
Setelah menidurkan Emir di dalam kamar, Luham dan Liam juga sudah tidur, Merry berniat mematikan lampu di luar.
Namun, ia melihat suaminya yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya di ruang tamu.
"Kok belum tidur?" tanya Merry mendekat pada Daris.
Daris melihat kedatangan Merry dengan tatapan yang lelah.
"Ada urusan pekerjaan!" jawab Daris, lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
Merry memilih duduk di sebelah Daris dan melihat apa yang sedang Daris kerjakan. Rupanya memang benar-benar pekerjaan.
"Aku temani ya?" tawar Merry.
"Nggak usah, kamu tidur aja!" tolak Daris sambil menoleh ke arah Merry yang duduk di sebelah kirinya.
"Apa kehadiranku ini menganggu pekerjaanmu?" tanya Merry.
"Enggak, tapi kamu tidur aja, ini udah jam sebelas loh!" ucap Daris.
"Nggak papa, kapan lagi kita bisa berdua sebagai suami istri begini?" ujar Merry sambil tersenyum.
"Kamu terlalu sibuk dengan urusanmu dan kita lebih sering bertengkar daripada bersikap hangat! Aku capek hidup seperti ini, ingin hidup damai saja!" tutur Merry yang perkataannya berhasil menusuk hati Daris.
"Maaf!" ucap Daris pelan sambil beralih menghadap Merry dengan sendu.
Merry mengangguk pelan sembari tersenyum.
"Tidak papa, bukankah bersikap baik seperti ini jauh lebih menyenangkan? Bukankah berusaha menjauhkan masalah dan berusaha meredam emosi jauh membuat hidup kita lebih nyaman?" tanya Merry.
"Menurutku hidup ini ada dua pilihan, yang pertama saat kita bisa menerima kenyataan dengan lapang dan yang kedua saat kita lebih memilih memperkarakan semua hal! Kalau kita lebih memilih menerima kenyataan dengan lapang dan ikhlas, maka hal yang kita dapatkan adalah kedamaian hidup! Berbeda saat kita lebih memilih memperkarakan semua hal, maka hal yang kita dapatkan adalah emosi yang akan menyakiti diri kita sendiri!" jelas Merry sambil bersender di sofa.
"Kamu tahu Mas, aku sama seperti wanita di luaran sana yang sakit hati saat mendengar suaminya ternyata mencintai wanita lain! Hatiku sakit! Aku bisa saja langsung memukul kamu, mengolok-olok kamu sebagai laki-laki jahat dan tidak punya hati, atau bahkan aku bisa langsung pergi meninggalkan kamu!!"
Daris menegang mendengar perkataan pergi dari Merry.
"Bisa saja aku seperti itu, tapi sayangnya aku berbeda dengan kebanyakan wanita di luaran sana! Aku lebih memilih menahan emosi, berkomunikasi, dan terus menanyakan kebenaran tentang hal ini dengan harapan semuanya akan berubah!! Saat ini aku masih berada di titik terkuatku untuk mempertahankan keluarga kecilku. Ya, walaupun jika pada akhirnya kalau aku kalah dan harus pergi, untuk terakhir kalinya aku meminta kamu untuk memilih antara aku atau wanitamu!!" jelas Merry dan Daris masih berusaha memahaminya.
"Kalau ternyata aku memilih kamu?" tanya Daris.
"Aku akan tetap di sini berbagi kebahagiaan dan berjuang bersama keluarga kecilku untuk memaknai arti hidup yang sebenarnya!" jawab Merry dengan yakin.
"Tapi, kalau aku lebih memilih wanita lain?" tanya Daris dengan pelan dan ragu.
Merry beralih menatap mata Daris dengan dalam sembari tersenyum.
"Aku akan pergi Mas!!" jawab Merry pelan.
Hati Daris bagai tertusuk belati yang sangat
__ADS_1
tajam.
"Aku akan pergi dengan perasaan baik-baik saja, aku juga tidak akan marah ke kamu atau wanitamu Mas!! Aku memang tidak membenarkan apa yang telah kamu lakukan karena yang kamu lakukan adalah kesalahan, tapi aku hanya mencoba berdamai dengan keadaan! Anggap saja kita tidak berjodoh!!"
"Mungkin bisa saja aku memilih opsi marah dan benci kepada kamu, tapi dalam kamus hidupku, berdamai dengan keadaan adalah hal yang sangat berarti dan selalu aku jaga!" tutur Merry.
"Aku akan berusaha dewasa dalam menyikapi keadaan ini!" sambung Merry dengan tetap menatap Daris.
Dada Daris sangat sesak, ia tak bisa berkata apa-apa. Diraih lah tangan Merry olehnya, lalu digenggam erat.
"Aku lemah Mer!" ucap Daris pelan.
"Aku bodoh, aku lemah, aku bukan suami yang baik, aku...," Merry segera menutup mulut Daris dengan jari telunjuknya.
"Sst, aku tahu suamiku ini memang bodoh, lemah, pemarah, dan masih banyak lagi! Aku tahu itu!" ucap Merry sambil terkekeh pelan.
"Tidak usah diperjelas lagi, aku sudah tahu itu!" sambung Merry sambil tetap terkekeh.
"Aku janji akan menceritakan yang sesungguhnya ke kamu Mer, tapi aku minta waktu! Tolong!!" ucap Daris memohon pada Merry.
"Jujur aku kecewa sama kamu Mas karena kamu nggak terbuka, padahal sebagai suami istri kita harus saling terbuka! Aku merasa nggak dianggap sebagai istri!" tutur Merry yang merasa kecewa.
Daris menggeleng, "Kamu istriku! Ibu dari anak-anakku!!"
"Apa kamu ingin kita sampai dititik di mana aku memintamu untuk memilih antara aku atau dia?" tanya Merry dengan kecewa.
"Mungkin kamu memang tidak ada pikiran seperti itu, tapi bisa jadi nantinya kamu yang menciptakan hal seperti itu!" ujar Merry.
"Hal yang kamu ciptakan karena kebodohanmu!" lanjut Merry.
Rasanya, Daris ragu untuk mengatakan yang sesungguhnya. Banyak pikiran buruk yang berkecamuk di otaknya.
"Sebenarnya ada apa Mas? Katakan ke aku apa yang sebenarnya terjadi? Siapa wanita itu? Apa hubungannya sama kamu? Kalian ada masalah apa? Katakan Mas, siapa tahu istrimu ini bisa membantu!!" Merry mencecar Daris dengan banyak pertanyaan. Tak bisa dipungkiri, sebenarnya Merry juga menahan tangisnya sekuat tenaga.
"Aku cinta kamu Mer! Aku sayang kamu! Aku nggak pernah mencintai wanita lain!" ucap Daris dengan dalam dan meneteskan air mata.
"Aku nggak pernah mau kehilangan kamu!! Aku mau kamu selalu berada di sisiku dan anak-anak!!" lanjut Daris yang semakin erat menggenggam tangan Merry seolah-olah takut kehilangan.
Merry tersenyum tipis mendengarnya. "Iya Mas, aku tahu itu, aku tahu kalau kamu memang mencintai istrimu ini!!"
"Hanya saja kamu bodoh, kamu terlalu menyimpan dan menyimpulkan suatu hal dari pikiranmu sendiri! Tidak berusaha membicarakannya terlebih dahulu padaku!!" ucap Merry.
"Mana handphone mu?" tanya Merry sambil melepas genggaman tangannya dari Daris.
"Untuk apa?" tanya Daris dengan panik.
"Aku tahu di handphone itu ada rahasia yang membuat kamu jadi berubah bodoh seperti ini! Rahasia yang membuat kamu tidak seperti Daris yang aku kenal selama ini!! Rahasia yang membuat suamiku sangat sangat berubah!!"
"Aku ingin semuanya berakhir! Aku sudah lelah dengan drama ini Mas!! Apa kamu tidak ingin segera hidup bahagia bersama keluarga kecil kita?" tanya Merry dengan tak sabaran.
__ADS_1
Daris menggeleng, "Jangan Mer!!" tolak Daris.
Merry membuang nafasnya kasar.
"Rasanya aku sudah cukup memberikan waktu untuk kamu bisa berpikir tentang masalah ini! Cepat Mas mana handphone mu!!" pinta Merry.
"Aku nggak siap kehilangan kamu Mer! Aku nggak mau kehilangan kamu!!" tolak Daris dengan panik.
"Ya Tuhan, apa kamu yakin setelah melihat handphone mu aku langsung meninggalkan kamu dan anak-anak?" tanya Merry sambil memutar bola matanya malas.
"Aku tidak suka membuang-buang waktuku dengan hal yang tidak penting! Apa kamu tidak ingin segera berlibur bersamaku dan anak-anak, lalu kita bisa hidup normal tanpa masalah yang tidak penting seperti ini?" tanya Merry.
"Beri aku waktu Mer!! Rasanya aku belum sanggup menerima kenyataan yang akan aku dapat dari kamu!!" jawab Daris dengan perasaan yang berat dan tak karuan.
"Baiklah baiklah, aku memberimu waktu sedikit saja!! Aku sudah lelah dengan drama ini!! Aku pamit tidur dulu Mas!!" pamit Merry yang tak jadi menemani Daris.
Dari sini Daris jadi was-was apakah Merry sudah tau permasalah yang sebenarnya?
Sungguh jika itu benar, Daris tak bisa
membayangkan sebenarnya sudah semarah dan sekecewa apa Merry pada dirinya, atau bisa jadi Merry sudah bersiap untuk meninggalkannya?
Daris mengacak rambutnya frustasi.
Lain halnya dengan Merry yang sudah sampai di kamar anak-anak. Ia segera menelepon seseorang.
"Tolong kirimkan foto kemarin dalam bentuk yang sudah dicetak! Gue tunggu paling lambat pukul 7 pagi!!
"Baik Bu, akan saya laksanakan!" jawab seseorang di seberang sana.
Setelah mengakhiri teleponnya.
"Gue akan segera mengakhiri drama ini!" ucap Merry pelan dengan ekspresi dingin dan datar.
"Gue juga nggak sudih mencetak foto ini sendiri! Mengotori tangan saja!!" sambung Merry sambil melihat layar handphone nya yang tertera foto yang menyakitkan bagi Merry.
Hallo teman-teman semua, sampai di sini ada yang bingung nggak sih sebenarnya permasalahannya apa?
Beneran Daris selingkuh atau ada masalah yang lain?
Maaf ya kalau membingungkan hehe😁
Jawaban ada di next part, InsyaAllah🖤
Yuk Yuk bisa komen-komen di bawah tentang part kali ini!!
Thank you All🖤🖤
__ADS_1