BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
INI LUKA TEMBAK DADDY


__ADS_3

Alva saat ini sedang berada di pinggir pantai yang sepi setelah tadi menenggak kaleng bir yang di belikan denis.alva menyalakan rokoknya dia duduk di bibir pantai yang mulai surut.


"aku udah meminta untuk meninggalkanya.kenapa tidak mendengarkan ku, kenapa mengabaikan ku?aku memang bukan anakmu kau lebih memilih wanita sialan itu.aku membencimu Abraham aku membencimu" alva berteriak meluapkan rasa sesak di dadanya.


"Aku tau kau sudah mencintai nya bukan? heh bagaimana kalo kau tau wanita ****** itu yang sudah membunuh bundaku bangsat,bajingan kalian semua, kalian bahagia di atas derita ku tanpa memikirkan mental ku " ucapnya lagi nafasnya memburu dia benar² emosi dia benar² meluapkan emosinya.


Alva terduduk dengan memeluk lututnya dengan asap rokok yang berterbangan tak sesuai arah.tanganya bergetar dia Tremor dadanya sesak dia memukul dadanya berkali² airmatanya mengalir.'bukankah dulu ayahnya selalu memberikan apa yang dia minta?lalu kenapa sekarang ayahnya mengabaikannya?bahkan dia tau aku mengalami gangguan mental apa aku harus mati?lalu dia akan menyesal'


Menghela nafas berkali² untuk mencoba mengontrol emosinya, club tujuan setelah darisini terus mabuk parah hingga tertidur dan melupakan hari ini.


Mengingat semua kejadian yang terjadi dalam hidupnya,sesak di dadanya mencoba untuk waras pun tak bisa kejadian dalam hidupnya bukan hanya menyakiti hatinya namun juga mentalnya."menurut hasil pemeriksaan anda depresi mengalami gangguan mental,bipolar anda harus bisa mengontrol emosi anda"suara dokter yang merawat Alva terngiang di telinganya nafasnya memburu dia berteriak sekeras mungkin.


"Aaaaakkkkk brengsek.. brengsek kalian" berulang kali sambil memukul dadanya yang sesak alva berlutut dengan wajah yang di tutup ke dua tanganya dia menangis terisak.tidak ada yang berani mendekat,denis mengirim video ke Gabriel,kevin shawn rey tampak diam hanya melihat alva dari jauh pun tampak ikut larut dengan apa yang alva rasakan.


"Dorr"


suara tembakan menyadarkan mereka untuk siaga namun alva sudah terluka di bagian punggung dekat dengan lengan kanannya.


Alva pun berlari ke pohon sekitar yang dekat dengannya untuk berlindung,dia menyandarkan tubuhnya di pohon itu dia mengeluarkan pist0l yang berada di punggungnya nafasnya terengah dia memejamkan matanya untuk menetralisir rasa sakit luka tembak itu.


Denis dan rey memakai kacamata khusus untuk malam hari yang bisa melihat orang dari suhu tubuhnya.


"Kena loe berdua bangsat loe yang bawah rey gue yang atas.jaga bos Shawn"denis pun mengarahkan pistolnya ke dua orang yang terlihat sedang mengumpat di salah satu pohon.


'DOR...


Dua orang itu mati di tempat karena langsung mengarah ke kepalanya shawn dan kevin menyusul alva yang sudah berlumuran darah.


"Bos" panggil shawn dan kevin mereka berpencar melihat kesana kesini mencari bosnya,sedangkan alva menyenderkan tubuhnya di pohon tersebut.


"Gue disini sssth"jawabnya lirih.shawn pun menghampiri.


"bang bos terluka" ucap shawn.kevin menghampiri dan memapah alva menuju mobil.


"Bos terluka bang den"ujar shawn memberi tahu ke denis.


"kita bawa ke dokter andri cepat"ucap denis.


"Kalian tenanglah ini hanya luka kecil"ucap alva menenangkan anak buahnya.


"Ini luka tembak bos anda jangan mengabaikan"ucap denis.


"Kev bawa mobil"ucap denis karena kevin ahli dalam mengendarai.


"Urus mereka"titah kevin.


"Cepat kev"ucap denis saat ini mereka sedang berada di mobil menuju klinik pribadi dok andri Denis sudah mengabari dok andri agar bersiap dengan alat medis.


"Ssssh Tenanglah Denis ini hanya luka kecil"ucap alva mendesis.


"Luka kecil untukmu bos,akan jadi luka besar untuk kami"ucap denis. yang di maksud denis luka besar untuk kami adalah hukuman yang di terima nanti dari dominic saat membuat alva terluka itu berarti tidak bisa menjaganya dengan baik.


Denis selalu kesal Karena alva sudah berkali² meminta agar tidak memberi pengawalan bahkan pernah kabur pergi keluar sendiri membuat orang² dominic kalang kabut.


**


Peluru yang di pundak dekat lengan alva sedang di keluarkan oleh dokter andri.kevin sudah menceritakan semua ke gabriel,penjagaan alva di perketat.dan untuk Inggrid dominic memerintahkan orang untuk menghancurkan bisnisnya perlahan tanpa menyentuh harta abra dan nilam.


Setelah habis hartanya buka kedok Inggrid.dan perkiraan Gabriel abra akan menceraikan Inggrid.


Denis pun akan memberitahu yang lain tentang rencana Gabriel dan dominic.


Jam menunjukan pukul 1 dini hari tapi alva belum juga kembali.salsa duduk di sofa sambil menunggu Alva namun karena letih hingga ia tertidur.


Jam dua alva pulang dengan perban di pundaknya yang masih basah.


'ceklek...


'Kenapa tidur di sofa apa aku bisa menggendong nya untuk memindahkannya ke kasur gimana kalo jahitanya kebuka'gumamnya.

__ADS_1


Alva memandangi wajah salsa yang terlihat lebih chubby dia tersenyum mengingat salsa malas untuk olah raga 'kamu terlihat menggemaskan lihat pipimu seperti bakpau,kamu malas sekali olahraga tapi porsi makanmu bertambah' Alva mencium bibir salsa dan pipinya berkali² ini adalah cara membangun kan yang benar menurutnya.


"Eeemh al, kamu udah pulang"tanya nya mendudukkan badanya dan melihat ke arah jam.


"Kenapa tidur di sofa sayang"tanya alva dia membelai pipi salsa.


"Aku tadi nungguin kamu terus ketiduran,apa kamu udah makan?mau aku bikinkan teh"jawab salsa


"ga usah,aku mau mandi kamu Pindah ke tempat tidur"ucap alva.


"aku akan menyiapkan air hangat untukmu"ucap salsa.


"ga usah sayang aku bisa sendiri,kamu pindah tidurnya nanti badan mu sakit"salsa mengangguk.


*


Jam menunjukan pukul sembilan pagi Alva masih terlelap dalam tidurnya, kail membuka pintu kamar daddynya,wajah imut dan menggemaskan pipi merah dan mata besarnya masih terlihat mengantuk.botol susu menggantung di mulutnya.ntah rasanya pagi ini dia begitu menginginkan minum susu dari botol susu.


Dia melihat daddynya masih bergelung di tempat tidur,kail naik ke atas ranjang dan menyelinap masuk di bawah selimut alva.tangan kecilnya meraba² wajah daddynya.


"euhg..suara Alva dan gerakan tangannya menandakan bahwa dia terbangun karena ulah kail.kail meringsut mendekat botol susunya tak lepas dari mulutnya.


"boy.. Alva merengkuh tubuh kail ke pelukannya.


"jam berapa sekarang"tanya Alva dengan mata terpejam.


kail melihat ke arah jam menunjukan pukul sembilan.


"jam sembilan lewat lima belas menit dadd"Alva mengeratkan pelukannya.


"sudah sarapan?"tanya Alva.


"sudah sama mommy"ucap kail.


"mommy dimana"tanya Alva.


"mommy di dapur"jawab kail.


"apa Daddy terluka"tanya kail.


"hemm"Alva berdehem,kail pun turun memanggil Kevin.


Setelah beberapa saat Alva keluar dari kamar mandi di sofa sudah ada Kevin dan kail yang menunggunya.alva menghampiri Kevin dan duduk di sofa Kevin membuka kotak obat dan untuk mengganti perban.


"Daddy ini luka tembak"ucap kail melihat luka daddynya.


"kamu pintar boy"ucap Alva.


"siapa yang melakukan ini daddy?"tanya kail.


"suatu saat nanti kamu akan tau"ucap alva


*


"Kamu bikin apa sayang?"tanya alva yang memeluk salsa dari belakang.para art pun menepi melihat bos nya datang.


"Bikin puding aku pengen puding buah,aku tadi bikin sandwich tuna dan spaghetti aglio olio untuk sarapan, mba tolong di aduk² ya aku mau nyiapin sarapan dulu"ucap salsa menyerahkan spatula ke art di sebelahnya.


Di ruang makan salsa menghidangkan sarapan untuk alva dan membuatkan kopi java yang lagi di sukai alva.


"Masak besar ini sayang kamu jangan terlalu capek"ucap alva.


"Aku masak untuk semua di bantuin Angga(koki rumah Alva yang menyiapkan makanan sehat untuk orang² alva) mba² nya koq"ucap salsa.


Di meja makan ada denis yang baru saja mandi juga kevin yang tadi turun bersama alva.kini mereka sarapan bertiga.


Salsa pun bangkit dari duduknya untuk menyelesaikan pudingnya yang sudah matang.setelah selesai salsa kembali ke meja makan dan menemani alva sarapan.


" mereka udah sarapan?"tanya alva melihat Rey dan Axel sedang berolah raga membakar lemak.

__ADS_1


"Udah,kamu yang bangunya kesiangan"ucap salsa kini mereka berada di ruangan santai dekat kolam.


"semenjak ada kamu mereka sering bakar lemak"ucap Alva terkekeh dia menyalakan rokoknya.melihat kail sedang bermain dengan baby momo.


**


Di kediaman Abraham saat ini sedang kedatangan tamu.


"apa Tamu temanya Arjuna,apa sepagi ini bukankah acaranya jam 2"tanya Inggrid.


"aku ga tau biar aku liat "ucap Dian mendatangi ruang tamu.terlihat dua orang pria dewasa dan satu orang perempuan dan anak perempuan berusia lima tahunan.


"maaf mencari siapa ya?"tanya Dian menyalami tamunya.


"silahkan duduk"mereka semua duduk.


salah seorang pria mengatakan ingin bertemu dengan pak Abraham.


"ketemu ayah apa sudah ada janji"tanya Dian.


"belum"jawabnya.


"maaf dengan siapa ya?biar saya infokan ke ayah"tanya Dian


"saya Daffa"jawabnya.


"sayang kopiku tumpah"suara Abi terdengar hingga ruang tamu.


"sebentar ya"Daffa mengangguk.


Daffa datang bersama Dilla juga suami dan anaknya.mereka ingin tau kabar Abra.


rumah yang dulu mereka tempati saat tinggal bersama Abraham sekarang menjadi lebih besar.


"ada tamu ingin bertemu dengan ayah namanya Daffa"Abi mengerutkan keningnya.


"biar aku temui"ucap Abi dia pun mendatangi ruang tamu.


Abi menyalami mereka,"ada keperluan apa ingin ketemu ayah"tanya Abi. merasa tidak asing dengan nama Daffa.


"maaf, saya hanya ingin tau kabarnya"jawab Daffa.


Sedangkan Abra baru saja turun dia berpapasan dengan Dian.


"yah ada tamu yang ingin bertemu dengan ayah"ucap Dian.


"siapa"tanya Abra.


"Daffa kalo ga salah"jawab dian.


"Daffa?"Abra pun berjalan cepat ke ruang tamu.


"Daffa?"panggilnya saat ini Abra sudah berada di ruang tamu.


Daffa dan Dilla pun berdiri.mereka tersenyum melihat Abra terlihat masih sehat dan masih kekar tubuhnya.


Abra menatap Daffa tahi lalatnya masih sama di dagu.


"Daffa,kamu apa kabar nak"Daffa mengulurkan tangannya.ayah Abra menyambut dengan senang.setelah bersalaman Abra memeluk Daffa.dia memandangi Daffa yang lebih tua setahun dari Alva.


"kamu apa kabar"tanya Abra membawa Daffa duduk.


"kabar ku baik pak"jawab Daffa.


"kenapa pak,panggil ayah nak,Abang ini Daffa si kembar yang pernah tinggal bersama kita"ucap Abra melihat Abi yang masih terkejut.


"Daffa dan Dilla?"tanya Abi,Abra mengangguk.daffa tersenyum bahagia keluarga Abraham tidak melupakannya.


Abi pun bangkit dan memeluk Daffa.

__ADS_1


"ini Dilla dan ini ahmad suaminya ini namanya putri anaknya"ucap Daffa


__ADS_2