BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
PERUSAHAAN ABRA


__ADS_3

"gimana kabar mantu gue?"tanya danu.


"gue ga restuin"ucap Alva.


"tapi gue mau sky jadi mantu gue"kekehnya.


"tapi gue ga mau"kekeh alva.


"anak gue cantik"ucap Danu


"gue ga peduli"ucap Alva.


Danu menghela nafasnya dia ingin besanan dengan alva "pengen gue culik tu anak matanya indah gue jatuh cinta pada pandangan pertama"ucap danu.


"Brengsek loe pedofil"sungut alva.


"Mereka memang memiliki mata yang indah bos"ucap sean saat datang untuk melihat twin bersama alexa.


"Ya mata mereka indah apalagi mata sky"ucap alva bangga


"justru itu gue mau sky jadi mantu gue"ucap Danu.


"gue ga bakal setuju"ucap Alva kekeh dengan pendiriannya, menurutnya perjodohan itu membuat anak terkekang.biarlah anak² nya mencari cintanya sendiri.


"udah di kasih nama bos"tanya Sean


"zaidan sky Pratama Hernandez dan jihan aurora Pratama Hernandez"ucap alva.


"Itu ga kepanjangan"ucap danu.


" itu karena ayah memaksa untuk memakai nama Pratama tadinya gue cuma pake nama Hernandez tapi ayah komplain"ucap alva lalu menenggak minumannya.


'cekleeek...


"Pak ada...


"Hei bro"suara danu menyapa seseorang.


"What the hell"alva terkejut melihat zian di pintu berdiri di belakang disya.Danu terkekeh.


"What are you doing here?"tanya alva


"Oh my God jadi gue ga boleh gabung dengan kalian?"tanya zian.


"Apa gue juga bakal nongki dan mabuk bareng dengan ipar gue"ucap alva.


"Sialan"sungut zian.


"Gue pamit deh mau lanjut kerja"ucap sean bangkit dari duduknya membawa gelas minumanya.


Ken membuka laptopnya dia mulai bekerja sedang Shawn dengan Rey bermain game di sofa lain.


Segelas es batu datang dan alva menuangkan minuman ke gelas tersebut mereka mengobrol sampai siang.


"Gue merasa jadi abang yang brengsek"ucap alva.


"Kenapa bisa gitu?"tanya danu.


"Lo liat adek gue lagi hamil gue malah minum² sama suaminya"ucap alva membuat danu terkekeh.


"Asal sama loe bukan sama yang lain"ucap danu.


"Bolehlah kapan² kita ke club xx gery sekarang sudah tidak lagi menjadi bartender dia jadi tamunya sekarang"ucap danu yang masih sering ke club.


"Really,pantes gue ga pernah liat dia?"tanya alva.


"Ya dia simpenan tante² pejabat"ucap danu.


"Wow itu sesuatu"ucap zian.menyeruput minuman yang di tuangkan Alva.


"Malam minggu kita kesana"ucap alva.


"Loe punya anak bayi ar"ucap danu.


"alvarez, panggil gue alvs.Dia juga istrinya lagi hamil"ucap alva.

__ADS_1


"Sesekali ayolah"ucapnya lagi


"Oke minggu" ting....mereka pun bersulang untuk hari minggu mengulang masa rusak saat masih sekolah.


**


Danu sudah kembali ke firmanya.zian juga sudah kembali ke perusahaannya.alva melanjutkan pekerjaan dia mengecek beberapa berkas yang di berikan Sean dan di tinggal oleh Alexa.


Jam makan siang pun tiba mereka memutuskan untuk makan siang lebih dulu di sebuah resto sebelum ke kantor Abra.


"Al"panggilnya.


Alva diam tak menoleh dia tau suara siapa itu.wanita itu mendekat berdiri di samping Alva duduk.


"Alva"panggilnya lagi.


"anda siapa"tanya Rey.


"gue ga ada urusan sama loe,gue ada urusan sama dia"ucapnya.


"Alva loe harus bertanggung jawab"ucapnya membuat Rey dan Shawn terkejut apa bosnya punya cewek lain yang dia hamili juga.


"bertanggung jawab untuk apa"tanya Alva santai.


"Andre mecat gue dan gue ga kerja sekarang"ucapnya ya wanita itu Marsha mantan alva.


dia mengelap mulutnya dengan tisu.


"Andre mecat loe karena kesalahan loe sendiri yang ga bisa menghargai orang dan mulut loe yang ga bisa di jaga dan gue ga mau kerjasama dengan orang yang punya karyawan kaya loe"cibir Alva.


"brengsek loe al,loe udah hancurin hidup gue"ucapnya marah.


"heh hidup Loe hancur karena perbuatan loe sendiri,loe goda atasan loe dan loe hamil anak dia yang mempunyai anak dan istri.dan loe membuat kerjasama antar perusahaan gagal gara² tingkah loe yang sok jijik ke gue dan karena kesombongan loe akhirnya loe di pecat"ucap Alva semua orang yang berada di resto itu melihat ke arah mereka.


Marsha pun pergi menahan malu karena semua orang melihat jijik ke arahnya.niat hati ingin membuat Alva malu namun nyatanya dia yang menanggung malu.


Setelah selesai makan siang mereka pun pergi ke tujuan utama yaitu sn group.


Sampai di SN tidak ada yang mengenalnya.bahkan Abra tidak tau putranya akan datang hari ini.


"Maaf pak mau bertemu siapa"tanya satpam tersebut.


"Pak Abraham"jawab Kendra yang memiliki tubuh kekar dan berotot.dan tatto di lehernya walaupun bajunya rapih melihat tubuh dan wajahnya yang datar dan tatto membuat siapa saja pasti menciut.


"Apa sudah ada janji?"tanya satpam itu nyalinya bagai kerupuk di rendam air menciut.namun ia harus tetap menghadapi siapapun.


"Ya kami sudah ada janji" alva yang menjawab


"sebentar ya pak saya harus pastikan dulu,bapak² silahkan tunggu sebentar di kursi,dengan bapak siapa maaf"tanyanya


"Alvarez"jawab alva.satpam mengangguk.


Satpam itu membawa Alva, Rey dan Shawn juga Ken ke tempat duduk,dia harus mematuhi aturan apalagi ini kantor ayahnya.


banyak mata yang memperhatikan mereka.


Alva menarik dasinya dan dia juga membuka tiga kancing bajunya.


"dasi ini benar² mencekik ku"ucapnya


"ck anda tuh harus rapih bos,selain terlihat rapih dan tampan anda juga harus terlihat berwibawa,jangan seperti preman bos"ucap Rey matanya masih fokus ke game.


"gue memang preman"ucapnya,Alva mengeluarkan bungkus rokoknya.dan mengambil sebatang saat akan menyalakan korek api "maaf pak di larang merokok disini"ucapnya menunjuk ke papan yang bertuliskan no smoking area.


"ck"Alva berdecak.dia memasukan kembali rokok itu ke bungkusnya.


Ken dan Shawn menggelengkan kepalanya.rey terkekeh melihat Alva memasukkan kembali rokoknya.


"kenapa lama gini sih pada kemana mereka"sungutnya, dia mengeluarkan hp nya untuk menghubungi salsa.dia sudah merindukan twins dan kail terutama ibunya.


Satpam itu sedang berbicara dengan resepsionis.setelah beberapa saat Gilang turun menemui Alva.


"siang pak alvarez"sapanya sopan.


"siang bang gilang apa kabar?"Alva berdiri dia mengulurkan tangannya.

__ADS_1


dua satpam itu masih berdiri tidak jauh dari mereka,mereka khawatir tamu² di depannya orang jahat,terlihat tatto Ken di leher dan Rey di punggung telapak tanganya bahkan di jari² nya ada tatto dan Shawn yang memakai tindik di telinga dan di alis sebelah kiri.


"ayah ada di ruanganya?"tanya alva.


"ada pak tapi pak Abra sedang meeting bersama pak Bowo"jawab gilang


'ayah'panggilan ayah membuat dua satpam itu terkejut.alva pun masuk dengan gilang ke dalam lift bersama Rey Shawn dan Ken.


"tamu tadi siapa ya"tanya satpam itu was² mendengar sebutan ayah ke bos besarnya.


"saya juga ga tau"jawabnya mereka kembali ke tempat mereka


**


Di dalam ruangan abraham.


Alva sedang melihat² ruangan ayahnya sambil menunggu Abra meeting,Gilang juga sudah menjamu teman² alva.tidak ada jejak wanita itu hanya ada Poto keluarga mereka saat di pantai dan Poto Abra dengan Nilam yang menggunakan kebaya.


Alva menyunggingkan senyumnya.


ceklek..


"Kamu datang?"tanya abra dia mendapat kabar dari Gilang bahwa Alva ada di ruanganya.


"bukankah aku sudah mengatakan kalo aku akan membantu ayah di kantor"ucap alva.


dia melihat ayahnya yang berjalan ke meja kerjanya.


"kalo tidak perlu di bantu ga papa,bisa mengurangi pekerjaan ku"ucap Alva.


"tentu kamu harus bantu ayah,Bowo juga sudah waktunya pensiun"ucap Abra melihat ke arah Alva pakaiannya terlihat berantakan,dasi yang asal menggantung dan kancing kemejanya terlepas.abra menggelengkan kepalanya.


"kenapa bukan bang Abi yang menggantikan posisi ayah"ucap alva.


"dia sibuk dengan anak perusahaan yang lain"ucap Abra.


"aku juga sibuk dengan perusahaan ku"sergah nya.alva mengeluarkan bungkus rokoknya.


"ayah tau kamu bisa"ucap Abra melihat Alva yang sedang memasukan batang rokok ke bibirnya.


"Kamu akan satu ruangan dengan ayah apa kamu keberatan?"tanya abra.


"Aku sih ga keberatan,tapi aku ada ken yang untuk sementara menggantikan Denis dan Rey juga shawn kami biasa bekerja team mereka tidak akan mau jauh dari ku"ucap alva.ken dan rey nampak diam sedangkan Shawn sibuk dengan hp nya.


"Ya baiklah ruangan di sebelah bisa kamu tempati besok ayah akan minta Gilang untuk menyiapkannya"ucap abra.


"aku boleh merokok kan"tanya alva.rey menggelengkan kepalanya.


"ya tentu"ucap Abra dia tidak mungkin melarang putranya apalagi ini pertama kalinya dia datang ke kantornya.


"Kenapa ayah begitu mudah mengijinkan"tanya alva.


"Kamu mau ayah larang"tanya abra.


"Ga sih,ayah larang pun tetep aku lakukan dimana lagi aku bisa merokok"ucap alva sambil menyelipkan batang rokok di bibirnya.


Abra hanya menggelengkan kepalanya.


"berikan pekerjaan ayah biar aku pelajari"ucap Alva.abra terlihat menghubungi Bowo dengan membawa berkas².


"om Bowo apa kabar"sapanya melihat Bowo masuk membawa berkas².


"baik bang Ar"Bowo tersenyum ramah.


Bowo membawa berkas itu ke abra.abra mengeceknya untuk mengetahui dari perusahaan mana.


"kasih ke Alva dia akan membantu kita di perusahaan"ucap Abra.


Bowo mengangguk.


alva membuka berkas dan laptop,begitupun Ken dia membuka laptopnya. sejatinya ken dan rey,mereka dari perusahaan Dominic mereka tentu paham dengan pekerjaan kantor.


Tapi mereka tidak mau pusing dengan urusan perusahaan yang membosankan menurut mereka saat kerja dulu,mereka akan berangkat pagi dan pulang sore hari bahkan malam hari.


saat Dominic menawari mereka untuk menjadi bodyguard dan sewaktu-waktu jika di butuhkan dia akan membantu di perusahaan mereka pun bersedia.mereka semua di latih fisik dan keahlian juga menembak.

__ADS_1


__ADS_2