Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami
Kekecewaan


__ADS_3

Ambar berdiri dari duduknya. Ia berjalan mendekati Daris. Sedangkan Daris sedang sibuk dengan ponselnya.


Tiba-tiba. Cup.


Ambar mengecup bibir Daris. Bukan sekedar kecupan. Ambar memaksa hal yang lebih. Ambar terlihat beringas dan menguasai Daris.


Daris yang terkejut sontak mendorong Ambar dengan sekuat tenaga.


"Ada apa Daris? Bukannya dulu kamu suka?" tanya Ambar dengan tersenyum bangga karena berhasil kembali mengecup Daris sambil terus mendekat kepada Daris.


"Jangan gila kamu!" Emosi Daris memuncak melihat perlakuan tidak sopan Ambar kepadanya.


"Kelihatannya kamu juga menikmatinya papa. Ya, masih seperti dulu saat kamu selalu menikmati setiap kecupan yang mama berikan!" ucap Ambar seperti dulu saat mereka saling memanggil mama dan papa.


"Papa, Mama!" panggil Luham lirih dari belakang. Luham berdiri bersama Liam. Mereka menampilkan ekspresi syok.

__ADS_1


Daris yang kembali terkejut mendengar suara anaknya langsung melihat ke belakang.


"Iya Kak, ka--kalian ada di sini?" tanya Daris tergagap. Apakah mereka melihat kejadian singkat barusan?


Mata Luham memerah. Dadanya naik turun menandakan ia sedang emosi. Luham memang belum begitu dewasa. Tapi ia paham jika papa dan mamanya sudah bukan suami istri. Mereka tidak boleh berciuman. Itu tandanya papanya sudah mengkhianati bundanya.


"Papa jahat. Papa jahat pada Bunda. Papa jahat!" teriak Luham, lalu berlari menuju kamarnya.


"Luham, ini nggak seperti yang kamu lihat!" Daris mencoba mengejar Luham. Namun ia langsung berhenti dan melihat Liam yang masih diam di tempat.


"Papa bisa jelaskan semuanya. Ini nggak seperti yang kalian lihat!" Daris berusaha memberi penjelasan kepada Liam.


"Kamu masih bisa melihat sendiri kan Liam kalau papa dan mama masih saling mencintai?" ujar Ambar tanpa rasa malu.


"Jika kamu mau, keluarga kita akan bersatu kembali Nak!" lanjut Ambar.

__ADS_1


"Cukup Ambar, kamu gila!" teriak Daris sambil mendekat kepada Ambar.


"Kamu pikir aku mau kembali pada wanita pelacur seperti kamu? Wanita yang tidak tahu malu menggoda suami orang lain. Dulu kamu yang meninggalkan kami demi pria lain. Padahal kamu tahu sendiri kita sudah punya tiga anak. Kamu egois dan hanya mementingkan kebahagiaanmu sendiri tanpa memikirkan perasaan kami. Sekarang dengan tidak tahu malunya kamu ingin kembali kepada kami dengan cara yang menjijikkan. Kamu berhasil membuat anak-anak benci kepadaku. Mereka masih kecil dan tidak mengerti hal seperti ini. Dengan licik dan menjijikkan kamu memanfaatkan hal ini!" Emosi Daris meluap.


"Pergi kamu. Jangan pernah menginjakkan kakimu di sini lagi!" usir Daris.


Liam mendengar semuanya. Diam-diam air matanya jatuh. Ia masih bertahan mendengar segala bentakan dan umpatan Daris kepada Ambar.


Ambar tersenyum miring. "Tidak ada yang lebih baik dari aku Daris. Ingat itu!" Setelah berkata demikian, Ambar pergi.


Daris membuang napasnya kasar. Sial sial. Kenapa semua ini terjadi di depan anak-anaknya. Ambar memang licik. Ia ingin membuat anak-anak benci padanya.


Ambar iri pada kebahagiaan keluarga Daris. Ambar juga mengerti akan sulit baginya untuk kembali masuk pada kehidupan Daris.


Ambar mengerti jika anak-anak sangat menyayangi bundanya. Tadinya, rencanya adalah membuat anak-anak membenci Merry. Dengan begitu, ia akan mudah untuk kembali masuk di dalam kehidupan mereka.

__ADS_1


Namun, melihat ada peluang kecil seperti barusan, tentu saja Ambar memanfaatkannya.


Setidaknya, keluarga mereka sudah tidak begitu harmonis seperti sebelumnya. Ambar juga ingin Daris merasakan bagaimana rasanya dibenci oleh anak-anaknya. Anak-anak yang terlalu menyayangi bundanya .


__ADS_2