
"Sekarang ikut aku pulang"ucap Kevin
"kamu tega pada kail salsa,dia memintamu pulang saat di tv tadi siang,anak itu harus melewati masa kecilnya dengan banyak masalah dia belum pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu,jika kamu memang calon ibu yang baik untuk anak²mu kamu tidak akan tega melihat kail meminta mu untuk pulang.sekarang pulang temani kail merawat daddynya.untuk menguatkannya dia mungkin lelah namun karena sayangnya pada daddynya dia terus di samping daddynya.walaupun harus terpisah karena alva di rawat di RSJ selama hampir dua bulan dia terus datang menjenguk daddynya"ucap Kevin.
"degh
'RSJ?.....salsa menggelengkan kepalanya.
"RSJ?"tanya salsa air matanya terus mengalir.
"ya dia di rawat di RSJ selama hampir dua bulan, di hari kamu pergi seakan hidupnya mati dia tidak bersuara bahkan mandi aku dan kail yang memandikanya.dia hanya mengatakan dua kata dia pergi..dia pergi..
pulanglah,jangan patahkan lagi hatinya cukup keluarganya saja yang sudah menghancurkannya"salsa mengangguk.
"shawn"panggil Kevin.
Shawn pun masuk setelah mendengar suara Kevin
"panggil orang untuk membereskan barang²nya"shawn pun senang akhirnya salsa mau ikut pulang.
**
Jam dua belas malam salsa sampai di rumah Alva ada yang berbeda rumahnya makin banyak penjaga.salsa turun dari mobil bersama Kevin shawn menurunkan tas salsa.
salsa masuk ada pria paruh baya yang dia kenal di pesta peresmian kantor sedang duduk bertiga.
Salsa berdiri di ruang tengah dia mendapatkan tatapan tajam dari Dominic.
"kamu sudah kembali kev"ucap Gabriel dengan bahasa inggris nya.kevin mengangguk dia berdiri di belakang salsa.
"dia perempuan yang sudah membuat putraku terpuruk?"tanya Dominic menatap tajam salsa dari atas hingga ke bawah.dominic bangun dari duduknya dia menatap sinis ke salsa.
Salsa merasa tidak nyaman dengan tatapan Dominic.
"berani sekali kamu menyakiti putraku?memangnya siapa kamu,kamu tidak sadar kamu hanya seorang anak supir,kamu di berikan segalanya oleh putraku, kebutuhanmu putraku cukupi derajat mu dia angkat.tega sekali kamu meninggalkan putraku,kamu pikir kamu siapa?"ucap Dominic salsa hanya menundukkan kepalanya dia sungguh takut melihat Dominic.
"kamu berani sekali membuat masalah di keluarga ku hah"Dominic mencengkeram dagu salsa tidak kencang namun membuat salsa takut.melihat wajah pucat salsa yang ketakutan Dominic melepaskan tangannya.
"kali ini aku maafkan,jika terulang kembali aku tidak perduli kamu dan anak²mu habis di tanganku"ucap Dominic membuat salsa semakin takut
"grandpa"suara kail mengalihkan perhatian Dominic.
"grandpa tidak boleh seperti itu pada mommy nanti mommy takut"ucap kail dengan bahas rusianya.
"grandpa hanya bermain² denganya agar mommy mu tidak mengulangi hal yang sama,pergi meninggalkan kalian,jangan kasih tau dia jika grandpa hanya membuatnya sedikit takut,bawa dia menemui Daddy mu"ucap Dominic dengan bahasa Rusia yang tidak di mengerti oleh salsa.
"jangan lakukan itu lagi grandpa kasian mommy"ucap kail.
"mommy"panggil kail salsa tersenyum airmatanya kembali mengalir dia berjongkok memeluk kail.kail memeluk erat mommynya.
"mommy sudah pulang?mommy sudah bosan liburannya?mommy ga tau jalan pulang ya?"salsa tak menjawab dia terus menangis memeluk kail.
"mommy ayo kita temui Daddy,kail dan Daddy menunggu mommy"ucap kail.salsa bangun kail menggandeng tangannya Kevin mengikuti nya dari belakang.
"ceklekk...
terlihat Alva sedang duduk di ranjang tatapan matanya kosong,salsa sesenggukan melihat keadaan Alva wajahnya nampak tirus rambutnya sedikit panjang badannya kurus.
Kail mendekati daddynya.
"Daddy lihat siapa yang datang"ucap kail yang masih tersenyum.
Alva tak bergeming tatapannya masih kosong tidak ada kehidupan di matanya.
salsa duduk di tepi ranjang dia menatap Alva sungguh dia merasa bersalah atas salah paham dan keputusan nya untuk pergi.
"Daddy"panggil kail.
tak ada jawaban.
"Daddy mommy kembali"ucap kail.
senyap salsa mengelus perutnya yang terasa sedikit kurang nyaman.
__ADS_1
"Alvarez"panggilnya tidak ada respon salsa memegang tangan alva.dan mengecup tangan itu.
"Al ini aku salsa"ucap salsa suaranya serak. dia menangis sesenggukan.
hanya airmata yang menetes di pipi Alva yang terlihat tirus.
"Daddy lihat kail"dia duduk di pangkuan alva kedua tangan mungilnya menangkup pipi daddynya agar menatapnya.
"Daddy,mommy pulang"ucap kail setelah tatapan mereka bertemu.
"dia pergi..dia pergi"ucapnya.
"mommy pulang lihat ini mommy"ucap kail.
"mommy?"kail mengangguk tersenyum ayahnya meresponnya.
"Alvarez"panggilnya membuat Alva melihat ke asal suara.
"lihat mommy pulang"ucap kail dia turun dari dari pangkuan daddynya.
"salsa"lirihnya
salsa mengangguk.
salsa memeluk Alva mata nya sudah sembab.
Alva membalas pelukannya.kail tersenyum begitupun Kevin.
"salsa"panggilnya lagi.
"aku disini,aku kembali,aku ga akan ninggalin kamu lagi,aku minta maaf"ucap salsa
"babys"
"mereka baik² saja"salsa membawa tangan alva ke perutnya.
Alva meneteskan airmatanya.
"mommy disini adik² kail?"tanya kail.
salsa mengangguk.
Kevin keluar dari kamar untuk memberikan waktu untuk salsa dan Alva dia kembali ke ruang tengah.
"bagaimana"tanya Dominic.
Kevin mengangguk.
"sekarang jalankan rencana kita"Nathan dan Ken mengangguk.
"bikin wanita itu kehilangan semuanya"ucap Dominic.
"Denis urus pernikahan mereka,sebelum kita kembali ke Rusia"ucap Dominic.berbagai rencana mereka sudah siapkan.
**
Malam ini mereka tidur bertiga.dengan posisi Alva di tengah dia takut kail akan menendang perut salsa.setelah tadi di berikan pengertian akhirnya kail mau tidur di pinggir.
dia memeluk erat daddynya.
*
Pagi hari di meja makan sudah ada Gabriel dan Dominic sedangkan Kevin dan Albert sedang di tempat gym.
Alva berjalan menggandeng salsa dan kail.
"morning"sapanya suara yang beberapa bulan terakhir hilang kini terdengar.bibi Sarah tersenyum melihat Alva sudah kembali.
Dominic dan Gabriel melihat Alva tersenyum,Alva membawa salsa dan kail ke meja makan.
"morning boy,tidur nyenyak tadi malam?"tanya Gabriel.kail dan Alva mengecup pipi Gabriel.
begitupun Dominic.
__ADS_1
"duduklah dulu sarapan belum siap,grandpa buatkan susu?"tanya Gabriel dengan bahas inggris nya.
Alva menggelengkan kepalanya.
"aku buatkan kopi Java?"tanya salsa
"boleh"jawab Alva.
Albert datang dengan handuk yang melingkar di lehernya.
"pagi semua,pagi boy"sapa Albert.
"pagi Daddy,kamu tidak mengajakku olahraga?kita bisa adu kekuatan"ucap kail.
"Daddy tidak berani melawan mu sudah banyak piala yang kamu dapat itu berarti Daddy sudah terkalahkan"ucap Albert.
sambil meminum jusnya.
Kail tersenyum senang "kail bisa mengalahkan Daddy Al dan Daddy Darren secara bersamaan"ucapnya
Dominic terkekeh mengusap pucuk kepala kail.
salsa datang membawa kopi java dan meletakkannya di depan Alva.
"salsa "panggil Dominic.
salsa melihat Dominic yang sedang menatapnya,salsa menundukkan kepalanya.
"lusa kalian akan menikah siapkan dirimu"ucap Dominic.
Salsa mengangkat wajahnya dia melihat Dominic dan beralih ke alva.
Alva tersenyum mengangguk.
"kamu mau kan menikah dengan ku yang tidak waras ini"tanya Alva.
tes...
salsa mengangguk
"yes i Will"jawabnya.
"terima kasih"ucap Alva memeluk salsa.
"itu artinya mommy akan menjadi mommy ku kan Daddy"tanya kail.
"iya"jawab Alva.
"ada syaratnya salsa dan kamu harus ingat"ucap Dominic membuat salsa tegang.
Dominic memanggil Kevin,Denis Nathan dan kendra.setelah berkumpul dominic pun mengatakan persyaratannya.
"aku minta padamu untuk menutupi pernikahan kalian,ada banyak orang yang mengincarnya,mereka akan mencari kelemahannya dan ku harap kamu mengerti apa yang aku ucapkan"ucap Dominic.
salsa mengangguk"setelah semuanya selesai kalian bisa mengumumkan pernikahan kalian"
"ini demi keselamatan dan keamanan mu salsa"ucap Gabriel yang sedari malam hanya diam.
"iya tuan"jawab salsa.
"aku kakeknya,apa pantas kamu memanggilku tuan"ucap Gabriel.
"m..maaf"ucap salsa gugup.
"dia Albert kakaknya Darren"ucap Gabriel mengenalkan Albert.
"dia juga Daddy kandungnya kail"ucap Gabriel
deg..deg..deg..
Gabriel melihat wajah terkejut salsa.
"kail putra dari Albert,dia tidak bisa tinggal bersama Albert karena Albert masih dalam penyamaran.dari bayi kail bersama Darren kemanapun Darren pergi kail akan dibawanya.dia juga yang membuat Darren melupakan masalahnya disini,dia survive dengan adanya kail di sampingnya.itu yang pertama.yang kedua Darren mengajarkan banyak hal untuk kail kami sibuk dengan kerjaan kami,ketiga walaupun banyak yang mengincar Darren dia lebih aman bersama Darren daripada bersama Albert"ucap Gabriel
__ADS_1
"apa yang berada disini cukup sampai di kamu salsa jangan sampai siapapun tau atau kamu akan tau akibatnya"ucap dominic.salsa mengangguk patuh.