
"Luham kok nggak masuk ke dalam Nak?" tanya Bu Lasmi yang tak lain adalah neneknya. Bu Lasmi baru sampai di rumah setelah pergi arisan.
"Malam loh, nggak ngantuk ya? Liam mana?" tanyanya.
"Ada di dalam kok sama Mama dan Grace!" jawab Luham. Tiba-tiba dia ingin pulang. Dia bahagia bersama mamanya. Tapi dia tidak betah berada di sini.
"Laper nggak? Mau nenek masakin?" tanyanya.
Luham menggeleng. "Udah makan kok Nek. Tadi Mama beli makanannya."
"Nenek temenin di sini ya?" tawar Bu Lasmi.
Dengan ragu Luham mengangguk dan tersenyum tipis. Dia jarang sekali bertemu dengan neneknya. Hal ini membuat dia canggung saat berada bersama neneknya.
Rasanya malu jika harus bercerita pada neneknya. Liam sayang pada neneknya. Tapi karena jarang bersama, jadi ia merasa tidak begitu nyaman.
"Adeknya gimana kabarnya? Baik kan?" tanya neneknya.
"Baik kok Nek!" jawab Luham.
"Kue keju kering kesukaanya Liam ada di dapur loh. Udah tahu apa belum?" tanya nenek dengan antusias.
"Tadi sama Mama udah dibawa ke ruang TV Nek. Luham juga udah makan kok!" jawab Luham diiringi senyum di bibirnya.
"Mama kamu itu bawa banyak kue keju dan coklat kering. Katanya Luham dan Liam suka. Baik banget ya Mama jamu"Luham kok nggak masuk ke dalam Nak?" tanya Bu Lasmi yang tak lain adalah neneknya. Bu Lasmi baru sampai di rumah setelah pergi arisan.
"Malam loh, nggak ngantuk ya? Liam mana?" tanyanya.
"Ada di dalam kok sama Mama dan Grace!" jawab Luham. Tiba-tiba dia ingin pulang. Dia bahagia bersama mamanya. Tapi dia tidak betah berada di sini.
"Laper nggak? Mau nenek masakin?" tanyanya.
__ADS_1
Luham menggeleng. "Udah makan kok Nek. Tadi Mama beli makanannya."
"Nenek temenin di sini ya?" tawar Bu Lasmi.
Dengan ragu Luham mengangguk dan tersenyum tipis. Dia jarang sekali bertemu dengan neneknya. Hal ini membuat dia canggung saat berada bersama neneknya.
Rasanya malu jika harus bercerita pada neneknya. Liam sayang pada neneknya. Tapi karena jarang bersama, jadi ia merasa tidak begitu nyaman.
"Adiknya gimana kabarnya? Baik kan?" tanya neneknya.
"Baik kok Nek!" jawab Luham.
"Kue keju kering kesukaanya Liam ada di dapur loh. Udah tahu apa belum?" tanya nenek dengan antusias.
"Tadi sama Mama udah dibawa ke ruang TV Nek. Luham juga udah makan kok!" jawab Luham diiringi senyum di bibirnya.
"Mama kamu itu bawa banyak kue keju dan kering. Katanya Luham dan Liam suka. Baik banget ya Mama kamu." ujar neneknya.
"Adik?" Luham bingung dengan maksud dari neneknya.
"Grace. Dia kan adik kamu!" Bu Lasmi sambil tertawa kecil menjawabnya.
Luham ikut tertawa. "Sudah. Tapi dia sedikit cengeng, jadi Luham tidak berani terlalu mendekat. Takut nanti nangis!"
Hubungan antara Liam, Luham, dan Grace baik. Grace si gadis kecil itu mengerti jika Luham dan Liam adalah kakaknya. Dia juga sangat menempel kepada Luham dan Liam.
Bahkan, Grace dengan suka rela memberikan boneka Barbie nya kepada Luham dan Liam. Saat mereka menolak, justru Grace bersedih hingga menangis.
Gadis kecil itu sangat ceria dan suka tersenyum. Dia sangat antusias saat bertemu Liam dan Luham.
Bahkan biasanya saat di panggilan video call, Grace adalah orang yang paling antusias untuk berbicara pada kakak-kakaknya.
__ADS_1
**
"Tentu Papa sayang kepada Bunda. Bahkan Papa terlihat takut kepada Bunda!" jawab Liam sambil cekikikan mengingat papanya yang sekarang takut pada bundanya.
Ambar menampakkan ekspresi masam mendengar jawaban anaknya.
Aku kira kamu belum bisa melupakan aku! batin Ambar.
Enak sekali hidupmu sekarang bahagia, sedangkan aku, suamiku suka bermain wanita lain! batinnya lagi.
Ambar mencoba memberikan senyum termanisnya kepada Liam. Walaupun dalam hatinya terus memikirkan rumah tangga mantan suaminya itu.
"Liam pengen nggak jalan-jalan sama Mama dan Papa?" tanya Ambar penuh harap.
Ada sebuah ide yang muncul di otaknya. Entah mengapa sejak melihat foto Daris kemarin, ada hasrat yang membuat Ambar ingin memiliki mantan suaminya itu lagi.
Daris nampak tampan dan berwibawa sekarang. Berbeda dengan Daris yang menjadi suaminya dulu.
Liam tersenyum tipis pada mamanya. Dia jadi teringat kejadian saat di mobil dulu. Saat dengan berani ia meminta jika mamanya datang, ia ingin pergi bersama mama dan papanya.
Tentu saja saat itu ada Merry. Dan perkataannya saat itu secara tidak langsung meminta agar Merry tidak ikut.
"Boleh. Bersama Bunda juga, pasti lebih seru!" jawab Liam. Kali ini ia pasti mengajak bundanya.
Sebuah amarah muncul di hati Ambar. Kenapa sekarang semua serba bunda dan bunda. Apa baiknya Merry sehingga anak-anaknya begitu mengagung-agungkannya.
Ia tidak terima. Ambar akan mengambil kembali anak dan suaminya. Walaupun terlihat baik, sepertinya diam-diam Merry memberi pengaruh buruk untuk anak-anaknya. Membuat anak-anaknya melupakan dan mengabaikan ibu kandungnya. Ambar tidak terima.
Ambar juga yakin, di hati Daris sebenarnya juga masih tersimpan cinta untuknya. Mereka dulu berpacaran lama hingga menikah dan punya tiga anak. Tentu tidak mudah bagi Daris untuk melupakannya begitu saja.
Sedangkan Merry? Dia adalah orang baru di hidup Daris. Cinta pun pasti belum sebesar seperti cinta pada dirinya.
__ADS_1