BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
MENGAMUK.


__ADS_3

Malam semakin larut para tamu juga sudah pada pulang,hanya tersisa keluarga dan teman terdekat.Abi pun menghampiri adiknya yang sedang duduk bersama teman²nya Bayu sudah pulang tersisa Lutfi dan Danu Amel tentunya juga Jack dan salsa dia duduk di bangku yang di duduki Bayu.


"kenapa kamu tidak datang pas akad tadi siang bang?"Tanya abi.


Alva berdecak tak menjawab tanganya menuangkan minuman ke gelas.


"Kamu sudah membuat adek kecewa"ucapnya lagi.salsa yang ingin menjawab dan mengatakan kami datang dan duduk di belakang pun harus ia telan karena alva memegang tangan salsa agar tidak menjawab apapun.


Alva tersenyum mengangkat sudut bibirnya.


"Apa yang ingin anda katakan" tanya alva dia tidak suka basa basi.


"jangan seperti itu dia adik perempuan kita satu²nya,jangan buat dia kecewa"alva hanya diam bahkan Jack,Danu dan Lutfi mereka semua diam.


"oh ya bang kapan kamu bisa Bantu aku dan ayah di kantor,daripada kamu nganggur lebih baik bantu ayah di kantor"ucapnya.


"Malas"jawabnya santai.


"Bantu ayah bang ayah udah tua"ucapnya


"Aku ga mau terlibat dan sering bertemu dengan laki² tua itu"ucap alva dengan suara meninggi melihat alea yang begitu dekat dengan inggrid membuatnya sesak,saat ini alea sedang bersandar di pundak Inge,karena kelelahan menerima tamu.


Apalagi mengingat ucapan Ara bahwa potonya dan sang bunda berada di gudang.emosinya memuncak membuat perhatian orang² yang masih ada di dalam ballroom melihat ke arah abi dan alva.


"Siapa Laki² tua yang kamu maksud itu?"tanya abi.


Alva diam tak menjawab.


"Apa Ayah maksud mu?"tanya abi.alva diam tanpa menjawab.


"Dia ayahmu ayah kita"ucap abi


"Ayah ku yang mana maksudmu hah! ayah yang mana?! ayah yang tega menampar anaknya demi orang lain?yang sudah dari bayi dia timang yang menemani bermain yang sebelum tidur mendongeng dan bercerita,bahkan dia menampar ku demi wanita sialan yang baru berapa tahun menemaninya,wanita ****** yang tidak tau diri wanita yang merampas paksa keluarga sahabatnya.itu kah ayah ku hah? Aku tidak punya ayah,dengar? aku bukan Aryadhika Pratama.bukan!aku bukan dari kalian"ucap alva dengan suara yang meninggi dengan wajah yang memerah.membuat satria dan abra yang sedari tadi menahan sesak di dada mendekat takut terjadi sesuatu dengan anak²nya.


"Arya"Zian menatap tak percaya Arya mengatakan hal seperti itu.


"Aku tidak mempunyai ayah,aku disini karena di undang alea"ucapan alva menusuk dada abra. Salsa menggenggam tangan alva.matanya berkaca².dia tidak tau alasan inti kenapa alva begitu membenci keluarganya yang ia tau dari cerita Alva Arya kecewa dengan pernikahan ayahnya.


"dia ga merampas keluarga kita tapi bunda yang meminta ayah untuk menikahi ibun"ucap abi dengan suara meninggi dia tidak terima dengan pernyataan adiknya.


"Stop mengatakan itu permintaan bunda bangs4t!"ujar alva menekankan suaranya dengan rahang yang mengeras.dia menggebrak meja dengan keras bahkan minuman dalam gelas pun bergoyang.lutfi dan Danu terkejut dengan Alva yang sekarang.


"Aku,dian, papa dan mama juga menjadi saksi permintaan terakhir bunda"ujar abi.


"Stop aku bilang" suara alva menggelegar alva mencengkeram tuxedo abi.dan menarik abi mendekat.


"anda akan menyesal suatu saat nanti tuan abimana,anda saat ini terlalu memujanya dan menghormati nya suatu hari kalian akan menyesal di saat itu aku akan tertawa"ucap lirih dengan mata berkaca-kaca.


Abra dan satria mendekat.


Wajah alva sudah memerah matanya berkaca².


"Lepas bang tolong jangan begini"pinta abra berdiri di antara mereka berdua sambil tangan abra membantu melepaskan tangan alva dari tuxedo abi.tangan yang sudah gemetar jantung yang memburu.satria dan bowo pun menarik alva.sedangkan zian menahan abi.

__ADS_1


Salsa menangis Jack juga membantu menenangkan Alva.


"calm down Ar"ucap Jack.


"Lepaskan tanganmu ar,dia abangmu"ucap satria.


Alva pun melampiaskan amarahnya ke meja semua yang ada di atas meja itu terlempar dan pecah,dia mengamuk membanting semua yang ada di dekatnya,jack menghubungi kevin agar segera datang ke ballroom.


Alva mengamuk membabi buta setiap meja kursi ia tendang piring gelas pecah berserakan.bahkan jack tak mampu menahan alva hingga seno dan kevin datang.


Dan langsung menahan alva yang terus meronta kevin memeluk dari belakang menahan tangan alva dan mencoba menjatuhkan tubuh Alva di lantai seno menahan kaki alva.


Semua yang ada di situ menatap kasihan ke Alva, mama Sinta yang datang untuk menemui satria pun di buat terkejut dengan keadaan alva.tidak ada yang tau kenapa.


Jack mengambil botol obat dari saku celana Alva,namun Alva terus meronta hingga obat itu ia serahkan ke salsa.


"Cepat salsa"ucap kevin melihat salsa yang tangannya bergetar memegang botol obatnya.


Rey datang berlari dan segera mengambil air putih


"Apa yang terjadi"tanya abi dan satria melihat adiknya di tahan beberapa orang,alea menangis di pelukan sinta.


"Ar kamu kenapa"tanya Zian.


"Cepat salsa"ucap jack.


"i..iya..ini Dapat"lirih salsa setelah mendapatkan obatnya.


Namun setelah masuk ke dalam mulutnya alva membuangnya.salsa mengambil satu obat lagi.


"Calm down Alva aku mohon buka mulutmu dan minum obatnya"salsa menangis melihat alva.salsa terus mengelus dada alva.


"Inhale exhale tarik nafas al"ucap salsa,jack mengangguk memberi kode agar segera memasukan obat ke mulut alva.


"rileks Alvarez..kamu Alvarez bukan arya"bisik Kevin.


"masukan"ucap jack.salsa mengangguk.


Setelah masuk salsa memberikan minum ke alva 'berhasil' lega perasaan salsa dan jack.


Kevin masih memegang tangan alva begitupun seno dan Rey karena obatnya belum berjalan.


Setelah beberapa menit obat mulai bereaksi, tubuhnya sudah melemah kevin dan seno juga Rey membawa alva ke kamar hotel jack mengikuti dari belakang.


"Maaf sudah membuat kekacauan disini"ucap salsa menunduk pada keluarga alva.abra duduk lemas tertunduk melihat betapa kacau dan menderitanya alva.


Salsa pun berlalu menyusul alva


Sementara di ballroom sepi tidak ada yang bersuara mama Sinta membawa alea ke kamar melihat alea yang terus menangis.


Papa satria,abi, abra dan Danu juga Amel dan Lutfi mereka masih syok melihat kejadian tadi,mereka hanya diam entah apa yang terjadi dengan sahabatnya Danu tidak tau.bowo pun masih setia menemani bosnya mereka semua merasa kasihan pada Alva.


"Apa yang terjadi yah"tanya abi.

__ADS_1


"Jangan memancing emosinya"ucap abra lirih


"Aku ga memancing emosinya yah aku hanya mengatakan apa yang harus aku katakan,bagaimana bisa dia mengatakan ayah laki² tua dan juga mengatai ibun"sanggah abi.


"Ada apa ab?"tanya satria.


"adikmu mengalami gangguan mental ayah belum tau pastinya dia depresi setelah bunda mu meninggal diagnosis dokter dia masih sering bertemu dengan psikiater"ucap abra lirih.


Deg. abi,zian,satria dan Danu juga lutfi terkejut mendengar pernyataan abra.


mereka terkejut dengan yang di alami alva.


"darimana ayah tau"tanya Zian.


"ayah menemukan obat yang di konsumsinya ternyata obat itu obat depresan dan obat penenang,Bowo hanya mendapatkan info Alva masih konseling dengan psikiater"ucap Abra.


"Jangan memancing emosi nya,ayah minta jangan ganggu dia"ucap abra lagi.


"Apa parah ab?"tanya satria.


"Kalian bisa liat sendiri tadi"ucap abra.


"Ayah sedih liat keadaanya yang bergantung dengan obat depresan dan obat penenang aku menemukan obat itu di apartemen dan membawanya ke dokter untuk mengetahui obat apa,sekarang kamu lihat sendiri"ucap ayah abra.


"Apa bisa sembuh yah"tanya zian


"ayah ga tau belum tau masalah utamanya baru nanti ayah konsultasi kan ke psikiater"ucap abra.


"Ya semoga cepat sembuh"ucap papa satria


"Kasihan sekali kamu nak"ucapnya lirih.


Abra menceritakan pertemuannya dengan jack.


"Kenapa dia membenci inggrid bukankah dia menyayangi inggrid?"tanya satria


"Dia berhalusinasi melihat bundanya aku melihatnya sendiri bahkan dia mengatakan agar bunda tidak bersedih,bahkan memposisikan kepalanya seperti yang biasa nilam lakukan padanya.aku takut sat..gimana aku mengobati nya"ucap abra lirih


Abi mendekat mengelus pundak ayahnya.satria mengusap wajah nya kasar.


"Bahkan aku menamparnya saat pertama kali dia datang kerumah beberapa hari lalu.tangan ini menamparnya dua kali hingga berdarah"ucap abra mengangkat tanganya.


"Ya tuhan ab, apa yang kamu pikirkan kamu main tangan dengan anakmu ab?"satria tidak percaya abra bisa melakukan itu.


"Aku kelepasan,aku menyesal"ucap abra menatap abi.


Abra menceritakan apa yang di katakan alva malam itu membuat abi tau kenapa alva tadi mengatakan kalo dia tidak punya ayah dan bukan Aryadhika Pratama lagi.


"itu alasan kenapa dia tidak datang di pengajian"tanya Zian,Abra mengangguk.


"Ayah bukan ayah yang baik ayah gagal menjaga amanah bundamu"ucap arba.


Zian dan Danu juga Lutfi diam memikirkan nasib sahabatnya mereka diam mendengarkan keadaan sahabatnya sungguh mereka tidak menyangka keadaan Alva seperti ini setelah ibunya meninggal.

__ADS_1


__ADS_2