
"sepertinya seru sekali di kamar ini"ucap Dominic dia duduk di kursi samping ranjang.
"dia sangat menggemaskan"ucap Gabriel mengelus puncak kepala Jihan.
"dia selalu menangis"ucap kail.
"ihan cenen"ucap sky.
"dia masih kecil tidak apa menangis"ucap Gabriel.
"batita"ucap sky.batita adalah sebutan dari kail untuk anak bayi tiga tahun,dia akan mengatai Jihan batita.padahal dia dan Jihan hanya berbeda beberapa menit.
"apa Daddy akan mengatakannya pada Abraham"tanya Dominic.
Gabriel mengangguk
"aku sudah tua biar dia tau tentang ku,aku takut tidak sempat mengatakannya pada dia"ucap Gabriel.
"biar aku minta orang untuk panggilkan dia"ucap Dominic
"tidak usah nanti saja setelah makan malam biarkan dia istirahat"ucap Gabriel.
Dominic mengangguk,kail pun penasaran apa yang akan di katakan grandpanya.
Jihan tertidur di kamar gabriel.sedangkan kail dan sky sedang berada di ruang tengah.
kail sedari tadi duduk bersandar di lengan Albert.
sedangkan sky sedang asik dengan layar tv di depannya.
"apa kamu merindukan Daddy"tanya Albert
"sangat dad"ucap kail.
"Daddy sangat menyayangimu"ucap Albert.
"kail juga menyayangimu dad"ucap kail.
"bagaimana sekolahmu"tanya Albert.
"aku masih home schooling"ucap kail.
"ga apa² yang penting kamu rajin belajar beradaptasi lah disana"ucap Albert.
"apa mereka menyayangimu"ucap Albert.
"sangat Daddy, mommy dan Daddy tidak pernah memarahiku,mereka mengurusku dengan baik,dan selalu mengingatkan aku dan menemani ku belajar walaupun kadang Daddy sibuk dan pulang malam tapi aku tau Daddy akan selalu masuk kamar ku dan mencium keningku"ucap kail.
"baguslah,maafkan Daddy tidak bisa menemanimu bahkan bermain denganmu,harus kamu tau Daddy sangat menyayangimu,kamu anak Daddy walaupun Daddy alva juga menyayangimu,ada hal hingga Daddy menyerahkanmu ke Daddy Alva,Daddy tidak mau kamu dalam bahaya"ucap Albert.
"aku tau dad,kail juga menyayangimu.mereka menjagaku dengan baik Daddy tidak perlu khawatir aku akan menjadi kuat dan hebat dan akan membantumu"ucap kail.
"terima kasih belajarlah yang rajin dan berlatih dengan giat,karena suatu saat kau akan menggantikan Daddy"ucap Albert.
"ada adikmu di kamar Daddy dia sedang tidur,dia akan ikut denganmu nanti tinggal bersama Daddy Alva"ucap Albert membuat kail melihat ke arahnya
"Alexander filbert Hernandez"ucap Albert.
"apa dia adiku"tanya kail.
"dia adikmu,sayangi dia Hem seperti kamu menyayangi sky dan Jihan"ucap Albert.
"tentu Daddy aku akan menyayangi adik² ku"ucap kail.
"apa mommynya juga meninggal?"tanya kail.
"tidak Daddy hanya mempunyai satu wanita bernama ivana your mommy, Alexander dia berasal dari surrogate mother/ibu pengganti.daddy harus mempunya beberapa anak agar kamu ada saudara dan juga teman,Daddy tau ada Jihan dan sky,tapi Daddy mau yang sedarah denganmu"ucap Albert.
"tak apa kan beda ibu"ucap Albert
kail mengangguk
"kail menyukai banyak saudara"ucap kail.
"jadi bolehkah Daddy membuatnya satu lagi setelah Alexander"ucap Albert.
"tentu Daddy kail akan menjadi Abang yang baik untuk adik² kail juga sky dan Jihan"ucap kail.
"good boy,sayangi mereka,kalian harus saling menyayangi"ucap albert.kail mengangguk.
mereka tidak tau jika ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka.
"kail bukan putra Alva?"ucapnya dia pun kembali ke kamar memikirkan apa yang dia dengar.
**
Jam makan malam pun tiba.salsa dan Alva juga Abra,kail,sky juga Jihan sudah di meja makan.dominic datang bersama Gabriel di kursi roda yang di dorong oleh salah satu kepala pelayan.
Ruangan itu ada beberapa pelayan yang menyiapkan makanan.setelah siap mereka berbaris berdiri di belakang nya.
Denis,Kevin, Bernard juga Chris berdiri di belakang mereka juga orang Dominic dan gabriel.
"makanlah,maaf kan pria tua ini membuat kalian menunggu"ucap Gabriel.
__ADS_1
Abra dan salsa merasa tidak nyaman dengan keberadaan pelayan di belakangnya.
Juga Denis dan Kevin yang berdiri,mereka terbiasa sarapan dan makan bersama.
namun alva sudah terbiasa sedari dulu mereka akan seperti itu.
"makanlah sayang ini enak buatan chef terkenal"ucap alva.salsa mengangguk tersenyum kaku.
Salsa melihat cara elegan Dominic dan Gabriel makan table manner menjadi perhatiannya.
kail pun sama mempunyai table manner yang bagus walaupun di rumahnya salsa tidak melakukan itu.
salsa tidak mau membuat suaminya malu dia pun makan dengan baik.
setelah selesai makan Gabriel meminta kepala pelayan menyuruh para pelayan lain untuk keluar,dia akan berbicara penting setelah ini.
kini mereka semua sudah berada di ruang tengah sky dan Jihan asik dengan Billy dan mainan lain.
"Selamat datang di rumah kami Mr Abraham"ucap Gabriel.
"terima kasih atas sambutannya Mr Gabriel."ucap Abra.
Gabriel tersenyum dia mengangguk.
"ada yang ingin saya bicarakan denganmu Abraham,ada tiga hal yang ingin saya sampaikan,yang pertama mungkin akan membuat kalian terkejut,Albert dan Alva belum tahu ini,aku sudah mengetahuinya lama semenjak Alva Koma,saat menolongku saat itu aku mencari tau tentangnya"Gabriel menatap Alva dan Abra.
"tapi aku ingin mengatakan sesuatu yang lain dulu, Mikhail dia bukan anak dari Alva dia adalah anak dari Albert"Abra nampak sedikit terkejut walaupun tadi dia sudah mendengarnya sendiri.
"dari seorang perempuan bernama ivana,saat melahirkan Alva yang menemaninya dan kail tumbuh bersamanya,kail memanggilnya Daddy karena dulu beranggapan Alva adalah daddynya,dan semenjak kail memanggil dia Daddy,alva sedikit demi sedikit terobati dari penyakit mentalnya.dan semenjak itu mereka seperti ayah dan anak"kail menyandarkan tubuhnya pada alva
Arvin memeluknya dari samping.
"ada hal yang membuatnya harus ikut Alva banyak musuh di sekitar kita,dulu Albert pun kita ungsikan ke kampung terpencil dia dibesarkan oleh kepala pelayan.dan kail harus merasakan hal yang sama dengan albert.suatu saat dia akan kembali kesini.dia sedari kecil tidak mendapatkan kasih sayang orang tua,Albert tidak mungkin mengurusnya karena dia sendiri masih dalam penyamaran,ibunya meninggal saat dia masih dalam kandungan.aku harap kamu tidak berubah menyayangi cicitku Abraham"ucap gabriel.
"umurku sudah tua ada hal yang ingin aku sampaikan sebelum aku pergi.abraham Pratama ibumu bernama Greysia Adelin brown"Abra mengangguk.
"kamu tau siapa dia?"tanya Abraham.
"dia putri dari Hansen brown"ucap Abra.
Gabriel mengangguk,Albert dan Alva melihat ke arah Gabriel mereka tidak tau tentang ini mereka penasaran dengan apa yang akan di bicarakan.
"Hansen adalah seorang pembantu di rumah ayahku dulu"Gabriel menghela nafas.
"dan Greysia Adelin adalah adiku.."
"degh....jantung Abra berdegup.
Denis dan Kevin juga yang lain pun syok berbeda dengan Dominic.
"ibunya Marcus saat itu menculik Greys kecil namun Hansen brown mengetahuinya.perempuan itu mengejar Hansen hingga mobil itu jatuh ke tepi jurang.seorang perempuan asal Amerika latin menolong Hansen dan membawa Hansen dan baby Greys ke rumah sakit,Hansen tak pernah kembali, hingga suatu hari dia mengirim surat pada ayahku bahwa Grey's bersamanya.namun wanita itu mengetahui surat itu ntah darimana,dia mengejar Hansen,namun Hansen sudah pergi di bawa perempuan Amerika latin itu ke sebuah kota kecil dan mereka menikah.kami menemukan surat itu saat wanita itu mati dan kami mencari hingga kami bertemu dengan hansen.tapi Hansen mengatakan Grey's kabur dengan pria asia, ayahmu.karena Hansen tidak mengijinkan mereka menikah sebelum bertemu ayah kandung Grey's.kami mencari pria asia itu namun kami tidak tau asalnya darimana.lalu suatu hari aku bertemu dengan Alva matanya sangat mirip dengan ayahku filbert Hernandez juga matanya sama dengan albert.aku mencari tau hingga kami mengetahui jika dia anak Greysia Adelin brown"ucap Gabriel.
"namun greys telah meninggal.kamu mungkin tau kalo Hansen tidak merestui mereka menikah"Abra mengangguk.
"jadi?"suara Abra serak.
"kau adalah anak adiku abraham.anak dari Greysia Adelin Hernandez"ucap Gabriel mata tuanya menitikkan air mata.
"aku belum pernah melihat wajahnya"ucapnya lirih Dominic mengusap punggung Gabriel yang bergetar.salsa pun menangis mendengar cerita kakeknya.
Abra mendekat dia duduk di samping Gabriel.
"darah ibumu sama dengan darahku,aku menyesal tidak dapat menemukan nya,aku hanya berharap semoga dia hidup bahagia"ucap Gabriel.
"Daddy apa itu artinya kita bersaudara?"tanya kail pada alva.alva mengangguk.
"glet why you cry"tanya Jihan mendekat ke Gabriel.
Gabriel tersenyum.
"glet ingin seperti Jihan yang bisa menangis"ucap Gabriel.
"itu tidak bagus glet cenen"ucap sky.
Jihan naik ke pangkuan Abra dia menepuk punggung Gabriel.
"danan menangis glet nanti jenek"ucap Jihan
senyum tersungging di bibir Kevin dan Denis
"kalo ngasih tau orang bisa,tapi sendirinya suka nangis"ucap kail.jihan mengerucutkan bibirnya yang menggemaskan.
"Dominic dia kakakmu bukan?Albert dan Alva juga sama mereka Kaka adik"ucap Gabriel.
"maaf aku tidak tau"ucap Abra
"ini bukan salahmu,ayahmu memang tidak tau diri dia membawa Greysia kabur"Gabriel terkekeh.
"satu lagi,Alva mungkin sudah tau.salsa Albert sudah menitipkan kail bersamamu anggap dia seperti anakmu sendiri"salsa mengangguk.
"satu lagi aku titipkan cicitku padamu Alexander dia adik kail putra Albert dari surrogate mother kamu bersedia merawat Xander?Alva sudah setuju,tapi wajib saya make sure"tanya Gabriel.
salsa mengangguk senyumnya lebar.
__ADS_1
"tentu grandpa aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri"ucap salsa yakin.
Gabriel mengangguk seorang suster membawa bayi dalam gendongannya dia menghampiri ruang tengah.
"berikan padanya"suster itu memberikan Xander pada salsa.
senyum salsa mengembang dia menitikkan airmata melihat bayi kecil itu.
"namanya Alexander filbert Hernandez,sayangi dia jangan kau bedakan"ucap Gabriel.
salsa mencium pipi merah Xander.
Jihan dan sky mendekat ke salsa melihat bayi kecil itu.
"ihan mau lihat baby mommy"ucapnya.
"cekai juga mau lihat mommy"ucap sky.
"satu² ya,mau cium?..
sky dan Jihan mengangguk.
"ladies first boy"ucap kail.
sky pun membiarkan Jihan lebih dulu.
"nihat pipina melah,bibilna kecin mommy"ucap Jihan.cup..cup..cup..
"cudah,cekai cekalang"ucap sky.jihan mendengus kesal.
"tuh baby na pipina bacah"ucap sky.
Xander terlihat menggeliat.
"lihat mommy dia belgelak"ucap sky.
Jihan pun meringsek ingin melihat Xander bergerak.
"sayangi dia dan kail salsa,sayangi dia seperti anak² mu sendiri"ucap Gabriel.
"aku akan menjaga dan menyayangi mereka grandpa"jawab salsa.
"kita akan membawanya pulang kan"tanya salsa pada Alva.
"kita akan membawanya pulang,kita besarkan bersama"ucap Alva.
"kail juga cucumu Abra walaupun dia anak Albert dia cucu kandung Dominic putraku"ucap Gabriel.
"tentu dia sudah menjadi cucuku saat aku mengetahui Alva mempunyai anak"ucap Abra.
Abra melihat Dominic yang sudah sama² tua.ternyata Abra masih mempunyai saudara,Abra bahagia walaupun jalanya harus seperti ini.
"aku bahagia ternyata aku masih mempunyai saudara"ucap Abra.
"bolehkah aku memeluk mu"tanya Abra pada Dominic.
Dominic berdiri dia merentangkan tangannya,Abra pun bangkit dan memeluk Dominic.
"mommy apa tita mau puyang"ucap Jihan yang melihat Abra dan Dominic berpelukan.
"kenapa memangnya?"tanya salsa.
"glendpa dan opa belpelutan"ucap Jihan.
Abra dan Dominic melerai pelukanya mendengar ucapan Jihan.
mereka terkekeh mendengar Jihan yang tidak bisa diam dan sudah mulai banyak tanya.
"kita benar² saudara"ucap Alva dia mengulurkan tangannya Albert menyambut tangan alva.mereka berdua tersenyum.
"istirahatlah kalian pasti lelah"ucap Dominic.
"ayo kita bawa baby Xander ke kamar"ucap salsa.
"itut..itut..itut..mommy"ucap Jihan.
"ayo iku mommy sudah malam kalian harus tidur,ayo boy"ucap salsa mengajak kail.mereka berempat meninggalkan ruang tengah itu menuju kamar kail.
karena twin akan tidur bersama kail.kecuali Jihan nanti mungkin akan di pindahkan saat sudah tidur.
mereka para laki² sedang mengobrol setelah Gabriel meminta untuk kembali ke kamarnya.
"apa tidak bisa kalian berhenti dari dunia bawah tanah"ucap Abra.
"kami tidak bisa berhenti jika kami berhenti dunia bawah tanah akan saling berebut akan saling serang dan membuat rusuh dimana².warga sipil yang akan menjadi korban.setidaknya selama kami masih berkuasa,masih ada yang di takuti.kami juga berkaitan dengan negara.jadi jaringan kami resmi.makanya musuh kami banyak"ucap Dominic.Abra mengangguk.
...----------------...
Alva dan salsa menjalani hari² mereka dengan bahagia bersama anak². kini salsa juga sedang mengandung,rumah mereka tidak pernah sepi setiap hari akan ada saja tangisan, teriakan dan gelak tawa anak².
Hidupnya sudah sempurna salsa dan Alva bersyukur di beri anak² yang sehat.albert juga menitipkan satu anak lagi.total kini akan ada enam anak di rumahnya.
Kini mereka semua sudah bahagia berkumpul dengan keluarga besarnya.Alva telah berhasil melewati masa terberatnya dan telah sembuh dari gangguan mental nya.
__ADS_1