Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami
Chan Masam


__ADS_3

"Kita video call Chan yuk Mer!" seru Mommy Tyas semangat.


"Boleh kok Mom!" Merry menyetujui.


*


*


"Assalamualaikum Amar!" salam Mommy Tyas kepada Amar yang terlihat dari layar handphone.


"Waalaikumussalam Bunda Ratu!" jawab Amar.


"Weh, malem-malem gini di video call bidadari, senangnya hatiku!" seru Amar menggoda Mommy nya.


"Emang bidadari kok, apalagi ini di samping Mommy ini, wuih tambah bidadari!" ujar Mommy Tyas menunjukkan bahwa ada Merry di sampingnya, tapi Merry masih belum menampakkan dirinya karena masih sibuk membantu Chan mewarnai.


"Siapa, Merry ya? Mana tuh anak kok nggak menampakkan tulang hidungnya?" tanya Amar dari seberang sana.


"Apa sih?" sahut Merry hanya sekedar suara, tapi belum menampakkan diri.


"Lagi sibuk nggak kamu?" tanya Mommy Tyas.


"Nggak kok Mom, lagi free nih! Bentar ya!" ujar Amar.


"Mau ngapain?" tanya Mommy Tyas.


"Wuuiihh enaknyaa, ini mau rebahan! Bisa kelihatan kan Amar lagi rebahan?" jawab Amar yang terlihat rebahan.


"Chan mana?" Mommy Tyas menanyakan keberadaan cucunya.


"Makan malam Mom, bentar lagi pasti ke sini!"


Mommy Tyas yang niatnya ingin memamerkan keberadaan Emir pun mengarahkan kameranya kepada Merry dan Emir, sehingga Amar bisa melihat keberadaan Merry dan Emir.


"Siapa tuh?" tanya Amar sambil mengerutkan dahinya.


"Merry, Emir, lihat kamera dong!" perintah Mommy Tyas.


Akhirnya mereka melihat kamera, lalu Merry kembali fokus membantu Emir.


"Siapa tuh Mer?" tanya Amar langsung pada Merry karena sangat penasaran dari seberang sana.


"Anak gue!" jawab Merry asal membuat Amar langsung memutar otaknya, apa jangan-jangan itu anak Daris?


"Siapa? Gaya banget udah punya anak!" tanya Amar.


"Anak gue Kak!" Merry mengulangi ucapannya tadi.


"Itu anaknya Daris, nginep di sini!" Mommy Tyas ikut menimpali.


"Wooww, sudah sedekat itu ya kalian!" seru Amar seraya tertawa lepas.


"Papi," Terdengar suara Chan yang memanggil Papinya.


"Sini Chan, mau Papi kenalin sama anaknya Auntie Merry!" seru Amar yang melihat putranya masuk ke kamarnya. Chan yang penasaran apa maksud dari anak Auntie Merry pun langsung naik ke ranjang mendekat ke Papinya.


Saat ini, wajah Amar dan Chan sudah terpampang jelas di layar handphone Mommy Tyas.

__ADS_1


"Mana anak Auntie Merry?" tanya Chan saat mengetahui di layar handphone Papinya hanya terlihat Omanya saja.


"Hallo Chan sayang!" sapa Mommy Tyas.


"Hallo Oma!" sapa balik Chan.


"Tadi makan sama apa?"


"Sosis Oma! Kan Chan suka sekali sama sosis!" jawab Chan yang memang pecinta sosis.


"Mana anak Auntie Merry Pi?" lanjut Chan bertanya pada Papinya. Sepertinya Chan sangat penasaran dalam hal ini.


"Chan pengen tahu ya?" Yang menjawab Chan adalah Mommy Tyas.


"Ini loh sayang, namanya Emir!" lanjut Mommy Tyas sembari mengarahkan kamera handphone nya kepada Merry dan Chan. Merry pun beralih melihat layar handphone Mommy Tyas karena ada Chan.


"Hai Chan!" sapa Merry.


"Emir, say hai sayang!" perintah Mommy Tyas pada Emir. Sedangkan Emir yang merasa tidak kenal dengan Chan yang terlihat dari layar handphone malah menyembunyikan dirinya di belakang Merry.


"Hahaha, Emir malu Chan!" seru Mommy Tyas. Tadi awal-awal ke sini Emir juga malu-malu seperti itu.


"Bunda, Emil mau pipis!" ucap Chan yang tentu bisa terdengar oleh Amar dan Chan.


"What, Bunda??" Amar terkejut mendengarnya.


"Iya Mar, Emir manggil Merry Bunda!" jawab Mommy Tyas.


"Bunda Merry?" sahut Chan yang juga terkejut plus heran. Merry tersenyum pada Chan sambil menganggukkan kepala.


"Aku mau nganterin Emir pipis dulu ya Mom!" pamit Merry.


"Yuk, Emir pipis dulu!" Merry menggandeng tangan Emir membawanya ke kamar mandi.


Saat Merry sudah tidak berada di situ.


"Udah sedekat apa sih mereka Mom?" Amar langsung menginterogasi Mommy nya.


"Ya deket, moga aja jodoh! Cocok banget kayanya mereka! Daris juga baik orangnya!" jawab Mommy Tyas. Percayalah, ekspresi Chan saat ini sangat masam. Tapi, walaupun begitu ia tak ingin beranjak kemana pun, ia hanya ingin mendengar obrolan Papi dan Omanya.


"Beneran Bunda manggilnya?" tanya Amar mengklarifikasi.


"Seperti yang kamu dengar sendiri!" jawab Mommy Tyas enteng.


"Berarti Mommy udah pernah ketemu langsung sama si Daris?" tanya Amar.


"Ya udahlah, kalau belum pernah ketemu nggak mungkin Mommy mau mengumpulkan kalau Daris itu orang baik! Kamu tahu kan kalau Mommy nggak pernah percaya kalau nggak lihat dari mata kepala Mommy sendiri?" jawab Mommy Tyas lumayan panjang.


"Terus, mereka mau nikah gitu?" tanya Amar yang sangat terlihat penasaran bagaimana sebenarnya hubungan Merry dengan Daris.


"Semoga aja!" singkat Mommy Tyas.


"Chan kapan ke rumah Oma lagi?" Mommy Tyas mengalihkan topik bertanya pada cucunya yang tampan itu.


"Secepatnya Oma, besok Chan mau ke sana!" jawab Chan cepat.


"Oh ya??" Mommy Tyas terkejut dan sangat bahagia. Benarkah besok cucunya ini mau ke rumahnya?

__ADS_1


"Hey, jangan besok Boy! Papa mau nge gym!" protes Amar.


"Selalu begitu!" gerutu Chan. Mommy Tyas terkekeh melihat perdebatan anak dan cucunya.


"Weekend depan deh kita ke sana, oke Boy?" tawar Amar.


"Baiklah, jangan lupa!"


Tidak begitu lama, akhirnya Merry dan Emir kembali bergabung dengan Mommy Tyas.


"Chan mau kenalan sama Emir nggak?" tanya Mommy Tyas.


"Kapan-kapan saja!" ujar Chan dengan ketus.


Merry dan Emir juga fokus melihat layar handphone.


"Itu namanya Kakak Chan Emir!" Merry mengenalkan Chan pada Emir.


"Kakak Chan sama seperti Kak Luham dan Liam!" lanjut Merry.


"Kalau Emir nanti ketemu sama Kakak Chan, Emir harus kenalan ya supaya jadi teman!" Merry menjelaskan pelan-pelan pada Emir karena Emir memang masih balita. Emir yang masih saja terlihat malu-malu hanya menganggukkan kepala.


"Nyonya, makan malamnya sudah siap!" Mbok Nah datang dan memberi tahu bahwasanya makan malam udah siap.


"Oh iya, bentar ya Mbok!" jawab Mommy Tyas.


"Mau makan malam ya Mom?" tanya Amar.


"Iya, kamu udah?" jawab Mommy Tyas.


"Udah, barusan, ya udah deh matiin aja gapapa!"


"Bunda Merry makan malam yang banyak ya!" lanjut Amar menggoda Merry.


" Kamu juga boy, siapa namanya Emir ya? Minta suapin Bundanya ya!!" lanjut Amar lagi berbicara pada Emir sembari tersenyum. Emir pun jadi tersenyum malu.


"Kamu tidak boleh nakal pada Auntie Merry!" hardik Chan pada Emir membuat Merry menahan tawa, bukannya yang biasanya nakal pada dirinya itu Chan? Eh, sekarang sok-sokan menasehati Emir supaya tidak nakal pada Merry. Gemoy ih. Kenapa sih Chan?


"Emir masih malu-malu Kakak Chan!" ucap Merry pada Chan. Kepada anak kecil harus mengajarkan kebaikan.


"Ya udah, Mommy matikan ya vidoe call nya!"


"Iya deh Mom!" jawab Amar.


"Assalamualaikum,"


"Waalaikumussalam,"


Setelah pembicaraan melalui video call usai, mereka pun memutuskan untuk pergi ke meja makan.


"Yuk, Emir makan ya!" ajak Mommy Tyas.


-------------------------------------


Hallo semua, maaf ya nggak update lama karena Author sibuk banget huhu...


Makasih buat kalian yang tetap setia membaca karya Author yang masih amatiran ini🖤

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan jadikan favorit yaa biar tahu update terbarunya terusss...


Big Love untuk kalian semua🖤🖤


__ADS_2