BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
PERTAMA KALI DATANG


__ADS_3

Itu hal langka yang mereka tidak dapatkan di kehidupan luar. mereka juga mendapatkan gaji yang besar mereka bekerja sesuai fashion mereka yang memang tidak bisa bekerja di bawah tekanan dan target.selama bekerja ikut dengan Dominic dan Alva baru beberapa kali bahkan kadang setahun pun tidak pernah di kantor dan hanya mengawal.


"Ini bos"ucap rey menunjukan sesuatu ke salah satu map dan alva membacanya dan meneliti.


"Ini perusahaan bermasalah,kita sudah pernah mendapatkan ini tapi kita tolak karena masih sangketa yang memegang kendali adalah orang yang tidak pernah puas"ucap ken


"Yah apa perusahaan xx ini mengajukan kerja sama?"tanya alva.


"Iya dia mengajukan kerja sama dengan value yang cukup menggiurkan tapi ayah belum sempet lihat"ucap abra.


"Jangan di terima yah perusahaan mereka bermasalah"ucap alva


Abra mengangguk.alva melanjutkan kerjanya.


"Shawn"panggilnya Shawn menoleh ke arah bosnya.


"Belikan rokok dan yang seger² shawn tenggorokan ku kering"pinta alva.shawn pun pergi keluar,lihatlah sang Playboy itu berjalan dengan wajah menggoda tebar pesona untuk mencari mangsa.siapa tau ada yang nyangkut pikirnya.


Setelah beberapa saat shawn datang membawa kantong plastik terlihat beberapa cemilan dan minuman bersoda dan kaleng bir.


Dan juga lima bungkus rokok yang empatnya dia kantongin agar tidak keluar beli lagi pikirnya.


"saya ijin buat nyemil pak Abra"ucap shawn.


"ya silahkan,anggap aja kantor sendiri"ucap Abra matanya fokus ke laptopnya


"Apa ayah menyindir ku"ucap alva yang matanya kembali fokus ke berkas².abra hanya berdecak.


"Apa²an kaya begini bikin laporan kaya anak SD"ucap alva tiba².


"Periksa ini ken berantakan banget membuat pekerjaan ku bertambah"alva menyerahkan map ke kendra.


"Lakukan evaluasi untuk orang audit"titahnya.


"siapa nama sekertaris ayah"tanya alva.


"Nana"jawab Abra dia ingin tau apa yang akan di lakukan putranya.baru masuk sudah menemukan masalah.


"nana"suara alva mengagetkan Nana yang sedang fokus dengan Kerjaanya.


dia pun bangkit dari kursinya dan mengetuk pintu ruangan Abra.


Alva adalah orang yang tegas dalam pekerjaan dia juga rapih seperti yang di ajarkan pada karyawan delta Alexa dan Sean mengikuti cara kerja Alva dan mereka akan mengajari karyawannya untuk mengikuti cara kerja bosnya.


"Iya pak.."


"Panggil tim audit"ucap alva abra mengerutkan keningnya.dia pikir yang akan di panggil hanya kadiv.namun ternyata tim juga di panggil.


Nana pun memanggil tim audit .


Beberapa saat tim audit sudah di hadapan abra,abra yang tidak tau pun bingung.


Alva bangkit dari duduknya dan melempar berkas ke meja di mana dia duduk.


"system design error bisa jelaskan ini"tanya alva.

__ADS_1


Mereka yang tidak tau siapa alva pun hanya diam tak menjawab.


"Kenapa diam?apa karena saya bukan bos kalian"tanya alva.


"Karena saya bukan bagian dari sn heh?"tanya alva lagi.


Systems design erros yang sifatnya sengaja merupakan kesalahan yang dilakukan seseorang dengan cara mengabaikan pengendalian yang telah ditetapkan atau sistem yang didesain sudah tidak relevan lagi dengan kondisi yang ada. Sistem tersebut sengaja dibiarkan agar ada peluang untuk melakukan penggaran. Dalam banyak hal, para karyawan akan mengetahui kelemahan sistem yang ada. Hal ini berisiko terjadinya penggunaan peluang karena sitem yang lemah tersebut.Kesalahan sistem lebih berpotensi terjadi pada sistem komputerisasi.


"Jelaskan"ucap alva lagi.


"Kalian sengaja?heh baru hari ini saya masuk kesini tapi sudah menemukan masalah"tanya alva meradang karena tidak ada yang menjawab pertanyaannya.


'braaakk..


"Bos"Rey menghampiri bosnya dia takut bosnya kelepasan


"al" abra pun terkejut.


"Ayah selesaikan aku rasa ini sudah lama terjadi"ucap alva dia kembali ke sofa.


Bowo dan Gilang pun masuk ke ruangan Abra.


Panggilan ayah membuat tim audit yang berada di ruangan abra yang berjumlah enam orang pun terkejut.tidak ada yang menyangka dia anak bosnya, penampilan yang urakan tidak rapih dan baru melihatnya hari ini walaupun ganteng dan cool.'bukankah anaknya adalah pak Abi dan mba alea' pikir mereka


"Kalian tau dia anakku anak keduaku adiknya Abimana"pernyataan abra membuat mereka terkejut.


"Dia bukan orang yang tidak paham masalah kantor,dia seorang Presdir di delta dia tau masalah kantor jangan meremehkannya.Dia juga yang punya geo yang kita sedang bekerjasama dia yang mempunyai rumah sakit delta medika...


"Ayah...."sergah alva jengah ayahnya ini harusnya menyelesaikan masalah malah memperkenalkannya pada karyawan nya.


"Ayah hanya mengenalkan mu,agar tidak ada yang meremehkan anak ayah"ucap abra membuat alva menggelengkan kepalanya.


Alva membuka kaleng minumanya dan meminumnya dia merasa panas setelah tadi marah².dia melepas jasnya dan kembali dia merokok di ruangan Abra.


"Kalian tau rumah sakit itu kan?rumah sakit gratis datanglah dan bawalah kesana jika ada tetangga kalian yang sakit namun tidak mempunyai biaya"ucap abra membuat mereka yakin kalo anak bosnya bukan kaleng².abra menghela nafasnya sebentar


"Jadi jelaskan sekarang"titah abra tegas.


Abra pun menyimaknya.


" perbaiki bawa kembali dalam waktu satu jam dari sekarang"ucap Alva dia lalu menghisap rokok di tanganya.


setelah selesai mereka pun bubar kembali ke tempat mereka.


"om Bowo selidiki mereka ada yang tidak beres dengan mereka"Bowo mengangguk.


Desas desus tentang alva semakin menyebar di area kantor.nana yang masuk ke grup kantor pun hp nya terus berbunyi.


Di dalam ruangan alva benar² dengan cepat menyelesaikan kerjaanya.abra pun di buat puas dengan hasil kerja anaknya.


setelah satu jam orang audit datang kembali membawa berkasnya.


Alva mengecek kembali"lumayan lain kali kamu pisahkan perbagian jangan di campur seperti ini jadi berantakan dan yang seperti ini kamu bisa masukan di file saja jadi lebih mudah untuk di cek kembali,paham"ucap Alva tegas


"paham pak"

__ADS_1


"pergilah"ucap Alva.


"minta mereka kerja yang rapih yah agar kita ga capek buat mengeceknya"ucap Alva


"dari dulu mereka kerja begitu"jawab Abra.


"ubah sistem dan cara kerjanya mereka kita gajih kita bayar buat bantu kita"ucap Alva


dia cepat² menyelesaikan pekerjaan.


"Udah selesai kan yah?aku mau pulang kangen sama twins"ucap alva.


"Ya, sudah selesai,kamu bisa pulang"jawab abra.


"Kalo ada kerjaan kirim ke email ku"ucap alva


"Aku pulang dulu"ucapnya lagi dia berjalan meninggalkan Abra.


jarum jam menunjukkan pukul 4sore dia pun berjalan keluar perusahaan.


orang yang sedang menjadi perbincangan hangat di kantor lewat di depan mereka,alva hanya mengenakan kemeja jasnya di letakan di pundaknya dia berjalan sambil menggulung lengan kemeja nya.dasinya pun masuk ke sakunya.


Andai dia tidak ke SN mungkin seperti biasa dia akan memakai celana jeans dan kaos di balut blazer atau jas yang bisa ia lepas dimana saja.


Alva sungguh tidak menyukai penampilan formalnya.sedangkan rey dan ken memakai pakaian formal nya berbeda dengan Shawn yang memakai jaket kulit.alva tidak pernah mempermasalahkan penampilan mereka,mereka adalah orang lapangan orang bebas Alva tidak menuntut mereka,karena dia saja tidak suka di atur.


menurut orang² terdekatnya alva tidak layak menjadi orang kaya karena penampilannya yang tidak menunjukkan bahwa dia orang kaya seperti crazy rich kebanyakan dia lebih suka menggunakan celana belel,celana kolor kaos oversize,kaos press body dan sandal selop.


Karyawan SN di buat menganga melihat penampilan alva tidak bisa mendeskripsikan bahwa dia anak bos besar,ntah yang mana putra dari bosnya itu karena mereka jalan berempat yang mengetahui hanya orang audit dan sekertaris.


tapi dari wajah mungkin Alva karena lebih mirip ke Abra sungguh ambyar jika iya dia anak dari bosnya.walaupun terlihat cool,gagah dan maco juga seksi.


Keluar dari lift petinggi alva mengeluarkan bungkus rokoknya dia menyalakanya di depan pintu lobby dia menunggu mobilnya datang.


para satpam itu hanya diam memperhatikan Alva.


Alva yang merasa di perhatikan pun melihat satpam itu dia mendekat matanya menelisik dia melihat name tag satpam itu.


satpam itu nampak gugup.


"Suparman"Alva membaca name tag itu.


"saya pak"jawab Suparman.


Alva nampak menatap Suparman yang tegang.alva mengangguk²an kepalanya.


"sudah berapa lama bekerja disini pak"tanya Arvin.


"sepuluh tahun pak"jawabnya.berarti saat Alva lulus SMA.


"betah?"tanya Alva.


"alkhamdulillaah pak betah"Alva mengangguk mobil datang namun alva belum beranjak.


"saya suka kerja bapak memperhatikan orang dan mewaspadai tamu yang datang"ucap Alva meninggalkan Suparman yang nampak menghela nafas lega,dia pun memasuki mobil.

__ADS_1


"terima kasih"ucapnya melihat Alva berlalu masuk ke mobil.


__ADS_2