Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami
Terungkap


__ADS_3

"Aku bisa menjelaskan semua ini Mer!!" ucap Daris lagi.


"Memangnya ada apa? Kamu mau menjelaskan apa?" Merry berpura-pura tidak mengerti sambil mengusap pelan punggung Daris yang bergetar.


"Ada apa Mas?" tanya Merry lagi dengan pelan.


"Sini Mas, duduk dulu!" Merry mengajak Daris untuk duduk, tapi Daris menolak.


Ia hanya memandang Merry dengan tatapan takut kehilangan.


Daris menyerahkan lima lembar foto itu pada Merry dengan ragu. Sedangkan Merry menerimanya dengan santai.


"Kamu sudah tahu kan?" tanya Daris.


Merry tersenyum, "Tahu Mas, kan yang meletakkan foto ini tadi aku!" jawab Merry.


"Maaf Mer, aku nggak jujur sama kamu!" Air mata Daris terus menetes tanpa permisi.


Merry menghapus air mata di pipi Daris.


"Kamu memang pembohong Mas!" jawab Merry dengan santai. Ia tak menampakkan ekspresi marah atau apapun.


"Kejadian ini terjadi sebelum aku bertemu kamu! Tapi, aku udah nggak jujur sama kamu! Aku telah menutupi ini dari kamu!" ucap Daris dengan jujur.


"Pasti kamu kecewa kan?" tanya Daris dengan cemas dan takut kehilangan Merry.


"Jelas!" jawab Merry singkat.


"Apa setelah ini kamu akan pergi?" tanya Daris sambil menggenggam tangan Merry erat.


Merry melepas genggaman tangan Daris, lalu balik badan memunggungi Daris.


Daris memejamkan matanya pasrah dengan apapun yang akan terjadi setelah ini.


"Aku salah Mer, seharusnya aku jujur dari awal, tapi aku berbohong seolah-olah aku adalah lelaki yang baik, padahal aku menjijikkan!" ucap Daris menyesali semua perbuatannya.


"Aku ingin kamu tetap di sini, tapi kalau kamu mau pergi aku bisa apa?" Daris berkata demikian sambil ingin memeluk Merry dari belakang, tapi Merry menolak.


Dengan penolakan yang Merry berikan, Daris yakin setelah ini ia akan kehilangan Merry.


"Aku minta maaf Mer!! Kamu boleh pukul aku, pukul sepuas kamu!!" Daris membalik tubuh Merry agar menghadap dirinya. Nampak Merry menangis dan enggan melihat Daris.


"Maaf aku telah membohongi kamu dan keluargamu!!" ucap Daris sambil berusaha menggenggam tangan Merry, tapi Merry menolak.


Merry hanya diam, menangis, dan menolak ketika dipegang oleh Daris.


Daris tidak membela dirinya sama sekali. Kesalahannya memang fatal, selain membohongi Merry dan keluarganya, Daris juga telah melakukan hal yang berdosa dan menjijikkan.


Daris terduduk di lantai dengan lemas dan pasrah. Sudah tak ada harapan lagi bagi dirinya.


Merry nampak berjalan menjauhi Daris dan Daris pun langsung melihat Merry ingin pergi kemana.


Merry berjalan mendekat ke tempat sampah, lalu merobek foto-foto itu menjadi sobekan kecil, lalu membuangnya ke tempat sampah.


Daris hanya mampu melihatnya dengan diam. Daris sangat menyalahkan dirinya sendiri dan tak berusaha membela dirinya sendiri.


Lima lembar foto yang menampakkan gambar Daris bersama seorang wanita sedang melakukan hubungan suami istri itu telah berubah menjadi robekan kecil dan tergeletak di dalam tempat sampah.


Air mata Merry kembali menetes, wanita mana yang kuat melihat foto suaminya sedang melakukan hal seperti itu bersama wanita lain?


Walaupun kejadian itu sebelum mereka bertemu, tapi tetap saja rasanya menyakitkan.

__ADS_1


Tapi....


"Lupakan semuanya dan mari kita mulai semua dari awal Mas!! ucap Merry dan berhasil membuat Daris kaget.


"Kamu memang salah, kamu juga pembohong! Tapi aku memberi kesempatan untuk kamu Mas!" ucap Merry tanpa melihat Daris.


Mendengar hal itu, Daris langsung berdiri dan mendekat pada Merry. Daris memastikan apa yang ia dengar barusan benar?


"Mer?"panggil Daris.


Merry menghadap Daris.


"Dengan menerima lamaranmu dulu, berarti aku menerima juga semua kekuranganmu termasuk masa lalu mu! Aku memaafkan kesalahanmu Mas!" ucap Merry.


Daris terdiam dan menangis mendengarnya. Istrinya benar-benar berhati malaikat.


Merry menghapus air matanya, lalu tersenyum.


"Walaupun yang kamu lakukan adalah kesalahan besar, tapi aku tahu pasti kamu punya alasan kenapa berbohong! Apa alasanmu Mas?" tanya Merry.


"Tapi aku tidak pernah membenarkan apa yang telah kamu lakukan!!" sambung Merry.


Daris mengangguk bersiap menjawab pertanyaan Merry.


"Mer, ditinggal pergi itu sakit, kehilangan itu sakit, aku tidak ingin merasakan untuk yang kedua kalinya!" jawab Daris pelan dan berat.


"Aku takut kamu akan pergi dan menolakku kalau aku jujur tentang ini! Aku sudah menjadi lelaki beruntung dengan mendapatkan wanita sebaik dan sesempurna kamu, aku takut kehilangan itu!!" lanjut Daris.


"Duduk Mas, jelaskan semuanya ke aku!!" Merry mengajak Daris untuk duduk dan menyelesaikan semua masalahnya hari ini.


Mereka duduk berhadapan dengan perasaan yang sama-sama sedang tidak baik-baik saja.


"Iya Mer" jawab Daris.


Flashback on


"Daris, kapan kita pulang?" tanya seorang wanita dengan suara yang keras karena terhalang dengan suara musik dugem yang keras. Sedangkan Daris menggeletakkan kepalanya di meja karena mabuk berat.


"Jon, kamu memberi Daris minuman itu berapa banyak?" tanya wanita itu kepada lelaki yang ada di sampingnya.


"Hahaha, hanya sedikit, Daris saja yang lemah!!" jawab pria itu yang setengah mabuk. Pria yang bernama Jon memang memberikan sedikit minuman untuk Daris, tapi karena Daris tidak pernah mabuk, jadilah dia mabuk berat seperti ini.


"Daris, kita harus pulang!! Besok kita harus bekerja!!" ujar wanita tersebut marah-marah pada Daris. Sedangkan Daris tak menggubrisnya sama sekali.


"Hih, menyebalkan!" keluh wanita itu.


"Jon, ayo bantu aku membawa Daris ke mobil, aku harus mengantarnya pulang!!" teriak wanita itu pada Jon.


Akhirnya, Jon bersama wanita itu bersusah payah membawa Daris yang sedang mabuk berat ke dalam mobil.


Setelah semua beres, sisalah Daris dan wanita itu di dalam mobil, sedangkan Jon kembali ke dalam.


Wanita itu duduk di kuris kemudi mobil Daris, sedangkan Daris duduk di bangku sampingnya.


Ia ikat Daris dengan seat belt kuat, supaya tetap dalam posisi duduk.


Wanita itu mulai melajukan mobil untuk


mengantarkan Daris pulang.


"Daris gila, bagaimana mungkin aku berhijab seperti ini masuk ke tempat seperti itu!! Otaknya di mana coba, hanya karena wanita yang tega meninggalkan dia dan anak-anaknya dia harus bersikap seperti ini? Apa tidak ingat kalau punya anak di rumah? Mana anaknya yang terakhir masih bayi!!" gerutu wanita itu sembari menyetir mobil.

__ADS_1


Ini terjadi karena Daris yang tiba-tiba datang ke tempat itu untuk mabuk. Jon yang ada di situ lalu menelpon Al, tapi tak mendapat respon, akhirnya ia menelpon wanita itu. Jadilah wanita itu yang datang untuk menjemput Daris.


Daris, Al, dan wanita itu, ketiganya berteman dekat.


"Daris Daris, kalau bukan karena teman, ogah aku jemput kamu di tempat seperti itu! Mana orang-orang pada lihatin aku! Ya iyalah mereka lihat, mungkin mereka merasa aneh aku mau dugem pakai hijab!" gerutu wanita tersebut.


"Eh sebentar sebentar, kalau aku membawa Daris pulang, pasti keluarganya akan kaget melihat Daris yang seperti ini!!" ujar wanita tersebut sembari berpikir.


"Lalu aku harus membawanya ke mana?" wanita itu bingung.


"Oh ya, apartemen, aku membawa Daris ke apartemennya!" wanita itu seperti mendapat ide yang bagus.


Kebetulan, wanita itu memang punya akses untuk masuk ke apartemen Daris sejak perpisahan Daris dengan Ambar. Mereka memang bukan sepasang kekasih, tetapi mereka rekan kerja yang cukup dekat.


Wanita itu berpikir, saat ia sudah mengantarkan Daris ke apartemen, dia akan menelpon Al agar menemani Daris dan wanita itu akan pulang ke rumahnya.


Namun, nasib buruk menghampiri wanita itu.


Nyatanya, setelah membantu menidurkan Daris di apartemen, Daris yang sedang mabuk mengira jika wanita itu adalah Ambar.


"Ambar, apakah ini kamu? Kenapa kamu pergi?" ucap Daris sambil berdiri dan terus mendakati wanita itu. Sontak wanita itu terkejut dan ingin berlari.


"Aku bukan Ambar Daris! Kamu jangan gila!!" tolak wanita tersebut saat Daris berusaha menodainya.


Namun, usaha penolakannya sia-sia, Daris berhasil mengambil kesucian yang selama ini ia jaga.


Keesokan harinya, Daris yang telah sadar dari kesalahan yang ia lakukan berusaha meminta maaf dan bersedia menikahinya.


Namun, wanita itu terlanjur benci pada Daris. Wanita itu menolak saat Daris ingin menikahinya, bahkan dia menghilang dari kehidupan Daris.


Tidak berhenti sampai di situ, Daris selalu berusaha mencari wanita itu. Daris memang berhasil menemukannya, tapi wanita itu tetap menolak karena ia terlanjur benci.


Bahkan wanita itu memohon agar Daris melupakan dirinya. Wanita itu keluar dari perusahaan Daris. Semuanya terjadi karena kebencian yang teramat dalam pada Daris.


Hingga akhirnya, Daris memulai hidupnya dari awal untuk menjadi Daris yang lebih baik dan bersusah payah merintis usaha yang sebelumnya bangkrut dengan gigih.


Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian, ia bertemu dengan malaikat tak bersayap, yaitu Merry.


Dan disaat itulah, Daris menemukan cahaya baru dalam hidupnya. Daris pun bisa berdamai dengan masalalunya, yaitu Ambar mantan istrinya dan wanita yang telah ia ambil ambil secara paksa kesuciannya yakni Mutiara.


Namun, kehidupannya kembali terusik setelah ia bertemu dengan Mutiara waktu itu.


Pertemuan pertama Daris dengan Mutiara setelah mereka berpisah selama bertahun-tahun. Bahkan, dalam pertemuan pertama mereka, Merry lah yang menjadi saksinya.


Mutiara yang sebelumnya membenci Daris, mendadak mengejar Daris. Mutiara mencintai dan bersedia menjadi istrinya.


Namun, dengan keadaan Daris yang memiliki Merry, mana mungkin Daris bersedia?


Walaupun gagal menjadi istrinya, Mutiara tak kehilangan akal. Tak mengapa Daris tak menjadi suaminya, tapi ia ingin diperlakukan secara istimewa oleh Daris. Mendengar permintaan konyol seperti itu tentu saja Daris menolak.


Hingga pada akhirnya, Mutiara mengancam Daris dengan foto kejadian dulu. Ia mengancam akan memberikan foto iku pada Merry yang pastinya akan membuat Merry kecewa dan bisa saja meninggalkan Daris.


Daris yang sangat tidak ingin kehilangan Merry merasa lemah, apalagi mengingat kuatnya keluarga Syah yang bisa saja mengambil dan menjauhkan Merry dari hidupnya.


Ia menuruti setiap permintaan dan perkataan Mutiara, asal Merry tak mengetahui tentang foto itu, terlebih masa lalunya dengan Mutiara yang sangat memalukan.


Sebelum kembalinya Mutiara dalam hidupnya, Daris memang tak ada niatan untuk bercerita tentang hal itu kepada Merry. Daris takut saat itu Merry menolaknya.


Daris bisa menutupi hal itu dengan rapi dan baik. Hingga akhirnya Mutiara kembali dan berhasil membuat Daris berubah sikap kepada Merry. Berubah sikap karena ancaman Mutiara.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2