awalnya enggan terpejam kini nampak sayu hingga ia terlelap terbawa mimpi.
*
Jam setengah tiga Arya terbangun kepalanya terasa berat.setelah membersihkan diri Arya turun duduk di meja makan sendirian.
"bang Ar mau makan mbok angetin ya"ucap si mbok.
"hemm iya mbok makasih"ucap arya.
"mbak adek kemana?"tanya Arya ke mba nur asisten yang khusus untuk mengurus keperluan alea.
"adek belum turun,kayaknya tidur bang"ujarnya,arya mengangguk.
Arya makan sendirian,setelah selesai makan dia Kembali ke kamar.
Setengah jam setelah arya kembali ke kamar,Abra terbangun dari tidurnya.
Dia membangunkan alea untuk makan siang.
"princess ayo bangun ayah tunggu di bawah"ucap abra.dia masih memperlakukan alea seperti anak kecil padahal alea sudah delapan belas tahun.
"emmh bunda"Alea meregangkan ototnya dia masih belum sadar 100%.kebiasaan Alea adalah setiap bangun tidur akan selalu menyebut bundanya tanpa sadar sambil merenggangkan ototnya,sebagai tanda dia sudah bangun dan mulai sekarang Alea harus terbiasa tanpa bunda.
"ayo kita makan siang dulu"ucap abra
"iya yah"jawabnya lirih kini sudah sadar kalo bunda sudah ga ada.alea pun beranjak ke kamar mandi.
setelahnya alea turun ke bawah di meja makan sudah ada ayah Abra Dian dan Abi,Ara ikut neneknya mertua Abi.
"Arya mana mbok"tanya Abra.
"bang Ar udah makan siang pak jam dua an"ujar si mbok.abra mengangguk.
Arya sedang tidak ingin bersitatap dengan ayahnya.sudah beberapa kali teman² arya dari mata elang mengirimkan poto abra dengan inggrid.dia tidak ingin membuat masalah apalagi masih dalam suasana duka.suatu hari dia akan mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
**
Malam pun tiba tamu² berdatangan untuk tahlilan abra juga memanggil anak yatim dari panti asuhan yang biasa nilam datangi,Arya bergabung dengan Gilang dan anak² lain bersama zian.
Setelah pengajian selesai Suasana sudah kembali sepi hanya menyisakan orang² terdekat dan anak² markas.
Saat ini arya duduk berlima dengan dito(salah satu anak markas,anak jalanan yang berteman dengan arya) dan teman dari mata elang mereka duduk menjauh dari yang lain.
"Apa yang loe dapat lagi dit"tanya arya.
"Tiga hari sebelum kematian bunda kamera mati dan gue maupun yang lain ga bisa masuk ke kamar bunda di rawat,karena suster rini di percaya untuk menjaga bunda tidak pernah keluar"ucap dito.
"Apa loe bakal ngasih tau ini ke bokap loe"tanya dito.
"Ya itu pasti,tapi mungkin ga sekarang masih suasana duka juga ayah masih sedih gue ga mau nambah beban ayah"ucap arya menatap lurus ke depan dengan rokok di tanganya.
"Ijinin gue tuk habisin itu ****** ar"ucap dito
"Jangan kotorin tangan loe dit,gue akan seret dia kepenjara"ucap arya dengan tatapan datarnya.
"Gue gapapa di penjara korbanin gue, gue ga masalah lagian gue ga ada siapa² jadi ga bakal ada yang nyari gue,nyawa harus di bayar nyawa"ucap dito.
Arya menggeleng cepat.
"Walaupun loe udah berkorban ga akan bikin bunda balik,gue yang akan balas tu ****** tolong simpan bukti²nya di tempat yang aman loe copy semua bukti takut ilang dan kirim ke gue juga "ucap arya menghisap lagi rokok nya.
"Bunda juga sudah sakit,yang aku benci dari perempuan itu adalah mempercepat kematian bunda dengan obat yang di berikan suster itu,dan mengatakan kalo dia mencintai suami sahabatnya,dia menjatuhkan mental bunda hingga tertekan dan itu menjadi penyakit dari dalam"ucap arya dengan air mata menetes.
Dito menepuk punggung arya sebagai tanda kepedulian.
"Gue akan fokus kuliah agar cepat selesai dan gue bakal bongkar kejahatannya"ucap arya
"Jadi loe bakal biarin ini?loe ga takut ayah loe nikah dalam waktu dekat?"tanya dito
"Ayah sangat mencintai bunda,mungkin dia akan memenuhi permintaan bunda tapi gue rasa ayah butuh waktu ga bakal secepat itu juga ayah menikah"ucap arya.
__ADS_1
"Dan sebelum itu terjadi gue bakal buka semuanya,loe simpan semua barang buktinya,"ucapnya lagi dito mengangguk.