
Esok paginya saat anak-anak sedang sarapan, Liam nampak murung.
"Nggak enak ya selainya? Mau ganti selai yang lain Kak?" Merry yang sedang berdiri dan menyiapkan bekal untuk anak-anak di meja makan itu menghentikan aktifitasnya karena melihat Liam yang tak selera makan.
Sedangkan Liam hanya diam saja sambil menunduk.
Daris langsung melihat Liam juga. "Dimakan Kak rotinya!!"
Liam bukannya menjawab atau memakan rotinya, justru semakin menundukkan pandangan dan terlihat air mata menetes.
Merry dan Daris langsung berpandangan, kenapa anaknya menangis?
Merry mencoba mengingat apakah tadi ada perilaku atau perkataannya yang telah menyinggung hati Liam?
"Nangis Mas!!" ucap Merry pelan pada suaminya.
Daris langsung mendekat pada Liam.
"Kenapa Kak? Papa ada salah ya? Atau Bunda ada salah?" tanya Daris.
Liam menggeleng sambil air matanya terus mengucur deras.
Luham yang sebelumnya duduk di samping Liam, langsung berjalan ke arah Merry dan membisikkan sesuatu, " Liam sedih karena Mama nggak jadi pulang hari ini! Diundur dua Minggu lagi!!"
Merry membuang nafasnya, ternyata ini masalahnya. Merry mengusap lembut pipi Luham sambil berkata, "Kakak sedih juga?"
Luham mengangguk, "Tapi nggak papa, mungkin Mama sedang sibuk!! Yang penting nanti Mama ke sini!!" jawab Luham sambil tersenyum.
Merry juga tersenyum, "Kakak yang sabar ya!!" Lalu Merry mendekat pada Liam.
Merry menggenggam tangan Liam sambil berkata, "Mama sedang sibuk, nggak papa, meskipun diundur dua minggu, tapi Mama kan pasti ke sini!" ucap Merry pelan.
Daris bingung kenapa Merry berkata demikian, tadi ia memang melihat Merry dan Luham sedang berbicara sesuatu, tapi itu sangat pelan dan terhalang meja makan.
"Mungkin Mama menyelesaikan kesibukannya dulu, jadi pas ke sini nanti cuma fokus deh sama Kak Liam, Kak Luham, dan juga Emir! Nggak fokus sama hal lain lagi!!" Rayu Merry agar Liam tak bersedih lagi.
"Padahal Liam udah seneng Mama berangkat ke Indonesia hari ini, tapi semalam Mama telfon nggak jadi ke Indonesia hari ini!" ucap Liam dengan sesenggukan.
Sampai di sini Daris mengerti titik permasalahannya. Daris memejamkan matanya rapat menahan emosi, kenapa Ambar tega seperti ini. Oke, Daris tahu mungkin memang sibuk, tapi dengan seperti ini dia telah mematahkan hati anaknya. Mereka yang sudah lama tak jumpa dan sangat merindukan Mamanya, harus menerima kenyataan seperti ini.
Sedari dulu yang diharapkan anak-anak apalagi Liam, hanya Mama, Mama, dan Mama. Namun, kenapa Mamanya yang juga selalu membuat anak-anaknya bersedih.
Tidak tidak, Daris tidak boleh emosi, mungkin Ambar memang sibuk, hanya saja caranya yang salah.
"Nggak papa Sayang, nanti sepulang sekolah Papa aja jalan-jalan ya!! Kan bimbelnya juga belum mulai, jadi kita bisa jalan-jalan dulu!!" ucap Daris.
"Liam pengen Mama datang, dua minggu kan masih lama!!" ucap Liam.
Luham yang melihat Liam bersedih juga ikut bersedih, air matanya ikut menetes. Bohong bila Luham tak ikut bersedih, tapi dia tak sesedih Liam.
__ADS_1
Emir yang ada di situ jadi ikut menangis melihat kedua Kakaknya menangis. Daris segera menggendong Emir, parah nih kalau Emir yang nangis, padahal hari ini hari pertama Emir sekolah.
Merry jadi ingin menangis juga, dia harus bagaimana? Bagaimana cara membujuk Liam?
"Kakak tenang aja, yang penting Mama tetep ke sini!! Sabar ya Kak, omongan Papa tadi bener, Mama ingin membereskan semua kesibukannya, jadi pas ke sini bisa tenang deh main lama-lama sama Kakak!!" rayu Merry.
"Sekarang Kakak sekolah yang pinter dan rajin, nanti pas Mama ke sini, eh bangga banget dong sama Kakak!!" sambung Merry.
Merry rasanya ingin mengeluh, kenapa bagian yang sedih atau merayu saat anak-anak bersedih selalu menjadi tugas Merry?
Sedangkan kebahagiaan anak-anak terutama Liam jarang Merry dapatkan. Namun, Merry segera beristighfar, ia ingat bahwa tujuannya bukan hanya membersamai anak-anak saat mereka bahagia saja, tapi dalam keadaan duka pun Merry akan selalu berada di samping mereka. Mencoba menenangkan mereka dan memberi kebahagiaan agar kesedihan itu berubah menjadi kebahagiaan bagi anak-anak.
Liam mengangguk, mau bagaimana lagi, Mamanya juga tidak jadi datang hari ini. Hari ini, hari pertama sekolahnya di kelas baru haru dilalui dengan sedih.
Merry dan Daris berharap nanti Liam dan Luham akan terhibur karena banyak teman saat di sekolah.
*****
"Raya nggak niatan nikah muda ya Bos?" tanya Al saat berada di ruang kerja Daris.
Daris yang sibuk membaca dokumen, langsung mengalihkan pandangannya kepada Al.
"Kerja, nggak usah mbahas adek gue!" jawab Daris sambil memelototi Al.
"Ya elah, calon Kakak Ipar galak banget!!" sahut Al sambil cekikikan.
"Ogah punya Adek ipar malesan!!" ucap Daris sambil, sambil melihat dokumen.
"Bos, jodohin gue sama Raya dong!!"pinta Al pada Daris.
Daris terkekeh, "Ngapain minta sama gue?"
"Ya Lo kan Kakaknya Bos!! Ntar aja kalau Raya nikah, Lo yang nikahin!!" jawab Al.
"Jodohin dong Bos!!" pinta Al sekali lagi.
"Telinga gue tuh gatel denger Lo manggil gue Bas Bos Bas Bos!! Manggil Daris aja kenapa sih?" tanya Daris.
"Lu kan bos gua! Udahlah biarin aja, udah enak manggil gini! Baru ntar kalau Lo jadi kakak ipar gue, nah gue manggil Lo Kak Daris wkwkw!!" jawab Al sambil tertawa.
"Geli gua dipanggil Kakak sama Lo!" jawab Daris sambil tertawa.
"Jodohin Bos!! Gue janji akan selalu mendukung keinginan Raya!!" ucap Al.
"Termasuk kalau Raya ingin selingkuh?" sahut Daris cepat.
Al menelan salivanya dengan susah payah.
"Gila kali gue mendukung!! Gue aja minta dijodohin gini mohon-mohon, masa giliran udah dapet gue ngijinin dia selingkuh!! Ya nggak lah!! Maksudnya mendukung dalam hal positif apapun itu!! Misalnya terus melanjutkan pendidikan atau mau punya anak banyak!!" jawab Al sambil senyum-senyum.
__ADS_1
"Anak-anak!! Nikah belum, udah bahas anak!!" sahut Daris dengan marah.
Al nyengir, "Namanya juga impian masa depan!!"
"Jodohin ya! Udah ke seribu kalinya nih gua ngomong!!" pinta Al lagi.
"Emang Lu serius cinta sama Adek gue?" tanya Daris dengan serius.
"Kalau nggak serius gue nggak bakalan minta dijodohin gini!!" jawab Al.
"Kok bisa?" tanya Daris yang merasa lucu kok bisa Al suka dengan Raya.
Al langsung berubah senyum-senyum.
"Raya itu gadis yang cantik, imut, ceria, baik hati, dan lucu!!" ucap Al sambil membayangkan wajah Raya.
Daris langsung memasang ekspresi blo'on.
"Ada lagi, dia itu banyak ngomong dan somplak juga hahaha!!"
Daris memutar bola matanya malas.
"Somplak teriak somplak!! Sama sompaknya kalian!!" ucap Daris.
"Nah, makanya itu, point plus kan!! Cocok, sama somplaknya!!!" ucap Al dengan bangga saat disebut sama somplaknya dengan Raya.
"Alasan Lo kurang mantep!!" ucap Daris berubah serius.
Al juga langsung berubah serius. Sambil tersenyum ia berkata, " Raya yang membuat Al bangkit dari keterpurukan!!"
Daris terdiam, teringat masa lalu Al yang melibatkan Raya di dalamnya.
"Kalau Lo beneran tulus sama Raya, Lo minta sama Allah, berdoa sama Allah, minta petunjuk, istikharah dulu!!" perintah Daris.
Al tersenyum sembari mengangguk.
"Apakah ini juga bisa disebut lampu hijau dari Lo buat gue?" tanya Al.
"Lo yakinin diri Lo dulu!! Lo yakinin juga hati adek gue!! Supaya nantinya tidak ada hati yang tersakiti atau terpaksa!!" jawab Daris.
Al tersenyum lebar. "Terimakasih Bro!!"
"Sama-sama!!" jawab Daris sambil tersenyum juga pada Al.
--------------------------
Selamat tahun baru semuanyaa....
Semoga kita selalu diberi kesehatan dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi aamiin..
__ADS_1
Semangaatttt💪🏻💪🏻