
"Jadi gini Mer, setelah menikah kita akan pindah ke apartemen!" ucap Daris.
Merry mengerutkan dahi, kenapa kok pindah?
"Kenapa Mas?" tanya Merry.
"Aku hanya mau tinggal bersama kamu dan anak-anak tanpa orang lain!" jelas Daris.
"Terus rumah kamu?" tanya Merry penasaran.
"Ada Raya dan bibi kan!" jawab Daris enteng.
Merry masih bingung, sebenarnya ia tak masalah tinggal di manapun, tapi itu artinya mereka akan meninggalkan Raya.
"Apartemennya di mana Mas?" tanya Merry.
"Lumayan jauh, tiga jam dari rumah lama kita!" jawab Daris.
Merry tergelak, lumayan jauh dong?
"Mommy udah tahu?" tanya Merry.
Daris menggeleng, sebenarnya ini mendadak.
"Nanti aku ngomong ke Mommy dulu!" ucap Daris.
Sebenarnya, di mana pun itu Merry tidak masalah asal bersama anak dan suaminya, tapi Merry juga kepikiran pasti Mommy Tyas kaget.
Tapi mau bagaimana lagi, Merry kan sudah berkeluarga.
"Berarti di rumah kamu sisa Raya dan Bibi aja?" tanya Merry memastikan.
Daris mengangguk, "Iya, Raya kuliah di kampus dekat rumah!"
"Ya udah Mas, kalau memang itu keputusan kamu, aku ikut!" jawab Merry.
"Nanti kita nggak perlu pakai ART ya?" tanya Daris.
"Jadi semuanya aku yang hendle?" tanya Merry sedikit terkejut.
"Iya, aku mau kamu semua yang hendle! Kamu bisa kan? Seharusnya sih bisa!" ujar Daris terkesan otoriter.
Merry mendengus kesal, ngapain tadi nanya kalau akhirnya juga nyuruh.
"Iya bisa kok!" jawab Merry.
"Bagus!" ucap Daris singkat.
Daris merebahkan tubuhnya di ranjang, lalu memejamkan mata.
Merry hanya memandang Daris dengan perasaan tak karuan.
Benar adanya, kini Daris telah berubah, tak semanis saat mengajaknya menikah dulu.
Namun, ya sudahlah, Merry akan berjuang untuk anak-anak saja.
__ADS_1
"Mas!" panggil Merry.
"Hm," jawab Daris dengan bergumam saja.
"Mas kamu sekarang berubah!" Bukan Merry namanya kalau tak langsung to the point. Merry tak suka bertele-tele.
Daris langsung membuka mata.
"Ngomong apa sih kamu?" ujar Daris sedikit ngegas.
"Kamu tuh beda nggak kayak Daris yang dulu!" ujar Merry.
"Kamu kenapa sih? Ada masalah apa?" sambung Merry.
"Nggak papa, aku cuma capek!" jawab Daris sambil ingin melangkah pergi.
"Kamu ada wanita lain?" sahut Merry dan berhasil membuat Daris mengehentikan langkahnya.
Daris berbalik badan dan menatap Merry dengan tajam.
"Jangan asal bicara Merry!!" gertak Daris.
Bukan Merry namanya jika tak berani. Bukan bermaksud durhaka pada suaminya, tapi apakah salah jika Merry meminta Daris untuk jujur apa masalah dia sebenarnya.
"Apa istrimu ini tidak boleh tahu masalahmu?" tanya Merry dengan berani, tapi sopan karena bagaimanapun Daris adalah suaminya.
Daris terdiam seribu bahasa.
"Bukannya kita harus saling terbuka satu sama lain?" lanjut Merry.
"Kamu menyimpan masalahmu sendiri, apa gunanya aku sebagai istri? Apa kamu cuma nganggep aku sekedar pengasuh anak-anak kamu?" Dengan penuh keberanian Merry berkata demikian.
Merry berjalan mendekat pada Daris. Diambil lalu digenggam tangan Daris.
"Aku minta maaf Mas kalau aku terlalu berani sama kamu! Aku cuma mau kita terbuka Mas!!" ujar Merry dengan pelan.
Daris tersenyum miring, "Kamu minta aku jujur?" tanya Daris.
Merry mengerutkan dahi kenapa Daris tersenyum seperti itu. Merry bukanlah orang yang bodoh.
"Iya, aku mau kamu jujur!" tantang Merry.
"Oke, kamu dengar baik-baik Mer!" ujar Daris dengan sombongnya.
"Aku mencintai wanita lain!"
Bagai disambar petir di siang bolong, Merry terkejut bukan main.
Merry semakin mendekat ke arah Daris.
"Aku ngga salah dengar kan??" tanya Merry sambil terkekeh pelan karena tak percaya dengan ucapan Daris.
"Nggak salah sama sekali!" jawab Daris dengan arogannya.
"Terus kamu bangga bisa mencintai wanita lain saat sudah memiliki istri?" tanya Merry sambil terkekeh dan membuat Daris jadi bingung kenapa Merry tidak marah atau sedih dengan kejujurannya.
__ADS_1
"Jawab Daris!! Kamu bangga??" tanya Merry dengan penuh penekanan.
Dengan tetap bergaya arogan, Daris menjawab
"Sangat bangga!"
"Bodoh!" umpat Merry.
"Apa yang bisa dibanggakan dari hal semacam itu Daris? Kamu bodoh!" umpat Merry sambil tertawa keras.
"Oh Mommy, ternyata anakmu ini menikah dengan penipu!! Tapi tenang saja Mommy, penipu ini akan bertekuk lutut di hadapan korbannya!" seru Merry dan berhasil membuat Daris merinding.
"Apa maksud kamu Mer?" tanya Daris yang mulai menyadari istrinya ini bukan orang biasa.
Merry semakin mendekat ke arah Daris dan mendorong tubuh Daris sampai mentok ke tembok.
"Daris sayang!" ucap Merry dengan manja sambil menggerayangi dada Daris.
"Penipu yang tampan, dulu kamu yang memaksa aku untuk menikah dengan kamu kan?" tanya Merry menggoda mendekatkan bibirnya ke telinga Daris.
Daris menelan saliva nya dengan kasar.
"Tapi kenapa sekarang saat kamu sudah berhasil mendapatkan aku, justru kamu malah berulah?" tanya Merry sambil menaikkan kaos yang dipakai oleh Daris.
Rasanya Daris kehabisan nafasnya diperdaya oleh istrinya. Seakan Daris terhipnotis oleh Merry dan pasrah terhadap apa yang dilakukan oleh Merry.
"Apa kamu yakin wanita yang kamu cintai itu lebih dari aku?" ucap Merry menggoda sambil terus membuka kaos Daris sambil memberi sentuhan-sentuhan nakal pada suaminya.
Daris hanya bisa menahan nafas, tetapi juga menikmati.
"Lebih cantik, lebih menggoda, lebih sexy, dan lebih kaya dari aku?" tanya Merry sambil membuang melempar kaos Daris yang berhasil ia lepas dari tubuh suaminya.
Merry semakin gencar memberi sentuhan-sentuhan di dada suaminya. Membuat dunia Daris seakan kacau.
"Oh ya Sayang, kamu jangan terlalu percaya diri kalau aku menikah dengan kamu karena cinta, jangan GR Daris!! Aku menikah karena anak-anak kamu!! Kamu jangan terlalu percaya diri!!" ujar Merry penuh penekanan sambil mendorong pelan dada Daris.
Merry menempelkan jari telunjuknya ke bibir Daris.
"Jangan sampai mulut ini berbicara mencintai aku!! Oh ya, buktikan juga kalau wanita mu itu lebih dari aku!! Maaf Sayang, aku bukan wanita lemah yang mudah ditindas!!" ujar Merry sambil tersenyum miring, lalu melangkah pergi ke luar kamar.
Setelah kepergian Merry, Daris membuang nafasnya panjang.
Lihatlah, dirinya kini telah bertelanjang dada karena ulah istrinya. Hanya sekedar seperti tadi saja Merry sudah berhasil membuat dirinya melayang.
Daris menggelengkan kepalanya, harusnya setelah adegan tadi dilanjutkan dengan adegan yang lebih-lebih.
Namun, dengan keadaan yang cukup runyam antara dirinya dengan Merry, membuat Daris takut untuk memintanya pada Merry.
Rasanya Daris ragu untuk melanjutkan perasaannya pada wanita lain jika tahu istrinya seganas itu.
Di pikiran Daris terus terngiang-ngiang saat Merry mencoba menggodanya barusan. Daris sangat tak menyangka jika Merry bisa se nakal itu.
Namun, ada perkataan Merry tadi yang menyesakkan bagi Daris, yaitu saat Merry berkata bahwa dia mau menikah semata-mata hanya untuk anaknya.
Sungguh, Daris tak menyadari jika pengakuannya pada istrinya tadi membuat hati Merry perih dan mentalnya langsung down.
__ADS_1
----------------------------
Komen yuk di bawah!!🤭 Komenin Daris yang makin jadi nglunjak😬